Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
From Engagement To Marriage [ Dari Pertunangan Jadi Pernikahan ]


__ADS_3

AUTHOR


Kening Aryatama mengerut heran, " Eh ? Jangan bilang kamu ingin papa melanjutkan pekerjaanmu ! " Bukan ayah dan anak jika tidak tahu isi hati satu sama lain.


Nyatanya ayah dan anak ini sempat memiliki hubungan yang sangat baik dulunya, setidaknya sebelum kematian istri pertama Aryatama sekaligus adalah ibu dari putranya Hega, yaitu Nadira.


Dan keadaan semakin memburuk saat Aryatama memutuskan menikah untuk kedua kalinya tanpa persetujuan putra satu-satunya itu. Membawa seorang wanita setelah melakukan perjalanan bisnis di Prancis.


Dan entah sejak kapan hubungan mereka mulai kembali membaik, meskipun Hega masih belum menerima kehadiran istri kedua sang papa, yang juga adalah ibu dari adik kesayangannya, Rania.


" Aku tidak akan menyangkalnya, Pah. Bisakah untuk sementara papa menggantikan posisiku di kantor ? Ah... untuk seterusnya juga boleh. " Ralat Hega dengan cepat membuat sang ayah mendelikkan matanya saking terkejutnya.


" Hah? Apa kamu mau kakekmu mengomel pada papa sepanjang waktu ?! Papa sudah cukup tua untuk mendapat omelan kakekmu yang jika mengamuk seperti sedang mengomel pada anak remaja saja. " Tolak Aryatama seraya bergidik membayangkan amukan sang papi yang akan membuat tubuhnya gatal-gatal karena kesal.


" Memangnya ada apa denganmu ?! Tidak biasanya kamu merasa terbebani seperti ini dengan pekerjaanmu. Bukankah pekerjaan adalah hidupmu ?! " Tanya Arya menatap putranya lekat-lekat.


Hega menyandarkan punggungnya di sandaran kursi kebesarannya, mendesah kasar, " Itu kan dulu Pah, sebelum Hega punya kekasih. Hega sedang butuh banyak waktu untuk diri Hega sendiri, Pah. " Dengusnya.


Mendengar penuturan putranya Arya sempat terlongo, kemudian mengusap wajahnya kasar.


" HAH ?! Sejak kapan kamu jadi mencampurkan urusan pribadi dan pekerjaan seperti ini ?! Bukankah biasanya kamu selalu bisa bertindak profesional dan efisien. Papa tidak pernah mengajarimu mengabaikan tugas hanya untuk percintaan. Dan papa yakin jika kakekmu juga mendidikmu dengan cara yang sama. " Ujar pria berusia 40 tahunan itu.


" Ah... Kan karena memang selama ini Hega tidak pernah punya urusan lain selain pekerjaan. Ini juga kan pertama kalinya Hega punya kekasih Pah. Memangnya papah tidak mau segera punya cucu apa ? " Untuk pertama kalinya Hega dewasa menggerutu di hadapan sang papa membuat pria paruh baya itu tergelak kecil.


Terakhir Hega bersikap kekanakan seperti ini adalah saat pemuda itu masih anak-anak berusia belasan tahun.


Entah kenapa sikap Hega ini justru membuat Arya bahagia, seolah dirinya menemukan kembali jalan untuk bisa dekat dengan putra semata wayangnya.


Arya beranjak dari kursinya, berjalan mendekati putranya dan menepuk bahu pemuda itu. " Jadilah pria sejati yang bertanggung jawab. Belajarlah untuk mengerjakan tugasmu sebagai pimpinan perusahaan dan sekaligus menjalankan kehidupan percintaanmu secara bersamaan. " Ucap Arya bijak.


" Ck.... " Hega hanya bisa berdecak pasrah.


" Papa akan pergi, karena sepertinya kedatangan papa membuatmu jadi tidak fokus bekerja. " Sambung Aryatama seraya berjalan menuju pintu.


Hega hendak ikut beranjak dari kursi kebesarannya, " Memangnya tadinya Papa kesini ada urusan apa ?! " Tanyanya malas.


Aryatama berbalik badan, berdiri di samping Hega dan bersandar di pinggiran meja membuat Hega kembali duduk.


" Ah... Papa sampai lupa, kakekmu bilang kamu meminta papa dan orang tua Moza untuk datang ke rumah utama ? Apa lagi yang mau kamu bicarakan ?! " Tanya Aryatama yang sempat lupa tujuannya datang ke kantor putranya.


" Ah... Itu... Hega mau membatalkan pertunangan Hega dan Momo, Pah. " Jawab Hega datar.


" APAAH..... ?!!!! " Teriak Aryatama tersentak kaget dengan pernyataan Hega yang datar-datar saja.


" Jangan bercanda kamu ! " Seketika Arya merasa naik darah mendengar jika putranya ingin mambatapkan pertunangannya dengan ekspresi sesantai itu.

__ADS_1


" Hega serius, Pah. " Membalas tatapan sang papa dengan tatapan yang jelas mengatakan jika ucapannya tadi adalah seribu persen serius.


Arya kembali mengusap kasar wajahnya, menghela nafas berat, " HAAAH....Kamu kira pertunangan ini main-main apa ?! Memangnya ada masalah apa hingga kamu mau membatalkannya begitu saja ?! Bagaimana Papa menjelaskan pada Ardi dan Ayu ?! Aaarrghhh.... " Arya memijat tengkuknya yang terasa sakit karena syok.


Arya semakin emosi saja, ingin rasanya memukul kepala putranya itu agar pemuda itu kembali waras pikirannya dan tidak memutuskan hal penting seperti ini dengan seenak jidatnya.


