Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
New Year's Eve [ Malam Tahun Baru ]


__ADS_3

AUTHOR


Malam hari di sekitaran area Kolam dan Taman Villa.


Beberapa meja sudah tertata rapi di beberapa sudut pinggiran kolam renang berisi dinner buffet New Year's Eve. Yang berisi aneka menu makanan dari dessert, main course sampai appetizer.


Hega sengaja mendatangkan beberapa koki dari salah satu resroran miliknya untuk menyiapkan makanan untuk menjamu semua tamunya beserta seluruh pekerja pengurus villa miliknya, untuk merayakan pergantian tahun baru bersama-sama.


Selain itu tak lupa alat pemanggang untuk sesi barbeque juga sudah siap di sisi taman tak jauh dari area kolam yang dijaga oleh koki berpengalaman.



Di area tengah taman sudah berjajar beberapa meja yang sudah diatur dengan gaya sederhana namun terkesan romantis dengan meletakkan lilin di atas holder yang bergaya klasik.


Tak lupa lilin-lilin berwarna warni dan taburan kelopak bunga mawar menghiasi kolam renang. Menambah kesan romantis pada acara mini party yang sudah direncanakan oleh Hega untuk merayakan


New Year's Eve [ Malam Tahun Baru ].


Jika ditanya darimana Hega si lelaki kaku dan dingin itu sampai bisa memikirkan dekorasi semanis itu, maka jawabannya adalah ada pada dua pria playboy yang ada di balik layar.


Tentu saja Hega belum sampai semahir itu hingga bisa memikirkan konsep perayaan tahun baru seromantis itu.


Bara dan Julian lah yang memiliki sumbangsih terbesar dalam menerapkan dekorasi simple namun jelas bisa membuat wanita manapun meleleh takjub dibuatnya.


🌻🌻🌻


~ Di Kamar Hega ~


Hega keluar dari walk in closet, sudah siap dengan penampilan kasual namun tetap mempesona, kaos berkerah berwarna biru muda dilapisi sweater yang digulung hingga siku berwarna abu dipadu dengan celana panjang berwarna navy membuatnya semakin tampan saja.


Rambut hitam tersisir rapi dengan gaya the dandy, mata elang hitam legam, alis tebal mempesona, rahang tegas, tak lupa lesung pipi yang hanya tampak jika pria itu tersenyum membuat pesona seorang Hega semakin tak terbantahkan.


Moza yang belum diijinkan Hega kembali ke kamarnya, masih berada di ranjang dengan posisi bersandar di kepala ranjang. Masih menikmati bersantai dan enggan bangkit dari posisi selonjornya dengan sebuah novel di tangannya. Gadis itu seketika ternganga melihat penampilan kekasihnya itu.


Ini beneran orang apa jelmaan dewa Yunani ? Kenapa kak Hega bisa ganteng keterlaluan begini si ? Ya ampun mata dan jantungku kenapa belum terbiasa melihat kesempurnaannya ? ~ Moza ~


Hega duduk di tepi ranjang, menatap gemas gadisnya yang terlihat jelas terpesona padanya.


" Apa yang membuatmu begitu terpesona hingga hampir meneteskan air liur seperti itu ? "


Suara bass Hega menyadarkan Moza dari lamunan gilanya, seketika menggelengkan kepalanya beberapa kali dan reflek mengusap bibirnya dengan jari.


" Ish... Kakak mengerjaiku ya ?! " Omelnya saat tahu tidak ada liur di bibirnya seperti ucapan Hega.


" Pffft.... Siapa suruh kamu bengong seperti tadi. " Hega terkikik geli melihat wajah jengkel Moza yang menggemaskan.


" Cih... Kakak sendiri ?! "


" Aku kenapa ? "

__ADS_1


" Kakak mau menarik perhatian siapa dengan berpenampilan seperti itu ? " Protes Moza sembari menyilangkan kedua tangannya di dada.


Hega memperhatikan kembali penampilannya, " Memang apa yang salah dengan penampilanku, hm ? "


Tarikan keatas di kedua sudut bibir Hega otomatis membuat lesung pipi pemuda itu terlihat jelas dan membuat siapapun yang melihatnya terutama kaum hawa akan semakin terpesona pada ketampanannya.


Aarhhh... Penampilannya saja sudah sempurna, dan apa lagi itu tadi ? Kenapa dia punya dua lubang di pipinya saat tersenyum si ? Membuatnya makin tampan saja. Jutek saja kakak terlihat tampan, apalagi dengan lesung pipi itu.


Menyebalkan, pantas saja banyak wanita yang tergila-gila padanya.


Moza bersungut-sungut, mengomel dalam hati.


Dan apalagi ini ? Kenapa kakak wangi sekali si ?


Omelnya lagi masih dalam hati saat aroma wangi maskulin yang diendusnya dari tubuh Hega menusuk indera penciumannya.


" Momo, kenapa kamu malah diam saja ? Kamu tidak suka pakaianku ? Aku akan menggantinya jika kamu mau. Aku pakai kemeja seperti biasanya saja ya ? "


Seketika Moza membayangkan jika Hega memakai kemeja putih, dengan lengan digulung hingga siku, dan kancing atas terbuka.


Aaaa.... Tidak, kemeja justru akan membuat kakak bertambah keren saja. ~ Moza ~


" Ehh... Tidak tidak, begini saja. Tapi satu hal yang tidak boleh kakak lakukan selain didepanku. "


" .... " Dahi Hega mengerut bingung.


" Kamu tahu aku tidak pernah seperti tu kan ! Aku hanya tersenyum padamu. "


" Hehehe... Iya juga si. " Moza tersadar jika selama ini hanya padanya saja Hega selalu memamerkan senyum menawannya.


