Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
Lupakan Aku Dan Temukan Kebahagiaanmu !


__ADS_3

AUTHOR


" Dan hanya satu jalan agar nyawamu terselamatkan dan kondisimu bisa stabil kembali. " Ucapan Suryatama semakin membuat ekspresi sang cucu menjadi kacau.


" Yaitu mencari donor jantung dan melakukan operasi pencangkokan jantung secepatnya. "


Lanjut sang kakek yang terlihat sangat sedih mengingat memori tersebut, karena saat itu benar-benar waktu yang terasa berat dan menyedihkan baginya. Melihat cucu satu-satunya sedang meregang nyawa, berjuang bertahan antara hidup dan mati.


" Kakek dan juga Papamu, bahkan keluarga Arka pun sangat syok mendengar vonis dari dokter, karena saat itu Arka yang telah koma selama beberapa hari akhirnya berpulang untuk selamanya. Kedua keluarga sama-sama sedang dilanda kesedihan. "


" Dan saat kami tengah kebingungan mencari donor jantung, Ibu Arka mengatakan agar menggunakan jantung milik putranya untuk menyelamatkanmu. "


Jeder .... ⚡⚡⚡


" Kek... " Teriak Hega memekik tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.


Benar-benar hatinya seperti dihantam sesuatu yang membuatnya sesak. Terlalu banyak kejutan yang datang dari masa lalunya.


" Tentu saja semua orang menolak, terutama kakek. Tapi ibu Arka bahkan memohon agar membiarkan jantung putranya menyelamatkanmu. Dengan alasan agar dia juga bisa melihat putranya tetap hidup dalam dirimu. " Ucap Suryatama.


" Kenapa kalian tidak menolaknya hingga akhir ? Kenapa kalian membuat Hega memiliki hutang nyawa yang tak bisa Hega bayar kek ? " Teriak Hega frustrasi, mengacak rambutnya dengan kasar.


" Karena kami juga tidak ingin kehilanganmu, terutama kakek yang sangat menyayangimu, dan tentu saja ibu Arka pun juga sangat menyayangimu seperti dia menyayangi putranya sendiri. Dia tak ingin kehilangan putranya untuk kedua kalinya setelah kematian Arka. Lagipula kamu adalah calon suami putrinya nanti. Jadi apa salahnya jika putranya memberi kehidupan baru pada calon suami putrinya, pemuda yang akan menjaga putrinya untuk selamanya. Dan semua yang dikatakan ibu Arka akhirnya membuat kakek menyetujuinya. "


" Aaaarrrrhhhg.... Kenapa kakek tidak menceritakan dari awal semuanya ini kek ? " Hega berteriak frustrasi.


Jika saja aku tahu dari awal tentang semua ini, aku tidak akan berani mencintai gadis lain. Dan melukai gadis yang sangat aku cintai. ~ Hega ~


" Tentu saja kakek punya alasan, lagipula selama ini kakek lihat kamu bahkan terlihat tidak pernah tertarik untuk berkencan. Membicarakan tentang seorang gadis ataupun memperkenalkan seorang gadis pada kakek pun tidak. Dan tidak ada skandal apapun dalam kehidupan percintaanmu. Bahkan yang kakek dengar dari Papa kamu Arya, kamu bahkan selalu menolak jika dikenalkan pada anak koleganya. Dan kakekpun juga tidak pernah mendukung Papamu untuk mendesakmu menikah. " Jelas sang kakek.


" Belajarlah mencintai tunanganmu, kakek akan mengatur pertemuan kalian secepatnya. " Ucap Suryatama menutup pembicaraannya.


" Tapi kek, hati Hega..... " Pemuda itu seolah tak memiliki kekuatan untuk melanjutkan kalimatnya.


" Anggaplah kamu membayar hutang nyawa yang diberikan Arka, dengan menggantikannya menjaga adik kesayangannya. Kakek akan pergi, pikirkanlah dengan baik keputusanmu. " Suryatama menepuk pundak cucunya dan beranjak oergi meninggalkan pemuda itu sendiri di ruangannya untuk merenungi setiap kalimat dari sang kakek.


