Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
Melewati Batas


__ADS_3

AUTHOR



Hega membawa kekasihnya menuju ke ke lantai tiga, tapi bukan ke kamar gadis itu melainkan kamarnya.


Tak peduli dengan langkah kakinya yang membasahi lantai villa karena air terus menetes dari pakaian basah Moza dan juga dirinya.


Moza menggigil dalam pelukan Hega, pemuda itu merasakan seluruh tubuh gadisnya gemetar lemah.


Hega meninggalkan Moza bersama Deana, dibantu Amira dan Renata tak lupa bu Astuti akhirnya baju basah Moza sudah berganti dengan piyama beruang milik gadis itu.


Setelah sebelumnya membantu Moza berendam dan membilas tubuhnya dengan air hangat terlebih dulu sesuai instruksi Derka.


Sebelum mengambil langkah perawatan, Derka terlebih dahulu melakukan pemeriksaan TTV ( Tanda-tanda Vital ), memeriksa denyut nadi, tekanan darah, laju pernafasan dan juga suhu tubuh.


Untunglah gadis itu sudah sadarkan diri, dan dari hasil pemeriksaan menunjukkan hasil yang baik, sekali lagi Derka mengecek secara menyeluruh.


Memastikan kondisi Moza benar-benar sudah kembali normal, tak lupa mengecek gejala lainnya, dan Derka bisa bernafas lega karena gadis itu tidak sampai mengalami hipotermia.


Baru saja selesai memberikan penangan awal, suara erangan yang terdengar sangat mengerikan membahana dari arah luar kamar.


AAAARRRRHHHH


Teriakan murka yang membuat siapapun yang mendengarnya akan merinding atau bergidik saking takutnya.


Deana, Amira, Renata dan Viola tentu saja seketika menoleh saking terkejutnya.


Moza yang terbaring lemah di atas ranjang sudah tertidur karena efek suntikan yang diberikan oleh Derka.


Mendengar suara lantang menggema yang sangat dikenalnya, Derka hanya bisa mengusap wajahnya kasar, mendengus pasrah dengan apa yang akan segera terjadi.


" Kalian jangan kemana-mana, jaga saja teman kalian. " Ucapnya pada keempat gadis itu, tetap berusaha tersenyum ramah, memamerkan deretan gigi putihnya yang menawan.


Baru sampai di ambang pintu, sahabat Hega dan Bara itu kembali menoleh ke arah para gadis.


" Ingat, jangan keluar dari kamar ini apapun yang terjadi ! " Tegasnya pada keempat gadis itu sambil mengacungkan jari telunjuknya.


Keempat gadis itu mengangguk beberapa kali.


Derka yang mengerti apa yang sedang terjadi segera berhambur keluar ruangan. Meskipun dia belum tahu jelas apa penyebabnya.


Ekspresinya berubah seketika setelah membelakangi para gadis yang ada di dalam kamr itu, wajah ramahnya langsung berekspresi serius.


Kenapa juga iblis itu harus bangun saat aku baru saja tiba si ?! Oh Tuhan tolong aku, kenapa aku harus terlibat dengannya saat ini.


Dan siapa si brengsek yang membangunkan monster beruang kutub itu ?! Aku akan menyuntik mati orang itu jika aku melihatnya.


Gerutu Derka kesal, niatnya liburan malah ikut kena getah masalah orang.


๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป


Hega hendak kembali ke kamarnya setelah membersihkan dirinya dan berganti baju di kamar Bara.


Alina dengan gemetar mencoba mendekati Hega yang masih terlihat murka.


" Bar, gue gak mau ribut sekarang. " Ucap Hega menepuk bahu Bara, dan Barapun mengerti jelas apa maksud sahabatnya itu.


" Alina, lebih baik kamu pergi ke kamarmu ! " Pinta Bara.


" Tapi bang. " Raut wajah Alina tampak kacau, jelas terlihat penyesalan dalam ekpresinya.


" Alina, jangan buat abang kehabisan kesabaran." Bara mengeram menahan amarah.


" Sayang, tolong bawa Alina ke kamarnya. " Lanjut Bara, kali ini ditujukan pada kekasihnya, Aliza.

