Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
My Hubby.... ?!!!


__ADS_3

AUTHOR


~ Kembali ke kampus ~


Deana dan Amira sudah datang lebih dulu dan menunggu di taman dekat parkir mobil tempat mereka janjian.


Moza dan Julian turun dari mobil, Julian benar-benar menjalankan tugasnya untuk menjaga calon istri boss nya itu.


Meskipun tanpa dimintapun pemuda itu dengan senang hati akan melakukannya.


Karena sahabat-sahabatnya sangat berharga dimata Julian.


" Julian, jangan terlalu dekat kali. " Mendorong bahu Julian.


" Hehehe.... Gue kuatir aja kalau lo jatoh. " Mengambil sedikit jarak sambil cengengesan.


" Aku kan udah bilang kalau aku baik-baik saja. "


" Iya iya, nih jauhan. " Padahal hanya menjauh satu langkah.


" Kenapa kamu gak gendong aja aku sekalian ?! " Mencibir dingin.


" Kalau gue gak takut kena tampol suami galak lo itu, udah gue lakuin dari tadi ! "


" Ssstttt..... Jangan kenceng-kenceng ngomongnya ! Dan Kak Hega belum jadi suami aku ya kalau kamu lupa. " Ucap Moza setengah berbisik dan meletakkan jari di bibirnya sendiri.


" Ehhh.... Apaan lo berdua bisik-bisik ?! " Tanya Deana curiga saat kedua sahabatnya itu mendekat ke arah kursi taman tempatnya menunggu bersama Amira.


" Apa ? Enggak tuh De, kamu salah lihat kali. " Elak Moza canggung.


" Dih jelas gue lihat tadi, iya kan Mir ?! " Mencolek Amira.


" Eh.. Apaan ?! " Gadis berhijap itu malah terkejut karena sedari tadi tengah fokus pada ponsel di tangannya.


Deana menepuk keningnya kesal.


" Hehe... Sorry gue lagi balesin yang DM di sosmed nih. " Amira malah cengengesan tanpa dosa.


" Eh iya Mo lo seminggu ini gak nongol di butik kemana ? " Sambung Amira menatap sahabatnya yang baru datang itu.


" Eum... I-ituh maaf ya aku gak bisa kesana. Padahal aku sendiri yang nawarin buat standby disana untuk seminggu kemarin. " Memainkan jarinya di pipi dengan canggung.


" Emang lo kemana Mo ? Gak mungkin lo pulang ke rumah orang tua lo kan ?! Pas gue main ke rumah lo juga lo gak ada disana. " Tanya Deana curiga.


" Aku ada urusan pribadi, maaf deh ya... " Ucapnya memelas.


" Terus sekarang lo tinggal dimana ?! " Deana yang masih merasa ada yang disembunyikan oleh sahabatnya itu terus mengajukan pertanyaan tanpa jeda.


" Hah ?! " Bukannya menjawab Moza malah memasang ekspresi linglung.


" Itu tadi gue ke kos lo dulu sebelum ke kampus, kata yang punya kos dua minggu lalu lo pindah. " Jelas Deana, dahinya mengerut dan kedua matanya menatap Moza lekat-lekat, menuntut penjelasan.


" Ehhh.... " Moza terkesiap, bingung mau menjawab apa.


" Lo kenapa si Mo dari tadi kayak orang gaguk gitu ?! " Deana masih menyelidik.


" Momo sakit jadi pindah ke tempat sodaranya. " Celetuk Julian yang mendapat sikutan diperut dari Moza.


" Apah ?! Lo sakit apaan Mo ? Kenapa gak ngabarin gue si ?! " Deana menyambar bahu sahabatnya.


" Julian ! " Moza memukul lengan sahabat lelakinya yang mendadak ember itu.


" Dih bilang aja kali daripada lo bohong mulu ! " Jawab pemuda itu santai sambil mengerling memberi isyarat.


