Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
Berduaan di Kamar


__ADS_3

โš ๏ธ Awas baper !!! Mulut manis menyebalkan Hega sedang merajalela ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ


AUTHOR


Hega masih memandangi wajah kekasihnya tanpa berkedip, dan memainkan rambut Moza yang sudah tergerai karena ulahnya.


Wangi shampo yang menguar dari rambut hitam Moza semakin semerbak terasa di indera penciuman Hega.


Pemuda itu tak hentinya mengulas senyum di bibirnya.


Moza yang mendapat perlakuan manis seperti itu merasa canggung dan salah tingkah.


" Kak, aku akan turun dulu ya. " Beranjak berdiri dan hendak melangkah pergi.


Lebih tepatnya gadis itu ingin kabur dari tatapan Hega yang membuatnya bingung harus berbuat apa saking gugupnya.


" Tetaplah disini, aku masih belum puas melihatmu. " Hega menarik tangan gadisnya hingga terjatuh di pangkuannya.


" Kaaak... " Moza terpekik saat tubuhnya berada di atas paha Hega dengan posisi menyamping.


" Makanya diam saja dulu disini. " Titah Hega tegas sambil mengeratkan lengannya yang melingkar di pinggang Moza. Dan mendaratkan wajahnya di bahu gadis itu.


Kenapa kamu punya hobi kabur sih ? Dulu aku memang membiarkanmu begitu saja karena waktu itu kamu belum jadi milikku. Tapi jangan harap kali ini aku akan memberimu kesempatan seperti itu lagi.


Batin Hega teringat kebiasaan Moza yang selalu menjadikan teman-temannya sebagai alasan untuk kabur darinya.


Aaahh... Kenapa kakak suka sekali membuatku jantungan si ? Apa kakak tahu yang kak Hega lakukan ini membuatku berdebar-debar.


Sedangkan Moza terlihat bersungut-sungut kesal pada kelakuan Hega yang seenaknya sendiri itu.


" Tapi Dea dan yang lainnya akan mencariku karena terlalu lama pergi. " Moza terus mencari alasan agar bisa terbebas dari kecanggungan ini.


Tuh kan kamu menggunakan nama teman-temanmu sebagai alasan lagi. ~ Hega ~


Tapi alasan Moza memang terdengar masuk akal dan cukup mempengaruhi Hega.


Pemuda itu tampak berfikir sejenak, kemudian melepaskan tangannya yang melingkar di pinggang Moza, membuat gadis itu akhirnya bisa turun dari pangkuannya.


" Aku akan mengatasinya. " Ucapnya kemudian tampak jelas menemukan sebuah solusi untuk kekhawatiran kekasihnya.


" Memangnya bisa ?! " Mendengar ucapan yakin Hega, membuat dahi Moza mengerut curiga.


" Apa yang tidak bisa suamimu ini lakukan untukmu, hm ? " Ujarnya dengan percaya diri dan kemudian tersenyum nakal, memainkan alisnya naik turun memandang gadisnya yang masih terlihat bingung.


" Aaaa.... Jangan mengatakan hal menggelikan begitu ! " Moza menutup telinganya karena merinding mendengar gombalan kekasihnya.


" Hehe... Tunggu sebentar ! " Hega mengusap puncak kepala Moza dengan gemas.


Kemudian mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celananya. Mengetikkan sesuatu di layar benda pipih itu.


Setelah beberapa saat meletakkannya di atas meja beserta ikat rambut berwarna hitam milik gadisnya.


" Sudah beres. " Ucapnya dengan bangga pada hasil kecerdasan otaknya, Hega kembali bersandar di sofa, meraih tengkuk Moza agar kepala gadis itu bersandar di dadanya.


" Apanya yang sudah beres ?! " Tanya Moza tak mengerti.


" Mengatasi gangguan yang mungkin saja akan muncul. " Ucapnya santai.


" Hah ?! "


" Kita punya waktu satu jam untuk berduaan di kamar ini. " Mengulas senyum penuh arti.


" ". Moza mendongakkan kepalanya menatap Hega, gadis itu memicingkan matanya meminta penjelasan.


" Sudahlah, tidak perlu kamu pikirkan. Yang jelas kamu bisa berduaan bersamaku disini tanpa gangguan setidaknya satu jam kedepan. " Tersenyum sangat puas dan mengelus kepala Moza dengan bahagia.


" Eh ? " Moza kembali ternganga, dilihatnya binar nakal tampak menari-nari di kedua mata pria tampan di hadapannya.


" Kenapa ? Ada masalah ? Apa satu jam masih kurang ?! " Tanya Hega serius.