__ADS_1


Aliza mengangguk dan merangkul Alina hendak membawanya kembali ke kamar mereka.


Tapi bukannya menurut, gadis itu malah membuat emosi Hega kembali terpancing.


" Kak Hega maafin Alina, Alina gak tahu kalau cewek itu gak bisa berenang. Alina cuma mau kasih pelajaran sama dia karena Alina cemburu. Dan Alina gak tahu akan seperti ini. " Sesal Alina saat Hega melewatinya begitu saja bahkan tanpa menoleh padanya.


" Cukup. " Ucap Hega dingin dan tetap berjalan.


" Alina menyesal kak, harusnya Alina gak dengerin apa kata Selena. Alina cuma emosi karena iri cewek itu bisa dekat sama kak Hega, hiks...hiks...Alina...." Teriak gadis itu.


Pengakuan Alina benar-benar menjadi sebuah bom waktu yang membangkitkan sisi iblis dalam diri Hega.


Gadis itu bahkan tak menyadari bahwa ucapannya sudah bagaikan menyulut api yang bisa saja membakar dirinya sendiri.


Mendengar nama Selena disebutkan kedua tangan Hega mengepal, aura gelap kembali menguasai dirinya.


Sama halnya dengan Hega, Julian dan Bara juga sama terkejutnya dengan apa yang baru saja gadis itu ucapkan.


Hega menghentikan langkah kakinya dan kemudian berbalik badan.


Alina merasa lega karena sepertinya pemuda itu mau mendengarkannya.


Tapi dugaannya salah, wajah Hega justru semakin murka. Aura gelap tersirat jelas di wajah dingin Hega.


Sorot mata pemuda itu terlihat sangat menakutkan, Alina merinding seketika mendapati tatapan mengerikan pemuda itu.


" Apa yang baru saja kamu katakan ? " Hega mendekat ke arah Alina.


" K-kak. " Alina begitu ketakutan, tubuhnya semakin gemetar.


" Saya tanya apa yang baru saja kamu katakan ? Siapa yang membuatmu hampir membunuh tunangan saya ?! "


Alina gemetar, langkah kakinya mundur menjauhi pemuda yang terlihat dikuasai amarah.


Bara dan Julian saja hanya bisa diam tak berkutik, kemarahan Hega bahkan lebih buruk daripada yang Julian lihat beberapa bulan lalu di LA saat dana perusahaan pribadi Hega digelapkan oleh orang kepercayaannya.


Juga saat salah satu dewan direksi ketahuan menggunakan fasilitas perusahaan untuk kepentingan pribadinya. Bahkan menyodorkan wanita untuk menutupi kelakuan bejatnya dari keluarganya.


Seperti halnya Raditya yang berakhir di dalam penjara di LA, dewan direksi yang berkhianat perusahaan sekaligus keluarganya itu juga berakhir di tempat yang sama.


Hega tidak akan mentolerir siapapun yang melakukan kesalahan atau menyinggung dirinya. Jangankan Raditnya yang juga sahabatnya, Hega bahkan bisa memperlakukan ayahnya sendiri, Aryatama yang juga sempat bersinggungan dengan dirinya dengan cara tak kalah menyakitkannya.


Bahkan sampai saat inipun hubungan ayah dan anak itu dalam kondisi yang kurang baik.


Dan kali ini situasinya sepertinya akan lebih buruk, batas kesabaran Hega yang berhubungan dengan gadis yang dicintainya.


Dan seseorang sudah salah besar telah berani mengganggu batas yang tidak boleh tersentuh itu.


Dari ekspresi di wajah Hega terlihat jelas jika pemuda itu bisa saja melakukan hal yang terburuk sekalipun.


Kedua pria itu memilih diam saja, mengamati karena mereka yakin bahwa boss mereka itu bukan pria yang akan mengangkat tangan untuk menyakiti wanita. Semarah apapun dirinya.


" Selena bilang Alina harus.... " Alina menceritakan semua tentang rencana Selena untuk memberi peringatan pada Moza dengan menceburkan gadis itu ke dalam kolam renang.


