Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
First Kiss


__ADS_3

โš ๏ธ Mengandung adegan ๐Ÿ”ž yang membuat berdebar. Kesempatan yang sudah lama dinantikan Babang Hega ๐Ÿค—


TIDAK SUKA โžก๏ธ SKIP AJA....


Akankah Berhasil atau Gagal ?!!! Like dan komentar ya ๐Ÿ˜


Happy Reading โคโค


๐ŸŒธ


AUTHOR


CUP...


Senyum kemenangan tersungging di bibir Hega, seolah baru saja memenangkan piala kejuaraan. Sedangkan Moza masih terbelalak tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.


Tanpa sadar gadis itu menyentuh bibirnya dengan jarinya, tersisa getaran aneh yang ditinggalkan oleh sentuhan bibir Hega disana.


Tak lama kedua manik mata Moza mengerjap beberapa kali dan kemudian tampak menyipit menatap sengit ke arah Hega.


" Aaaaa..... A-pa yang kakak lakukan barusan ?! " Saat tersadar, Moza langsung memborbardir Hega dengan pukulan kecil secara acak.


" Bukankah kamu penasaran apa itu kecupan ?! " Jawab Hega santai dengan tampang watadosnya.


" Aaaa... Kapan aku bilang begitu kak ?! Dan jika memang benar aku penasaran kenapa kakak menciumku tiba-tiba tanpa ijin dariku ?! " Omelnya kesal bercampur malu.


" Kalau aku ijin dulu kamu akan menolaknya seperti kemarin. Dan aku tekankan lagi ya Momo sayang, yang barusan itu bukan ciuman tapi kecupan ๐Ÿ˜. " Terang Hega masih bernada santai, menangkap pergelangan tangan Moza yang masih memukul-mukul tubuhnya secara acak.


" Ish... Kakak benar-benar menyebalkan, kalau yang tadi itu tidak boleh disebut ciuman, lalu ciuman itu yang seperti apa ? "


Akhhhh... Mati aku.


Moza gelagapan sendiri setelah mengucapkan pertanyaan terakhir yang sangat disesalinya. Untuk kesekian kalinya Moza merutuki kebodohannya yang tidak bisa mengendalikan mulutnya sendiri, mengetuk-ngetuk dahinya dengan jarinya.


Moza segera mengalihkan pandangannya dari Hega, benar-benar gugup jika harus menatap netra hitam legam yang selalu menghipnotisnya.


Detak jantungnya tak terkontrol, Moza menggigit-gigit kecil bibirnya sendiri berusaha menormalkan kembali debaran di dadanya.


Hega menggeser tubuhnya agar semakin mendekat ke tubuh Moza, " Kamu lupa aku pernah bilang jangan melakukan ini ! "


Jarinya menyentuh bibir Moza mengisyaratkan agar gadis itu melepaskan gigitannya. Kemudian mengusap perlahan bibir Moza yang terasa lembut di jarinya.


Jarak keduanya semakin menipis, bahkan Moza sudah tidak bisa lagi mundur karena badannya sudah mentok menempel di kepala ranjang.


Hega semakin mendekat, menghilangkan jarak diantara dirinya dan gadisnya. Sangat dekat bahkan Hega bisa melihat pantulan dirinya di bola mata indah milik kekasihnya.


Moza begitu gugup, terlihat dari leher jenjangnya yang naik turun menelan saliva. Gadis itu sudah tidak bisa lagi menghindar, pemuda dihadapannya seolah tidak memberikan kesempatan untuk kabur darinya.


Hega menahan pergerakannya sejenak, namun mata elangnya tak berpaling sedikitpun dari manik mata gadisnya. Menatap lekat kekasihnya, tidak ada nafsu dalam sorot mata itu, hanya ada cinta dan penghargaan terhadap gadis dihadapannya. Seolah Moza memang begitu berharga baginya.


Hega terdiam sesaat, seolah menunggu reaksi dari kekasihnya, pemuda itu tentu akan menerima jika kali inipun Moza menolaknya.


Tapi cukup lama mereka bertahan dalam posisi yang sangat dekat itu. Hingga Hega yakin jika tidak tersirat penolakan sedikitpun dari bahasa tubuh kekasihnya.


