Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
Tantangan Terakhir


__ADS_3

AUTHOR


Entah kenapa seketika Moza merasa merinding dengan pertanyaan yang akan dilontarkan sahabat gila kekasihnya itu. Moza benar-benar ingin segera kabur saja dari tempat itu.


Pertanyaan sebelumnya saja sudah membuat dirinya malu setengah mati, bukan hanya karena jawaban yang keluar dari mulutnya tapi justru lebih karena jawaban Hega yang benar adanya dan diucapkannya dengan sangat santainya itu.


Derka melihat ekspresi gelisah Moza yang menggemaskan, berbanding terbalik dengan tatapan horor di wajah pria yang ada di samping gadis itu. Seolah mengisyaratkan untuk menghentikan kegilaannya sekarang juga.


Tapi Derka sudah terlanjur basah, mau berhentipun dia tahu jika Hega mungkin sudah menyiapkan rencana untuk membalasnya. Jadi ya sekalian saja dilanjutkan.


Derka meneguk wine di gelasnya sebelum akhirnya melemparkan pertanyaan terakhir yang bagaikan bom untuk Moza.


" Siapa pasangan first kiss kalian ? " Pertanyaan Derka memancing wajah-wajah penasaran dari semua yang sedang duduk melingkar mengelilingi meja besar itu.


JEDEEER....


" Ekhem... " Dimas terbatuk kecil.


" Uhuk..... ?! " Moza benar-benar kesal mendengar pertanyaan yang semakin memalukan untuk dijawab itu.


Sedangkan Hega tampak biasa saja, karena Hega sudah dapat memprediksi rencana apa yang dibuat kedua sahabat laknat nya itu. Dan tunggu saja pembalasan darinya.


" Kak, kenapa kakak tidak menghentikan sahabat gila kakak itu si ? " Bisik Moza pada Hega.


" Biarkan saja mereka tertawa sepuasnya, aku akan membuat mereka menangis setelahnya. " Jawab Hega lirih mendekati telinga Moza dan kemudian tersenyum iblis ke arah Derka dan Bara.


" Pffft..... " Bara terkekeh melihat respon Hega dan Moza yang bertolak belakang itu, meskipun sempat ngeri juga saat sekilas ditangkapnya senyuman mengerikan dari wajah Hega.


" Lo dulu jawab Dim ! " Titah Bara.


" First kiss gue ya pacar pertama gue lah bang. " Jawab Dimas santai.


" Lah katanya gak cinta ? Kok nyosor juga lo dek ?! " Omel Bara mencela adik semata wayangnya.


" Orang dianya yang nyosor gue duluan bang, gak bisa ngelak gue waktu itu. " Jawab Dimas membela diri.


" Cih.... Bilang aja lo juga doyan Dim. Mana ada kucing nolak diumpanin ikan, hehehe..." Celetuk Julian memecah suasana.


" Hehehe... " Dimas hanya tercengir dan menggaruk belakang telinganya karena merasa canggung.


" Kalau abang ganteng gimana ? Cinta pertama dan pacar pertama kan Momo, jangan bilang kalau first kiss abang.... ???? " Goda Deana sengaja menggantungkan pertanyaanya sembari memainkan alisnya naik turun ke arah Moza.


Sontak semua mata berpindah ke arah pria yang visualnya saja bisa memikat banyak wanita itu. Hega masih tetap bersikap biasa saja meskipun jelas terlihat kekasihnya sudah salah tingkah.


" DEA.... " Moza mencubit lengan sahabatnya itu dengan kesal.

__ADS_1


" Auwww.... Peace Mo.... Gue kan kepo gitu hehehe.... " Elak Deana sambil mengusap lengannya yang nyeri.


Hega tersenyum memamerkan lesung pipinya yanh mempesona dan kemudian mengagguk pelan sebelum akhirnya menjawab secara lisan, " Ya sesuai dugaan kamu. Jawabannya masih tetap sama. "


" Kaaaakkk..... " Protes Moza sambil menggertakkan giginya menahan malu yang tiada tara.


" Hmm. Apa Momo sayang ? " Jawab Hega mesra seraya membelai rambut panjang Moza yang tergerai tak lupa tersenyum manis pada kekasihnya itu, membuat para gadis yang melihat adegan itu ikut baper dibuatnya.


Tentu saja kecuali Alina yang merasa sangat cemburu, gadis itu terlihat menggigit bibirnya menahan sakit di hatinya. Tangannya meremas-remas ujung dressnya di bawah meja.


Dimas sendiri mulai bisa mengendalikan hatinya, pemuda itu benar-benar sudah memantapkan hati untuk mengikhaskan cintanya pada sahabatnya itu. Melihat Moza bahagia lebih membuatnya harus berbesar hati menerima kenyataan jika gadis itu tidak bisa dimilikinya. Dan persahabatan menjadi satu-satunya hubungan diantara mereka, yang Dimas sendiri tidak ingin menghancurkan batas terakhir hubungan mereka dengan keegoisan.


