Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
Melewatkan Kejadian Bersejarah


__ADS_3

AUTHOR


" Mulai saja dari sejak kapan lo tertarik sama bang Hega ? " goda Deana sambil memainkan alisnya naik turun berulang kali.


Mata Moza seketika terbelalak tak percaya mendengar kalimat 'to the point' Deana.


Darimana pula datangnya pemikiran seperti itu di kepala Deana ???? OMG.....


Batin Moza seolah tak sanggup berkata-kata.


" Kapan aku bilang aku tertarik sama si jutek itu ? " ucap gadis itu sedikit menekankan kata jutek.


Upssss lagi-lagi aku keceplosan.....batinnya lagi


" Lo yang paling tahu diri lo sendiri, lo gak akan bersikap canggung gitu pada siapapun kecuali orang itu sudah menarik perhatian elo. Buktinya selama ini mau jungkir balik cowok-cowok caper sama lo, lo gak pernah kepengaruh tuh.... Dan kali ini gue asli penasaran, apa yang bikin ice queen kita ini sampai salting sama cowok yang satu ini. " kata gadis berpiyama panda itu dengan nada kesal.


" Gue penasaran banget apa yang udah dilakuin sama bang Hega yang sukses menarik perhatian lo. Yang jelas pasti bukan karena tampang super gantengnya kan, secara kalo soal tampang gak pernah ngefek sama lo, biarpun untuk cewek lainnya pasti udah bikin deg deg ser sih. " ucap Deana sambil meletakkan telunjuk di keningnya seolah memikirkan sesuatu yang bisa menjawab pertanyaannya


" Tsk. " Deana nyerocos panjang lebar membuat sang sahabat yang ada di hadapannya berdecak kesal.


" Gue gak akan biarin lo tidur sebelum lo cerita semuanya, gue gak bisa tidur saking penasarannya. " lanjut Deana lagi.


Gadis cantik yang rambutnya sudah terurai siap-siap untuk tidur itu kembali menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan.


" Aku gak tahu kenapa merasa gak nyaman aja setiap kali berada disekitar dia. Rasanya pengen secepat mungkin kabur menjauh kalo ada tuh orang. " ungkapnya perlahan sambil kemudian menyilangkan kedua tangan di perutnya.


" Kenapa gitu ? Bang Hega pernah bikin lo kesel ? " tanya Deana membelalakkan matanya.


Kemudian Moza menceritakan beberapa insiden yang melibatkan dirinya dan pria itu. Mulai dari pertemuan saat jogging, hingga dua kali insiden di dapur. Dan yang paling membuatnya canggung ketika bertemu pria itu adalah saat dia tahu jika pria itu sempat menggendongnya dari sofa ke kamar.


" Ish... ish... ish..... Ternyata gue udah melewatkan banyak kejadian bersejarah dalam hidup sahabat gue ini. " respon Deana menggoda membuat gadis yang sedari tadi serius bercerita mulai kesal dan melempar bantal ke arah sahabatnya itu.

__ADS_1


" Udah ah.... Malas aku cerita lagi, aku mau tidur aja. " membuat Moza menggerutu kesal pada Deana dan mengambil lagi bantal yang tadi dia lempar kemudian memasang di kepalanya.


Saat hendak berbaring dan menarik selimut, Deana menarik lebih dulu selimut yang hendak diraih Moza. Kemudian menjauhkan selimut itu dari jangkauan sahabatnya yang terlihat berpura-pura ngambek.


" Udah gak usah pura-pura ngambek. Lanjutin ceritanya. " kata Deana membujuk sahabatnya.


" Terus apa lagi ? Ya cuma gitu aja. " jawab gadis itu sambil mengembalikan posisinya seperti semula, bersandar pada kepala ranjang.


" Masa gitu aja lo sampe kesel sih, lagian salah lo juga jalan sambil main hape. Dan soal bang Hega pindahin lo ke kamar ya lo cuek aja kali seperti yang lo bilang di kolam renang, lo kan tidur, gak tahu apa-apa dan gak merasakan apa-apa. Toh juga bang Hega gak ungkit-ungkit soal itu kan. Jadi lo tenang aja kali, kalo bisa lo pura-pura aja seolah belum tahu soal itu. Beres kan. " gerutu Deana memberi solusi pada sang teman.


Emang bisa gitu ya.... kok kayaknya aku orang yang gak tahu terima kasih ya....


ish.... lagipula aku gak minta dia ngelakuin itu.... tidur di sofa juga gak masalah kok buatku.....


