Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
Lagi - Lagi Mimpi Itu


__ADS_3

AUTHOR


Akhirnya setelah beberapa hari, Hega memutuskan pulang ke apartemennya. Membersihkan diri dan bersujud di atas sajadah di salah satu ruangan yang dijadikannya mushola khusus yang ada di salah satu sudut apartemennya.


Kemudian membaringkan dirinya di ranjang yang sudah beberapa hari ini tak digunakannya. Dengan susah payah akhirnya terlelap dalam tidurnya.


Hanya kamu yang bisa saya percaya menjaga adik saya.


Tidak ada seorangpun lelaki yang pantas menjadi pendampingnya selain kamu


Berjanjilah jika suatu saat saya tidak bisa menjaganya,


Maka kamu akan ada disisinya


Kamu yang akan menjaga dia untuk saya...


Bersumpahlah Sahabatku, Hega Airsyana Saint....


Hega tersentak dari tidurnya, setelah sekian lama mimpi itu tak pernah mendatanginya. Diusap wajahnya kasar dengan telapak tangannya, nafasnya sedikit terengah-engah.


Untuk pertama kalinya sejak satu tahun yang lalu, wajah yang tampak tak asing baginya itu kembali mendatanginya dalam mimpi.


Mimpi yang selalu datang hampir setiap malam, mimpi yang belum dia pahami maksudnya selama 11 tahun terakhir ini.


Dia bahkan tidak ingat siapa pemuda yang selalu mendatanginya dalam mimpi itu.


Hingga beberapa waktu lalu saat sang kakek datang ke kantornya. Perbincangan panjang yang sangat membuatnya terguncang, sedikit membuka memorinya tentang siapa sosok dalam mimpinya itu.


Dilangkahkan kakinya menuju dapur, mengambil sebotol air dingin dari lemari es, meneguknya hingga tandas.


Teringat memori 11 tahun lalu bersama sahabatnya bernama Arka meninggalkan kenangan indah persahabatan sekaligus memori buruk dalam tentang masa lalunya, kenangan yang sempat terputus-putus dalam memorinya karena sebuah insiden yang disembunyikan oleh keluarganya.


Dan kenyataan yang baru diketahuinya, rahasia yang disimpan keluarganya selama lebih dari 10 tahun ini membuatnya semakin tak berdaya dan terpaksa menerima perjodohan ini.


Dan diputuskan akan menemui gadis yang dicintainya, menyelesaikan semuanya dengan jalan terbaik yang telah dipikirkannya sejak pembicaraannya dengan Bara dan Julian siang tadi.




🍒🍒🍒


Disisi lain, dengan susah payah Moza meyakinkan adiknya bahwa dirinya baik-baik saja. Menghalangi adiknya yang bersikeras untuk memperpanjang kunjungannya di kosan sang kakak.


Apalagi setelah keributan di mall waktu itu.


~~ Flashback ~~


Moza tiba di kamar kosnya, menjatuhkan tubuhnya di atas ranjangnya. Air mata yang sedari tadi di tahannya tumpah tanpa bisa dikendalikan.


Ditatapnya beruang raksasa di sampingnya, kemudian dijatuhkan kepalanya di dada beruangnya.


Kenapa kakak jahat sekali padaku ? Bukankah kakak bilang akan menemuiku dan menagih jawabanku ? Tapi kenapa ? Hiks ... hiks....


Gumamnya lirih dengan sesenggukan sambil memukul-mukul si beruang yang tak bersalah itu.


Selang beberapa lama kemudian Ryuza dan Deana sudah sampai di kosan Moza, dengan terburu-buru Ryu membuka pintu kamar kakaknya. Kekhawatiran terukir di wajah kedua orang itu.


" Kak... "


" Mo.... "


Ryuza dan Deana memanggil gadis itu bersamaan, namun tidak ada sahutan dari gadis itu. Antara lega dan cemas menyeruak di hati Dea dan Ryu saat mereka lihat gadis itu jatuh tertidur di atas tubuh beruang raksasa.


Deana pamit pulang, meminta Ryuza menghubunginya kapanpun jika terjadi sesuatu pada sahabatnya itu.