⚘⚘⚘


• Rumah Utama Kediaman Saint •


Hega langsung menuju rumah utama setelah menjemput kekasihnya di kampus, Hega sampai hampir terlambat menjemput kekasihnya itu gara-gara harus kena omelan sang Papa terlebih dahulu.


Untung lah papanya akhirnya mau mengerti setelah Hega menjelaskan alasannya mengambil keputusan untuk membatalkan pertunangannnya.


Di ruang keluarga sudah berkumpul semua anggota keluarga, Kakek Suryatama, kedua orang tua Moza, dan Papa Hega tentunya.


Hega sudah duduk diantara keluarganya, menanti Moza yang sedang berada di kamarnya untuk berganti baju.


" Jadi apa yang ingin kamu bicarakan dengan kami semua ?! " Tanya Kakek Suryatama.


" Kek, Hega sudah mengambil keputusan untuk membatalkan pertunangan Hega dan Momo. " Ujar Hega dengan ekspresi serius.


" APAAAH ?! " Teriak Suryatama dan kedua orang tua Moza hampir bersamaan.


" Kau ini sembarangan bicara ! " Maki Suryatama murka.


" Maksud kamu Momo juga sudah tahu dan menyetujuinya, begitu ?! " Tanya Ayu bernada kecewa, tubuhnya lemas seketika.


" Iya, kami sepakat membatalkan pertunangan kami, Bun. " Moza yang barusaja bergabung langsung membenarkan ucapan Hega dan kemudian gadis itu duduk diantara kedua orang tuanya.


" Momo sayang, kenapa harus dibatalkan ? Apa kalian ada masalah ? Apa kalian bertengkar ? Semuanya kan bisa dibicarakan baik-baik, sayang. " Ayu membelai lembut kepala putrinya.


Sedangkan Ardi dan kakek Suryatama tampak sudah tidak bisa berkata-kata, keduanya tampak memijat pelipis mereka masing-masing. Kepala mereka terasa nyut-nyutan mendengar berita mengejutkan itu.


" Kakek tidak akan mengijinkan pembatalan pertunangan kalian, bagaimanapun Moza harus menjadi menantu keluarga ini, titik. " Putus Suryatama akhirnya, menatap tajam ke arah cucunya seolah mengatakan jika pemuda itu harus bertanggung jawab pada gadis pilihan Nadira, apalagi setelah apa yang dilihat Suryatama dalam rekaman cctv beberapa hari lalu.


Terlebih lagi Suryatama sudah sangat menyayangi Moza dan menganggapnya sebagai cucunya sendiri.


" Nak, jangan main-main lagi ! Jelaskan maksud dari keputusanmu segera, lihat lah wajah semua orang sudah terlihat tertekan dan stress karena kalimatmu yang tidak jelas itu ! " Aryatama akhirnya buka suara setelah menahan diri untuk tidak tertawa melihat ketegangan yang terjadi di ruang keluarga itu.


Moza menoleh ke arah kekasihnya yang terlihat tersenyum tipis, " Kak, memangnya kakak belum mengatakan semuanya ?! "


" Memangnya apa lagi yang perlu kami dengar dari bocah nakal itu ?! " Maki Suryatama yang sudah terlanjur emosi.


" Kami..... "

__ADS_1


" Kami sepakat membatalkan pertunangan dan memutuskan untuk langsung menikah saja. " Hega memotong saat Moza ingin menjelaskan, dan mengambil alih melanjutkan kalimat yang akan diucapkan kekasihnya itu.


D E N G . . . D E N G . . . D E N G . . .


Ayah dan Bunda Moza saling pandang bingung, mencoba mencerna ucapan calon menantunya itu. Dan seketika menatap Hega dan Moza bergantian saat menyadari arti ucapan Hega.


" Kalian serius ?! " Tanya Ardi dan Ayu kompak.


Moza dan Hega mengangguk mengiyakan, Suryatama sontak menghela nafas lega mendengar berita tersebut.


" Akhirnya kamu berhasil meyakinkannya untuk menikah. Bagus bagus.... Kau ini memang cucu kakek. " Puji Suryatama bangga.


" Ah... Kakek jadi penasaran bagaimana caramu meyakinkannya ?! Hahaha.... " Sambungnya menatap curiga cucu nakalnya itu.


Moza seketika membelalakkan matanya menatap kekasihnya yang sedang tercengir dengan wajah tanpa dosa. Teringat sudah kejadian semalam yang hampir saja membuat keduanya melewati batas.


Moza melirik takut ke arah Suryatama, malu rasanya saat mengingat jika kakek kekasihnya itu sudah memergoki apa yang mereka lakukan di ruang olahraga. Bagaimana jadinya jika sang kakek tahu apa yang hampir mereka lakukan di apartemen Hega semalam.


G L E K . . .


Moza menelan salivanya dengan sudah payah, berharap kejadian seperti itu tidak akan terulang lagi. Jika terulang pun setidaknya tidak ada yang tahu....


Aaaa... Apa yang barusaja aku pikirkan si ?! Mana mungkin boleh mengulangi kesalahan seperti itu lagi ? Tidak boleh !!!


Batin Moza gusar.


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


Emang apa yang terjadi di apartemen ?


Mau dibahas juga ?!


Sudah thor ketik si....


Thor terbangkan jika ada yang penasaran 😂😂


Tapi entar gemeter bacanya hahaha....


Soalnya aku ketiknya aja gemeter 😁 [ Soalnya pas ngetik pas mules 😁🙄 Canda Ya ]


...TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA CHAPTER INI...


...DITUNGGU...


...⚘ LIKE ⚘ KOMENTAR ⚘ VOTE ⚘...

__ADS_1


...I 💜 U PULL 😘...


__ADS_2