
AUTHOR
~~ Masih Flashback Ya ~~ 🙊🙊🙊
Mendengar berbagai komentar bisik-bisik dari berbagai macam arah di sekelilingnya tak lantas membuat pemuda berwatak dingin dan kaku itu terganggu.
Kecuali saat mendengar ada yang mendoakan agar dia putus.
Cih... Belum jadian saja sudah ada yang doain putus. ~ Hega ~
Pft.... Rasain lo, belum juga nembak sudah ada yang nyumpahin lo cepet putus. ~ Bara ~
Namun kemudian tersenyum kecil, lega saat terdengar suara wanita paruh baya yang ternyata seorang ibu yang tengah menggandeng anak perempuannya yang berusia sekitar 7 tahun. Yang mendoakan agar hubungan mereka langgeng.
Boneka pilihannya tengah disiapkan oleh salah satu pegawai, dan Hega segera mengeluarkan sebuah kartu dari dompetnya. Menyerahkannya pada petugas kasir yang masih menatapnya dengan ekspresi terkesima.
Dikibaskannya tangan kirinya di depan wajah penjaga kasir itu saat si mbak kasir tak juga menerima kartu yang sedari tadi disodorkannya dengan tangan kanannya.
Selesai melakukan transaksi, segera diangkatnya boneka beruang yang didudukkan oleh pegawai tadi di salah satu sofa yang ada di sudut toko.
" Apa perlu dibantu membawanya tuan ? " Tanya pegawai tersebut.
" Tidak perlu, saya akan membawanya sendiri. " Jawabnya datar.
Bara yang mendengar kalimat tersebut terbelalak kaget.
Hei itu boneka Ga... BO NE KA !!!! .... Mau lo bawa sendiri ? Dan itu bukan boneka biasa bro... Tapi boneka raksasa, lihat ukurannya yang hampir setinggi si mbak yang jaga toko.
Batin Bara sambil menepuk dahinya sendiri heran dengan tingkah sang sahabat.
Hega membawa boneka itu sendiri keluar dari toko, mendekapnya dengan satu tangan.
Berjalan acuh tanpa memperdulikan tatapan ataupun bisik-bisik orang-orang yang melihatnya.
Sedangkan Bara yang khawatir jika pemandangan spektakuler ini mungkin akan dilihat oleh klien bisnis mereka berusaha mencari akal untuk membuat atasannya itu meletakkan benda yang dapat merusak imagenya sebagai Presdir Golden Imperial Group.
" Biar gue bantu bawanya Ga ? " Tawarnya pada akhirnya sambil hendak meraih boneka tersebut.
" Jangan sentuh Bar ! " Jawab Hega ketus sambil menjauhkan bonekanya dari jangkauan Bara.
Dasar monster beruang kutub, lihat aja tuh muka asem banget, masa beruang gendong beruang ? Hahahaha.....
Meskipun wajah lo lebih serem dari tuh boneka beruang, bahkan lo lebih mengerikan daripada beruang asli. Hehehe.... ~ Bara ~
" Cih.... Lo gak malu Ga bawa gituan ? Lagian kenapa gak lo suruh orang lain aja yang beliin buat lo sih ?! " Ejeknya frustrasi.
" Emang gue bawa apaan sampai harus malu segala ? "
Kalau gue suruh orang yang beli, nanti parfum mereka nempel di boneka ini, dan kalau nanti nih beruang dipeluk Moza gue gak rela dia nyium wangi orang lain apalagi pria lain. ~ Hega ~
Arrrrgggh...
Kebiasaan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan membuat Bara mengacak rambutnya sendiri frustrasi. Bergumam-gumam pelan berdoa agar tak bertemu klien atau siapapun yang mengenal Hega sebagai Presdir Golden Imperial Group.
" Lo ikut pak Bakti Bar, gue mau pergi ke tempat lain. " Perintah Hega saat mereka sudah ada di lantai dasar gedung Mall.
" What ? Lo ninggalin gue Ga ? " Protes Bara.
" Gue gak pernah minta lo ikut, lo sendiri yang ngekorin gue dari tadi. Jadi gue gak perlu tanggung jawab bawa lo balik. " Ucapnya datar sambil kemudian memasuki mobilnya yang sudah siap di depan lobi dan terlebih dahulu meletakkan boneka Polar Bears itu di kursi di samping kemudi.
" Tega lo Ga. " Dengus Bara kesal melihat Hega mengabaikannya dan malah menyalakan mesin mobilnya.
__ADS_1
Mendengar makian sahabatnya, pemuda itu menurunkan kaca pintu mobilnya. Menatap tajam ke arah pemuda yang mendengus kesal padanya.
" Berterima kasihlah karena gue udah minta Pak Bakti kesini. Itu bentuk kepedulian gue sebagai boss sekaligus sahabat lo. Gue pergi. " Ucapnya datar sambil melambaikan tangannya pada Bara kemudian melajukan mobilnya meninggalkan sahabatnya itu.
Setibanya di kafe, Hega memarkirkan mobilnya di samping mobil Julian yang telah lebih dulu sampai.
Melepaskan seatbelt nya, kemudian meraih boneka di sampingnya mendekat padanya.
Jaga gadisku saat aku sedang tak bisa bersamanya.
Jangan biarkan pria manapun mendekatinya, tunggu sampai aku bisa menjadikannya milikku.
Maka saat itu selesailah tugasmu.
Karena selanjutnya adalah tugasku yang akan menjaganya selamanya.
