Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
I Finally Caught You !


__ADS_3

AUTHOR


• Kampus Dwitama •


Seorang pria tampan dan tinggi keluar dari mobil mewah berwarna hitam. Netra kecoklatannya menyusuri seluruh area luas di hadapannya.


Dan setelah cukup lama mengitari area yang asing itu, tatapannya berhenti pada sekelompok gadis dan terlihat salah satunya adalah sosok yang dicarinya, sosok gadis cantik yang dirindukannya.


Pria itu berjalan dengan langkah kaki yang begitu cepat hampir seperti berlari, menghampiri sosok cantik yang tengah berdiri dan bercanda ria dengan tiga gadis lainnya.


Tanpa peringatan dan aba-aba, pria itu menyambar tubuh gadis itu dan menariknya ke dalam pelukannya.


Gadis itu terkesiap, sempat syok dengan apa yang dilakukan pemuda itu secara tiba-tiba. Ia meronta dalam pelukan pria itu, berusaha melepaskan diri dari dekapan sang pria yang justru semakin erat.


" I finally caught you. [ Akhirnya aku menangkapmu. ] " Ucap pria itu dengan suara baritonnya seraya mengeratkan pelukannya.


" Apa yang anda lakukan ! Lepaskan ! " Gadis itu terus meronta, memukul dan melakukan apa saja untuk melepaskan diri dari dekapan pria yang dia yakini bukanlah kekasihnya, tapi entah kenapa suaranya terdengar familiar di telinga gadis itu.


" Tidak akan pernah. " Ucap si pria dengan tegas.


Mendengar suara yang tidak asing di telinganya membuat gadis itu mendongakkan kepalanya, seketika kedua manik mata gadis terbelalak.


" Fabian. " Pekik gadis itu seraya mendorong tubuh pemuda yang tampak tidak ingin melepaskannya.


" Iya, ini aku. Aku kembali, akhirnya aku menemukanmu. " Ucap pria yang bernama Fabian itu dengan tatapan mata yang dipenuhi binar bahagia memegang kedua bahu sang gadis yang masih tampak terkejut dengan kehadirannya.


" A-apa maksudmu menemukanku ?! " Gadis itu tidak mengerti apa maksud ucapan sahabat lamanya itu.


Bukankah Fabian yang menghilang tanpa pamit beberapa tahun yang lalu. Dan selama itu pula tidak ada kabar apapun dari pemuda itu.


Ya, pria itu adalah Fabian, sahabat Moza dan Deana semasa SMA.


" Aku mencarimu selama bertahun-tahun. Kamu tahu aku nyaris gila karena tidak berhasil mendapatkan informasi apapun tentangmu, karena sepertinya ada yang memblokir semua akses informasi tentang kamu dan keberadaanmu. Untung lah beberapa bulan lalu aku melihat salah satu postingan foto di sebuah akun medsos selebram yang ternyata adalah salah satu temanmu. Dan dari situ mulai mencari keberadaanmu kembali. "


Fabian nyerocos tanpa henti sambil tetap memegang kedua bahu Moza dengan kedua tangannya seolah Fabian merasa jika ia akan kehilangan gadis itu lagi jika melepas cengkraman tangannya.


" Bian, lepas ! Kamu menyakiti aku ! " Moza meronta-ronta berusaha menepis kedua tangan Fabian.


" Aku tidak akan melepasmu. Ayo ikut denganku ! " Fabian beralih menggenggam pergelangan tangan Moza dan berusaha menarik gadis itu agar mengikuti langkah kakinya.


" Bian, berhenti ! " Fabian tidak menggubris ucapan Moza dan terus melangkah.


Deana, Amira dan Renata yang sedari tadi teebengong seketika mengejar Moza yang tampak meringis menahan sakit.


" Fabian, lepasin Momo ! Lo gak denger apa kata Momo ?! " Teriak Deana seraya menepis tangan Fabian yang menggenggam erat tangan sahabatnya.


" Dea, aku cuma ingin berbicara sebentar dengan Momo. " Elak Fabian membela diri dan hendak meraih kembali tangan gadis itu.

__ADS_1


" Iya, tapi gak perlu narik-narik Momo segala. Lihat itu lengan Momo sampai merah ! " Protes Deana sembari menunjuk pergelangan Moza yang memerah karena cengkraman tangan Fabian yang terlalu erat.


