
AUTHOR
Sudah lewat dua minggu semenjak pertemuan di Mall yang tak disengaja antara Hega dan Moza. Waktu yang cukup lama bagi keduanya untuk bisa menenangkan hati mereka masing-masing.
Meskipun keduanya masih terikat perasaan yang sama, kerinduan yang sama satu sama lain.
Moza tengah duduk di kursi di depan meja riasnya, menatap pantulan dirinya di cermin yang ada di hadapannya.
Jarinya perlahan meraih liontin berlian yang masih menggantung di lehernya.
Huft.... Aku harus mengembalikan ini padanya.
Gumamnya lirih, dan dengan perasaan berat dilepaskannya kalung itu dari lehernya. Seketika memejamkan kedua matanya berusaha menguatkan dirinya lagi.
Melepas kalung itu terasa bagaikan memutus dengan sempurna hubungan antara dirinya dengan pemuda itu.
Melepas kalung itu berarti dirinya harus sepenuhnya melepas pemuda itu, melepas segala bentuk perasaan ataupun hubungan yang pernah ada diantara mereka.
Melepas kalung itu juga berarti tidak akan ada kesempatan lagi bagi dirinya untuk bersama dengan pemuda yang dicintainya itu.
Aku harus kuat, jika aku ingin melupakannya, maka aku harus lebih dulu rela melepaskan segala hal yang mengikat hatiku padanya.
Gumamnya lagi menatap liontin yang sudah terlepas dari lehernya, dan kini ada di genggaman tangannya.
Moza membuka laci meja riasnya, mengambil sebuah kotak perhiasan berwarna hitam dan menyimpan kalung itu disana. Kemudian memasukkan kotak tersebut kembali ke dalam laci.
Moza beranjak dari kursi, berdiri menuju sofa dimana si Beruang Besar berwarna putih itu tercampakkan beberapa minggu ini.
Dengan segala cara Moza berhasil meyakinkan Deana dan Julian jika dirinya sudah baik-baik saja. Akhirnya dengan susah payah menghentikan kekhawatiran berlebihan dari kedua sahabatnya itu.
Moza berdiri di depan beruang besar itu, perlahan mengangkat boneka itu dan membawanya kembali ke atas ranjang miliknya.
Meletakkan baruang di tempatnya semula, bersandar di kepala ranjang dengan posisi duduk dan kakinya berselonjor.
Lalu gadis itu ikut naik ke atas ranjang, duduk bersila menghadap sang beruang.
Aku akan melepasmu kak....
Aku akan melupakanmu
Meskipun aku tidak tahu butuh waktu berapa lama untukku melakukan itu
Berbahagialah, karena hanya itu doa yang bisa aku pinta pada Tuhan untukmu.
Seperti aku melepasmu, maka aku harap kakak juga melakukan itu
Jangan lagi menatapku dengan tatapan seperti saat terakhir kita bertemu
Karena tatapan itu membuatku jadi serakah dan berharap lagi padamu
Aku mencintaimu, jadi lupakan aku
Karena seperti yang kita tahu, takdir tidak mengijinkan kita bersatu....
Suara Moza berbisik lirih dihadapan sang beruang, seolah sedang berbicara pada pemuda pemberi boneka.
Setelahnya gadis itu menjatuhkan tubuhnya di ranjang, menjadikan kaki boneka beruang kutub sebagai alas kepalanya. Mencari kenyamanan disana dan akhirnya terlelap dalam mimpi sepanjang malam.
โข
โข
๐๐๐
Sinar mentari mengintip diantara sela-sela tirai jendela. Moza masih terlelap dalam tidurnya, entah mimpi apa yang membuatnya tertidur dengan raut wajah setenang itu.
Atau mungkin keputusannya semalam berhasil memberikan kelegaan di hatinya sehingga gadis itu bisa tidur dengan pikiran tanpa beban.
Hingga suara ponsel nya yang bergetar di atas nakas membangunkannya.
Drrrt.... drrrt....
Dan seperti biasa, rasa kantuk membuatnya tak memperhatikan terlebih dulu layar ponselnya sebelum menjawab panggilan.
~ Dalam Panggilan Telepon ~
__ADS_1
" Assalamualaikm. "
( Waalaikmsalam. )
" Siapa ini ? "
( Kakak cantik ini Rania. )
" Hmmm.... Oh Rania.... "
" Eh.... Rania siapa ?! Hooaaamm... "
( Apa kakak cantik tidak ingat padaku ? )
" Hmph..."
( Kakak berjanji padaku untuk menemuiku kan ? Kita akan makan es krim. )
Moza mengumpulkan kesadarannya, mengusap-usap matanya yang masih sulit terbuka lebar karena rasa kantuk yang masih membuatnya malas terbangun.
Toh ini hari Minggu pikirnya.
Rania ? Makan es krim ?
Glek...
Seketika kesadaran Moza kembali utuh, teringat sosok gadis kecil yang cantik dan menggemaskan yang ditemuinya di taman Mall dua minggu yang lalu.
Gadis kecil yang ternyata adalah adik dari pria yang dicintainya sekaligus pria yang ingin dihindarinya.
