Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
I Miss You Badly


__ADS_3

AUTHOR


Sesuai perintah Hega, semua staff yang turut andil dalam proyek kontrak kerjasama dengan Berlin Corporation sudah memenuhi ruang rapat umum di lantai sepuluh.


Tampak sang Presdir memasuki ruangan rapat diikuti oleh Bara dan juga sekretaris mereka. Beberapa orang tampak berekspresi tegang, dan sedikit yang bersikap tenang, sedangkan mata staff wanita tampak berbinar menatap ketampanan Hega yang akhir-akhir ini sulit mereka nikmati karena jarangnya sang Presdir melakukan inspeksi divisi.


Rapat dimulai tepat waktu sesuai agenda, semua pihak sudah mempersiapkan bahan rapat sesuai dengan bagiannya masing-masing berdasarkan intruksi dari Anita sebagai sekretaris utama sang Presdir.


Dimulai dari pembahasan perihal pengajuan kerjasama dari pihak klien yaitu Berlin Corporation, perusahaan di bidang kosmetik dan alat perawatan kecantikan. Yang merupakan perusahaan terbesar di bidang kecantikan di negara ini, yang juga sudah sukses di beberapa negara Asia dan Eropa.


Kontrak yang berisi tentang rencana Berlin Corporation untuk menyewa exclusive stand yang ada di Golden Imperial Mall. Perusahaan kosmetik itu akan membuka Beauty Centre untuk kalangan kelas atas yang akan menyediakan berbagai macam jenis perawatan kecantikan, dari wajah, rambut, hingga spa. Juga akan dilengkapi salon untuk make up profesional dan juga klinik konsultasi kecantikan disana.


Satu per satu perwakilan divisi mengutarakan pendapat dan juga rencana mereka sehubungan dengan hal tersebut.


Setelah kurang lebih satu jam lamanya rapat darurat tersebut berlangsung, akhirnya disepakati beberapa hal dan point-point penting yang akan dimasukkan dalam pengajuan proposal kerjasama.


" Baiklah, untuk proposal final susun sesuai dengan point yang sudah dibahas. Selesaikan sebelum makan siang dan Serahkan pada Anita sebelum jam 12 siang karena pihak Berlin Corporation meminta pertemuan pada jam satu siang ini. " Keputusan sang Presdir sontak membuat divisi perencanaan berkeringat dingin.


Bagaimana bisa dalam waktu kurang dari tiga jam bisa menyusun proposal ini ? !! Hei boss, kenapa setelah berlibur anda bukannya semakin waras justru semakin menggila ???!!! Arrggggh.....


Mungkin inilah yang saat ini tengah berputar di kepala semua staff yang menghadiri rapat.


" Siapkan juga MOU sesuai proposal. Jangan sampai ada satupun point yang terlewat. Cukup sampai disini silahkan lanjutkan tugas kalian. " Tambahnya lagi dengan ekspresi datar kemudian beranjak berdiri melangkah menuju pintu.


What !!!! MOU ???? Gila.... Proposal saja belum tentu disepakati, dimana-mana Acc Proposal dulu baru buat MOU Bosss.... Gimana Sih....


Belum juga Hega keluar dari ruang rapat, seseorang tampak memberanikan diri mengangkat suara setelah didesak beberapa rekannya.


" Maaf Presdir, bukankah sebaiknya MOU dibuat setelah pihak Berlin Corporation menyetujui proposal kita ? " Tanya Kepala Divisi Perencanaan dengan nada sedikit gemetar.


Hega tampak tenang, membalikkan badannya menatap kearah sumber suara.


" Bukankah lebih baik jika selesai dalam satu kali kerja ? " Tukasnya masih dengan nada datar.

__ADS_1


" Tapi bagaimana jika ada point yang mereka tidak setujui ? " Tanya pria itu lagi masih dengan nada tegang.


" Saya pastikan tidak ada satu point pun yang akan mereka tolak. " Jawabnya sambil menyeringai membuat seluruh staff bergidik ngeri.


Bara yang berada disampingnya saja sedari tadi tak henti-hentinya terbelalak mendengar keputusan sahabatnya itu.


" Lakukan yang terbaik, karena keuntungan proyek ini dipastikan akan menyembuhkan tubuh gemetar kalian itu. " Ucapnya yang kali ini diiringi senyum tulus dan menawannya sebelum akhirnya meninggalkan ruang rapat dan menyisakan para staff yang mesih diam terpaku dan lalu kembali beringsut di kursi mereka masing-masing.


