
AUTHOR
Dan terjawablah alasan kenapa ada sepiring penuh buah limau di atas meja dan satu pitcher penuh air misterius yang ternyata adalah jus buah limau tanpa gula yang bisa dibayangkan betapa asam rasanya minuman itu.
Alina, Deana dan Amira kena double punishment karena gagal menjalankan misi.
Mereka harus memakan buah limau paling asam yang sudah disiapkan Derka, setelah itu dilanjut meminum segelas kecil jus limau tanpa gula juga sudah siap di atas meja.
Benar dugaan Hega, Derka sudah punya persiapan sebelumnya. Pantas saja wajah dokter muda itu dari tadi sumringah dan cerah ceria. Ternyata ada rencana licik yang sudah diaturnya.
" Tenang saja, itu buah limau bagus buat kesehatan. Jeruk limau mengandung magnesium dan kalium yang baik untuk meningkatkan kesehatan jantung. Kalium secara alami dapat menurunkan tekanan darah dan meningkatkan sirkulasi darah. Jadi gak rugi deh kalian makan limau dan minum jusnya. Sekalian diet juga kan. " Papar Derka dengan gaya dokternya sambil kepalanya manggut-manggut.
Biarpun bermanfaat, siapa juga yang tahan dengan rasa asamnya yang sangat mencekat di lidah. Alhasil ekspresi mereka saat memakan buah dan meminum jus limau itu sangatlah lucu.
Renata yang tadinya sempat merinding menduga-duga tantangan apa yang akan diberikan oleh dokter tampan itu seketika berekspresi biasa saja. Yang artinya gadis itu bersedia melakukan tantangan yang dianggapnya receh itu.
" Emang lo mau gombalin siapa Re ? " Tanya Deana penasaran saat dilihatnya Renata begitu santai, bukannya mengambil limau dan segelas jus limau malah asyik mengunyah kacang kulit dan meneguk sekaleng soda di hadapannya.
Renata tak bersuara, hanya menjawab keingin tahuan sahabatnya itu dengan mengarahkan pandangannya pada sosok pemuda yang duduk di samping sahabatnya itu.
" Uhuk.... " Seketika tatapan Renata membuat Dimas tentu saja terbatuk hampir menyemburkan minuman soda yang baru saja diteguknya.
" Ekhem.... Ada apa ini ??!!! " Goda Deana sembari menaik turunkan alisnya kearah Renata dan Dimas secara bergantian.
" Emang gue harus gombalin siapa Dea ? Mereka semua kan udah pada punya pacar Dea, ya kali gue jadi pelakor. " Elak Renata sembari menunjuk bergantian kearah Hega, Bara dan Julian.
" Gak semua kalau lo lupa, ada satu lagi yang juga jomblo. " Melirik Derka dengan ekor matanya.
" Lo ya De ! " Renata melotot tajam merasa dipojokkan oleh Deana, bibirnya menyebik dan kemudian melempar kulit kacang ke arah Deana.
" Kenapa ? " Deana masih dengan santainya menggoda sahabatnya itu meskipun dari kepala Renata seolah terlihat mengeluarkan asap kemarahan.
" Iya kenapa bukan abang yang lo gambalin Ren ?! " Sambar Derka.
" Kalau Rena gombalin bang Derka entar kalau bang Der baper ma Rena gimana. Rena gak mau php in abang hehehe.... " Ucap Renata membela diri.
" Emang kalau kak Dimas pasti gak bakalan baper ? Gimana kalau malah ngarep hehehe... " Goda Deana sembari tercengir.
" Yey.... Dimas gak bakal baper ma gue, udah kenal lama ini. Ya kan Dim ?! " Dimas mengangguk menanggapi celotehan Renata.
" Gak baper, tapi ngarep. Hihihi.... " Goda Deana masih tak mau menyerah
__ADS_1
" Dasar gadis menyebalkan, awas lo nanti kalau kena ma gue habis lo Dea. " Omel Renata
Hihihi.... Siapa suruh lo dari tadi lirik-lirik kak Dimas diam-diam. Bikin gue curiga aja. Kita buktikan apa dugaan gue benar atau salah. Hehehe....
Batin Deana, sekilas melirik ke arah Moza memberi isyarat. Dan Moza hanya geleng-geleng kepala menganggapi ulah usil sahabatnya pada sahabatnya yang lain.
Renata menopang dagunya dengan kedua tangannya dengan siku bersandar di meja. Rena menatap Dimas yang duduk di sebelah kanan Deana.
" Dim... " Panggil Rena dengan gaya manjanya.
" Hem.. "
" Lo tahu gak Susu apa yang sangat indah rasanya ?Β "
" Uhuk.... "
" Hei, susu itu enak rasanya bukan indah rasanya, lo kira pemandangan apa ?! " Protes Deana sembari tergelak.
