
AUTHOR
Haish.... Aku benar-benar sudah tak tahan lagi ingin memilikinya. ~ Hega ~
Disisi lain di Apartement Hega, pemuda itu sedang duduk bersandar di kepala ranjangnya sambil memegang ponsel dan tersenyum-senyum sendiri.
Setelah menutup pembicaraan di telepon dengan gadis yang ditembaknya tadi sore, pemuda itu kembali memikirkan cara apa lagi yang akan dia gunakan agar gadis itu tak bisa menolak cintanya.
Gambaran luka yang dilihatnya di mata Moza, membuat Hega sedikit kurang percaya diri bisa memiliki gadis itu.
Tapi bukan Hega namanya jika tidak mampu memikirkan strategi jitu untuk menggapai apapun yang dia inginkan. Meskipun ini adalah sesuatu yang baru pertama kali dia rasakan.
Seperti halnya yang dia lakukan tadi siang sebelum pergi menyusul Moza di kafe Dimas.
Hal yang dianggap super aneh oleh Bara sahabatnya, hingga pemuda itu benar-benar geleng-geleng kepala melihat apa yang dilakukan sahabatnya.
Bahkan nyaris membuatnya nyaris tertawa melihat keanehan itu, kalau saja Bara tak takut pada ancaman Hega yang akan mengirimnya kembali ke Afrika, pasti Bara sudah mencela habis-habisan boss nya itu.
•
•
~~ Flashback ~~
Siang hari sebelum jam makan siang di ruangan Presdir. Hega sedang menatap sebuah kotak perhiasan berwarna hitam, di dalamnya tentu saja kalung berlian yang akan diberikannya pada Moza.
Ceklek.
" Apa lo gak bisa ketuk pintu dulu Bar ? " Protes Hega dengan tatapan dingin ke arah pria yang tiba-tiba menyelonong masuk ruangannya.
Dengan sigap dimasukkannya kotak kecil itu ke dalam kantong saku jasnya.
" Biasanya gue gak parnah ketuk pintu lo mana ada protes ? " Cibirnya.
" Apa yang lo sembuyiin barusan ? " Sambungnya bertanya curiga saat sekilas melihat sahabatnya itu dengan cepat memasukkan sesuatu ke dalam saku jasnya.
" Tidak ada. " Jawabnya santai.
" Ah, akhir-akhir ini lo main kucing-kucingan sama gue Ga. " Decaknya.
" ". Pemuda itu hanya mengernyit acuh.
" Kemarin gue ditelepon sama Berlinda, dia katanya lihat lo sama perempuan makan di restoran steak yang ada di jalan XX. " Oceh Bara memancing sahabatnya.
" Dia tanya cewek itu siapa ? " Lanjut Bara.
" Memang apa urusannya dengan wanita itu gue mau makan sama siapa ? " Jawabnya masih acuh.
" Ya namanya juga wanita yang jatuh cinta. " Ejek Bara.
" Terus lo bilang apa ? "
" Ya gue jawab gak tahu. Eh dia kirim foto lo sama si gadis singa, kaget dong gue. " Ocehnya.
" Bara Prasetya. " Hega menyebut nama sahabatnya dengan nada menekan.
" Oh sorry, Moza maksudnya. " Ralatnya dengan cepat melihat si boss tengah melotot tajam.
" Sejak kapan kalian akrab ? Sampai makan siang bersama ? Sepertinya banyak yang gue lewatkan semenjak Julian jadi asisten pribadi lo. " Sambungnya.
Hega tak menggubris keingin tahuan sahabatnya itu, malah beranjak meninggalkan sahabatnya. Keluar dari ruangannya.
__ADS_1
" Hei gue lagi ngomong boss, ditinggal gitu aja. Emang gue iklan di radio apa main diabaikan gitu aja. " Protesnya sambil mengekor di belakang Hega.
" Anita, saya akan keluar. Tidak akan kembali ke kantor, jadi selesaikan sisa pekerjaan saya. Jangan hubungi saya lewat telepon apapun yang terjadi. " Perintah Hega pada sekretarisnya membuat semua mata tercengang dengan kalimat demi kalimat yang keluar dari mulut Presdir mereka itu.
Kenapa Presdir yang gila kerja ini akhir-akhir ini sering menghilang sih ? Meskipun pekerjaannya tidak ada yang terabaikan sih.
Gumam Anita dalam hati.
Kenyataannya Presdir mereka itu adalah sosok yang benar-benar profesional dan perfeksionis dalam hal apapun.
Semua tugas dan tanggung jawabnya tidak ada satupun yang terlantar meskipun saat ini pemuda itu tengah sibuk dengan urusan lain diluar urusan pekerjaan.
Tipe boss yang bikin capek karena terlalu disiplin itu tetap bisa mengatur waktunya untuk urusan bisnis dan kehidupan pribadinya.
Jika siapapun yang bekerja padanya tak memiliki mental kuat untuk mengikuti standart kedisiplinan dan kesempurnaannya dalam urusan pekerjaan.