Pertama kalinya Presdir tersenyum tulus di depan karyawannya.


Ternyata inilah alasannya kenapa dari tadi rasanya seperti akan ada badai yang menghantam. Lebih baik melihat senyum iblisnya dari pada senyum pria yang sedang jatuh cinta.


Batin Bara sambil refleks menggaruk belakang telinganya padahal tidak gatal 😁


Meskipun rencana pembukaan Berlin Beauty Centre itu dibuat oleh Joseph Grace yang merupakan pemilik Berlin Corporation. Tapi Hega tahu dengan pasti jika ini ada kaitannya dengan putrinya, Berlinda.


Hega yang dari awal sesungguhnya sudah enggan berurusan dengan putri pertama keluarga Grace itu, dengan santai telah menyiapkan beberapa strategi khusus untuk mengatasi wanita tersebut. Karena pemuda itu tahu jika ada maksud lain dari ayah dan anak itu memilih Golden Imperial Mall sebagai rekan mereka.


Bagaimanapun juga kontrak tersebut memang harus terlaksana, namun tanpa sedikitpun masalah yang akan membuatnya berurusan dengan wanita itu lagi.





🍒🍒🍒


HEGA


Sesuatu yang baru aku sadari ini membuatku mendadak bersemangat menyelesaikan setiap urusan kantor. Bahkan apapun itu tentang Berlinda Grace ataupun Berlin Corp yang sebelumnya membuatku sempat pusing, sekejap saja berubah menjadi sesuatu yang tidak pantas disebut sebagai masalah yang membuatku menguras energi untuk memikirkannya.


Kujatuhkan tubuhku di sofa, menarik dasiku agar sedikir melonggar. Akhirnya aku bisa mengatasi ayah dan anak keluarga Grace itu, beraninya menggunakan alasan bisnis untuk tujuan pribadi.

__ADS_1


Tidak hanya terbebas dari tingkah mereka yang mulai mengganggu, setidaknya aku harus membawa keuntungan maksimal sebagai ganti rugi waktuku yang terbuang karena mereka.


Jadi aku akan bisa bersantai dan punya banyak waktu untuk menjalankan strategiku mendekati gadis yang aku temui pertama kali di kafe Dimas itu.


I have never been in love, so i don't know how it should feel.


But later i found out i felt very lose when i don't get to see you.


I miss you badly. Wait for me a little longer. Batinku sejenak.


" Huft. " Desahku lega, kulihat sekilas Bara yang sedari tadi masih bersamaku melipat kedua tangannya didada kemudian nyengir kuda.


" Ayolah katakan apa yang ada di kepalamu itu boss, yang membuatmu terlihat mengerikan seperti itu ? "


Terlalu bersemangat memikirkan gadis itu dan perasaan lega karena akan terbebas dari dua oeang keluarga Grace itu, membuatku bahkan tak menyadari jika Bara masih mengekor padaku.


Kulihat bocah itu sedang melotot padaku, menuntut penjelasan. Yang hanya kujawab dengan bahu terangkat.


" Haish.... Sepertinya mengatasi boss yang sedang jatuh cinta lebih menyeramkan daripada boss yang gila kerja. " Umpatnya sambil meninggalkan ruanganku..


" Kita berangkat jam setengah satu, jangan sampai kontrak besar ini terlewat begitu saja. " Ucapku datar sebelum dia melewati pintu.


" Baiklah Mr. Presdir. " Jawabnya dengan nada kesal karena tak berhasil mendapatkan jawaban dari pertanyaannya.


Tolong berikan aku waktu menata hatiku, menyusun keyakinan dan kepercayaan diriku untuk mengejarmu. Menyamakan langkahku disampingmu, dan jika perlu selangkah di depanmu untuk menjaga senyum di bibir itu. ( Hega Airsyana Saint )


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


➡️➡️ Ditunggu LIKE & COMMENT NYA YAH ....❤


PLEASE DON'T BE SILENT READER......🌹🍁☘.


Bantu VOTE agar karya ini UP yah....

__ADS_1


Terima kasih 😊😘😘😍


Jangan ragu tinggalkan jejak kritik dan saran ya 😊😘😍💕💕


__ADS_2