
HEGA
Sudah beberapa hari sejak kepulanganku dari LA, semua rencana yang aku susun hancur berantakan karena hal yang tidak pernah kuduga sebelumnya muncul bagaikan badai tsunami menghempas semua mimpi indah yang ingin aku rajut bersama gadis yang aku cintai.
Selama beberapa hari ini pula aku hanya bisa diam-diam melihatnya dari kejauhan. Begitu melihatnya rasanya ingin berlari padanya dan mendekapnya, segala egoku menguasai diriku.
Ingin aku tinggalkan semuanya dan pergi sejauh mungkin dengannya, ke tempat dimana tak ada seorangpun yang akan menemukan kami ataupun mengganggu kehidupan bahagia kami.
Tapi mimpi tetaplah tinggal mimpi, aku harus rela mengikis harapan yang tersisa di hatiku untuk bisa bersamanya.
Namun apapun yang terjadi nantinya, hanya akan tetap ada satu nama saja di hatiku, satu nama gadis yang tidak akan pernah bisa tergantikan oleh siapapun. Gadis itu adalah dia, Moza Artana Dama.
~ Hega Airsyana Saint ~
•
•
🍒🍒🍒
MOZA
Sudah lewat beberapa hari sejak Julian kembali dari luar negeri, dan akupun tahu jika Kak Hega juga sudah kembali. Tapi aku tak tahu kenapa sampai saat ini dia belum datang menemuiku.
Padahal beberapa kali aku melihatnya disekitarku, meskipun dari kejauhan, aku yakin jika itu dia.
Rasanya hatiku gelisah tak karuan, pertama kalinya aku menunggu kabar dari seorang pria. Pertama kalinya kurasakan kerinduan yang begitu menyiksa, lebih menyiksa daripada rasa rindu yang selama ini aku rasakan untuk almarhum kakakku.
Ngilu hati yang kurasakan saat memikirkannya dan merindukannya terasa berbeda dengan sakit yang kurasakan setiap kali merindukan kak Hyu.
Aku sadar posisi mereka di hatiku berbeda, meskipun sama-sama tak bisa tergantikan. Untuk pertama kalinya aku menyesali kenapa tidak dari awal aku mengatakan jika aku juga mencintainya.
Kalimat yang selalu dinantinya dengan sukacita, namun aku dengan bodohnya selalu mengelak karena belum siap terluka.
Tapi lihatlah sekarang, aku justru melukai diriku dengan egoku sendiri.
Kak, jika kamu datang menemuiku, dengan yakin akan kukatakan jika aku juga sudah jatuh cinta padamu. Jadi datanglah, aku merindukanmu.
~ Moza Artana Dama ~
•
•
🍒🍒🍒
AUTHOR
__ADS_1
Hari ini hari terakhir Ryuza menginap di tempat sang kakak, maka Moza mengajak adiknya itu untuk jalan-jalan dan membeli beberapa oleh-oleh untuk kedua orang tua mereka.
Deana juga tak mau ketinggalan, ingin menemani sahabatnya sekaligus membeli sesuatu untuk papa dan mamanya yang nantinya akan dia titipkan pada adik sahabatnya itu.
" Kak Dea ngapain sih ikut-ikut ? " Protes Ryu saat Deana sudah ada di Golden Mall tempat mereka jalan-jalan.
" Hei bocah, gue kerja disini sama kakak lo, noh di butik ituh. " Omel Deana menunjuk store mereka.
" Hah.... Ya sono kerja, ngapain ngintilin aku sama kakakku ?! " Cibir Ryuza.
" Suka-suka gue gitu, emang nih Mall punya bapak moyang lo apa ? " Deana tak mau kalah.
" Ya udah sana jauhan, jangan deket-deket kakakku. " Ucap Ryu sambil mendorong bahu gadis itu dengan jari telunjuknya, kemudian mendekap kakaknya erat.
" Cih dasar lo sister complex dek. " Ejek Deana.
" Biarin, Weeek. " Jawab Ryu pasrah kemudian menjulurkan lidahnya ke arah sahabat kakaknya itu.
" Hei... Cukup, aku pusing mendengar kalian berdua terus bertengkar. Kenapa kalian seperti anjing dan kucing sih ? Menikah saja sana siapa tahu kalian bisa akur. " Omel Moza akhirnya tak tahan dengan keributan dua orang itu.
" Siapa yang mau menikah Mo ? " Sambar suara Julian yang baru datang dari arah belakangnya.
" Nih, Deana sama Ryu ribut mulu, aku pusing. Urus mereka Jul, aku mau ke toko itu sebentar. " Ucap Moza sambil melangkah menjauh dari ketiga orang itu.
