Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
Aku Merindukanmu, Mamangnya Apa Lagi ?


__ADS_3

AUTHOR


~ Kembali ke masa kini ~


Setelah saling berbincang di telepon, kedua insan yang sudah terikat pada rasa yang sama itu akhirnya sama-sama terjatuh di ranjang mereka masing-masing namun dengan perasaan yang berbeda.


Hega membaringkan tubuhnya di ranjang king size apartemennya dengan senyum yang tak bisa lepas dari bibirnya. Beberapa kali mengubah posisi tidurnya, dari terlentang, tengkurap, miring dan akhirnya duduk bersandar kembali di kepala ranjang.


Hatinya tengah kacau karena sepertinya pemuda itu sudah mencapai titik batas kesabarannya. Benar-benar tak tahan ingin memiliki gadisnya agar bisa setiap waktu menatap wajah cantik dan menikmati setiap ekspresi menggemaskan yang selalu ditunjukkan gadis itu.


Mengacak-acak rambutnya frustrasi, akhirnya menyerah dan beringsut dari posisi bersandarnya dan kembali merebahkan tubuhnya, kemudian menarik selimut menutupi badannya hingga kepala.


Dengan susah payah memejamkan mata, memeluk guling disampingnya erat dan membayangkan seolah sedang memeluk gadis yang diduganya tengah memeluk polar bears pemberiannya.


Dan benar saja, di sudut ruangan yang berbeda, di sebuah ranjang berukuran sedang yang mendadak terlihat sempit karena didominasi oleh tubuh beruang raksasa.


Seorang gadis manis dengan piyama beruang khasnya tengah tertidur meringkuk dengan lelapnya. Memeluk beruang raksasa dengan susah payah karena ternyata tangannya tak bisa melingkar sepenuhnya di badan beruang itu karena terlalu besarnya.


Moza terlihat begitu nyaman membenamkan wajahnya di dada beruang, sesekali menggeleng-geleng gemas disana tanpa disadarinya.


Gadis yang merasa geli mendengar permintaan Hega tadi di telepon agar memeluk beruang tersebut dengan membayangkan seolah sedang dipeluk pemuda tersebut, nyatanya semalaman penuh justru benar-benar melakukannya tanpa disadarinya.


Merasa sangat nyaman memeluk beruang raksasa yang menguasai ranjangnya, namun begitu pulas meskipun hanya mendapat sedikit tempat karena ranjangnya hampir dipenuhi oleh badan beruang besar itu.


Jika saja ponsel yang semalam diletakkannya di meja rias tidak bergetar dan berdering, mungkin gadis itu masih terlena di ranjang empuknya.


Drrrrrttt.... drrrrtt..... drrrrt.....


Dengan malas diraihnya benda kotak itu dengan susah payah, meletakkannya di telinga tanpa melihat siapa yang menelepon.


" Huaaahhhhh....... Assalamualaikm. "


( Waalaikmsalam. )


" Siapa ? "


( Sepertinya kamu terlampau lelap tidurnya hingga enggan membuka mata dan melihat di ponsel siapa yang menelepon ? )


Suara tak asing dengan nada jahil yang dikenalnya membuat Moza terperanjak dari posisi tidurnya, seketika duduk bersila sambil mengusap kedua matanya dengan tangan kirinya bergantian.


Menggeliat sejenak dan mengabaikan ponsel di pangkuannya.


( Apa kamu masih disana ? )


" Iya kak, kenapa begitu pagi sudah menggangguku sih ? "


( Bersiaplah, 30 menit lagi aku tunggu di depan kos kamu. )


" Apa ??? "


Berteriak sambil kemudian melihat layar ponselnya.


Baru jam 6 pagi, ngapain kak Hega pagi-pagi mau kesini ?


" Ini masih jam 6 pagi kak ? Memang mau apa pagi-pagi ketempatku ? "


( Aku merindukanmu, memangnya apa lagi ? )


Memangnya kenapa kalau kamu merindukanku ? Itu bukan urusanku. Aku masih ingin tidur tau...


" Aku masih ngantuk, kuliahku juga masih 3 jam lagi. Aku tutup. Assala.... "

__ADS_1


( Bilang saja kalau kamu masih belum puas memeluk si beruang, dan mau melanjutkan memeluk polar bears di ranjangmu itu sambil membayangkan memelukku. )


Arrrghhh..... Lagi-lagi dia ngomong seenaknya sendiri..... Siapa juga yang membayangkan memelukmu ? !


" Ah baiklah, aku bersiap sekarang. "


( Bagus, bukankah lebih baik memelukku langsung daripada hanya membayangkan saja kan ? )


" Kakak...... "


( Pft.... Iya... iya maaf tidak perlu berteriak. )


" Siapa suruh mengatakan hal menggelikan begitu pagi-pagi. "


( Jadi kalau siang, sore atau malam boleh ? )


" Aaaaaa..... Gak tahu, aku tutup teleponnya. Assalamualaikum. "


( Waalaikumsalam. )


Tut tut tut


Hega tersenyum gemas mendengar nada kesal Moza di telepon, apalagi dengan suara seraknya khas bangun tidur membuatnya semakin tak terkontrol.


Kalau saja kamu ada dihadapanku, akan kucubit pipimu yang selalu tampak menggemaskan itu setiap kali bibirmu menyebik kesal. Batinnya.


Sedangkan Moza mengetuk-ngetuk kesal layar ponselnya sambil merutuki pria yang pagi-pagi sudah mengganggunya.


