Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
Mendadak Agresif


__ADS_3

HEGA


" Gue rela jadi perisainya seumur hidup."


Kalimat Julian terus berputar di kepalaku, membuatku sesak dan rasanya ingin sekali kurengkuh tubuh gadis yang tengah duduk disampingku ini kedalam dekapanku.


" Masih jauh ya kak ? " Pertanyaannya langsung membuatku tersadar dari lamunanku.


" Em.... Sebentar lagi. " Jawabku.


Tak lama aku parkirkan mobilku di sebuah restoran, baru saja aku hendak membuka pintu, terjeda oleh ucapannya.


" Tunggu kak. " Ucapnya sambil menarik sedikit lengan kemejaku.


" Kenapa ? Kamu tidak suka steak ? " Tanyaku.


" Bukan, tapi ini. " Jawabnya sambil menyodorkan paperbag yang dari tadi ada di pangkuannya ke arahku.


" Kamu tidak suka oleh-oleh dari saya ? " Tanyaku seraya menatap kearahnya.


" Bukan begitu. " Ucapnya lirih.


" Lalu ? "


" Ini terlalu mahal, lebih baik jika oleh-olehnya sama dengan punya Deana, Amira dan Renata. " Gumamnya.


" Saya tadinya tidak tahu isi paperbag untuk mereka karena sebenarnya Julian yang memilihnya. Dan dia bilang bingung mau membeli apa untukmu karena katanya kamu tidak pernah menerima hadiah dari lelaki manapun. " Jelasku padanya.


" Lalu ini ? " Tanyanya dengan nada heran.


" Itu saya sendiri yang memilihnya, karena saya ingat terakhir kali bertemu, kamu tidak memakai jam tangan yang biasanya selalu melingkar di tangan kirimu, saya kira jika jam tangan kamu rusak atau apalah. Dan melihat sekarang kamu tidak memakai jam tanganmu, saya anggap dugaan saya benar. Tapi jika kamu tidak suka pilihan saya maka simpan saja. " Ucapku.


" Terima kasih. Aku akan memakainya dengan baik. " Jawabnya sopan.


Aku tahu maksud pertanyaannya, kenapa bukan Julian yang sekalian membeli oleh-oleh untuknya, dan justru aku sendiri yang memilihnya dan itupun berbeda dengan isi paperbag untuk ketiga sahabatnya itu. Karena aku sendiri memang tidak tahu apa yang dibeli oleh Julian, jika saja tadi isi paperbag mereka tidak tertata di meja kantin, maka aku tak akan tahu jika isinya adalah parfum dan coklat.




~~ Flashback ~~


AUTHOR


Saat di Singapura sehari sebelum Hega dan Julian kembali dari kunjungan bisnisnya.


Dan disinilah kedua pemuda itu berada, di salah satu pusat berbelanjaan terbesar di Singapura, yang tentu saja juga adalah salah satu aset dari Golden Imperial Group.


Saat Hega mengatakan akan membeli oleh-oleh untuk keempat gadis yang adalah sahabat Julian, pemuda itu terlihat sedikit kebingungan.


" Kenapa ? " Tanya Hega.

__ADS_1


" Kalau Deana, Amira dan Renata mah gampang mau dibelikan apa juga oke-oke saja. Tapi kalo Moza agak susah bang ? " Jawab Julian sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


" ". Hega hanya mengernyikan dahi dan belum sempat pria itu bertanya lebih jauh Julian kembali melanjutkan kalimatnya.


" Maksud gue bukan karena dia rewel dan pemilih, abang jangan salah paham dulu. Cuma tuh anak paling anti terima barang dari cowok. Jadi bingung mau kasih apaan. " Julian menjelaskan.


Akhirnya Hega memberikan sebuah kartu dan meminta Julian mencari oleh-oleh untuk ketiga sahabatnya saja, Deana, Renata dan Amira. Sedangkan untuk Moza diputuskannya bahwa dia sendiri yang akan memilihnya.


Di sebuah toko jam bermerek terkenal, pemuda itu melihat sebuah jam tangan wanita berwarna kombinasi putih dan silver dengan hiasan beberapa batu permata.


Sekilas pria tampan itu teringat jika gadis yang selalu memakai jam tangan di pergelangan tangan kirinya itu, tangan mungilnya terlihat polos saat terakhir kali mereka bertemu.


Hega menduga bukan karena gadis itu lupa memakainya, pasti terjadi sesuatu dengan jam tangan miliknya, entah rusak atau apa.


Jadi dia putuskan untuk membeli jam tangan tersebut.


Baru saja selesai membayar dan menerima paperbag putih, petugas kasir kembali bertanya.