Julian menatap Deana dan Ryuza bergantian dengan mata menyipit. Melihat atmosfer permusuhan dari kedua orang tersebut. Si satu sisi ada Deana, seorang gadis yang bucin sama sahabatnya sendiri, siapa lagi kalau bukan Deana bucinnya si Moza dan possesive sekali melindungi sahabatnya itu.
Julian mengusap kasar wajahnya dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya berada di pingganggya. Frustrasi menyaksikan dua orang yang sedang menatap tajam satu-sama lain.
Dirangkulnya pundak Deana.
" Yuk, lo sama gue aja. Ryu, kamu susul kakakmu sana. " Ucap Julian mengakhiri adegan tatapan membunuh dari kedua orang itu.
Ryu menurut dan berlari menuju tempat sang kakak. Tengah celingukan mencari dimana sang kakak berada, dilihatnya gadis itu sedang berdiri dengan tubuh gemetar menatap pada satu arah.
Perlahan didekatinya sang kakak yang bahkan tak menyadari kehadirannya dan juga Deana serta Julian di belakang Ryuza.
Deana yang melihat ekspresi sahabatnya langsung menyusuri arah tatapan gadis itu. Sekejap amarahnya meledak melihat apa yang dilihat Moza dari kejauhan.
Moza seketika berbalik badan, meninggalkan beberapa tas belanja yang sempat terjatuh dari genggamannya, tergeletak di lantai marmer. Berjalan cepat menuju lobi Mall mengabaikan panggilan Ryuza dan Deana, lalu pergi dengan taxi yang ada di depan mall itu.
Dengan penuh amarah Deana menghampiri pria yang menjadi sumber permasalahan itu, pria yang membuat sahabatnya berekspresi pilu. Ryuza mengikuti Deana karena melihat ekspresi gadis itu, Ryu yakin jika sahabat kakaknya itu tahu apa yang menjadi penyebab kakaknya tadi pergi dengan raut wajah yang sayu, bahkan mengabaikan panggilan darinya.
Hega tengah bersama dengan Bara, namun bukan itu masalahnya. Kedua pria itu masing-masing sedang bersama dengan wanita, keduanya bahkan melingkarkan tangan mereka di lengan kedua pria itu.
Bug ... bug....
Dengan cepat Deana mendaratkan tinjunya dengan keras ke perut pria di hadapannya, dan sebuah tinju lanjutan di wajah tampan itu saat Hega tengah sedikit membungkuk menahan sakit di ulu hatinya.
__ADS_1
Membuat kedua wanita yang ada di samping Hega dan Bara berteriak histeris. Dan Bara yang hendak menghentikan amarah adik sepupunya terpaksa hanya diam saja karena Hega memberi isyarat untuk tidak ikut campur
" Bang Hega, gue kan sudah bilang jika abang tidak cukup percaya diri untuk membahagiakan sahabat Dea, maka jangan dekati dia. " Teriak gadis itu sangat murka, wajahnya merah padam karena dikuasai amarah.
" Dea, cukup De. Ayo kita pergi. " Julian yang menyaksikan perbuatan Deana tak bisa berbuat apa-apa, memeluk gadis itu agar menghentikan aksinya yang membabi buta.
" Lepasin gue Jul, lo mau belain dia karena dia boss lo hah. Gue belum selesai bikin perhitungan sama bang Hega Julian. " Deana berontak dan menangis di dekapan Julian.
" Kenapa abang tega sama Momo bang. " Lanjut gadis itu masih sesenggukan, kemudian berbalik badan menurut pada Julian untuk pergi.
Deg...
Saat berbalik, betapa terkejutnya Deana melihat sosok yang ada di hadapannya.
🌟
Jeng .... jeng .... jeng .....
Siapa ya yang dilihat Deana sampai syok ????
Masa Moza balik lagi ?
Atau ????
Yang bisa menebak nanti akuh kasih cilok hahahaha....
Tapi gambarnya doang 😊😍😍😁
🌟
5 EPISODE HARI INI CUKUP KAN YAH ?! 😁😁😁🤔🤔
💕💕💕
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
➡️➡️ Ditunggu LIKE & COMMENT NYA YAH ....❤
PLEASE DON'T BE SILENT READER......🌹🍁☘.
Bantu VOTE agar karya ini UP yah....
Dukung akuh agar semangat MengHALU..... 😍😍
Terima kasih 😊😘😘😍
Jangan ragu tinggalkan jejak kritik dan saran ya 😊😘😍💕💕
__ADS_1