Maka jangan ditanya nasib mereka. Otomatis akan gugur dan harus rela mengucapkan selamat tinggal pada karir mereka di perusahaan terbesar berlevel internasional itu.
" Baik Presdir. " Jawab Anita sambil menunduk sopan.
Hega melangkahkan kakinya menuju lift dan Bara tetap mengekor di belakangnya. Bertekad hari ini akan mengikuti kemanapun sahabatnya itu pergi.
" Ngapain lo ngintilin gue Bar ? Lo gak ada kerjaan lain apa ? " Decak Hega ketus.
" Hari ini gue mau jadi asisten sekaligus sahabat lo. Gue mau nempelin lo seharian. " Goda Bara.
" Cih. " Mendengar ocehan Bara membuat Hega bergidik.
•
•
Presdir sekaligus pemilik gedung pusat perbelanjaan tempat mereka bekerja saat ini.
" Tolong bersihkan interior mobil saya dan selesaikan dalam waktu 30 menit. " Perintahnya pada salah satu karyawannya membuat karyawan tersebut menelan ludahnya.
" Baik Presdir. "
Lo gila ya Ga ? Emang mereka robot apa ? ~ Bara ~
Bara masih saja mengekor pada boss nya itu, kepo pada apa yang akan dilakukan sahabanya. Memasuki lift khusus dan berhenti di salah satu lantai Mall.
" Bukannya belum jadwalnya ya lo ngecek Golden Mall ? " Tanya Bara menyelidik.
" Siapa bilang gue disini urusan pekerjaan ? " Jawab Hega datar.
" Kebiasaan lo, orang tanya dijawab dengan pertanyaan. " Omel Bara kesal.
" Siapa suruh lo ngikutin gue ? "
" Lo gak ngelarang juga. " Kekeh Bara.
" Kalo gitu jangan banyak tanya, diam saja. " Perintahnya dingin.
" Cih.... Dasar bocah laknat lo. " Gerutunya pelan.
" Gue masih bisa denger ocehan lo Bar. Mau gue siapin satu tiket ke...." Ancamnya.
" Ekh.... Maaf boss bercanda gue.... " Rayu Bara memelas.
Sial kalau bukan boss gue udah gue toyor tuh muka jutek lo. ~ Bara ~
__ADS_1
" Coba aja kalo lo berani ! " Ancamnya lagi seolah tahu isi hati Bara.
" Uhukk.... "
Duh gini amat punya sahabat sekaligus boss yang mengerikan macam bocah laknat yang satu ini.
Batin Bara sambil menggaruk kepalanya frustrasi.
Kenapa gue masih nekat memulai peperangan dengan monster beruang kutub ini sih, padahal gue gak pernah bisa menang dari bocah ini.
Omelnya pelan saat dia sadar langkah kakinya sudah jauh tertinggal dari sahabatnya.
Saat dilihatnya kemana sang boss menuju dan ....
jeng jeng jeng....
Uhuk ... uhuk....Gue gak salah lihat nih ? Ngapain tuh bocah ke toko boneka ?!
Gumam Bara lagi saat melihat Hega sudah masuk di salah satu toko boneka terbesar di Mall itu. Dan dengan cepat mengikuti pemuda itu masuk.
Saat memasuki toko, dilihatnya Hega sedang melihat-lihat ke arah beberapa etalase toko.
Tentu saja banyak pasang mata perempuan yang terpana menyaksinya kehadiran pria tampan itu.
Wajah tampan, postur tubuh tinggi dan gagah, serta penampilan yang sangat keren khas seorang Presdir.
Tak lama pemuda itu menunjuk ke salah satu boneka paling besar di subuah etalase khusus. Boneka beruang kutub berwarna putih dengan ukuran sangat besar.
Salah seorang penjaga toko yang terkesima dengan pembelinya itu menatap kagum.
Sedangkan para pembeli wanita yang ada di toko tersebut menatap iri.
Gue iri banget sama cewek yang diberikan boneka itu. ~ Netizen 1 ~
Pemasaran siapa sih pacarnya ? ~ Netizen 2 ~
Seperti apa ya perempuan ya beruntung itu ? ~ Netizen 3 ~
Siapapun ceweknya, gue berdoa semoga mereka cepat putus biar gueada kesempatan meskipun 1 persen. ~ Netizen 4 ~
Saya doakan semoga mereka langgeng, supaya anak saya nanti ketularan dapat pacar seganteng dan sekeren itu.~ Netizen 5 ~
Dan masih banyak lagi komentar berbisik-bisik lainnya. Ada yang mau menambahkan ???
Di komentar ya.... 😊💕
🌟
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
➡️➡️ Ditunggu LIKE & COMMENT NYA YAH ....❤
PLEASE DON'T BE SILENT READER......🌹🍁☘.
Bantu VOTE agar karya ini UP yah....
Dukung akuh agar semangat MengHALU..... 😍😍
Terima kasih 😊😘😘😍
Jangan ragu tinggalkan jejak kritik dan saran ya 😊😘😍💕💕
__ADS_1