Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
Canggung


__ADS_3

AUTHOR


Jam sudah menunjukkan pukul 19.40 malam, saat kedua mobil sampai di tempat tujuan hampir bersamaan. Tampak seorang pria paruh baya membuka gerbang villa, mobil rombongan Bara masuk terlebih dahulu disusul rombongan Dimas dibelakang.


Memasuki sebuah area villa yang cukup luas, bangunan dua lantai dengan dua kamar di lantai dua dan tiga kamar di lantai satu. Setibanya di villa, karena kelelahan semuanya memutuskan untuk langsung istirahat.


Hega dan Bara memutuskan untuk menempati kamar yang ada di lantai dua, masing-masing menggunakan satu kamar. Sedangkan Dimas dan teman-temannya menempati ruangan yang ada di lantai satu, setelah memutuskan teman sekamar, Moza dan Deana, Renata dan Amira, Dimas tentu saja dengan Julian, semuanya langsung berhampur ke kamar yang telah disiapkan dengan membawa tas masing-masing.


MOZA


Setiba di dalam kamar segera kukeluarkan peralatan ku dari dalam tas dan berhambur ke kamar mandi. Membersihkan diri adalah hal penting yang harus dilakukan selepas perjalanan yang cukup panjang. Kunyalakan pemanas air dan segera membersihkan diri, setelah beberapa saat kupakai sebuah kimono mandi yang terlipat rapi di dalam lemari kaca di sudut kamar mandi dan kupakai handukku sendiri untuk mengeringkan rambutku. Nih villa keluarga sudah kayak hotel mewah, tahu gitu tadi gak usah repot bawa peralatan mandi, pikirku dalam hati.


Saat aku keluar dari kamar mandi kulihat Deana sudah asyik terlelap di ranjang besar dengan sprei berwarna crem. Ih nih anak kebiasaan, lihat kasur langsung bawaaannya rebahan.


" Bangun, bersihin dulu badanmu. " kataku sambil menepuk salah satu kakinya, namun tak juga direspon oleh Deana, karena kesal aku sedikit tarik kakinya.


" Hei, bangun De. " kataku lagi


" Gue ngantuk, capek Mo. " katanya dengan nada malas.


" Ish.... Minimal cuci kaki lah De sama ganti baju sana, masa aku tidur bau keringet kamu. " ucapku memelas, selang beberapa saat kulihat dia berjalan dengan malas ke arah kamar mandi, tak lama kulihat dia keluar dengan sudah berkostum tidur lalu segera kembali menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang tanpa berkata apapun.


Aku menempati sebuah kamar di salah satu sudut villa dengan sebuah sofa di sudut ruangan dan jendela kaca besar menghadap ke arah kolam renang. Aku jatuhkan tubuhku perlahan di sofa panjang berwarna coklat muda itu, membuka sedikit tirai jendela, menikmati cahaya bulan yang memantul di kolam. Sambil sesekali memainkan ponsel, berusaha membuat diriku nyaman, karena satu lagi kebiasaan lamaku yang sulit dihilangkan membuatku sama sekali tidak merasakan kantuk.


Merasa tak mendapat pencerahan, kuarahkan langkah kakiku keluar kamar, eits jangan berfikir kalau aku masih memakai kimono mandi yah. Karna saat Deana tengah berada di kamar mandi aku sudah menggantinya dengan piyama tedy bear berwarna coklat muda yang kubawa dari kosan.


Kuamati beberapa sudut ruangan mencari sesuatu, saat seperti ini hot chocolate mungkin bisa membantuku lebih nyaman, pikirku. Berjalan perlahan menyusuri beberapa ruangan dan akhirnya kutemukan yang kucari, dapur. Baru saja merasa lega suara dari arah belakang membuatku terlonjak kaget dan nyaris berteriak.


" Belum tidur ? " kata pria itu dengan nada datar sambil melewatiku memasuki dapur.


" Hm. " jawabku ragu.


" Kamu mau buat sesuatu ? " tanyanya lagi tanpa menoleh kearahku dan membuka lemari kecil di atas wastafel.


" ". aku hanya mengernyit sesaat, bingung antara harus terus pada tujuanku atau mengurungkannya.


" Hot chocolate. " katanya lagi dengan nada bertanya sambil menatap ke arahku dan mengangkat sebuah kemasan coklat bubuk, yang langsung membuatku tersadar.


" Saya akan buat sendiri. " kataku kemudian sambil berjalan memasuki dapur.


" Duduklah, " katanya singkat seolah memberi perintah, yang entah kenapa aku menurut saja apa kata pria itu dan duduk di kursi didepan bar table marmer berwarna putih tulang.


Sekitar sepuluh menit berlalu, kulihat dia tengah menuangkan air ke dalam dua cangkir yang ada di atas meja. Mendorong satu cangkir ke arahku setelah mengaduknya, dan melanjutkan mengaduk cangkir miliknya yang aku yakin dari aromanya berisi kopi.


" Terima kasih. " kataku kemudian sambil berlalu meninggalkan dapur dan pergi ke arah ruang tengah, duduk di sofa panjang dan menyalakan televisi.

__ADS_1


Aku bingung dengan kelakuanku sendiri, sejak kapan aku jadi secanggung ini berhadapan dengan pria itu. Padahal sebelumnya kami selalu bersikap biasa saja, meskipun hampir tidak pernah terlibat pembicaraan. Sepertinya sejak pertemuan di restoran tadi yang membuatku merasa aneh, ditambah lagi percakapanku dengan Julian dan Amira di mobil tadi. Aku seperti secara lancang menilai seseorang secara sepihak atas dasar penglihatan dan pendengaran sekilasku saja, mungkin ini seperti rasa bersalah telah mencaci seseorang di belakang mereka padahal kita sendiri tidak mengenal dekat orang itu.