( Halo... Apa kakak cantik masih disana ? )
" Ah... iya. "
( Apa kakak cantik lupa pada Rania ? )
" Tentu saja tidak, bagaimana kakak bisa melupakan gadis manis seperti kamu. "
( Jadi kakak cantik bisa menepati janji kakak pada Rania kan ? )
" Hah... Janji ? "
" Oh... Iya tentu saja, maafkan kakak. "
( Rania ingin membelikan kakak es krim. Kakak cantik tidak akan ingkar janji kan ? )
" Aaahhh... Iya, baiklah. Kapan Rania manis ingin makan es krim ? "
( Sekarang Rania akan menjemput kakak cantik. )
" HAH.... Tidak, tidak. Sebutkan saja jam berapa dan dimana kakak bisa bertemu Rania ? "
( Tidak, Rania akan menjemput kakak. Rania ingin tahu dimana kakak tinggal jadi Rania bisa bertemu kakak cantik sesuka hati Rania. )
" APAAA ?!!! "
Hei... Kenapa sifat seenaknya ini seperti mirip seseorang sih ?
( Rania akan datang satu jam lagi, kakak cantik sampai jumpa. )
" Hallo... Tunggu... Rania... Halo "
Tut tut tut
Gadis kecil itu sudah memutus sambungan telepon bahkan sebelum Moza mengatakan untuk tidak menjemputnya.
Arrrrggh.... Kenapa kakak dan adik sama saja si ? Suka seenaknya sendiri.
Gerutu Moza sambil melempar benda pipih itu ke arah boneka beruang, menatap tajam ke arah beruang lucu tersebut.
Hei kamu bahkan tersenyum mengejekku....
Lihat saja aku akan mencampakkanmu lagi di sofa.
โข
__ADS_1
โข
๐๐๐
Pagi itu selepas olahraga Hega langsung bersiap meluncur ke rumah besar, tapi bukan seperti biasanya yang langsung ke rumah utama.
Hega menggentikan mobilnya di depan rumah kedua, dimana tak pernah sekalipun menginjakkan kaki masuk ke rumah itu.
Kemudian dengan agak ragu keluar dari mobilnya.
" Hega, masuklah. Mam... Ah Tante akan memanggil Papamu. " Sapa seorang wanita paruh baya yang tengah merapikan pot bunga di depan dengan nada canggung dan terkejut dengan kedatangan pemuda itu.
" Saya kesini mau menjemput Rania untuk jalan-jalan. Itu jika Anda mengijinkan. " Jawab Hega datar, kacamata hitam masih bertengger di hidung mancungnya.
" Tentu saja boleh, masuklah. Tante akan memanggil Rania. " Ucap wanita itu ramah.
" Tidak perlu, saya akan tunggu disini. " Kembali tersirat nada dingin dalam penolakan pemuda itu membuat istri dari Aryatama itu sedikit kecewa dan lesu namun akhirnya masuk ke dalam rumah untuk memanggil putrinya.
Dan tak berselang lama si cantik mungil sudah berlarian dengan ceria menghampiri sang kakak.
โข
โข
๐ Epilog ๐
Di mobil.
" Rania sayang mana ponselmu ? " Tanya Hega pada sang adik yang sudah duduk di kursi penumpang di samping kemudi.
" Ini " Gadis kecil itu merogoh tas kecilnya dan mengeluarkan benda pipih berwana pink miliknya.
" Apa kamu bertemu dengan kakak cantik ? "
Kembali Hega bertanya sambil mengerling nakal pada gadis kecil itu dan disambut dengan binar bahagia Rania yang kemudian mengangguk dan tersenyum.
Kemudian Hega mengambil ponsel Rania, membisikkan sesuatu di telinga Rania dan gadis itu mengangguk-angguk setuju. Membuat bibir Hega terukir sebuah senyum licik penuh kemenangan.
Hega menekan beberapa nomor secara acak di layar ponsel Rania, melakukan panggilan yang tentu saja sudah jelas nomor siapa yang dihubunginya, kemudian memberikan benda pipih itu pada si kecil dan tak lupa mengaktifkan mode loud speaker.
Dan sudah pasti setiap kalimat yang keluar dari bibir mungil Rania adalah hasil dari rencana licik Hega untuk membuat gadis di seberang telepon tak bisa menolak keinginan Rania untuk bertemu.
๐
Masih nulis satu part lagi....
Semoga bisa up hari ini
Yang setia menunggu tambahan UP jangan lupa LIKE COMMENT & VOTE yah sayang ๐๐
Akuh selalu berusaha membuat part yang menghibur, jika ada kalanya ceritanya datar, membosankan atau terlalu berputar-putar...
Yah anggaplah Author lagi galau hehehe.... Secara hidup kan tidak selalu menyenangkan....
Jadi buat ceritanya agak disesuaikan dengan dunia nyata yang pasti ada pasang surutnya.....
Ada suka ada duka
Ada lancar ada macetnya
Ada hal menarik dan juga ada kalanya membosankan atau malah datar-datar saja hehehe....
๐
๐๐๐๐งก๐โค๐๐๐๐งก๐โค
Bantu VOTE agar karya ini naik RANK yah....
Terima kasih ๐๐๐๐
Jangan ragu tinggalkan jejak kritik dan saran ya ๐๐๐๐๐
Jika kalian suka Episode ini, jangan lupa kasih aku vitamin MENGHALU yah ...
โ LIKE ๐
__ADS_1
โ COMMENT โ๐
โ VOTE ๐ฑ๐ฒ yah ๐๐๐