" Ayo, cepatlah bersiap. Aku sudah menyiapkan baju untukmu di ruang ganti, ada di kotak warna putih. "


" Eum... " Moza mengangguk, meletakkan novelnya di atas nakas dan menyibak selimut yang menutupi kakinya.


" Mau aku tunggu atau.... " Goda Hega saat kaki Moza baru turun menginjak lantai.


" Tidak, kakak duluan saja. " Seketika Moza berlari menuju kamar mandi.


" Pffft.... Baiklah aku tunggu di bawah. "


🌻🌻🌻


Pukul 20.00 semua sudah berkumpul di area outdoor villa, ada yang sudah duduk manis menikmati sajian appetizer ada yang masih berdiri menikmati suasana.


Pak Madi dan Bu Astuti sudah duduk di salah satu meja bersama kedua putrinya yang terlihat masih remaja. Di meja sebelahnya ada Bu Gayatri bersama suami dan putranya yang berusia sekitar 10 tahun, serta beberapa orang yang turut membantu Pak Madi mengurus villa pribadi milik Tuan Mudanya itu.


Malam ini Hega memang sengaja tidak membiarkan orang-orang itu bekerja. Hari ini saatnya mereka menikmati malam tahun baru sebagai tamu dalam acara sederhana yang dibuatnya.


Moza baru saja keluar dari lift bersama Deana, Moza tampak cantik dan imut dengan pakaian yang sudah disiapkan oleh Hega. Blouse polos berwarna biru muda dipadu dengan rok floral selutut dengan warna senada dengan blouse nya. Dengan rambut tergerai dihiasi sebuah jepit rambut permata berbentuk bunga tersemat cantik di atas telinganya.

__ADS_1


Ditambah simple high heels berwana sama, membuat tampilan gadis itu terlihat girly dan menonjolkan sisi imut seorang Moza Artana.


Disampingnya, Deana memakai dress terusan dibawah lutut berwarna kombinasi maroon dan hitam dengan motif kotak-kotak tampak feminim namun tetap terkesan menonjolkan pesonanya tanpa menanggalkan sisi tomboy dan bar-barnya seorang Deana.


Moza menghampiri meja dimana Hega sudah duduk manis menunggunya, kemudian duduk di sampingnya. Deana juga masih menempel pada sahabatnya, ikut duduk satu meja dengan Moza.


" Cih... Kalian sedang mencoba pamer couple look ya ? " Gerutu Deana menunjuk ke arah outfit yang dipakai Moza dan Hega yang memang berwarna senada bernuansa baby blue.


Moza hanya tersenyum menanggapi gerutuan Deana.


Di satu meja sebelah kiri Hega ditempati Julian, Viola, Renata dan Amira. Di samping kanan ada Bara, Aliza, Alina dan Dimas.


Derka yang barusaja bergabung mengambil tempat kosong yang ada di sisi Deana.


" Eummm.... Sepertinya ada yang kurang. Dimana Selena dan temannya ? "


Jeder....


Pertanyaan Moza tentulah terasa bagai petir dicuaca yang tidak mendung. Beberapa pasang mata saling menatap satu sama lain.


Deana dengan santainya menjawab, " Mereka pulang lebih dulu karena ada acara lain. " Seketika melegakan beberapa wajah yang sempat bingung merespon pertanyaan Moza.


" Eh... " Bukan Moza jika tidak merasakan keanehan.


" Sudahlah, jangan dipikirkan. " Hega mengusap pucuk kepala Moza.


" Ayo kita mulai mini party nya ! " Sela Bara sebelum gadis itu terus bertanya dan semakin curiga.


Makan malam diselingi gelak tawa candaan receh dari Bara, Derka dan Julian yang memang sama-sama memiliki karakter extrovert, pandai mencairkan suasana dengan tingkah laku pecicilan mereka dan juga gurauan-gurauan sederhana ala mereka.


Waktu terus berputar, beberapa pekerja villa ada yang undur diri karena waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Namun ada juga yang masih bertahan menunggu acara puncak mini party itu, apalagi jika bukan pesta kembang api yang akan dinyalakan tepat pukul 12 malam nanti.


Selepas makan malam mereka berpindah tempat duduk di sebuah meja bulat besar yang sengaja disiapkan di dekat pemanggang barbeque.


Menikmati makanan ringan dan barbeque sambil menunggu detik-detik pergantian tahun.


Hega, Moza, Deana, Dimas, Bara, Aliza, Derka, Alina, Renata, Viola, Julian dan Amira sudah duduk mengelilingi meja besar berwarna coklat dengan beberapa dessert dan minuman yang sudah ada di atas meja.


Setelah beberapa saat hening, Derka yang memang setipe dengan Bara, sama-sama buaya penakhluk wanita selalu punya cara mencairkan suasana. Tak heran jika banyak wanita yang mengejarnya karena pembawaannya yang selalu bersikap manis jika menghadapi para kaum hawa.


Apalagi Derka punya otak cerdas secara dia dokter gitu ya, di usia 27 tahun sudah menjadi Kepala Rumah Sakit ternama di kota.


..._ Bersambung _...


Kali ini apa lagi idenya Derka ya ?! Bagaimana keseruan malam tahun baru mereka ? Yang jelas duo Bara dan Derka sedang merencanakan sesuatu untuk mengerjai sahabat juteknya. Apakah akan berhasil atau justru mereka yang kena sendiri ?!


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


➑️ Maaf yang akhir-akhir ini Up nya malam terus. Moga besok udah bisa normal lagi setiap jam 09.00 😚

__ADS_1


__ADS_2