" Apakah untuk hadiah tuan ? " Tanyanya yang hanya dijawab dengan anggukan oleh Hega.


Lalu dengan ramah petugas kasih itu meletakkan beberapa lembar kartu ucapan di atas meja.


" Akan lebih manis jika diselipi sebuah kartu ucapan. " Sambungnya wanita penjaga kasir.


Hega melihat sebuah kartu berwana senada dengan jam tangan pilihannya dan muncul sebuah ide di kepalanya. Segera diambilnya kartu ucapan tersebut dan hendak mengeluarkan dompet untuk membayarnya.


" Tidak usah membayar untuk kartu ucapannya tuan. Semoga nona yang menerima hadiahnya suka dengan pilihan tuan. " Ucap penjaga kasir tersebut sambil tersenyum.


" Terima kasih. " Balas pemuda itu sambil meninggalkan toko.


" Sudah ? " Tanya Hega datar.


" Beres bang. " Jawab Julian sambil menyerahkam kembali kartu kredit milik atasannya itu.


" Kita kembali ke hotel, sesampainya di hotel kamu pesan tiket penerbangan untuk besok pagi. "


" Siap bang. " Jawabnya bersemangat.


~~ Flashback End ~~




AUTHOR


Sebelum keluar dari mobil, Hega meraih paperbag yang tadi diulurkan oleh gadis di sampingnya.


Dikeluarkannya kota putih dan membukanya, diambilnya jam tangan yang tersimpan rapi dari dalam kotak.


Kemudian meraih tangan kiri gadis itu.

__ADS_1


" Aku bisa pakai sendiri kak. " Ucap Moza sambil menarik kembali tangannya.


" Ssstt.. " Hega berdesis pelan mengisyaratkan agar gadis itu menurut padanya.


Dengan lembut dipasangkannya jam putih itu di tangan mungil berkulit putih mulus milik sang gadis.


" Cantik. " Ucapnya kemudian setelah berhasil memasangkan jam pemberiannya di tangan gadis yang dia cintai.


" Terima kasih. " Ucap Moza sambil menutupi kedua pipinya yang memanas dengan kedua telapak tangannya.


Namun tentu saja wajah meronanya tidak bisa lolos dari perhatian Hega, perlahan dibukanya seatbelt yang melingkar di tubuh gadis itu.


" Ayo kita turun. " Ucapnya lembut.


Nih orang kenapa lagi si ???!! Seminggu ngilang, nongol-nongol jadi mendadak agresif gini. Jangan-jangan ketularan ganjennya Julian nih.


Batin gadis itu bergidik.




Disisi lain di kantin kampus, kembali pada sosok Julian yang tengah bersama ketiga sahabat cantiknya.


" Eh Jul, ini abang cakep yang pilih oleh-oleh sendiri buat kita ? " Tanya Renata iseng.


" Enggak lah, ituh gue yang pilih, tapi bayarnya tetep pake kartu nya bang Hega. Hehehe.... " Jawab Julian sambil menyendok batagor ke dalam mulutnya.


" Lah lo dong yang pilih kasih, masa Moza beda oleh-olehnya. " Protes Renata.


" Bukan gue yang beli buat Momo, bang Hega sendiri yang beli soalnya gue bingung mau beliin apa buat tuh anak. Kalian tahu sendiri dia paling gak suka terima barang dari cowok, bahkan dari gue yang sahabatnya. " Celetuk Julian panjang lebar.


" Emang apa isinya sih ? " Lanjutnya bertanya sambil menatap ketiga sahabatnya dengan penasaran.


" Jam tangan. " Jawab Amira.


" Lebih tepatnya jam tangan mahal. " Sambar Renata.


" Kita bukan ngiri ya Jul, cuma sempet jengkel aja kalau emang lo yang pilihin oleh-oleh, kenapa beda gitu, kita kira lo lebih sayang Moza daripada kita. Hehehehe.... " Lanjut Renata.


Julian mencerna jawaban dari Renata dan Amira, berpikit ulang tentang apa yang terjadi.


" Uhuk... uhuk.... " Sontak Julian tersedak ketika dirinya tengah menyadari jika mungkin ada sesuatu antara sahabat dan boss nya itu yang luput dari perhatiannya.


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


➡️➡️ Ditunggu LIKE & COMMENT NYA YAH ....❤


PLEASE DON'T BE SILENT READER......🌹🍁☘.


Bantu VOTE agar karya ini UP yah....

__ADS_1


Terima kasih 😊😘😘😍


Jangan ragu tinggalkan jejak kritik dan saran ya 😊😘😍💕💕


__ADS_2