
~~ Beberapa jam sebelumnya ~~
MOZA
Alhamdulillah ujian hari terakhir sudah selesai, saatnya bisa bersantai di kosan, rebahan seharian, nonton drama korea yang tertunda. Setidaknya itu rencanaku selepas keluar ruangan tadi. Sebelum akhirnya beberapa manusia pecinta travelling ini muncul dan mengacaukan rencana bermalas-malasanku.
" Mo, kita mau ke puncak. Nginep di villa nya bang Bara, lo ikut ya, eits lo wajib ikut maksud gue." belum sempat aku menolak Deana sudah meralat perkataannya dari nada bertanya menjadi nada memutuskan.
" Aku sibuk. " jawabku acuh sambil berjalan keluar ruangan.
" Yaelah, palingan lo rebahan sambil nangis-nangis nonton drama korea. " jawabnya kemudian yang langsung tepat mengenai sasaran.
" Males kemana-mana, pengen santai di kosan aja. " jababku mengelak.
" Kita kan ngajak refreshing Mo, bukan ngajak kerja rodi, di villa juga bisa santai-santai sambil liat pemandangan, emang gak bosen lo di kosan mulu ? " Julian yang biasanya malas berkomentar dan memilih bersikap ngikut aja sambil asyik dengan game di ponselnya malah turut menyerang, alhasil mendapat dukungan dari Renata dan Deana, sedangkan Amira tipe yang ikut saja.
" Ayolah, plisss. " rengek mereka dengan jurus andalan memelas gaya anak kucing imut mereka.
" Hmm. " jawabku pasrah. " Kapan berangkat ? " tanyaku kemudian sambil menyisir jalan keluar gedung fakultas.
" Kita ke kosan lo dulu, berangkat dari sana, nanti kak Dimas jemput disana. " jawab Deana.
" ". setengah bingung aku masih menerka-nerka maksudnya " Lah, baju kalian ? " tanyaku curiga.
" Kita udah siap-siap bawa, " jawab Amira dengan polosnya.
" Kok ? " tanyaku makin curiga.
" Udah rencana dari kemarin, Deana chat kita buat bawa langsung baju dan peralatan penting. " jelas Renata yang membuatku semakin heran.
" Kenapa aku gak di chat ? " aku mulai kesal.
" Kalo gue bilang dari kemarin, lo bakal siapin puluhan alasan buat gak ikut. Yah gue bilang juga ke mereka buat kasih tahu lo dadakan aja, lagipula kosan lo kan deket ini, ambil barang-barang bisa cepet. Masih jam satu juga, sekalian beresin keperluan lo, sambil tunggu kak Dimas jemput. " jawab Deana panjang lebar membuatku tak bisa lagi membantah karena alasannya memang masuk akal.
" Jul, kita ke kosan Moza dulu. " kata Deana lagi.
" Oke. Gue beli cemilan dulu di minimarket, Mir temenin gue yah " katanya pada Amira.
" Hn. " jawab Amira mengiyakan.
Kami bertiga berjalan kaki ke kosan, sedangkan Julian dan Amira pergi ke minimarket untuk membeli beberapa snack untuk bekal dijalan.
Sampai di kosan aku mandi terlebih dulu, sedangkan Renata dan Deana asyik dengan ponsel meraka masing-masing sambil rebahan di ranjangku yang berukuran sedang. Selesai mandi kuambil sebuah kaos putih berlengan pendek dan sebuah hoodie putih, sebuah jeans tujuh per delapan berwarna navi, tak lupa tas ransel berwarna hitam dan sepatu sneakers putih dengan list merah dibagian bawah.
Lalu kumasukkan beberapa baju ganti dan peralatan yang kubutuhkan.
__ADS_1
Tengah menyiapkan perlengkapan, Amira datang dengan beberapa kantong plastik berisi camilan dan minuman. Setelah selesai mengecek kembali perlengkapanku, kulirik jam dinding diatas meja belajar di sudut kamarku, jam 14.30 dan entah kapan kami akan berangkat.
Merasa mulai jenuh Renata berhambur keluar kamarku melihat ke arah halaman kosan, hanya ada Julian yang tengah duduk di kursi tamu yang ada di depan kamar.
" Mana Dimas ? " tanyanya pada Julian yang sedang asyik dengan ponsel nya, yang menjawab dengan hanya mengangkat kedua bahunya pertanda tidah tahu.
" Mana Dimas ? " tanyanya lagi, kali ini ditujukan pada Deana yang langsung direspon Dea dengan menelpon sepupunya itu.
" Bentar lagi katanya. " jawab Deana seusai menutup telepon.
" Kenapa kita gak berangkat duluan aja sih, kan Julian bawa mobil ? " katanya tak sabar.
" Liat dulu baru bicara. " jawab Amira tenang sambil memberi tanda untuk melihat keluar kamar.
" ". Kami bertiga kompak mengernyitkan dahi kami dan berhambur keluar kamarku melihat kearah halaman. Namun masih belum paham kami menoleh kearah Amira menuntut penjelasan.
" Tuh. " Amira keluar sambil menunjuk sebuah mobil type sedan berwarna biru dengan kapasitas empat orang.
" Mana mobil lo biasanya Jul ? " tanya Rena pada Julian yang biasanya selalu membawa mobil Toyota Rush berwana silver.
" Di bengkel, gue pake mobil bokab. " jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel nya.
" Katanya mau liburan malah bawa mobil ginian. " omel Renata.