Gue udah memberi jalan, selanjutnya pikirkan sendiri mau buat alasan apa ! ~ Julian ~


Kamu malah mempersulitku Julian. Awas kamu ! ~ Moza ~


Anggap saja seperti itulah arti tatapan mata kedua sahabat itu jika dijelaskan melalui bahasa manusia. 😁😁


" Maaf, aku emang sempet sakit tapi udah gak papa kok sekarang. Nih kan kamu bisa lihat aku udah sehat wal afiat. " Deana memutar badan sahabatnya memastikan kondisi Moza benar-benar sehat.


" Dih, kalau ada yang lihat bisa dikira kalian berdua pasangan belok tahu De. Hehehe... " Cibir Julian jengah melihat keposesifan Deana pada Moza.


Amira yang melihatnya pun mengangguk setuju pada perkataan Julian dan kemudian terkikik.


" Diam lo Jul ! " Omel Deana melotot pada Julian.


" Terus lo tinggal dimana sekarang ? " Lanjutnya memandang Moza.


" Ehhh... Itu di rumah temennya Bunda. "


" Hah ?! Kok gue gak pernah tahu ? "


" Gimana kamu bisa tahu kalau aku sendiri juga baru tahu hehehe.... " Jawab Moza yang memang benar adanya jika dirinya baru tahu ternyata bundanya adalah teman baik dari almarhummah mama dari Hega. Dan tentu saja bagian itu belum siap untuk diceritakannya.


" Oh... "


" Hei, ngapain kalian masih disini ? Bukannya mau KRS an ?! "


Teriakan Renata yang baru saja sampai menyadarkan Moza dan yang lainnya perihal tujuan mereka datang ke kampus.


β€’


β€’


Sekitar satu jam lamanya kelima sahabat itu berada di gedung akademik mengurus KRS mereka untuk semester depan.


Berlanjut nongkrong di kantin yang selama dua minggu ini tak dikunjungi.


Moza yang ingin lebih dulu ke toilet meminta teman-temannya untuk pergi dulu ke kantin.


Tak lupa gadis itu meminta dipesankan makanan ala kantin favoritnya yaitu nasi pecel dan segelas es jeruk.

__ADS_1


Julian yang awalnya berjalan mengekori Moza terpaksa mengurungkan niatnya karena mendapat pelototan tajam dari gadis itu.


" Memang apa yang bisa terjadi di toilet si Jul ?! " Bisik Moza lirih saat Julian memaksa menemaninya.


Tak butuh waktu lama bagi Moza berada di toilet, karena memang tujuannya hanya menyelesaikan panggilan alam saja.


Setibanya di kantin, tak butuh waktu lama pesanan sudah diantar.


Setelah hampir dua minggu tak bertemu, mereka begitu asyik mengobrol kesana kemari sambil menikmati makanan dan minuman pesanan masing-masing.


Seperti biasa meja yang ditempati oleh Julian dan sahabat-sahabatnya itu selalu menjadi pusat perhatian.


Banyak pasang mata terlihat mengarah pada kelima sahabat itu, begitupun saat dulu masih ada Dimas yang sekarang sudah jarang nongkrong di kantin karena kesibukannya.


Beberapa pasang mata para perempuan yang menatap iri pada keempat gadis yang duduk bersama seorang Julian Adiputra.


Idola kampus, si Playboy yang mempesona. Demi apa juga para gadis itu ingin sekali menggantikan posisi Moza, Deana, Renata dan Amira untuk bisa duduk satu meja dengan pemuda itu.


Dan tatapan mata para pria yang tentu saja merasa sangat iri pada Julian yang memiliki empat gadis cantik itu sebagai sahabatnya.


Memang benar apa yang pernah dikatakan Julian, bahwa dirinya berasa jadi Raja saat bersama teman-teman cantiknya yang diibaratkan Ratu dan Selir-selirnya.


Meskipun pemuda itu pasti akan dihujani pukulan dan makian dari keempat gadis cantik itu setiap kali Julian mengatakannya.


Yah tentu saja itu memang hanya angan-angan gila seorang Julian.


Karena pada kenyataannya pemuda itu lebih mirip supir dan pengawal pribadi sekaligus pembawa belanjaan setiap kali jalan bersama keempat sahabatnya itu.