Hega mulai bergerak perlahan, membelai lembut pipi mulus Moza dengan tangan kanannya, tatapan matanya beralih pada bibir mungil berwarna peach yang selalu membuatnya tergoda untuk mengecupnya.


Perlahan namun pasti, Hega mendaratkan ciuman lembut di bibir Moza. Tangan kiri Hega sudah melingkar di pinggul Moza, menarik tubuh gadis itu agar semakin dekat padanya.


Tidak ada penolakan, Moza masih terdiam di tempatnya, kedua bola mata cantik Moza mengerjap beberapa kali hingga akhirnya mulai terpejam perlahan, memberikan keyakinan pada Hega jika ia bisa melanjutkan apa yang sudah dimulainya.

__ADS_1


Saat tangan kirinya semakin mengeratkan pelukannya, tangan kanannya yang semula berada di pipi Moza beralih meraih tengkuk Moza. Hega mulai memperdalam ciuman di bibir Moza dengan sangat lembut, menjelajahi bibir polos gadis itu, mencecap dan menikmati rasa manis dari setiap sudut bibir gadisnya yang terbuka secelah.


" Bernafaslah Momo sayang. " Ucap Hega di sela ciumannya.


Hega kembali meraup bibir mungil yang selama ini didambanya, m*l*mat bibir atas dan bawah Moza secara bergantian, mencoba memperdalam lumatannya hingga dirasakannya nafas Moza mulai terputus-putus.


Hega melepaskan pagutannya, memberi ruang agar Moza mendapatkan kembali oksigen sebanyak-banyaknya. Kemudian mendaratkan satu kecupan di kening gadisnya dan sekali lagi menjatuhkan kepala Moza di dada bidangnya.


Tentu saja itu belum cukup baginya, tapi Hega tahu jika dia harus berhenti disini. Bagaimanapun ini adalah pengalaman pertama bagi Moza, walaupun ini juga ciuman pertama Hega, tapi bagi seorang gadis tentu saja berbeda.


Bagi Moza yang masih polos dalam hal percintaan, tentulah gadis itu hanya pasif saat mendapatkan ciuman pertamanya, mengikuti apapun yang dilakukan Hega tanpa bisa membalas ciuman kekasihnya.


Berbeda dengan Hega, meskipun ini juga pertama kali baginya, tidak sulit bagi Hega melakukannya. Hega juga pria normal yang bertindak sesuai insting dan nalurinya sebagai pria dewasa.


Walaupun jantungnya juga berdetak lebih cepat dari biasanya, sama halnya seperti yang dirasakan oleh gadis yang saat ini sudah berada dalam pelukannya.


Debaran mereka seolah saling bersahutan, bahagia ? tentu saja mereka bahagia. Author aja bahagia ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜.


Kalian yang baca bahagia juga gak ?!!! ๐Ÿ˜


Hega hendak melepaskan pelukannya, tapi Moza justru memperat dekapan tangannya yang melingkar di punggung Hega.


" Kenapa ? Kamu belum puas dipeluk ? " Tanya Hega jahil, nyatanya dia tahu apa alasan Moza tak mau melepas pelukannya. Hega tahu kekasihnya itu sedang merasa malu setelah berciuman dengannya.


Moza masih membisu, hanya menjawab dengan gelengan kepala di dada Hega.


" Lalu kenapa ? "


" Aku malu kak, kenapa kak Hega gak peka si ? " Omel Moza dengan wajah masih mendusel di dada bidang kekasihnya.


" Pfft... Ya Tuhan, bagaimana aku bisa tahan jika gadisku seimut ini. "


" Jadi sekarang kamu sudah tahu kan bedanya kecupan dan ciuman ? " Hega semakin melancarkan kejahilannya, sangat bahagia rasanya melihat reaksi menggemaskan kekasihnya yang teramat polos itu.


" Kaaakkk...!!! " Teriak Moza kesal dengan wajah masih tersembunyi di dada Hega.


" Apa Momo sayang ?! " Balas Hega dengan nada mesra seraya membelai rambut panjang kekasihnya.


" Uhukkk.... Jangan panggil aku seperti itu kak, terutama saat ini. " Protes Moza semakin kesal.


" Kenapa ? "


" Kakak seneng ya aku jantungan tiap denger kata-kata manis kakak ?! "


" Mana mungkin ?! Aku lebih senang melihat pipimu yang memerah menggemaskan ini. " Ucap Hega sambil melepas pelukannya dan menangkup pipi Moza dengan kedua telapak tangannya.