Sedangkan disisi lain Derka dan Bara terlihat merinding melihat kelakuan sahabat mereka yang selama ini terkenal kaku dan dingin itu tiba-tiba bersikap menjadi begitu manis.


" Kenapa kakak jujur sekali si ? " Bisik Moza kesal.


" Ya kan memang permainannya Truth Momo sayang. " Ujar Hega lirih membela dirinya sendiri.


" Kalau lo dek ?! " Tanya Bara pada Moza.


" Heummm ?! " Seketika Moza menoleh pada sumber suara dan menatap ketus pada kakak sepupu Deana itu.


" Lo kan belum jawab pertanyaan tadi. "


Lagi-lagi Moza tersudut, ditutupnya rapat-rapat bibirnya yang terasa kelu. Semua mata masih mengarah padanya. Dan penontonpun harus menelan kekecewaan saat gadis itu meraih gelas jus limau di hadapannya pertanda Moza memilih pass. Dan tentu saja Hega yang meminumnya.


" APAH ?! "


" Jadi sebagai satu-satunya yang tidak bisa menjawab pertanyaan akhir, harus melakukan satu hal yang diminta oleh sang Raja, yaitu gue. Hahaha.... " Derka tergelak dengan puasnya, dan melakukan toss dengan Bara karena berhasil mendapatkan mangsa yang diincarnya.


Ayo Ga ! Lo pasti gak akan biarin kekasih tercinta lo melakukan hal-hal aneh kan ?! ~ Bara ~


" Kak. " Rengek Moza sangat pelan di telinga Hega.


" Tenang saja, sasaran mereka itu bukan kamu. " Bisik Hega sembari mengelus punggung tangan Moza menenangkan gadis itu.


" Eh... " Moza reflek menoleh dan menatap manik mata Hega menuntut penjelasan


" Kamu cuma umpan Momo sayang. " Jawab Hega masih berbisik.


" Maksudnya ?! " Namun Moza masih belum mengerti maksud kekasihnya itu.


Hega memang suka bermain teka-teki, jarang sekali dia menjelaskan sesuatu hal dengan jelas dan lebih senang melihat lawan bicaranya menerka-nerka setiap ucapannya.


" Lo udah siap kan adik ipar ?! " Ucap Derka.

__ADS_1


" Ah.... " Moza terlalu bingung mau menjawab apa dan akhirnya hanya mengangguk pasrah.


" Tantangannya yaitu.... " Derka sengaja menggantung ucapannya, memancing reaksi yang ditinggunya dari pria yang ada di samping sang umpan.


" Gue yang akan mengantikannya Der. " Tegas Hega memotong ucapan Derka.


Dan benar saja apa yang diduga oleh Hega, Moza hanyalah umpan untuk membuat agar Hega dengan sukarela mengikuti kemauan gila kedua pria itu.


" YES.... " Ucap Derka dan Bara hampir bersamaan, benar-benar seperti kelakuan dua bocah kecil yang bahagia setelah memenangkan sebuah permainan.


Kemudian secara reflek Derka dan Bara kembali ber toss ria dan mengerlingkan satu mata mereka.


Hega menatap datar pada kedua sahabat gilanya itu, Aliza yang ada di samping Bara hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan usil kekasihnya itu pada sahabatnya.


" Sepertinya kekasih kamu butuh di terapi. " Ucap Hega pada Aliza dengan tatapan mengejek ke arah Bara.


" Ya, akan aku jadwalkan untuk memeriksa apa sebenarnya yang ada di dalam otaknya. " Jawab Aliza datar membuat tawa riang menggema.


" Masa bodo, yang penting sekarang kita bisa nyuruh lo ngelakuin apa aja kemauan kita. Iya kan Der ?! " Balas Bara bangga dan dijawab anggukan oleh si dokter yang kelakuannya sebelas dua belas dengan dirinya itu.


" Memangnya apa yang kalian mau, hah ?! " Tantang Hega dingin.


Aaaaaa.... Kenapa teman-teman kakak tidak ada yang waras si ? Mereka mau minta apa lagi coba ?! Dan kenapa kakak tenang-tenang saja begitu ? Bagaimana kalau mereka minta kakak melakukan hal yang memalukan coba ?!


Akh.... Aku tidak mau tahu.... Mending aku pergi saja dari sini. Eh... Tapi masa aku membiarkan kak Hega malu sendirian si ? Kan tadi harusnya aku yang kena hukuman. Aishhh.... Ya sudahlah.


Gumam Moza dalam hati.


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


...Terima kasih atas dukungan teman-teman semua selama ini ya.......


...I ❀ U FULL...


...TETAP JANGAN LUPA...


...LIKE...


...KOMENTAR...


...VOTE...


...Ya sayang...


OH Iya siapa yang kemarin komentar jawab jika last question nya FIRST KISS ???

__ADS_1


Selamat ya kamu benar, hadiahnya minta Bang Der aja ya.... Thor lagi tanggal Tua 😁😁😁


__ADS_2