Gumamnya dihadapan boneka beruang itu, seolah tengah memberi perintah pada sang beruang untuk menjadi bodyguard untuk Moza.
Selesai memberi perintah pada si beruang, diletakkannya kembali boneka itu pada posisi semula.
Lakukan tugasmu dengan baik.
Kemudian disentilnya hidung beruang sebelum keluar dari mobilnya.
Di pintu masuk, Hega sudah ditunggu oleh Deana. Pria itu mengulurkan kunci mobilnya pada sahabat Moza itu.
" Saya titip sesuatu, tolong ambil di mobil saya, ada di kursi depan. Tolong pastikan hanya kamu yang menyentuhnya. " Ucapnya pelan saat melihat ekspresi bertanya-tanya Deana yang tak tahu apa yang harus dilakukannya saat Hega mengulurkam kunci mobil pada gadis itu.
Mengerti maksud pria dihadapannya, Deana menerima kunci itu dan segera menuju parkir mobil. Dan betapa terkejutnya gadis itu saat membuka pintu mobil Hega, saking terkejutnya sampai mulutnya menganga dan kakinya mundur selangkah menjauhi mobil.
Glek...
Segede ini gue mau sembunyiin dimana coba ?
Tuh beruang bahkan lebih gemol dari gue, lihat saja tingginya hampir setinggi badan gue.
Minta tolongnya kira-kira dong bang !!! 😤
Arrrgggh...
Kalau bukan buat Momo, malas gue repot gini.....
Gerutu Deana sambil menepuk jidatnya dan kemudian geleng-geleng kepala.
Bingung apa yang harus dilakukan pada si beruang raksasa, menoleh ke kanan dan ke kiri sambil memegang dagunya memikirkan sesuatu.
Cih gue pindahin aja ke mobil Julian.
Gumamnya saat melihat mobil Julian yang terparkir di samping mobil Hega.
Dirogohnya ponsel di dalam saku celana jeans nya.
" Jul, buruan ke parkiran. Bawa kunci mobil lo. "
( Mau kemana ? )
" Jangan banyak tanya, sini aja dulu. "
( Oke oke. )
" GAK PAKE LAMA JUL. "
__ADS_1
( YAELAH IYA BOSS. )
Dih galak amat, kalau bukan temen udah gue cium lo De....
Gerutu Julian setelah menutup telepon dan menunjuk-nunjuk layar ponselnya merutuki sahabatnya itu.
Deana memasukkan kembali ponsel ke dalam saku celananya dan segera diangkatnya boneka beruang raksasa itu keluar dari dalam mobil Hega.
Dengan cepat ditutupnya pintu mobil Hega sebelum Julian tiba agar sahabatnya itu tak tahu dari mana boneka itu berasal.
" Cepet Jul, berat nih. "
" Idih, gede banget, darimana nih ? " Tanyanya sambil menekan tombol di kunci mobil yang ada di tangannya dan membuka salah satu pintu mobilnya.
" Baru dikirim sama taksi online, pesenan dari online shop buat Momo. " Ucap Deana berbohong kemudian memasukkan boneka itu ke mobil Julian.
" Yah... lo curang De, masa lo diam-diam siapin kado sendiri sih ? Kita kan udah patungan beli kadonya biar Momo gak bisa nolak kado seperti tahun kemarin. " Protes Julian menutup kembali pintu mobilnya.
" Dih... Sama gue aja lo cemburu, ini spesial dari orang terdekatnya. " Deana berbohong, karena nyatanya Hega belum menjadi orang terdekat bagi Moza.
" Oh... Bilang dong kalo dari keluarganya. Rugi gue emosi barusan. " Ucap Julian yang salah paham mengira itu kiriman dari keluarga Moza.
Dih siapa juga yang bilang dari keluarganya ? Untung aja lo salah paham, jadinya gue gak perlu bohong segala. Lagipula kalau Momo jadian sama bang Hega terus nikah, berarti mereka beneran jadi keluarga kan.
Jadi fix dong gue gak bohong. Lo emang sahabat terjenius abad ini Deana Mayangsari. Hihihi....
Batin Deana sambil mengelus-elus dagunya dan tersenyum bangga..
" Heh... Ngapain senyum-senyum gitu ? " Goda Julian sambil menjitak pelan kening sahabatnya.
" Apaan sih ? " Omel Deana sambil mengelus keningnya padahal tak sakit sedikitpun.
" Gilanya entar aja, masih banyak yang harus disiapkan. " Ejek Julian sambil cekikikan dan berlalu kembali ke dalam kafe.
" Sialan lo Jul gue dikatain gila. Awas lo entar kalo udah selesai ulang tahun Momo, gue bejek-bejek muka lo. " Umpat Deana kesal dan menyusul langkah sahabatnya itu.
~~ Flashback End ~~
🌟
🌟
Apa yang terjadi di dalam kafe dan cerita selanjutnya udah pada tahu kan. Kalau lupa, baca ulang episode 60 ya " Tatapan Horor Sang Presdir " bagian bawah setelah gambar 🍒🍒🍒
🌟
🌟
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
➡️➡️ Ditunggu LIKE & COMMENT NYA YAH ....❤
PLEASE DON'T BE SILENT READER......🌹🍁☘.
Bantu VOTE agar karya ini UP yah....
Dukung akuh agar semangat MengHALU..... 😍😍
Terima kasih 😊😘😘😍
Jangan ragu tinggalkan jejak kritik dan saran ya 😊😘😍💕💕
__ADS_1