Batin Moza sekali lagi memikirkan solusi yang diberikan oleh sahabatnya.


" Apa lagi yang lo pikirin ? Bukannya selama ini lo selalu bisa tuh bersikap seperti itu, pura-pura gak tahu kalo ada yang pdkt sama lo atau kasih perhatian ke lo. " gumam Deana lagi membuat gadis itu tampak manggut-manggut.


" Mungkin lo dikira modus kali hahaha...., soalnya yang gue sering lihat pas kalo bang Hega datang ke cafenya kak Dimas, pasti ada aja cewek yang melakukan segala cara buat deketin dia, salah satunya ya pura-pura menjatuhkan diri atau menabrak bang Hega dengan alasan gak sengaja. " ucapan Deana membuat sahabatnya semakin kesal.


" Apa dia pikir aku sama dengan perempuan-perempuan itu. Cih.... Udah aku bilang kan itu bukan kesengajaan. " gerutunya kesal.


" Yah okeh deh kita anggap saja lo benar-benar gak sengaja. "


" Kita anggap saja !!!! Hey Deana sayang, kalimatmu itu terdengar seolah kamu gak percaya sama aku. Sedikitpun gak ada faktor kesengajaan, pliss ralat tuh kalimat kamu. " ucapnya kesal sambil mencubit pelan kedua pipi sahabatnya.


" Oke ... oke... ampun, gue ralat. Lo sepenuhnya gak sengaja, bagaimana kalau kita balik. Anggap saja itu caranya bang Hega buat menarik perhatian lo, hahahha.... " celoteh Deana kembali dengan nada jahil sambil kemudian mengelus pipinya yang menjadi korban kekesalan sahabatnya.


" Jangan bilang lo gak tahu kalo bang Hega sering curi-curi kesempatan buat lirikin elo. Bahkan beberapa kali gue lihat tuh matanya memandang lo tanpa berkedip, kemudian senyum-senyum sendiri. " lanjutnya sekejap membuat Moza terbelalak kaget.


Nih anak sejak kapan ikut peka gini, aku kira cuma aku yang ngerasa gitu. So bukan aku yang ke ge er an, tapi emang tuh orang emang sering lihatin aku.

__ADS_1


Batin Moza lagi sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


" Dari ekspresi lo gue tahu kalo lo juga sadar kan. " kata Deana lagi dijawab anggukan oleh gadis itu.


" Gue rasa bang Hega tertarik sama lo Mo. " ucap Deana kegirangan seolah menyadari sesuatu yang ditunggu-tunggunya selama ini akhirnya datang juga.


Sebagai sahabat, Deana selalu berharap jika suatu hari akan tiba saatnya ada seorang pria yang bisa membuat sahabatnya yang kaku ini merasakan yang namanya jatuh cinta.


Meskipun perjalanan untuk kesana masih jauh, Deana tahu jika sepertinya sang sahabat mulai membuka dirinya untuk seorang pria. Terbukti untuk pertama kalinya sahabat karibnya yang selalu acuh pada segala tinggah laku caper dari banyak pria yang mendekatinya selama ini, sekarang justru tampak gelisah karena seorang pria.


Apalagi artinya jika bukan karena ada sesuatu yang membuat gadis itu tak bisa mengabaikan keberadaan pemuda itu.


Dan tentu saja Deana sangat bersyukur jika Hega lah pria yang bisa membuat hati sang sahabat melunak. Pria tampan, cerdas, dewasa dan bertanggung jawab, sepertinya pria itulah sosok sempurna yang dianggap Deana bisa diandalkan untuk menjaga sahabatnya.


Gadis yang dari luar tampak begitu kuat, tangguh dan berani, hanya Deana yang tahu jika nyatanya sang sahabat memiliki hati yang rapuh yang butuh sosok yang bisa menjadi sandaran baginya, yang memberinya kekuatan dan semangat serta mengembalikan keceriaan gadis itu.


Seperti yang Deana saksikan bertahun-tahun yang lalu. Saat Moza masih sering tertawa riang bersama sang kakak yang seringkali membuatnya iri pada tetangganya itu. Namun saat kakak tercinta sahabatnya itu telah tiada membawa pergi tawa dan keceriaan dari sosok Moza Artana, sahabat yang sangat disayanginya.


☘☘☘


☘☘☘☘


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


➡️➡️ AUTHOR tunggu LIKE & COMMENT nya Yah....💕


PLEASE DON'T BE SILENT READER.... 😍😘


Bantu VOTE agar KARYA ini UP yah....


TERIMA KASIH 💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2