Dasar kurang kerjaan.


Pagi-pagi mengganggu tidurku.


Apa sih maunya pagi-pagi begini mendatangiku ?


Memeluk tubuhnya sendiri dan bergidik geli. Kemudian dijatuhkannya lagi tubuhnya diatas beruang kutub di hadapannya.


Ahhhhh.... Nyamannya.... Aku ingin tidur lagi.....


Gumamnya sambil memejamkan mata dan kembali memeluk beruang.


Ah tidak bisa, aku harus bangun. Apa tadi dia bilang, kalau aku masih ingin memeluk si beruang sambil membayangkan memeluknya. Ihhhh... benar-benar menggelikan.... Dari mana datangnya dugaan konyolnya itu.


Gumamnya lagi langsung kembali pada posisi duduk bersila, saat mengingat kalimat menggelikan Hega yang dengan percaya dirinya mengatakan jika gadis itu masih belum puas memeluk boneka beruangnya.


Iya sih aku masih belum puas memeluk beruang menggemaskan ini. Tapi kenapa pakai bilang membayangkan memeluknya segala ?!


Meskipun semalam aku sempat berpikir begitu sih. Mengerikan....


Mencubit-cubit badan beruang sambil menggerutu merutuki kebodohannya sendiri mengingat jika semalam dirinya memang sempat mengatakan jika memeluk beruang itu terasa seperti sedang memeluk Hega.


Wajahnya sontak merona malu mengingat kelakuannya semalam, kemudian tersadar dari lamunannya saat mendengar notifikasi pesan di ponselnya.


Triing.....


Hega : " Aku akan sampai 15 menit lagi. "




Arrrggh katanya 30 menit lagi, gimana sih ?

__ADS_1


Teriaknya, kemudian dilihatnya kembali layar ponselnya, pukul 06.15.


Aaaaaa apa yang kulakukan selama 15 menit tadi ?


Merutuki dirinya sendiri dan mengacak-acak rambutnya, kemudian berlari cepat ke kamar mandi.


Seperti pesan yang dikirimnya, pemuda itu benar-benar sampai di depan gerbang kos Moza tepat dalam waktu 15 menit.


Dirasa gadis yang didatanginya pasti tengah kebingungan, Hega kembali menulis pesan di ponselnya. Dan untuk pertama kalinya menyelipkan emoticon yang selama ini tak pernah digunakannya.


Triing...


Hega : " Aku sudah sampai, tidak perlu berburu-buru. Aku akan menunggu, jadi nikmatilah waktumu bersiap-siap. " 😊


Melihat chat dari pemuda itu, Moza menghela nafas lega, bahkan mungkin sepertinya sengaja memperlambat kegiatannya.


Terlebih dulu mengeringkan rambut basahnya setelah rutinitas keramas, diambilnya hairdryer dan duduk di depan meja rias.


Rasakan menunggu lama, siapa suruh main datang saja tanpa pemberitahuan. Ah... dia meneleponku sih, tapi kan itu 30 menit sebelumnya. Harusnya buat janji minimal satu jam.


Omelnya sambil menyisir rambutnya.


30 menit sudah Hega menunggu di dalam mobil, baru saja hendak menelepon gadis itu, Moza sudah berjalan menyusuri taman kosannya menuju gerbang.


Pemuda itu langsung keluar dari mobilnya, membukakan pintu di sebelah kiri. Tanpa banyak bicara gadis itu langsung masuk ke dalam mobil.


" Maaf membuat kakak menunggu lama. " Ucapnya dengan nada pura-pura menyesal saat pemuda itu sudah duduk dikursi pengemudi.


" Tidak apa-apa. Berapa lamapun akan aku tunggu. Aku punya banyak waktu untukmu. " Jawabnya tersenyum pernuh arti ke arah Moza membuat gadis itu tersenyum kecut melihat tingkah menyebalkan pria di sampingnya itu.


Aaaaa.... Dia menyebalkan sekali.... Tapi kenapa aku deg degan gini disenyuminya.... Ah dasar....


Gumamnya dalam hati.


Saat Moza tengah hanyut dalam pikirannya sendiri, Hega tiba-tiba mendekatkan tubuhnya ke arah gadis itu. Baru saja ingin berteriak bertanya apa yang akan dilakukan pemuda itu. Hega dengan cekatan menarik seatbelt Moza dan memasangkannya.


Huft.... Sejak kapan wajah itu membayakan jantungku ? Nih jantung seperti kelinci yang melompat senang sekaligus takut karena kedapatan mencuri wortel.....


Gumamnya lagi masih dalam hati sambil tanpa sadar mengelus dadanya dan menghela nafas dalam.


🌟


Kira - kira Moza mau diculik kemana lagi ya sama Hega pagi-pagi gitu ????


Pokoknya Hega bakalan pepet terus gadis pujaannya...


Lanjut next episode tidak yaa... ?????


Jangan lupa like dan komentarnya dulu....🤗🤗


🌟


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


➡️➡️ Ditunggu LIKE & COMMENT NYA YAH ....❤


PLEASE DON'T BE SILENT READER......🌹🍁☘.


Bantu VOTE agar karya ini UP yah....


Dukung akuh agar semangat MengHALU..... 😍😍

__ADS_1


Terima kasih 😊😘😘😍


Jangan ragu tinggalkan jejak kritik dan saran ya 😊😘😍💕💕


__ADS_2