( Poor Julian or Lucky Julian ?! )


" Jadi kan kita tahun baruan di puncak ? " Tanya Renata antusias.


" Eh ?!! " Amira, Deana dan Moza serempak, sedangkan Julian tampak biasa saja toh memang selama ini pemuda itu ngikut saja kemana keempat sahabat cantiknya pergi.


" Lah kok 'eh' si ?! Kan kita udah ada rencana seperti itu yang belum kesampaian ! " Omel Renata.


" Julian ?! " Renata mengalihkan pandangannya ke arah Julian yang masih santainya memakan semangkuk bakso di hadapannya.


" Gue ngikut aja, terserah kalian para ratuku yang cantik. " Gombalnya.


" Idih... Tetep aja lo Jul ! Geli gue dengernya. " Ucap Amira bergidik mendengar ucapan sahabatnya itu.


Membuat mereka tergelak bersama.


" Gimana De ? " Renata menatap Deana dan gadis itu mengangguk setuju ditambah mengacungkan jempol kirinya.


Amira pun melakukan hal yang sama, setuju dengan rencana tahun baru mereka.


" Kalau lo Mo ?! " Saat giliran Moza yang ditanya, belum sempat gadis itu menjawab ponsel di dalam tas nya berbunyi mengalihkan perhatiannya.


Drrt...drrrt....🎢🎢🎢🎢


~ My Hubby Calling ~


" Apaan si Mo ?! Siapa yang nelpon sampai lo sekaget itu ? " Deana yang duduk di kanan Moza yang tadinya hanya fokus pada batagornya ikut terlonjak kaget.


" Hehehe... Maaf, bentar aku angkat telfon dulu ya. Soal acara tahun baru aku oke aja, ngikut kalian. " Jawabnya sembari beranjak dari duduknya dan meninggalkan area kantin.


" Eh mau kemana lo Mo ?! " Teriakan Deana diabaikan oleh Moza yang sudah menjauh pergi.


" Siapa si yang nelfon sampai harus jauh-jauh gitu ?! Gak biasanya tuh anak begitu ?! " Lanjut Deana heran.


Julian yang sempat mengintip ponsel yang disembunyikan Moza malah terkikik melihat nama kontak yang menghubungi sabahatnya itu.


" Lo kenapa Jul ? Kesambet ?! " Tanya Amira yang tanpa sengaja mengamati tingkah pemuda itu.


" Gak papa, lanjut makan. " Jawabnya santai.


Dih apa tadi yang gue lihat ? ' My Hubby ', geli gue bacanya.


Julian masih diam-diam cekikikan sendiri, membuat ketiga temannya mengernyit heran sekaligus curiga.


β€’


β€’


Di satu sudut taman dekat kantin Moza menjawab panggilan telepon dari kontak asing yang ternyata adalah Hega.


Sempat kesal kenapa bisa nama kontak pemuda itu berganti dengan nama menggelikan seperti itu.


~ Dalam Panggilan Telepon ~


" Assalamualaikm. "


( Waalaikumsalam. Kenapa lama sekali jawabnya ? Kamu belum selesai KRS nya ?! )


" Sudah. " Bernada datar.


( Lalu apa yang membuatmu begitu lama menjawab panggilanku ? )


" Siapa suruh mengganti nama kontak di ponselku sembarangan ?! " Berubah ketus dan menyindir.


( Pfft.... Kamu baru sadar aku mengganti nama kontakku di ponselmu ?! )


" Iya, dan terima kasih berkat itu ponselku hampir saja masuk ke mangkuk bakso Julian saking terkejutnya saat aku melihatnya. "


( Hmmm.... Maaf aku lupa mengatakannya, tapi kamu suka kan dengan nama kontakku yang baru ?! )


" Tidak ! "


Menjawab spontan, padahal dalam hati Moza merasa nama kontak baru itu membuatnya tersipu.


( Kenapa tidak ?! )

__ADS_1


" Sangat menggelikan. Aku bahkan malu melihatnya. Aku akan segera mengg..... "


( Ehhh... Jangan coba-coba melakukannya ! ) Nada mengancam.


