Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
Masih Punya Sahabat Yang Menyayangi Kamu


__ADS_3

*M**OZA*


Aku terbangun dengan mata yang terasa berat, kuusap perlahan kedua mataku dengan jariku. Rasanya begitu lelah, kulihat sekeliling ruangan kusadari aku sedang tidak berada di kamar kosku.


Tapi ruangan ini tidak asing untukku, kamar sahabatku Deana. Yang berarti semalam aku menginap di rumah keluarga Prasetya.


Samar-samar mulai kuingat kejadian yang terjadi kemarin dan bagaimana aku bisa berakhir di kamar ini dengan mata sembab dan bengkak seperti ini.


Kulihat jam dinding, sudah pukul 8 pagi.


" Lo udah bangun Mo ? " Suara tak asing Deana mendekatiku, aku hanya mengangguk pelan.


" Mandi dulu, setelah itu kita sarapan, handuknya sudah ada di kamar mandi. " Lanjut Dea sembari memberikan satu stel pakaian miliknya, sebuah blouse berwarna biru muda dan rok selutut berwarna navy.


" Maaf aku merepotkanmu. " Ucapku akhirnya.


" Hei, tidak ada kata merepotkan dalam hubungan kita Mo, atau lo sudah menganggap gue orang lain sekarang ?! " Balasnya lirih, tersirat nada kecewa di dalamnya.


Aku mendekatkan diri padanya, dan kupeluk sababatku yang sudah seperti saudara kandungku itu.


" Maafkan aku, aku tidak bermaksud begitu. " Kataku sambil menepuk punggungnya.


" Hmmm.... Gue tahu, udah sana mandi. " Jawabnya.


Setelah sekitar setengah jam kuhabiskan waktu di kamar mandi dan berganti baju, aku keluar dari kamar Deana. Kulihat Deana sedang duduk bersama dua orang pria di ruang santai di depan kamar Deana.


Satu orang aku tahu itu bang Bara, sepupu Deana. Dan satu lagi, entah karena dia memunggungiku atau karena mataku yang masih belum bisa fokus karena efek sembab dan sedikit bengkak sehingga aku tidak tahu siapa itu.


" Halo cantik sudah bangun lo dek ? " Sapa bang Bara genit seperti biasa.


" Mo, sini duduk. " Julian menoleh dan melambaikan tangannya .


Ah ternyata itu Julian, ngapain dia pagi-pagi sudah ada disini ? Aku jatuhkan tubuhku di sofa panjang di samping Julian, menatapnya penasaran.


" Gue kan sudah bilang semalam, gue juga akan menginap disini nemenin lo. " Ucap Julian yang sepertinya tahu apa yang baru saja aku pikirkan.


" Oh... Memangnya aku bocah apa nginep ditemenin segala. " Selorohku menutupi kecanggunganku mengingat kejadian memalukan semalam.


" Iya, lo bocah besar yang nangis sampai mata lo mirip panda gini. " Godanya lagi sambil mengusap bawah mataku yang membengkak karena terlalu lama menangis kemarin.


" Hei, jangan pegang-pegang. " Omelku menjauhkan tangannya dari wajahku.


" Idih dipegang dikit aja sewot, kemarin gue gendong lo nyaman banget di pelukan gue. Sampe ileran di kemeja gue lagi. " Godanya.


" Mana ada, jangan ngaco. " Elakku sambil memukul lengan Julian tak terima.


" Lah emang kalo bukan gue yang gendong lo, emang lo terbang sampai sini ? Atau Dea yang gendong lo ? "


" Maksudku mana mungkin aku ileran, ngawur kamu. " Protesku yang memang aku tahu jika Julian yang membopongku, tapi soal ileran, mana mungkin aku gitu.




🍒🍒🍒


AUTHOR


Melihat percakapan akrab antara Moza dan Julian, membuat Deana sedikit salah tingkah, duduknya tak nyaman, pandangannya tak fokus, bingung mau melihat ke arah mana saat menyaksikan interaksi kedua sahabatnya itu.


Bara yang melihat tontonan lucu secara gratis hanya menyunggingkan senyum gemas di bibirnya. Melihat kelakuan para pemuda-pemudi yang dianggapnya masih ABG itu.


Si Jul manis banget sih sama Momo, giliran sama gue aja, nyebelin. ~ Deana ~


Deana tak tahan melihat interaksi kedua temannya itu, tingkah Julian yang dari semalam membuatnya merasa aneh dalam dirinya. Seperti rasa cemburu diperlakukan berbeda oleh sahabatnya.


