Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
Terungkap


__ADS_3

AUTHOR


Libur semester hampir usai, hari ini Moza akan kembali bertemu dengan semua sahabatnya di kampus untuk sekalian mengurus KRS.


Hari ini sebenarnya Hega ingin menemani Moza tapi terpaksa diurungkannya karena ada rapat penting di kantor.


Untunglah semua luka Moza sudah sembuh, bahkan memar di dahi dan luka baret di pipinya pun benar-benar hilang sepenuhnya. Seolah luka itu tak permah ada sama sekali.


Salep luka yang dikirim oleh Derka benar-benar ampuh, entah darimana dokter muda itu mendapatkannya.


Saat ditanya si katanya langsung dikirim dari dokter spesialis dermatologi dari Korea. Entahlah benar atau tidak.


Atas permintaan Hega, Julian dengan senang hati memberi tumpangan pada sahabatnya yang sekarang sudah resmi menjadi kekasih boss nya itu.


Apalagi rumah Julian berada tidak jauh dari area privat rumah besar keluarga Saint.


โ€ข


โ€ข


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


" Ingat ya Julian, jangan cerita apapun tentang kecelakaan aku. " Titah Moza sebelum turun dari mobil Julian.


" Siap Nyonya Boss. " Jawab Julian dengan memberi gerakan hormat.


" Ishhh.... Soal itu juga, jangan cerita-cerita. " Gadis itu menambahkan.


" Kenapa ? Mereka juga pasti ikut seneng kalau tahu lo udah jadian sama bang Hega. Terutama sohib posesif lo itu. Hehehe. " Seringai Julian.


" Biar aku yang cerita nanti pas waktunya tepat. Girls time Julian, you know ?! "


" Okey. " Julian pasrah.


Arrgh... Seandainya lo tahu Mo jika kecelakaan yang menimpa lo itu ternyata rencana seseorang.


โ€ข


โ€ข


~ Flashback ~


Lantai 15, Golden Imperial Group.


Setelah beberapa hari tidak muncul di kantor karena menemani Moza di rumah besar, Hega kembali pada rutinitas kerjanya.


" Anita, bawa semua berkas-berkas yang harus saya tanda tangani. Dan siapkan rapat pukul 9 nanti dengan seluruh direktur cabang Hotel Imperial. Dan minta Julian segera menemui saya begitu dia datang. " Perintah Hega pada sekretaris pribadinya sebelum memasuki ruangan yang ditinggalkannya selama beberapa hari ini.


" Baik Presdir. " Jawab Anita sambil menunduk sopan.


Dari pagi Hega sudah disibukkan dengan banyak dukumen di mejanya, kacamata yang bertengger di hidungnya menandakan dirinya sedang dalam mode gila kerja.


Julian menginformasikan beberapa agenda kegiatan yang harus dihadiri oleh atasannya itu dan juga beberapa janji dengan beberapa pejabat negeri ini.

__ADS_1


Hega beberapa kali mengangguk atau sekedar berdehem menanggapi laporan asisten pribadinya itu.


Di ruang rapat tepat pukul 9 pagi, rapat yang membahas perihal proyek yang tengah ditangani oleh Hotel Imperial.


Imperial Hotel mendapat kepercayaan menjadi salah satu vendor untuk acara Internasional yang diadakan di Indonesia. Acara yang akan dihadiri oleh banyak tamu penting baik dari dalam negeri ataupun luar negeri.


Setelah sekitar satu jam setengah berada di ruangan rapat dan mengevaluasi laporan persiapan dari manajer hotel cabang yang terpilih. Tentunya juga cabang utama Hotel Imperial yang dipegang oleh sang papa Aryatama.


Memastikan seluruh cabang hotel yang terpilih agar mempersiapkan sesempurna mungkin, karena ini akan mempengaruhi image Imperial Hotel secara keseluruhan.


Hega kembali ke ruangannya diikuti Anita di belakangnya, Julian ditugaskan melanjutkan rapat, memberi arahan dan masukan pada beberapa point persiapan yang dirasa kurang sempurna.


" Darimana aja lo Bar ?! Lo lupa ada rapat Imperial Hotel hari ini ?! " Tanya Hega saat memasuki ruangannya dan mendapati sahabatnya sekaligus wakil Presdir GIG itu sudah duduk manis di sofa dengan muka seriusnya.


" Udah ada lo disana buat apa ada gue, lagipula urusan gue lebih penting. "


" " .


" Coba lo lihat ini ! " Menyodorkan amplop coklat besar yang.


Hega duduk di kursi kebesarannya, membuka amplop coklat dan mengeluarkan isinya.


" Selena Atmaja Grace ?! Jangan bilang kalau perempuan ini....? " Mengalihkan pandangannya dari berkas di tangannya ke arah Bara yang masih berdiri bersandar di meja kerja Hega.


" Sayangnya dugaan lo bener, dia adik Berlinda Grace, lebih tepatnya adik tiri, anak dari istri kedua Joseph Grace. " Jelas Bara manggut-manggut.


" Jadi lo menduga Berlinda meminta bantuan adik tirinya untuk mencelakai Moza ? " Tanya Hega menyelidik.


" Awalnya juga gue berfikir begitu, tapi sayangnya kemungkinannya kecil. " Jawab Bara.


