Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
Amarah Hega ( Bagian 1 )


__ADS_3

AUTHOR


Hari berganti hari, namun Hega yang seharusnya sudah kembali dari dinasnya di Seoul Korea Selatan belum juga tampak batang hidungnya. Begitu pula dengan Julian, asisten pribadinya.


Entah apa yang terjadi hingga pemuda yang telah berjanji akan segera menemui gadis yang paling dicintainya itu sekembalinya ke tanah air seperti hilang tanpa jejak.


Hingga dua minggu berlalu sejak perpisahan mereka saat Hega mengantar gadis itu pulang ke kosnya. Terlewat sepuluh hari dari waktu yang seharusnya dia selesai dengan urusannya di Korea yang hanya dijadwal empat hari saja.


Julian datang ke kampus dengan wajah lusuh, mengikuti kuliah dengan sisa tenaga seolah baru pulang dari medan pertempuran.


" Juliaaaaan.... " Keempat teman gadisnya sangat antusian dengan kedatangan pemuda itu.


Bahkan Moza yang biasanya cuek saja tampak berbinar melihat sosok sahabatnya yang juga seolah menghilang selama dua minggu.


Selain khawatir dengan sahabatnya itu, Moza tentu saja juga penasaran apa yang terjadi dengan Hega. Selama Hega berada di Korea, mereka berdua masih beberapa kali mengobrol lewat telepon. Bahkan di hari keempat yang seharusnya sudah mempersiapkan untuk kepulangannya, Moza masih sempat melakukan video call dengan pemuda itu.


Tapi setelah itu tidak ada kabar sama sekali, seperti hilang tanpa kabar, hilang ditelan bumi.


" Lo kemana aja Jul gak ada kabar dua minggu. " Tanya Amira cemas.


" Iya, bukannya katanya lo di Korea cuma empat hari yah ? " Tambah Renata.


" Palingan kecantol cewek Korea dia. " Cibir Deana.


" Kamu gak apa-apa Jul ? " Tanya Moza khawatir melihat tampang kusut dan penampilan kacau sahabatnya itu.


Mengurungkan niatnya untuk bertanya tentang atasan Julian.


*Kalau Julian sudah kembali berarti Kak Hega juga sudah kembali kan*. ~ Moza ~


" Kamu terlihat kacau. " Lanjut Moza.


Mendengar ucapan Moza, Deana yang sedari tadi acuh mulai memperhatikan penampilan pemuda itu.


" Lo kenapa sih Jul ? Biasanya udah heboh, apa terjadi sesuatu ? "


" Huuuuh..... " Julian hanya menghela nafas panjang mendengar pertanyaan-pertanyaan sahabatnya.


Namun seolah tak memiliki tenaga menjawab kekhawatiran keempat gadis itu.


" Gue butuh istirahat, gue mau langsung pulang ya. Nanti gue telepon deh. Daahhhh. " Pamit Julian meninggalkan keempat sahabatnya.


Keempat gadis itu terperangah melihat kepergian Julian, sosok pemuda yang tak pernah kehabisan energi itu tiba-tiba muncul dalam suasana hati kacau setelah dua minggu tanpa kabar.


Moza berjalan gontai menuju butik, Amira tengah menemani Renata melakukan photo session untuk koleksi terbaru H - Mo.

__ADS_1


Tanpa semangat Moza duduk di kursi ruangannya, ruangan yang khusus disiapkan teman-temannya agar gadis itu fokus dan tenang saat mengerjakan desainnya.


" Apa ada sesuatu yang gue gak tahu Mo ? " Tanya Deana cemas.


" Apa maksud kamu De ? " Moza yang tak fokus sedari tadi tak bisa langsung mencerna pertanyaan sahabatnya.


" Apa lo tahu kenapa Julian seperti itu ? " Tanya Deana.


" Aku juga sama penasarannya dengan kamu. " Jawabnya.


" Bang Hega.... " Ucap Deana.


" Sudah sepuluh hari aku tidak mendapat kabar darinya. " Gumam Moza memotong kalimat Deana.


" Maksud lo ? " Tak memahami keadaan yang tengah terjadi, Deana semakin gelisah melihat raut muka pias sahabatnya.


" Terakhir kali kami bicara adalah hari keempat setibanya dia disana, hari yang seharusnya urusannya sudah selesai dan dia bilang akan segera menemuiku. Tapi.... " Kedua mata Moza sudah berkaca-kaca, menahan sesuatu yang hendak jatuh dari kelopak matanya. Tak sanggup menyelesaikan kalimatnya sendiri.


" Lo gak coba hubungi ? " Tanya Deana menyarankan.