Awalnya Alina menolak dengan tegas ide gila itu, dia memang menyukai Hega dan bahkan mencintai pemuda itu.


Tapi Alina bukanlah gadis jahat yang tega melakukan hal gila demi mendapatkan pria, apalagi sampai mencelakai seseorang.


Tapi bujukan Selena yang terus membakar kecemburuan di hati Alina membuat gadis itu akhirnya menyerah.


Toh kolam itu hanya sedalam dua meter saja, lagipula Alina juga mengira jika Moza pastilah bisa berenang, di villa juga ada banyak orang. Apa yang perlu ditakutkan.


Gadis itu bahkan belum menyelesaikan kalimatnya, Hega semakin dibuat murka.


" ARRRGHHH..... " Amukan Hega kini bukan lagi terdengar oleh semua orang yang ada disana tapi sudah menggema ke seluruh bangunan villa.

__ADS_1


Apa yang dilakukan oleh kedua wanita itu benar-benar sudah melewati batas.


๐Ÿ Epilog ๐Ÿ


Alina yang sedang terbakar api cemburu, hatinya begitu mudah dipengaruhi oleh provokasi sahabatnya.


Ditambah lagi tadi pagi kembali disaksikannya keromantisan Moza dan Hega saat tengah sarapan berdua di dapur.


Dan Alina pun terjebak dalam cinta buta dan kecemburuannya. Logikanya kalah oleh amarah dan rasa sakit hati.


Dan saat dilihatnya gadis itu tengah sendirian mondar-mandir di tepi kolam renang, Alina melakukan apa yang dikatakan oleh Selena.


Alina berjalan mendekati Moza, dan saat gadis itu berbalik badan, dengan sengaja Alina menyenggol bahu Moza sedikit keras.


Membuat Moza kehilangan keseimbangan, Alina membiarkan saja gadis yang ditabraknya terjatuh ke dalam kolam renang tanpa tahu jika ternyata gadis itu tidak bisa berenang.


Rasa penyesalan menyelimutinya saat menyaksikan Hega menyelamatkan gadis itu, saat itu juga dia sadar jika gadis itu tidak bisa berenang.


Dan apa yang dilakukannya hampir saja membuat nyawa gadis itu melayang.


๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ


FYI : Hipotermia merupakan kondisi saat temperatur tubuh menurun drastis di bawah suhu normal yang dibutuhkan oleh metabolisme dan fungsi tubuh, yaitu di bawah 35 derajat Celsius. Kondisi ini harus mendapatkan penanganan segera, karena dapat menyebabkan gangguan pada sistem saraf dan fungsi organ lain dalam tubuh. Selain itu, kondisi ini juga dapat berujung pada kegagalan sistem pernapasan, sistem sirkulasi (jantung), dan kematian. ( Sumber : Halodoc )


โค๐Ÿ’™๐Ÿ–ค๐Ÿ’š๐Ÿ’›๐Ÿ’œ๐Ÿงกโค๐Ÿ’™๐Ÿ’š๐Ÿ’›๐Ÿงก๐Ÿ’œ


...Kalau gini siapa coba yang jahat ?...


...Alina apa Selena ?...


Maaf ya kalau kurang greget....Pengennya ada adegan jambak-jambakan ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


Tapi Deana and Friends kan lagi sibuk nemenin Moza


Ya kali babang Hega jambakin anak gadis orang.


โ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ข


Hega : Gue pengennya cekik leher tuh cewek...


Me : Jan dong... ntar mati anak orang. Udah sono mending liat bini lu...


Hega : ๐Ÿ˜ค


...๐Ÿ’š...


...Like ya...


...โค...


...Komentar juga dong...


...๐Ÿ’œ...


...Lanjut Vote ๐Ÿ˜˜...


...๐Ÿงก...


...Next Follow Author ya ๐Ÿ˜˜...


...๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ...


Senengnya pagi-pagi ada yang boom Vote makasih loh sayang.๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜˜ Lancarlah rejekimu


Rank Babang Hega naik bikin aku semangat menghalu dan rajin up. Semangat ๐Ÿ‘

__ADS_1


__ADS_2