Tapi sebelum sang kakek keluar dari pintu, untuk terakhir kalinya pemuda itu bertanya.


" Bagaimana jika gadis itu sudah memiliki kekasih atau sudah ada pria lain di hatinya ? " Tanya Hega mencari setitik harapan.


" Jika kakek yakin bahwa pemuda itu benar-benar bisa membuatnya bahagia, maka kamu bisa melepaskan tanggung jawabmu. " Jawab sang kakek tanpa menoleh ke arah cucunya, kemudian keluar ruangan menghilang di balik pintu besar berwarna coklat.


~~ Flashback End ~~




🍒🍒🍒


Moza yang sedari tadi berusaha setegar mungkin sudah tak kuasa lagi menahan bulir air bening yang ada di kelopak matanya, akhirnya air mata yang telah lama ditahannya tumpah tanpa bisa dikendalikan, gadis itu menangis hebat setelah Hega menceritakan semuanya.


Kini Hega sudah duduk bersimpuh di hadapan gadis itu, menahan tubuhnya dengan kedua lututnya. Menggenggam kedua tangan gadis yang sangat dicintainya, hatinya terasa tercabik-cabik melihat setiap air mata yang keluar dari mata indah Moza.


Jika aku boleh memilih


Aku lebih memilih hidup singkat


Dengan jantung milikku sendiri


Tapi aku bisa bersama denganmu


Satu satunya gadis yang aku cintai.

__ADS_1


Daripada aku harus hidup lama


Dengan jantung milik orang lain


Yang membuatku harus terpisah darimu.


Ucap Hega sendu pada gadis yang masih menunduk dan menangis di hadapannya itu, meraih tubuh Moza kedalam pelukannya. Hati mereka sama-sama sakit, bagai teriris ribuan pisau.


Gadis itu masih sesenggukan di pelukan pria yang dicintainya, membasahi kemeja Hega dengan air mata pilu kesedihan. Tak sanggup mengeluarkan satu katapun dari bibirnya yang terasa kelu.


Hingga tak lama gadis itu jatuh tertidur di pelukan Hega karena mungkin terlalu lelah menangis. Hega pun tak kalah terlukanya, melihat setiap bulir air bening yang mengalir dari kelopak mata gadis yang teramat sangat dicintainya.


Padahal dia pernah berjanji pada dirinya sendiri tidak akan pernah membuat Moza meneteskan air mata.


Kemudian Hega mengambil ponsel di sakunya dengan satu tangan, satu tangan menahan tubuh Moza dalam dekapannya.


" Julian, temui saya di kantor saya yang ada di rooftop garden. "


( Iya bang. )


Setelah menutup telepon, Hega membopong Moza masuk ke ruangan kantor pribadinya yang ada di salah satu sisi rooftop tersebut. Membuka pintu putih besar dan meletakkan gadisnya di sofa panjang berwarna putih yang ada si salah satu sudut ruangan besar dan mewah itu.




🍒🍒🍒


Disisi lain Julian yang tengah berada di Gallery H - Mo, segera beranjak melaksanakan perintah bossnya. Dengan terburu-buru mengikuti instruksi Hega, tanpa sadar ada sosok gadis yang mengikutinya dari belakang. Saat hendak masuk lift, barulah disadarinya jika salah satu sahabatnya itu tengah mengekor padanya.


" Ngapain lo ngintilin gue De ? " Protes Julian.


" Gue ada perlu sama boss lo. Tadi itu bang Hega kan yang telfon ? " Seringai Deana menyerobot masuk ke dalam lift.


" Gak ada tapi, mungkin waktu itu lo bisa menghentikan gue, tapi kali ini gue harus tanya dengan jelas sama Bang Hega alasan sebenarnya dia bersikap seperti itu. " Oceh Deana dengan nada sedikit emosi.


" Jadi jangan coba halangi gue, atau persahabatan kita cukup sampai disini saja Julian Adiputra. " Sambung Deana sebelum Julian kembali membuka mulutnya untuk protes, menekankan kalimat persahabatan kita cukup sampai disini.