__ADS_1


Ryu duduk di pinggir ranjang sang kakak, mengelus kepala dan pundak sang kakak.


Kak, kenapa kamu tidak bercerita padaku ? Apakah aku adik yang tidak bisa dipercaya dimatamu ?


Gumam pemuda itu sambil menatap sendu sang kakak yang sudah terlelap dalam tidurnya. Sedikit banyak Deana sudah menceritakan apa yang terjadi antara kakaknya itu dengan pria yang mereka pukul tadi di mall.


Ryuza akhirnya merebahkan dirinya di kasur busa yang ada di lantai, tempat dia tidur selama menginap di kos kakaknya.




Moza tersentak bangun dari tidurnya setelah mendapatkan mimpi buruk tentang kecelakaan yang merenggut nyawa sang kakak. Merintih dan menangis sesenggukan.


Mimpi itu bahkan tidak pernah muncul lagi hampir setengah tahun ini, tapi entah kenapa bayangan kesedihan itu datang lagi disaat yang sama dengan hatinya yang tengah terluka.


Keringat membanjiri wajahnya dan nafasnya naik turun tidak beraturan. Dia turun dari ranjang dan menyisir rambutnya kebelakang.


Mimpi yang sama berulang kali walaupun dia tahu jika itu bukanlah mimpi, melainkan kenangan masa lalu. Diliriknya jam dinding di atas televisi di depan ranjangnya, pukul 1 malam.


Dia menoleh ke kasur busa yang ada di lantai, kosong tak tahu kemana sang adik, tatapannya menyisir ke segala arah mencari keberadaan yang adik.


Mendengar rintihan dan tangisan sang kakak, Ryuza yang sedang berada di kamar mandi keluar dengan terburu-buru.


" Kakak kenapa ? Kakak mimpi buruk ? " Tanya Ryuza cemas sambil menangkup pipi sang kakak dengan kedua telapak tangannya.


Gadis itu hanya menggeleng.


" Kenapa kamu belum tidur ? " Tanya Moza mengalihkan tatapan sang adik.


" Aku hanya terbangun karena ingin ke kamar mandi. " Jawab Ryuza masih dengan nada cemas, masih menatap mata kakaknya.


" Kakak menangis di taxi sampai mata kakak membengkak seperti panda begini ? " Tanya Ryuza mengusap mata sembab sang kakak sedikit bernada imut jahilnya untuk memancing senyum di wajah kakaknya itu.


" Memangnya kakak ABG SMA apa ? Kakak masih punya malu dek. " Ucapnya Moza bingung antara ingin menangis lagi atau tersenyum mendengar godaan sang adik, kemudian dengan sedikit kesal memukul dada bidang adik kesayangannya yang justru tersenyum jahil.


" Hentikan dek. " Ucap Moza menepis tangan Ryu karena merasa geli dan tidak nyaman terus diusap-usap seperti itu.


Hendak turun dari ranjang, Ryuza menarik kepala kakaknya dan membenamkannya di dadanya.


" Menangislah lagi kak jika itu bisa membuatmu lega, aku akan selalu ada untuk kakak. Aku bahkan sudah memukulnya sampai berdarah-darah. " Ucap Ryuza mencoba menenangkan sang kakak.


Namun apa yang diucapkannya justru membuat gadis itu terkejut, mendorong tubuh adiknya. Menatap bola mata adiknya.


" Apa yang kamu bilang tadi dek ? " Tanya Moza cemas.


" Apa kak ? " Pemuda itu malah balik bertanya karena bingung dengan respon sang kakak.


" Siapa yang kamu pukul hingga berdarah ? " Tanya Moza menyelidik dengan tatapan tajamnya.


" Siapa lagi memangnya ? Ya tentu saja pria yang membuat kakak menangis. Aku memukulnya setelah Kak Deana memberikan tinju dua kali di perut dan wajahnya. " Jawab sang adik tanpa rasa bersalah.


" Apa ? ! Deana melakukan apa kamu bilang ? " Moza semakin tercengang tak percaya dengan ucapan sang adik.