" Memangnya kenapa ?! " Menantang balik.


( Aku akan membuatmu menyesal jika kamu menggantinya ! )


" Memangnya apa yang akan kakak lakukan ?! "


( Coba saja jika kamu penasaran ! )


" Ish... Terserah, sudahlah kita bahas lagi nanti tentang itu. Ada apa kakak menelfonku ? "


( Aku hanya tiba-tiba merindukanmu. )


" Aku tutup ! " Berubah dingin dan datar saking kesalnya.


( Heii.... tunggu, jangan marah dulu ! Aku hanya bercanda. )


" Jadi kakak tidak benar-benar merindukanku ? Dan itu hanya candaan ?! "


Rasakan ! Giliranku yang mengerjai kakak. Siapa suruh membuatku kesal pagi-pagi begini. ~ Moza ~


Eehh... Kok dia malah terdengar lebih kesal daripada tadi si ? ~ Hega ~


( Bukan begitu, aku memang merindukanmu, tapi aku menelfon karena aku mau mengajakmu makan siang bersama. )


Moza sengaja diam saja, berpura-pura ngambek.


( Mo, kamu masih disana kan ?! Sudahlah jangan marah lagi, aku minta maaf. )


" Pffft..... "


( Kamu mengerjaiku ?! )


" Kenapa ? Kakak mau marah padaku ?! "


( Tentu saja tidak, bagaimana bisa aku marah padamu. Aku akan menjemputmu, telfon aku jika sudah mau pulang, oke ! )


" Eehhh.... Tidak kak. Jangan jemput aku ! "


( Kenapa ?! )


" Pokoknya jangan jemput aku, nanti aku akan meminta Julian mengantarku. "


( Memangnya kenapa ? )


" Aku jelaskan nanti jika kita bertemu oke. Dah.... Assalamualaikum kak. "


( Baiklah, Waalaikumsalam. )


Tut tut tut


Moza menatap layar ponselnya lagi, melihat nama kontak kekasihnya itu. Wajahnya seketika merona.


" My Hubby "


Aaaaaa.... Aku malu melihatnya. Sangat menggelikan, ingin kuganti saja. Tapi kenapa rasanya hatiku tergelitik dan jantungku berdebar hanya dengan melihat nama kontaknya si ?! Dan aku jadi tidak rela menggantinya....Aaarggghhh.... Sepertinya aku memang sudah gila !!!!


Gadis itu menggigit kecil ujung jarinya, bingun antara mau mengganti nama kontak itu atau dibiarkan saja seperti itu.


Saat tengah galaunya dirinya dikejutkan oleh datangnya seorang pemuda yang mendekatinya dan memanggil namanya.


" Moza. "


πŸ’œπŸ§‘πŸ’›πŸ’šπŸ’™β€πŸ’œπŸ§‘πŸ’›πŸ’šπŸ’™β€


Sekilas Info :


Hari ini release Chat Story pertama akuh ya


Intip-intip ya.... ( Cek Profil akuh )


Jan khawatir Babang Hega tetap prioritas utama....


πŸ‘‡ Iklan Mini Series πŸ‘‡


Ehhh lu kemarin kagak update gara2 bikin lapak baru ya !


Iihhh bukanlah, beneran lagi no ide kemarin gak update maaf ya.


Nah tuh sempetnya bikin cerita baru....


Ituh hasil keisengan akuh saja.... Pas lagi gali tanah ....


Dih ngapain lu gali tanah thoorrr...?


Eh salah pas gali inspirasi maksudnya.... Astagfirulloh....


Baca ya !!!


Ogah....


Ya udah gak usah baca ntar situ sawan.


Lah kenapa gue bisa sawan ?!


Karena situ kan masih bocah tukang ambekan (ngambekan), kagak boleh baca cerita 18+


Ahay... Aku syuka thoor 18+


Idihhh mendadak berbinar lu dengar icon 18+

__ADS_1


Hahahaha....


__ADS_2