Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
Presdir [Bukan] Gay


__ADS_3

AUTHOR


~ Flashback ~


Moza dan Deana sedang berada di lobby utama Gedung Pusat Golden Imperial Group. Dua resepsionis sedang manatap sinis pada mereka lantaran Moza ternyata tidak ada pada daftar tamu yang memiliki janji pertemuan dengan orang nomor satu paling berkuasa di perusahaan itu.


" Hei kalian tahu gak siapa dia ini ?! " Omel Deana pada kedua resepsionis itu sambil merangkul bahu Moza.


" Sudahlah Deana, biarkan saja ! Kami permisi. " Pamit Moza tersenyum sopan dan hendak menarik lengan Deana untuk meninggalkan kantor Hega.


" Kalian akan menyesal dan gigit jari jika kalian tahu siapa yang barusaja kalian usir ini. " Umpat Deana semakin kesal.


Kedua resepsionis itu masih memandangi Moza dari atas kepala hingga ujung kaki, kemudian berbisik-bisik dengan suara yang lebih tepatnya mengejek kedua gadis itu.


Cantik sih cantik, tapi masa dengan penampilan begitu mau menemui Presdir kita. Perempuan yang selama ini datang dan berdandan habis-habisan saja ditolak oleh Presdir, apalagi mereka. 😏


Moza memang berpenampilan sederhana, dress selutut miliknya yang jelas bukan branded mahal dengan polesan make up tipis bedak dan liptint.


Sedangkan Deana dengan gaya cueknya, blouse longgar dengan celana jeans dan sepatu kets. Benar-benar penampilan mahasiswi biasa.


Jelas penampilan kedua orang itu berbanding terbalik dari penampilan orang-orang yang selama ini menjadi tamu atau orang yang mengajukan janji bertemu dangan atasan mereka itu.


Moza dan Deana jelas bukan kategori orang-orang yang datang untuk urusan bisnis dilihat dari gaya berpakaian santai mereka.


Dan kedua gadis itu juga tidak bisa dikategorikan pada kelompok pemuja sang Presdir yang kebanyakan dari para wanita dalam golongan ini akan berlomba-lomba tampil maksimal untuk bertemu sosok pengusaha tampan yang menjadi idaman para wanita itu.


Salah satu wanita yang sedari tadi sibuk dengan panggilan telepon menyela sopan, " Silahkan Nona serahkan saja berkas yang Nona maksud disini, kami akan sampaikan pada Presdir. " Ucap salah wanita itu sopan, tidak seperti dua orang wanita lainnya yang masih menatap curiga pada Moza dan Deana.


" Tidak, berkas ini harus sampai langsung di tangan kak Hega. Terima kasih. " Tolak Moza datar.


" Mo, mending lo telfon aja deh bang ganteng. " Bisik Deana di telinga sahabatnya.


" Huft... Baiklah. " Jawab Moza seraya merogoh ponselnya di dalam tas.


Belum juga Moza sempat melakukan panggilan, sebuah lengan kokoh menyambar pinggulnya dan memeluknya erat.


" Akh...." Moza terpekik hendak memukul si pemilik tangan yang dengan tidak sopannya menyentuh tubuhnya tapi diurungkannya saat tahu siapa pemilik tangan nakal itu.

__ADS_1


" Kakak. "


" Kenapa tidak langsung naik ke ruanganku ? " Tanya Hega seraya menatap intens manik mata Moza.


" Itu.... "


" Gimana mau naik bang orang kita gak boleh masuk kalau belum buat janji sama abang. " Protes Deana menyambar dengan jengkel.


" Siapa yang melarang ?! " Selidik Hega menatap Moza dan Deana bergantian.


Moza hanya terdiam, malas membuat masalah. Deana yang masih kesal menunjuk ke arah meja resepsionis dengan ekor matanya.


" Julian, urus mereka ! Jangan sampai kejadian ini terulang lagi ! " Titah Hega pada Julian yang sedari tadi memang mengekor padanya.


Julian mengangguk, menuju meja resepsionis dan menegur ketiga wanita yang sedang menatap ke arah Hega dan Moza, dua orang diantaranya terlihat gemetar dan ketakutan.


" Maaf Presdir, kami tidak tahu jika Nona ini kenal dengan Presdir. " Ucap salah satu wanita yang tadi paling sinis menatap Moza dan Deana.


" Jika kalian masih ingin bekerja di sini, maka pastikan kalian mengingat dengan jelas wajah ini ! " Ucap Hega dingin seraya mengeratkan lengannya di pinggang Moza dan menarik kekasihnya itu menuju lift khusus Presdir.


" Pastikan kalian mengantar secara langsung nona itu menuju lift khusus setiap kali dia datang kesini. Kalau sampai hal ini terulang lagi, ucapkan selamat tinggal pada pekerjaan kalian ! " Ucap Julian menambahkan.


Meninggalkan tatapan bengong kedua wanita yang masih menatap tidak percaya ke arah lift.