" Mereka itu saudara tiri, lebih tepatnya saudara tiri yang tidak akur. Bahkan cenderung seperti musuh, apalagi Joseph Grace pastinya lebih menyayangi putri kandungnya Berlinda dan memberikan apapun yang anaknya itu minta, meskipun dia juga tetap memberikan materi yang cukup untuk Selena, tapi itu tak membuat si anak tiri puas. " Terang Bara.


Hega hanya berdehem mendengar penjelasan sahabatnya, dan mencoba mencari benang merah disana.


" Satu lagi yang harus lo tahu. " Lanjut Bara.


" Apa ?! " Hega kembali membaca berkas di tangannya, mencoba mencari sesuatu yang mencurigakan yang bisa menjadi petunjuk.


" Atmaja, apa lo gak teringat sesuatu mendengar nama itu ? "


Hega berfikir sejenak, Atmaja, atmaja, mengulang nama itu beberapa kali di kepalanya. Kemudian secepat kilat menatap lagi ke arah Bara.


" Yup, keluarga angkat dari ibu tiri lo. Tante Rasti. "


Brakkk.....


Hega seketika murka dan membanting berkas di tanganya ke atas meja.


" Eitsss... Tapi lo jangan dulu berfikir negatif Ga. Belum tentu ini ada hubungannya dengan Mama tiri lo. " Bara yang mencoba menenangkan malah semakin membuat sahabatnya itu kesal dan murka.


" Bar, dia bukan mama tiri gue kalau lo lupa, jangan lo sebut dia dengan istilah itu. Perempuan itu cuma istri papa gue, cuma ibunya Rania, dan tidak ada sangkut pautnya dengan gue. " Ucap Hega dengan selalu menekankan kata cuma dalam setiap kalimatnya.


" Oke, oke... maksud gue tante Rasti. Lagipula Ga, lo tahu kan kalau tante Rasti itu udah dibuang dan putus hubungan dengan keluarga Atmaja. " Bara mengingatkan.

__ADS_1


" Tapi semua kemungkinan bisa saja terjadi kan Bar ?! "


" Iya juga sih. Tapi..." Kalimat Bara terpotong oleh suara pintu.


Ceklek.....


" Maaf Bang, gue gak ketuk pintu. Gue buru-buru soalnya mau ada keperluan, dan ini berkas yang Bang Hega minta. Sekalian gue minta cuti hari ini ya ? "


Sambar Julian yang memasuki ruangan tanpa permisi dan memotong pembicaraan kedua pria itu.


" Mau kemana kamu ? "


" Itu bang, gue mau cari Momo, kata yang punya kos dia pindah tapi gak tahu kemana. Dan gue hari ini mau ..... " Belum sempat kalimatnya terselesaikan Julian terhenti saat melihat sebuah foto terjatuh di lantai.


Foto sahabatnya yang terlihat sedang pingsan di aspal jalan area kampusnya, dengan posisi tertimpa sepeda lipat.


" Bang, ini ?! Mo-mo ? " Pemuda itu lemas dan badannya terduduk di lantai.


" Julian, tenang dan duduklah ! " Perintah Hega tegas.


Bara berdiri dan mengambil sebotol air mineral dari dalam lemari pendingin dan menyerahkannya pada pemuda itu.


" Minum dulu dek. "


" Bang ini apa ? Dan kenapa juga ada foto Selena disini ?! " Tanya Julian lagi setelah meneguk air di tangannya hingga tandas.


" Kamu kenal dengan wanita di foto itu ?! " Tanya Hega dan pemuda yang masih terlihat syok itu mengangguk.


" Iya, kakak senior satu tingkat di atas gue, tapi beda jurusan. " Jawab Julian yakin.


Beda jurusan dan beda tingkat tapi nih anak kenal ? Jangan bilang ?!


Batin Bara curiga.


" Jangan katakan wanita itu salah satu dari mantan pacar kamu atau malah masih jadi pacar kamu ? ! " Tanya Hega menahan amarah, kedua tangannya mengepal, jelas sekali jika Hega juga baru saja menduga hal yang sama dengan Bara.


Busyet nih monster beruang kutub. Instingnya tajam bener ?!


Batin Bara lagi, kedua matanya membelalak menatap sahabatnya. Kemudian beralih menatap pemuda di sampingnya.


" Dih... Bukan bang, enak aja. Gue mah juga pilih-pilih lah kalau mau cari gebetan. Mana mau gue sama yang centil-centil gitu. " Protes Julian saat mendapat tatapan mata menyelidik dari kedua pria di hadapannya.


๐Ÿ’œ๐Ÿงก๐Ÿ’›๐Ÿ’š๐Ÿ’™โค๐ŸŽ๐Ÿงก๐Ÿ’›๐Ÿ’š๐Ÿ™Šโค


Jangan pelit like dan komen ya teman-teman. Ingat Orang pelit kuburannya sempit ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Idih ngeri amat bahas kuburan yah...


Ya udah akuh ganti : Orang Pelit celananya sempit


Lah kok malah bahas celana coba.... Kagak nyambung


Bisa aja kali..,.lah kalau celana situ dah kekecilan tapi kagak mau keluar duit buat beli baru ya kesempitan lah......

__ADS_1


Isa ae lu


__ADS_2