__ADS_1


Ehhh...Bukan itu maksudku, kenapa pikiranku jadi kemana-mana si mendengar kata berduaan di kamar ? Dan kenapa kakak seenaknya mengira kalau waktu satu jam itu masih kurang.


Jangankan satu jam, satu menit saja aku tidak akan tahan kalau kakak bersikap manis seperti ini padaku.


Di dalam kamar lagi, bisa-bisa aku sungguh akan kena serangan jantung nantinya. Aaarrrgh... dasar gila.


Moza menggerutu dalam hati mendengar pertanyaan absurd kekasihnya itu, terlebih Hega memasang wajah serius saat pertanyaan bodoh itu keluar dari mulutnya.


Mereka memang sudah sering menghabiskan waktu berdua saja sejak kepindahan Moza ke rumah besar. Tapi ini kan posisinya berbeda, mereka sedang ada di dalam kamar.


Catat ya dengan spidol hitam besar dan digaris bawahi jika perlu, DI DALAM KAMAR dan hanya BERDUA.


Ingat loh kalau berduaan yang ketiga adalah ????


Ya betul, yang ketiga itu adalah SYETAN. Jangan bilang syetannya author ya. Entar aku gak update loh karena gondok...๐Ÿ˜–๐Ÿคฃ๐Ÿ˜


Dan belum sempat Moza menjawabnya, lagi-lagi Hega mengambil kesimpulan seenaknya sendiri.


" Ah iya juga si, satu jam tidak akan cukup untuk kita melepas rindu. Iya kan ?! " Pikirnya sembari memainkan jarinya di dagu.


Moza masih terbengong mendengar kalimat tidak jelas kekasihnya itu, dan tampak Hega kembali meraih ponselnya di atas meja dan hendak mengetik sesuatu di sana.


" Kakak mau apa lagi ?! " Moza benar-benar tak mengerti maksud dari ucapan Hega, dan menatap curiga pada pemuda itu.


" Memangnya apa lagi ? Tentu saja memperpanjang waktu berduaan dengan kamu, dari satu jam menjadi... " Hega tampak berfikir sejenak sambil masih fokus pada benda pipih di tangannya.


" Kamu mau berapa lama berduaan denganku disini, hm ? " Hega menoleh ke arah Moza, mengerling nakal pada gadis yang sudah terlepas dari pelukannya itu dan berpindah ke posisi semula, duduk di sampingnya.


" Kak.... " Moza benar-benar merasa dicurangi oleh kekasih jahilnya itu. Memukul-mukul dada Hega dengan kesal.


" Auwhhh.... " Tampak wajah Hega mengerut, telapak tangannnya berada di dada dan terlihat meringis seperti menahan sakit di bagian yang di sentuhnya.


" Kak Hega kenapa ? Maaf aku tidak sengaja, aku hanya kesal tadi. Mana yang sakit ? " Ekspresi kesal di wajah Moza seketika berganti kecemasan.


" Akh... Ini rasanya se-sesak. " Ucap Hega terbata tangannya masih berada di dadanya yang tadi mendapat serangan dari gadisnya.


" Tidak perlu, sepertinya aku hanya perlu berbaring sebentar. "


" Ah... Berbaring ? Ayo aku bantu kakak berbaring di ranjang. " Moza meletakkan satu lengan Hega di pundaknya.


Membantu pemuda itu berdiri dan menuju ranjang yang tak jauh dari sofa yang mereka duduki tadi.


Moza membaringkan Hega di ranjangnya, membetulkan posisi bantal di kepala Hega agar pemuda itu merasa nyaman.


" Mau kemana ? " Tanya Hega saat gadis itu beranjak dari ranjang.


" Aku akan ambilkan kakak air. " Jawabnya masih dengan nada cemas.


BRUK


Hega menarik tangan Moza sehingga gadis itu ikut terbaring di sampingnya.


" Kak... " Protes gadis itu.


" Tetaplah disini, aku tidak butuh air atau apapun. Aku hanya butuh kamu disini. " Kembali menarik tubuh Moza ke dalam pelukannya.


Hening beberapa saat. Moza mendengar detak jantung Hega dengan sangat jelas.


" Apa masih sakit ? " Gadis itu menyentuh dada Hega dengan lembut, kemudian mendongakkan kepalanya memastikan jika tak ada lagi ekspresi kesakitan di wajah kekasihnya.


Gurat kecemasan masih terukir di wajah cantiknya. Dan kecemasannya mereda saat Hega menggelengkan kepalanya dan tersenyum.


Hega melepaskan pelukannya, posisinya masih berbaring tapi tubuhnya sudah berubah miring, menyamping menghadap Moza.


Menopang kepalanya dengan satu tangan dan menahan sikunya di ranjang.