" Apa ini mimpi ?! " Ucap salah satunya.


" Presdir memeluk seorang wanita. Presdir kita ternyata bukan gay. Presdir kita normal. Presdir sempurna kita, tampan, pintar, kaya dan yang terpenting Presdir juga pria normal yang juga suka pada wanita. " Ucap yang lainnya dengan tatapan yang tidak teralihkan sosok pria yang bahkan sudah menghilang di dalam pintu lift.


" Hush.... Hentikan ocehan kalian ! Apa kalian lupa salah satu aturan di kantor ini ?! Dilarang keras mengomentari kehidupan Presdir kita. Apa kalian mau mengucapkan selamat tinggal pada pekerjaan kalian seperti kata Asisten Julian tadi ?! Lagipula mau Presdir normal atau tidak, itu tidak ada urusannya dengan kita, toh kita tidak akan bisa masuk dalam kriteria idaman Presdir. " Ucap wanita yang tadi terlihat paling sopan menanggapi kehadiran Moza dan Deana.


Seketika kedua wanita rekan kerjanya itu menggeleng dengan cepat dan lesu seketika hanya bisa menjadi pemuja Presdir tampan mereka.


Kehebohan tidak berhenti sampai di meja resepsionis, Hega mesih merengkuh erat tubuh kekasihnya dengan lengan yang masih melingkar di pinggul Moza. Membuat Moza tidak bebas bergerak.


" Kak, lepaskan aku ! " Moza terus berontak kecil berusaha melepaskan diri.


" Tidak mau. " Tolak Hega dengan santainya.

__ADS_1


" Kak, aku malu tahu ?! "


" Malu dengan siapa ? Julian dan Deana ?! " Ucap Hega seraya melirik ke arah dua orang yang ada di belakang mereka.


" Tentu saja, memangnya kak Hega tidak malu apa ?! " Jawab Moza.


" Tidak sama sekali. Mereka juga terlihat biasa saja. " Elak Hega tanpa dosa.


Aaaa... Gue bukannya biasa aja bang, abang gak malu tapi gue yang malu tahu lihat kemesraan kalian. Haish.... Kenapa juga tadi aku ikut, ini juga si kampret diem-diem aja. Kenapa nih anak kelihatan biasa aja si melihat kelakuan menggelikan boss nya yang sedang pamer kemesraan ini ?!


Gerutu Deana dalam hati mencoba mengalihkan pandangannya dari adegan mesra di hadapannya itu dan melirik kesal pada Julian yang memang tampak tidak terganggu sama sekali tingkah lalu Hega.


" Lepaskan, Kak ! Nanti karyawan kakak lihat kan tidak enak, kak. " Sungut Moza masih berusaha melepaskan diri dari Hega.


" Memang itu tujuanku, agar mereka lihat. " Ujar Hega santai.


" Heeh ?! " Moza dan Deana mengernyit bersamaan ke arah Hega.


" Aku akan melancarkan jalanmu untuk menemuiku di kantor jika sewaktu-waktu kamu ingin datang kesini lagi. Dengan mereka melihat kamu bersamaku sekarang, maka tidak akan ada satu orangpun yang berani melarangmu masuk ke ruanganku di kemudian hari. Dan tenang lah, disini lantai khusus kantorku saja, hanya orang tertentu saja yang ada disini. " Jelas Hega yang membuat Deana geleng-geleng kepala. Moza sendiri malah gelagapan dibuatnya.


Aishhh.... Siapa juga yang mau datang ke kantor kakak lagi jika baru datang saja sudah ditatap sinis oleh karyawan di resepsionis ?!


Gerutu Moza dalam hati.


Dan benar saja, lantai 15 hanya berisi beberapa orang yang terlihat memang khusus membantu pekerjaan pimpinan perusahaan.


Sepanjang jalan dari lift menuju ruangan Presdir, tertata beberapa kubikel minimalis yang masing-masing sudah berpenghuni. Dan ada satu meja panjang dan besar hampir mirip dengan yang ada di lobby. Tertulis di papan nama meja " Sekretaris Khusus Presdir ", dan seorang wanita cantik dan elagan berkacamata dengan rambut digulung rapi serta setelan baju kerja celana panjang dan jas panjang berwarna biru tua.


Dan semua mata jelas mengarah pada gadis yang tangannya sedang digenggam erat oleh Hega, Moza seketika menjadi pusat perhatian penghuni lantai 15.


Untuk pertama kalinya Presdir gunung es mereka membawa wanita ke kantornya, dan itupun sembari bergandengan tangan dengan mesra.


Dan sejak saat itulah desas-desus yang selama ini mengatakan jika Presdir GI Group tidak menyukai wanita mulai pupus dengan sendirinya. Diiringi berbagai pertanyaan siapa gadis yang barusaja dibawa Presdir memasuki ruangannya.


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


...⚘ LIKE & KOMENTAR⚘...

__ADS_1


...YA SAYANG...


...😘😘😘...


__ADS_2