" Ah kakak kenapa sih ? Aku bilang Kak Dea memukul pria itu, kalau tidak salah tadi kak Dea menyebut namanaya siapa ya ? Hmmmm..... Hega kalau tidak salah. Ah aku tidak peduli, toh pasti pukulanku lebih menyakitkan dari tinju kecil milik kak Dea yang pendek itu. " Ucap Ryu menyeringai, menjelaskan panjang lebar belum menyadari perubahan mimik wajah sang kakak.


Moza beringsut dari duduknya, seketika merasa tenaganya benar-benar habis. Terbayang apa yang dilakukan dua orang ini pada pemuda itu.


Kalau Deana aku tidak khawatir, tapi Ryu ? Anak ini kan sabuk hitam Taekwondo dan Karate sekaligus, arrghhhhh..... Apa sih yang sebenarnya mereka pikirkan hingga berbuat bar-bar seperti itu ?!


Gumam Moza dalam hati, raut mukanya pucat memikirkan apa yang terjadi pada pria yang dicintainya. Bagaimanapun pria itu masih begitu berarti untukknya.


Ahhh... Tidak, ini salahku. Kenapa aku pergi begitu saja dari sana. Seharusnya aku pura-pura tidak melihat apapun tadi. Setidaknya Ryu tidak akan terlibat.


Gumamnya lagi masih dalam hati menatap kembali adiknya yang seolah bertanya-tanya apa yang sedang kakaknya itu pikirkan.

__ADS_1


" Kak, wajahmu pucat. Apa kakak sakit ? " Tanya Ryuza cemas dengan menangkup kembali wajah sang kakak dengan kedua telapak tangannya.


🌟


Moza lagi kena penyakit patah hati 💔💔


Tapi masih sempet-sempetnya khawatir sama Babang Hega 😍😍


Enaknya mau beneran dipisahin aja atau langsung disatukan atau dicarikan pasangan lainnya yah ? 🤔🤔


atau


Dilama-lamain ceritanya supaya macam sinetron tv ? 😁😁😁


🌟


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


🌟 IKLAN 🌟


Me : Udah segitu dulu ya, udah cukup puas kan ?! 😁😁😁


Pembaca : Cih apaan thor, gak jelas lu. Gantung mulu, dikira gue jemuran apa ?


Me : Hahaha.... biar semangat like dan comment akuh, tapi comment yang baik-baik yah 😍


Pembaca : Ogah, gue lu php in mulu. Kemarin-kemarin part nya sweet terus, sekarang lu gantungin terus....


Me : Hei namanya juga hidup, naik turun atuh.... Akuh aja pernah baca tulisan sebelah ceritanya happy happy mulu eh yang baca kommenya mah -> yang datar lah, gak seru lah, gitu-gitu aja lah.


Eh pas dikasih konflik malah dibilang macam sinetron tv ikan terbang, hadeh.... 😤


Sebenernya maunya pembaca nih gimana sih bingung akuh tuh 🤔🤔🤔🤔


Pembaca : Gue sukanya di gombalin, dibaperin macam babang Hega yang so sweet sama Moza....


Me : Awas dirimu ntar diabetes kebanyakan yang sweet - sweet .....


Pembaca : Sialan lu thor. Dah mah jangan tulis iklan mulu... Gak jelas lu, nulis next part aja sono....


Me : Hehehe.... lagi belum ada ide bambank..... Makanya ini nongrong dulu sama dirimu, ngopi lah bentar cari ide. Sukur-sukur ada yang kasih like, koment dan vote 🤣🤣🤣🤣


Pembaca : Maunya lu....


Me : Biarin 😝😝😝


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


➡️➡️ Ditunggu LIKE & COMMENT NYA YAH ....❤


PLEASE DON'T BE SILENT READER......🌹🍁☘.


Bantu VOTE agar karya ini UP yah....


Dukung akuh agar semangat MengHALU..... 😍😍


Terima kasih 😊😘😘😍


Jangan ragu tinggalkan jejak kritik dan saran ya 😊😘😍💕💕


Jangan lupa kasih akuh vitamin


✔ LIKE 👍


✔ COMMENT ✍💌

__ADS_1


✔ VOTE 💱💲 yah 💋💋💋


__ADS_2