Sedangkan tangan kanannya memainkan rambut Moza yang berantakan dan menyelipkannya di belakang telinga.


" Apa kamu suka ? " Pertanyaan yang ambigu di telinga Moza membuat gadis itu mengernyit bingung.

__ADS_1


" Apanya ? "


" Tentu saja kamarnya. Tapi kalau kamu berfikir yang lainnya juga tidak apa-apa. Hehe " Lagi-lagi mulut manis menyebalkan Hega beraksi, seringai tipis terbentuk bibir pemuda itu.


Dan Moza tahu betul apa arti dari lengkungan yang terukir di sudur bibir itu, ya... sekali lagi Hega berhasil mengerjai gadisnya.


Eehhh... Apa ini ? Jangan bilang aku diperdaya lagi oleh akal-akalannya ?! ~ Moza ~


" Ish... Kak Hega mengerjaiku ya ? " Mencubit perut Hega bertubi-tubi secara acak.


" Akh... akh....Auwh.... Geli Moza sayang. Ampun. " Serangan jari-jari lentik gadisnya membuat Hega tak berkutik.


" Bagaimana kamu suka kan ?! " Tanyanya lagi setelah berhasil membuat Moza menghentikan serangannya.


Kini keduanya sama-sama berbaring sambil menatap langit-langit kamar.


" Eumm. Terima kasih. "


" Hanya terima kasih saja ?! " Hega masih terus menggoda dengan kata-kata manisnya.


Memang sepertinya ucapan Bara ada benarnya, Hega benar-benar menjadi kucing anggora yang manis dan menggelikan jika berhadapan dengan kekasihnya itu.


" Memangnya kakak mengharapkan apa ? Uang sewa ?! " Tanya gadis itu ketus.


" Pfft.... " Jawaban polos Moza membuat Hega tak kuasa menahan tawanya.


" Kenapa malah tertawa si ? " Omelnya.


" Kenapa kamu harus membayar sewa untuk villa milikmu sendiri ? "


" ". Lagi-lagi Moza hanya bisa mengernyit tak paham maksud ucapan Hega.


" Apapun milikku kan juga adalah milikmu, jangankan villa ini, hatiku saja milikmu. " Kembali memiringkan badannya menghadap kekasihnya.


" Uhuk.... "


Astaga, berduaan dengan kakak benar-benar bisa memperpendek umurku, bagaimana tidak ?! Setiap kata-katanya membuat jantungku dipaksa bekerja 10 kali lebih keras dari biasanya. ~ Moza ~


" Apa kamu percaya jika kukatakan kalau semua ini aku yang mendesainnya sendiri ?! " Nada Hega mendadak serius, kalimat itu meluncur dengan sedikit bergetar. Tersirat sebuah kesedihan di dalamnya.


" Ehhh.... ?! "


๐Ÿ–ค๐Ÿ’œ๐Ÿงก๐Ÿ’›๐Ÿ’š๐Ÿ’™โค๐Ÿ–ค๐Ÿ’œ๐Ÿงก๐Ÿ’›๐Ÿ’š๐Ÿ’™โค


โš ๏ธโš ๏ธ Maaf ya yang merasa di php in karena berfikir dan nungguin akan ada part 18+ disini. Akuh cuma lagi ingin buat part manis-manis ala Hega dan Moza. Belum saatnya mantap-mantapan ya.


Dikit aja mah thor, biar semangat bacanya....(reader)


Soalnya ada yang ngatain aku syetan kemarin, nah nih akuh jadi syetan baek yang menghalangi kemesuman seseorang ๐Ÿ˜ฌ๐Ÿ˜ฌ


Hega : Aarrrggghh kapok thor gak lagi-lagi ngatain elu.๐Ÿ™๐Ÿ™


Me : Penyesalanmu sudah terlambat perguso...


Hega : Ampun deh beneran, author cantik nan baik ala bidadari.... Pliss jangan gangguin part romantis gue yak yah yak ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Me : Tergantung kelakuanmu besok ya. Baik-baikin aku dulu dong ๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Hega : ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ


โžก๏ธโžก๏ธโžก๏ธ Jangan lupa like dan komentarnya ya teman-teman, part ini banyak godaannya hampir ajah aku khilaf bikin adegan ena ena hahaha....


Bukan sok suci ya, tapi aku takut novelku dilaporin hehe


Lagi rame loh di sebelah, kasian authornya padahal pasti dah susah payah nulisnya....


Kalian jangan gitu ya kalau nanti aku bikin part yang ๐Ÿ”ž


Kan kalau gak suka tinggal gak usah baca hehehe

__ADS_1


__ADS_2