" Aaa.... Hentikan, jangan lihat aku kak ! Kenapa kakak terlihat biasa saja si ?! " Omel Moza yang kesal melihat ekspresi Hega yang terlihat tidak canggung sama sekali setelah adegan ciuman yang membuat dirinya berdebar dan hampir pingsan karena kehabisan nafas tadi.


Haaaahh....Kalau saja kamu tahu jantungku juga terasa mau meledak sama seperti yang kamu rasakan Momo sayang. ~ Hega ~


Nyatanya Hega juga merasakan hal yang sama dengan kekasihnya, debaran di hatinya dan jantungnya berdetak sangat cepat. Benar-benar seperti habis maraton berkilo-kilo meter.


" Ekhem... Kamu mau tahu rahasia agar rasa gugup dan malu-malumu ini segera hilang, hm ?! " Ucap Hega berusaha mencairkan kecanggungan diantara mereka.


" Apa ? " Tanya Moza dengan polosnya, belum menyadari ada maksud tersembunyi dibalik ucapan Hega.


Hega mendekatkan kembali wajahnya ke wajah Moza, " Ayo kita ulangi lagi ciumannya ! " Ucapnya menggoda dengan senyum tersungging di bibirnya. Binar nakal tampak menari-nari di kedua mata pemuda tampan itu.


" Aaarrrghhh..... " Moza sontak berteriak dan reflek mendorong tubuh Hega agar menjauh darinya.

__ADS_1


BRUK....


Tapi bukannya menjauh malah tubuh Moza ikut tertarik saat tubuh Hega terdorong dan jatuh terbaring di ranjang, karena dengan cepat lengan Hega sudah kembali melingkar di pinggul Moza saat gadis itu berteriak.


DEG...


โค๐Ÿ’›๐Ÿ’™๐Ÿ’š๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿ’œ


~ Lagi-lagi Iklan UnFaedah....~


Me : Jan lupa like dan komentar ya sayang, vote juga yah ๐Ÿ˜˜. hargai kerja keras Author membuat episode yang bikin author guling-guling sendiri karena geli. (sampai suami melotot ngeri lihat kelakuanku yang senyum2 sendiri)


Hega : Tapi gue suka thoor. Sering-sering lu bikin episode beginian.


Me : Uogah.... Lu pikir nulis beginian gampang apah ? Gue bisa muak tau kalo kebanyakan.


Lagian juga tadinya gue mau gangguin aja adegan ciumnya, cuma mendadak keinget kalau lu nyimpen centong ma bakiak emak gue. Gue takut lu balas dendam getok pala gue yang gagalin modus lu. ๐Ÿ˜“๐Ÿ˜–


Hega : Untung masih gue simpen tuh benda ajaib emak lu thor. ๐Ÿ˜๐Ÿ˜ Banyakin lah scene romantis gue thorr...


Me : Ya ntar kalau banyak like comment dan vote nya. Gue Pertimbangkan ulang ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


...๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ...


...Semangat para author ada karena dukungan kalian...


...Mari dukung para penulis dalam negeri dengan memberi apresiasi berupa Like, Komentar dan Vote ya ๐Ÿ˜...


...๐Ÿ’ฎ...


...All the authors whose works you read...


...Please appreciate their efforts...


...Please support us......


...๐Ÿ’š...


...Like...


...โค...


...Comment...


...๐Ÿ’œ...


...Vote ๐Ÿ˜˜...


...๐Ÿงก...


...Follow Author ya ๐Ÿ˜˜...


...๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ๐ŸŒŸ...


โžก๏ธ Maaf Ya jika kurang Hot, Mau yang berasa lebih Hot bacanya deketan sama kompor !!! ๐Ÿ˜†


Ntar kalau terlalu Hot di report akuh malah ngenes, capek2 mikir dan nulis kena report ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Kalian jangan gituh ya, gak suka skip aja. Jangan main lapor2 ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ

__ADS_1


...โš ๏ธ MAAF KEMARIN TIDAK ๐Ÿ†™๏ธ KARENA AUTHOR MIGREN SEHARIAN, MOGA EPISODE INI LOLOS REVIEW DAN TERBANG TANPA REVISI YA.......


__ADS_2