Hei.... Gila lo Dea kalau sampai lo cemburu sama Momo. Kalian kan sahabatan. Lagian Julian bukan siapa-siapa lo. Kalian cuma sahabat, Inget ituh !!! ~ Deana ~


Deana menormalkan kembali ekspresinya, berusaha bersikap biasa. Tapi matanya kembali terbelalak melihat Julian mengusap mata bengkak Moza dengan begitu lembutnya meskipun dengan diselingi kalimat candaan.

__ADS_1


Beraninya lo Jul cari-cari kesempatan. Bang Hega yang seperti itu aja bisa nyakitin Momo, gue gak akan biarin playboy kayak lo deketin Momo gue.


Lagi-lagi Deana membatin geram melihat kelakuan manis Julian pada sahabatnya. Entah karena tidak ingin Moza terluka lagi atau memang karena rasa cemburu mengusik hatinya.


" Ekhem.... "


Suara Deana menghentikan interaksi antara Julian dan Moza, membuat keduanya yang sedari tadi tampak tak menghiraukan ada dua orang yang menyaksikan tingkah konyol mereka seketika membisu malu.


" Maaf Dea aku gak maksud nyuekin kamu, nih Julian nyebelin. " Ucap Moza salah tingkah.


" Lo gak papa dek ? " Tanya Bara menatap Moza, gadis itu menggeleng pelan dan kemudian tersenyum.


" Anterin aku pulang Jul. " Rengek Moza.


" Ntar ajah, lo disini aja dulu sama Dea, lebih aman. " Ucap Julian datar.


" Hei, apa maksudmu dengan lebih aman ? Emang kamu pikir aku bakal ngapain coba. " Protes Moza sambil melotot ke arah Julian.


" Bukan gitu maksud gue yaelah..... " Sambar Julian melengos.


" Iya Mo lo disini aja, sekalian biar gue ada temennya. " Deana angkat bicara.


" Tapi.... " Moza masih kekeh mau pulang.


" Kalau lo gak mau disini, gue bakal bawa lo ke rumah gue. Biar gue yang jagain lo. " Ancam Julian.


" Gila kamu. Ntar apa coba kata orang tuamu. " Omel Moza menjitak kepala Julian.


" Auwww.... Sakit Mo. " Erang Julian mengusap kepalanya.


" Yah ntar gue bilang gue pulang bawa mantu cantik. Bokap gue gak bakal keberatan, malah bakalan seneng setengah mati. Dan Mami gue akan lebih seneng lagi gue bawa mantu buat nemenin dia shooping dan ke salon. " Lanjut Julian santai menggoda sahabatnya.


" Sialan, ogah. " Kembali beberapa pukulan kali ini melayang di badan Julian.


" Ya terserah lo, mau tetep disini atau gue bawa pulang lo ke rumah calon mertua lo, rumah gue. " Goda Julian lagi dengan nada ancaman masih terasa dalam kalimatnya.


" Ihhhh..... Iya iya.... Aku tetep disini. " Teriak Moza pasrah, bergidik membayangkan bagaimana jadinya jika Julian melakukan ancamannya.


Idih... Gue barusan bayangin apa coba, mana mungkin Momo mau sama bocah tengil ini. ~ Deana ~


Hahaha... Yang cewek gak sadar kalau lagi jatuh cinta dan cemburu, yang cowok isengnya kelewatan bikin gadis yang disukainya jengkel setengah mati. Dasar bocah-bocah labil.


Bara membatin sambil geleng-geleng kepala gemas melihat tingkah Julian dan ekspresi Deana.


" Ayo kita turun makan. " Ajak Bara sambil beranjak berdiri dari sofa, diikuti langkah Julian, kemudian Moza dan Deana di belakang.


" Yuk Bang. " Julian berhambur merangkul pundak Bara, baru beberapa langkah pemuda itu berhenti dan menoleh.


" Lama bener jalannya, mau gue gendong lagi Mo ? " Julian kembali menggoda.


" Heh Jul, lo gila ada batasnya yah. " Omel Deana akhirnya setelah menahan diri sedari tadi.


" Yey... Kok lo yang sewot De. Lo cemburu ya, bilang aja lo yang mau gue gendong. "


" Dasar sinting. Sini lo gue toyor mulut gombal lo itu. " Omel Deana mengarahkan tinjunya sambil berlari mengejar Julian yang sudah lari menuruni tangga.