Aku kembali membereskan tasku, sedangkan Deana, Renata dan Amira menemani Julian di kursi tamu. Jam 15.20 terdengar suara mobil yang memasuki halaman kosku, disusul Deana Renata dan Amira yang masuk ke kamarku mengambil tas mereka.
" Yuk, kak Dimas udah datang. " kata Deana sambil mencabut charger ponselnya dari colokan listrik di bawah meja tv ku.
Tampak Dimas tengah berdiri di samping mobil yang setipe dengan mobil milik Julian hanya saja ini berwarna putih. Setelah mengunci pintu aku segera mengikuti langkah mereka.
" Mo, gue titip mobil disini ya. " kata Julian sambil mengeluarkan tasnya dari dalam mobil.
" Iya, aku bilang pak satpam dulu. " kataku kemudian dan langsung menuju pos satpam yang ada di samping gerbang kosan. Dan kemudian masuk ke dalam mobil Dimas.
Renata dan Amira mengambil kursi paling belakang, Julian tentu saja di depan bersama Dimas, dan Deana duduk di kursi tengah belakang Dimas, tersisa satu space untukku dibelakang Julian.
Tampak jam 15.45 kami pun berangkat menuju villa kak Bara, sepupu Deana sekaligus kakak kandung Dimas.
Perjalanan diisi dengan nyanyian setengah sumbang dari Renata dan disusul beberapa ejekan dari Julian menggoda Renata yang membuat suasana makin heboh. Aku sendiri asyik dengan camilan yang dibeli oleh Julian dan Amira tadi dan sesekali menoleh ke jendela memperhatikan pemandangan di sepanjang perjalanan kami.
Sekitar satu jam lebih perjalanan Dimas menghentikan mobilnya didepan sebuah restoran, mengajak kami untuk makan terlebih dahulu.
Sampai di pintu masuk restoran, Dimas disambut oleh seorang pria paruh baya dan terlihat seperti sedang membicarakan sesuatu dan tampak pria paruh baya tersebut menunjuk ke salah satu sudut ruangan.
Deana yang mengikuti Dimas langsung setengah berlari menuju ke arah sudut ruangan yang dimaksud oleh pria tadi.
__ADS_1
Renata, Amira dan Julian berjalan mengikuti arah Deana berlari, aku sendiri berada dibelakang meraka sambil setengah meregangkan tubuhku karna lelah duduk di mobil selama lebih dari satu jam.
Tampak Deana menunjukkan jari kearah kami, dan kulihat dua orang pria yang tidak asing. Kak Bara dan temannya yang kutahu namanya dari Deana adalah Kak Hega.
Entah aku salah lihat atau bagaimana, pria yang duduk di dekat Kak Bara tampak terkejut melihat ke arahku. " agh, hanya perasaanku saja " pikirku dalam hati.
Sebenarnya ini bukan pertemuan pertamaku dengan pria itu. Bisa dibilang kami cukup sering bertemu, beberapa kali di rumah orang tua Dimas, saat aku berkunjung kesana, dan lebih sering di kafe milik Dimas.
Meskipun aku terbilang cukup akrab dengan kak Bara, namun tidak dengan pria yang kata Deana adalah atasan kak Bara di kantor sekaligus sahabatnya. Kami hampir tidak pernah terlibat dalam perbincangan apapun, hanya sesekali saling menyapa.
Berbeda dengan kak Bara yang pecicilan, jahil dan bahkan kadang genit. Pria itu lebih tampak tenang, tidak banyak bicara dan bahkan cuek, beberapa kali aku melihatnya tanpa sengaja berbicara ketus dengan wajah datar dan dingin pada beberapa wanita yang mendekatinya yang selalu saja heboh dan bahkan caper setiap kali pria itu datang ke kafe. Ya memang aku akui dia memiliki penampilan yang cukup menarik perhatian.
Tanpa sengaja tatapan kami kembali bertemu dan dia tampak sedikit tercengang yang kemudian tampak dengan cepat mengalihkan pandangannya. Aku cuek saja, toh aku tidak salah apa-apa, pikirku dalam hati. Dan langsung duduk di kursi tak jauh dari meja tempat kak Bara yang tengah bicara dengan Deana dan Dimas.
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
🌟 IKLAN 🌟
Pembaca : Mana lagi nih QOTD nya thor?
Me : Yaelah tanya lagi, episode kemarin kan udah...
Pembaca : Yah itu kemarin thor, yg ini nih kasih juga mah... 😍😍
Me : Nah, buat apa coba tiap episode kasi QOTD ? Demen banget situ aku gombalin 🤔
Pembaca : Idih ogah lu gombalin thor, gak bakal jatuh cinta juga sama lu. Gue pake status wa thor. 🤪
Me : Hadeh, enak aja aku mikir puyeng kata-kata puitis, situ tinggal copas aja. ogah....
Pembaca : Dih pelit lu thor...
Me : Biarin, aku niru situ pelit like, comment dan poin 😜😛😝
Pembaca : Idih balas dendam luh thor.... Dosa mah puasa nya... Sini sini gue like, comment dan poin
Me : Serius nih... ? Oke deh ntar aku kasih QOTD, next episode yah...
Pembaca : Yah... berarti like, comment dan poin nya juga next episode juga kalo gitu 🤣😂🤣😂
Me : Cih... dasar peritungan.
➡️➡️ Ditunggu LIKE & COMMENT NYA YAH ....❤
PLEASE DON'T BE SILENT READER......💔
__ADS_1