Deg....


Mendengar kalimat gadis itu, Julian hanya bisa pasrah. Membiarkan saja Deana mengekor padanya menuju ruangan kantor Presdir di area rooftop VVIP Golden Mall, area yang hanya bisa dimasuki oleh orang-orang khusus.


Deana sempat terpukau dengan pemandangan taman yang dilihatnya, elegan dan tenang. Tapi langsung kembali fokus saat Julian tengah mengetuk sebuah pintu besar berwarna putih.


Tok tok tok


Julian mengetuk pintu besar di hadapannya.


" Masuklah. " Terdengar suara bass Hega dari dalam ruangan.


Saat Deana dan Julian masuk, mereka melihat Hega tengah duduk di sebuah kursi kecil menghadap sebuah sofa panjang, sedang membelai kepala seorang gadis yang terlihat sedang tertidur kelelahan di sofa yang ada di sudut ruangan berukuran besar dan berinterior sangat mewah itu.


" Apa yang abang lakukan sama sahabat Dea ? " Protes Deana saat mendapati sosok gadis itu adalah sahabatnya.


Apalagi saat menyadari bahwa mata Moza bengkak dan sembab, pertanda bahwa sahabatnya itu baru saja menangis hebat.


" Sttt.... Tolong Dea, jika ada yang mau kamu tanyakan, kita bisa bicara nanti. " Ucap Hega lirih tak ingin membangunkan gadis yang baru saja terlelap karena hampir setengah jam menangis hebat sehingga kehabisan tenaga.


" Tapi... " Protes Deana dengan mata melotot seolah sekali lagi ingin memukul wajah Hega.


" Deana " Ucap Julian menggelengkan kepalanya pelan, mengisyaratkan untuk menurut saja apa yang diucapkan oleh Hega.


Hega kembali membelai lembut kepala gadis itu, dan kemudian menyeka bulir air mata di pipi putih nya.

__ADS_1


Aku mencintaimu, sangat mencintaimu


Tidak akan berubah apapun yang terjadi.


Berbahagialah


Meskipun kita tidak bisa bersama


Lupakan aku


Dan temukan kebahagiaanmu


Gumam Hega lirih sambil mengelus kepala Moza.


Hega mengecup kening gadis itu, tak peduli ada dua pasang mata yang memperhatikan mereka. Deana melotot tajam melihat perlakuan Hega, ingin sekali lagi meninju pria itu.


☘☘☘


☘☘☘☘


^^ Melepaskan seseorang yang kita kasihi adalah hal terberat yang harus kita lakukan. Namun itu lebih baik daripada mendekapnya erat disisi kita sedangkan tidak ada kesempatan untuk bisa membuatnya bahagia, dan justru hanya semakin membuatnya terluka dengan harapan dan impian yang kita tahu tidak akan pernah menjadi nyata. ^^ ( Sherinanta )


☘☘☘


☘☘☘☘


🌟


Huaaa.... hiks hiks 😢😢😢😢😢


Ini episode terberat yang saya tulis, sambil nyesek bayangin jadi babang Hega...😩


Jika kurang menyedihkan


Maafkan akuh ya....😖


Ini batas akuh bikin adegan mewek mewek ....😥😥


Edisi kurang banyak beli bawang nya 😞😞😞


🌟


Jangan lupa kasih aku vitamin MENGHALU....


✔ LIKE 👍


✔ COMMENT ✍💌


✔ VOTE 💱💲 yah 💋💋💋


🌟


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


➡️➡️ Ditunggu LIKE & COMMENT NYA YAH ....❤


PLEASE DON'T BE SILENT READER......🌹🍁☘.


Bantu VOTE agar karya ini UP yah....


Dukung akuh agar semangat MengHALU..... 😍😍


Terima kasih 😊😘😘😍

__ADS_1


Jangan ragu tinggalkan jejak kritik dan saran ya 😊😘😍💕💕


__ADS_2