Heeeh....Iya juga si ? Kesannya kok ambigu ya ? Kenapa juga gue pilih yang itu si tadi ? Kenapa harus susu coba ? Akh... udah terlanjur ini.
Batin Renata mengumpati kebodohannya dan menggaruk kepalanya yang tak gatal, kemudian menatap Deana sekilas.
" Berisik lo Dea ! " Omel Renata mulai kesal.
" Susungguhnya aku sayang kamu. Mau gak kamu jadi pendamping hidup aku ? " Jawab Rena sambil mengerjapkan kedua matanya beberapa kali dan tersenyum dengan manisnya.
" Uhuk.... uhuk.... " Lagi-lagi Dimas terbatuk-batuk, tapi bukan karena tersedak minuman melainkan merasa tenggorokannya mendadak tercekat seolah ada yang nyangkut disana.
" Pfft..... " Dan terkikiklah Deana.
" Buahaahahhaa...... " Bara, Derka dan Julian malah tanpa ragu meledakkan tawa mereka.
Dan terakhir adalah giliran Moza yang mendapat hukumannya.
" Bang Der, boleh kah kalau aku nanti saja terakhir ya ?! " Pinta Moza memelas.
" Eh... " Ingin menolak, Derka malah mendapat tatapan tajam dari Hega.
" Okelah. Lanjut para pria ya, siapa mau duluan ?! Truth or Dare ?! " Sambung Derka pasrah.
Jika hukuman Truth hanya satu pertanyaan maka mereka pasti tidak takut memilih truth. Tapi karena aturannya pertanyaan yang diberikan bisa lebih dari satu, maka Julian dan Bara pastinya lebih memilih Dare.
__ADS_1
Karena mereka berdua merasa memiliki aib paling banyak yang pastinya malas jika harus dikorek-korek oleh seorang Derka Raharsa hang kalau bertanya sudah lebih mirip pengacara di pengadilan saja.
Tapi untuk pria, mereka harus merayu gadis yang bukan pacarnya. Dua hal mengerikan yang mungkin terjadi,
Pertama, Bara dan Julian akan habis oleh kekasihnya karena berani merayu gadis lain di depan mata.
Kedua, justru mereka akan habis dimaki-maki oleh gadis yang akan mereka rayu nantinya.
Tapi bagi Bara dan Julian yang hampir mirip karakter dan sifatnya, mereka tetap santai saja apapun yang terjadi.
" Dea,.... "
" Ehhh.... Jangan gila lo Jul ! " Omel Deana saat Julian menyebutkan namanya.
Julian tak menggubris omelan gadis itu yang juga menatap ketus padanya. Mungkin inilah satu-satunya kesempatan untuknya mengungkapkan apa yang selama ini ada di hatinya meski hanya lewat candaan. Toh gadis itu selama ini selalu menanggapi setiap ucapan candaannya benar-benar sebagai gurauan semata, meskipun beberapa diantaranya betul-betul mewakili apa yang dirasakan oleh Julian pada sahabat cantiknya itu.
" Dea, lo tahu gak mobil, mobil apa yang bikin galau ? "
" Mobil lo yang belum lunas cicilannya. " Jawab Deana acuh sambil memutar bola matanya jengah.
" Widih.... Jleb banget dek. Makanya punya kreditan mobil jangan diumbar dek, kena kan lu. Mau ngegombal malah malu kan. Playboy gagal modus. " Cibir Bara disambut tawa kecil mereka semua.
" Jiah.... ya masa mobil nyicil gue mau bilang beli lunas bang ?! Gue memang playboy bang, tapi playboy yang mengutamakan kejujuran hahahhaa.... " Elak Julian dengan tampang santainya.
" Katanya mengutamakan keujuran tapi disuruh milih malah pilih tantangan, napa gak milih kejujuran aja tadi lo dek ? " Ucapan Bara mulai memojokkan Julian.
Kalimat Bara benar-benar menohok Julian, membuat pemuda itu kikuk dan salah tingkah. Menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, otaknya seolah berfikir mencari alasan untuk membela diri.
Apakah Julian bisa menemukan alasan yang tepat untuk menyelamatkan harga dirinya ?! π€π€¨
...πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ...
Semoga belum bosan ya sama cerita ini.
Beberapa chapter ini memang masih dibuat santai karena author sedang mempersiapkan konflik / permasalahan baru hehee...
Tapi thor gak terlalu suka konflik yang terlalu dalam dan menyedihkan kok jadi santuy.
Sebenarnya sempat terfikir mau berhenti dulu melanjutkan cerita Babang Hega karena komentarnya yang sungguh membuat π.
Bukan karena komentar buruk, tapi karena gak ada komentar.
__ADS_1
Sedihnya tuh disini..... πππ