HEGA


Aku terbangun dari tidurku, kuraih ponselku di atas meja disamping ranjang, pukul 22.30. Baru dua jam ternyata, padahal rasanya sudah tidur semalaman. Sepertinya karena kebiasaanku lembur sampai malam, dan tidur beberapa jam saja, membuatku seolah sudah tidur lama meskipun nyatanya hanya dua jam.


Kubuka kamarku menuju kamar Bara, kulihat dia sudah terlelap di atas ranjangnya. Sepertinya memang cukup kelelahan karena mengemudi selama lebih dari tiga jam. Kututup kembali pintu kamarnya, dan kulangkahkan kakiku menuju tangga. Secangkir kopi mungkin bisa membuatku rileks pikirku. Aku tahu persis letak dapur karena ini bukan kunjungan pertamaku ke villa keluarga Prasetya ini.


Berjalan perlahan agar tidak membuat yang lainnya terbangun, baru setengah tangga kulihat sosok seorang gadis memakai piyama beruang berjalan setengah mengendap-endap sambil seolah tampak mencari sesuatu. Tanpa sadar kuikuti langkah kaki gadis itu, saat tiba-tiba dia berhenti di depan dapur dan menghela nafas seolah lega menemukan tujuannya.


" Belum tidur ? " tanyaku pelan sambil melewatinya memasuki dapur seraya menahan senyum saat kudapati gadis itu tampak terlonjak dan mungkin hampir berteriak karena terkejut.


" Hm. " jawabnya ragu.


" Kamu mau buat sesuatu ? " tanyaku lagi sambil membuka lemari kecil di atas wastafel.


" ". kulihat sekilas dahinya berkerut tampak kebingungan.


" Hot chocolate. " tawarku sambil menatap ke arahnya dan mengangkat sebuah kemasan coklat bubuk, melihat reaksinya aku sadar baru saja gadis itu melamun sesaat. Cute, pikirku dalam hati. Ugh what were you thinking just now ?


Lanjutku kemudian masih dalam hati mencoba mencoba menghalau pikiran-pikiran seperti itu.


" Saya akan buat sendiri. " jawabnya kemudian sambil berjalan memasuki dapur.


" Duduklah, " kataku singkat yang tanpa sadar dengan nada memerintah seperti kebiasaanku di kantor. Saat aku tersadar dan hendak meralat nada bicaraku, kulihat dia tampak menuruti perkataanku dan duduk di depan bar table.


AUTHOR


Ada apa dengan gadis itu ? Atau apa ada yang salah denganku ? Kalimat itulah yang berputar di kepala Hega saat ini, dari bar table di dapur pria itu diam-diam memperhatikan sosok gadis yang tengah bersandar di sofa ruang tengah. Sambil menikmati secangkir kopi buatannya, mengamati perlahan tingkah gadis yang selama beberapa hari ini mengganggu pikirannya.


Tanpa sadar seutas senyum tersimpul di bibirnya saat teringat kembali obrolan yang terjadi di dalam mobil tadi tentang gadis itu.


Saat aku ingin membuat diriku nyaman di dekatmu seperti saat berada diantara teman-temanmu kenapa justru kamu yang seolah terganggu dengan kehadiranku. Apa selama ini kita terlanjur mengacuhkan satu sama lain, sehingga begitu sulit rasanya hanya untuk menjadi dekat.


Itulah yang ada di pikiran pria itu saat ini.


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


🌟 IKLAN 🌟


Pembaca : yey asyik udah mulai jatuh cinta....


Me : sok tahu ....


Pembaca : lah itu bukannya penasaran, dag dig dug ya thor...

__ADS_1


Me : kagak, masih jauh jatuh cintanya hahahaha


Pembaca : yaelah....


Me : alur falling in love nya bakalan panjang dah....


Pembaca : kenapa gitu ?


Me : biar episodenya panjang.... hahahaha


Pembaca : hadeh.....gue pergi aja kalo gitu, baca lagi kalo udah falling in love.... ( siap-siap kabur )


Me : yey... jangan dong.....


Pembaca : ( tahan sejenak )


Me : lagi mikir adegan cinta yang romantis bikin baper tauk....


Pembaca : okelah, gue tahan sebentar deh kabur nya....


Me : 👍👍👍👍👍


Pembaca : awas kalo gak bikin baper....


Me : Klo adegan nya gak bikin baper, ntar dirimu aku bikin baper sendiri....


Pembaca : dih ogah.....gue kagak bakal baper sama lu thor, secara tampang gue ala artis korea....gak gampang bikin baper gue


Me : Eits, dirimu udah sukses oplas nya ... ????


Pembaca : sialan lu thor... , dibilangin muka gue asli muka artis korea....


Me : oke oke...... ( pura-pura percaya )


Pembaca : gak usah pura-pura percaya lu thor....


Me : mending pura-pura percaya daripada dirimu ngambek terus gak kasih like comment and poin 🙊🙊🙊🙊 ( edisi ada maunya )


Pembaca : yang ada gue gak ikhlas kasihnya ntar thor...


Me : gak papa dirimu gak ikhlas yang penting ngasih, diriku yang menerima ikhlas kok.....😂😂😂😂


Pembaca : karepmu wae lah thor ( karepmu wae \= terserah maumu ) 😒😒😒


➡️➡️ Ditunggu LIKE & COMMENT NYA YAH ....❤

__ADS_1


PLEASE DON'T BE SILENT READER......💔


__ADS_2