" Ponselnya tidak aktif. "


" Nanti coba gue tanya Julian. " Ucap Deana sambil memeluk sahabatnya.




Disisi lain, di lantai lima belas Gedung Pusat Golden Imperial Group. Semua karyawan yang dilewatinya sedari tadi menunduk takut. Melihat ekspresi Presdir mereka yang terlihat sangat murka.


Brak.....


Hega membanting pintu ruangannya, melepaskan jas nya dan melemparnya ke sofa. Melonggarkan dasinya dan membuka satu kancing teratas kemejanya.


" Tenang Ga, lo harus kendalikan emosi lo. " Ucap Bara mencoba menenangkan amarah sahabatnya meskipun Bara tak yakin akan berhasil.


" Gimana gue bisa tenang Bar, seenaknya orang itu mengatur dan mencampuri kehidupan pribadi gue. " Sorot yang penuh kebencian di mata Hega membuat Bara sendiri sulit menangani pemuda itu.


" Apa belum cukup dia bahagia sama istri keduanya itu ? " Lanjut Hega masih dengan nada tinggi.


" Lo sudah pastikan jika memang ini rencana Om Arya ? " Tanya Bara ragu karena memang selama ini Bara tahu jika kakek sahabatnya itu tidak pernah menuntut Hega melakukan sesuatu yang tidak diinginkan pemuda itu.


" Memang siapa lagi Bar, lo tahu sendiri kan kakek bahkan gak pernah mencampuri kehidupan peribadi gue. Jika bukan karena ide orang itu, kakek gak akan meminta gue melakukan hal konyol seperti itu. " Aura kemarahannya semakin memuncak, seperti harimau yang ingin mencabik-cabik musuhnya.


" Hah...... Lebih baik lo pastikan dulu, tanyakan pada kakek Surya. " Bara menyarankan.

__ADS_1


" Apalagi yang perlu gue pastikan Bar, bahkan gue lihat dia membawa Joseph Grace dan anaknya itu ke rumah besar, dan hari ini kakek bilang kalo gue harus nikah sama pilihannya. " Ingatan tentang apa yang dilihatnya saat pria itu mengantar kepulangan keluarga Grace membuatnya semakin marah dan benci pada lelaki yang adalah papanya sendiri itu.


Baru juga urusan di LA kelar, dan monster beruang kutub ini bisa sedikit tenang karena bisa bertemu kekasihnya. Kenapa muncul masalah seperti ini sih ? Lihat dia bahkan lebih mengerikan daripada kemurkaannya seminggu yang lalu. ~ Bara ~


~ Flashback ~


Incheon International Airport, 10 hari sebelumnya.


Hega dan Julian baru saja tiba di bandara internasional di kota Seoul Korea Selatan. Hari ini sesuai jadwal, mereka akan kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan semua urusan bisnis di kota itu.


Aku akan pulang, sebentar lagi aku akan memelukmu dan tidak akan melepaskanmu lagi. Semoga kamu sudah siap dengan jawabanmu. Aku sangat merindukanmu Moza Artana. ~ Hega ~


Dengan penuh semangat dan kebahagiaan, Hega sama sekali tidak merasakan lelah meskipun selama empat hari ini pemuda itu sibuk dengan bisnisnya. Ditemani Julian yang mulai bisa menyesuaikan diri dengan pola kerja atasannya itu.


Gak salah si Dimas kagum banget sama Bang Hega, memang kemampuan Bang Hega sangat luar biasa dalam bisnis. Gue gak nyesel bisa belajar sama sosok yang sempurna seperti dia. Meskipun awalnya sangat melelahkan. ~ Julian ~


Baru saja duduk di kursi penumpang kelas VVIP, dan hendak mematikan ponselnya, benda pipih itu malah berbunyi berbunyi.


~ Dalam Percakapan Telepon ~


" Apa Bar ? Pesawat gue mau take off nih. "


( Ga, lo harus berangkat ke LA sekarang juga, ini gue juga lagi ngurus penerbangan kesana. Nanti gue jelasin )


" Lo ngomong yang jelas Bar. "


( Perusahaan lo yang disana lagi genting, gue gak bisa jelasin detailnya sekarang. Pokoknya sekarang lo ganti penerbangan. Kita ketemu disana. )


" Hei Bar....Shit. "


Tut tut tut


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


➡️➡️ Ditunggu LIKE & COMMENT NYA YAH ....❤


PLEASE DON'T BE SILENT READER......🌹🍁☘.


Bantu VOTE agar karya ini UP yah....


Dukung akuh agar semangat MengHALU..... 😍😍


Terima kasih 😊😘😘😍


Jangan ragu tinggalkan jejak kritik dan saran ya 😊😘😍💕💕

__ADS_1


__ADS_2