Bara dan Moza hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah kedua orang itu.


" Lo beneran gak papa dek ? " Tanya Bara yang kini sudah berjalah beriringan dengan Moza.


" Hmm. " Jawab Moza singkat.


Gadis itu tak bisa membohongi dirinya sendiri jika saat ini hatinya masih sangat sakit, apalagi melihat ekspresi terluka pria yang dicintainya itu juga sama terlukanya dengan dirinya.


Tidak pernah terpikirkan jika cinta pertamanya akan berakhir semenyakitkan ini. Tapi dia bersyukur saat ini lelaki itu benar-benar sehat setelah tahu jika salah satu organ vital tubuh dari pria yang membuatnya jatuh cinta itu sempat mengalami sakit yang cukup fatal.


" Hm... Bang, apa Kak Hega tidak pernah lagi kambuh emmm.... " Tanya Moza ragu-ragu.


" Maksud lo jantungnya dek ? " Bara memastikan.

__ADS_1


" Hn. " Jawab Moza singkat.


" Setahu abang udah enggak pernah, itulah kenapa gue ataupun Hega sendiri sempat kaget waktu tahu dia pernah punya riwayat kelainan jantung separah itu. " Jelas Bara.


" Alhamdulillah kalau begitu. " Ucap Moza lega sambil mengelus dadanya.


" Kamu itu cinta pertamanya dek, abang tahu dia juga sama sakitnya seperti kamu saat ini. Tapi abang harap kalian berdua segera mengatasi luka kalian masing-masing. Dan kalau kamu butuh apa-apa jangan ragu buat minta bantuan abang ya dek. Kamu udah abang anggap adek sendiri. "


Ucap Bara yang mendadak menghangat, mengganti panggilan lo gue dengan kamu dan abang, memposisikan dirinya seperti seorang kakak untuk gadis itu, sambil mengacak lembut kepala Moza.


" Dan ingat, kamu masih punya sahabat yang menyayangi kamu. " Lanjut Bara.


Kalimat Bara membuat hati Moza sedikit menghangat, rasanya seperti mendapat ketenangan dari seorang kakak. Ternyata sosok Bara yang selama ini dianggap Moza sangat enggak banget itu bisa menunjukkan sikap yang dewasa dan hangat layaknya seorang kakak seperti yang baru saja pria itu tunjukkan.


" Terima kasih bang. " Ucap Moza sambil tersenyum.


Baru menuruni tangga, ada sepasang mata yang menatap cemburu ke arah mereka. Melihat interaksi akrab antara Bara dan Moza.


🌟


Arrghhhh Julian imutnya....😍


Bang Bara juga keren and sweet...😘


Gimana kalau Momo jadi adeknya bang Bara aja ya....


Tapi siapa yang datang mengganggu ke awwuuan kakak adik dadakan ini ?!!!


SIAPA YA ??????


Masa Babang Hega udah nongol ajah ???


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Pembaca : Tumben udah UP ajah ini thor, biasanya 3 hari sekali ?


Me : Ini Spesial Update merayakan 3 bulan releasenya tulisan pertamaku ini ya. Terima kasih buat yang setia menunggu dan membaca Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga.


Semoga akuh tetap bisa menyajikan cerita yang menghibur kalian semua....


Pembaca : Selamat Yah.... Mana nasi tumpeng nya....???


Me : Ntar akuh kirim ya, foto doang tapi 😄😄😄


Pembaca : Katanya mau UP tiap hari lu thor...


Me : Inginnya begitu, ntar tunggu rank nya Babang Hega naik yah hahahha.... 😍


Pembaca : Yah kapan tuh, lama atuh....


Me : Makanya dukung akuh ya jangan pelit VOTE nya 😍😘😘💋💋


Jangan lupa kasih aku vitamin MENGHALU....


✔ LIKE 👍


✔ COMMENT ✍💌


✔ VOTE 💱💲 yah 💋💋💋


🌟


👉 Mau buat lapak untuk Julian dan Deana ??? Kira - kira mereka bakal cocok gak ya kalau di pasangin ???!! 🤔🤔


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


Bantu VOTE agar karya ini UP yah....


Dukung akuh agar semangat MengHALU..... 😍😍

__ADS_1


Terima kasih 😊😘😘😍


Jangan ragu tinggalkan jejak kritik dan saran ya 😊😘😍💕💕


__ADS_2