Amira dan Renata yang tidak tahu apa yang sedang terjadi hanya bisa diam menonton kemudian berdiri di samping Moza dan merangkul bahu sahabatnya itu. Berusaha menenangkan Moza yang terlihat sedikit syok.


" Mo, maaf ! Aku tidak bermaksud menyakiti kamu. Aku hanya terlalu bahagia karena akhirnya aku berhasil menemukanmu. Tolong maafkan aku ! " Ucap Fabian dengan nada penyesalan dan berusaha mendekat kembali ke arah Moza.


Tapi tanpa sadar Moza justru mengambil satu langkah mundur menjauhi pemuda itu.


Fabian yang tersadar dengan reaksi Moza yang terlihat menjauhi dirinya dengan ekspresi takut tersirat di wajah cantik yang dirindukannya selama bertahun-tahun ini, seketika membuat Fabian merasa kecewa pada dirinya sendiri.


Bagaimana bisa setelah perjuangan panjangnya selama bertahun-tahun mencari keberadaan belahan jiwanya, justru saat pertemuan itu tiba, Fabian malah membuat gadis itu ketakutan padanya.


Dan dari kejauhan tampak sepasang mata yang tanpa sengaja mengamati kejadian itu dan mengabadikan adegan demi adegan dengan ponsel miliknya, kemudian menyeringai tipis.


Bodohnya aku yang sempat berfikir untuk menyerah setelah mendengar ucapan-ucapanmu itu. Menyerahkan pria paling berharga oada gadis murahan yang berlagak polos sepertimu. Lihat saja ! Aku akan mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milikku.


Gumam wanita itu seraya menatap layar ponsel yang berisi foto Moza yang sedang berpelukan dengan pria lain itu.



⚘⚘⚘


~ De Cafe ~


Di kafe Dimas, yah kenapa selalu di kafe Dimas ? Karena bagi mereka berenam itu adalah tempat paling nyaman untuk mereka bersantai, dengan privasi yang terjaga dan juga mereka punya sudut khusus yang sengaja diatur untuk basecamp JF Genks ( Nama grup persahabatan mereka yups, dan bukan nama merek sabun loh. 😌).


Dea akhirnya mengalah saat Moza memintanya memberikan waktu dan ruang untuk Fabian bicara padanya. Dea memutuskan untuk duduk tidak jauh dari tempat dimana kedua sahabat lama itu duduk.


Dea tahu bagaimana Fabian di masa lalu tidak akan pernah menyakiti sahabatnya Moza, tapi itu tiga tahun lalu. Dea tidak menjamin apakah di hadapannya itu Fabian yang sama seperti Fabian tiga tahun lalu ?


Apalagi pemuda itu menghilang tanpa kabar dan sempat membuat Moza kembali mengalami krisis kepercayaan pada orang lain setiap kali ada seseorang yang mendekatinya, meskipun hanya untuk menjadi sekedar teman dengannya.


Itulah kenapa perjuangan seorang Julian dulu untuk menjadi sahabat Moza dan Dea tidak lah mudah.


Fabian masih menatap dalam diam wajah ayu Moza, masih merasa takjub akhirnya dirinya bisa bertemu kembali dengan gadis yang sudah menguasai hati dan pikirannya selama bertahun-tahun ini.


" Bagaimana kabarmu ? " Tanyanya pada akhirnya.


" Aku baik, seperti yang kamu lihat. " Jawab Moza datar.


" Kenapa aku merasa kamu menjaga jarak dariku ? "


" Hanya perasaanmu saja. " Tuturnya masih dengan nada yang sama dengan sebelumnya.


" Maafkan sikap kasarku tadi, aku benar-benar tidak sengaja melakukannya. Aku hanya terlalu bahagia akhirnya bisa menemukanmu. " Ujar Fabian dengan nada penyesalan.


" Sudahlah, tidak perlu minta maaf. " Moza masih bernada datar.

__ADS_1


Entah kenapa Fabian merasa Moza menanggapi setiap ucapannya dengan dingin, hatinya tanpa sadar terasa ngilu.


" Apakah masih sakit ? " Fabian hendak menyentuh lengan tangan Moza yang memerah karena ulahnya, tapi gadis itu menarik tanganya sebelum Fabian sempat menggapainya.


" Tidak. " Jawab Moza dingin.


" Kenapa kamu memperlakukanku sedingin ini ?! " Fabian terlihat gelisah mendapati sikap Moza yang seolah enggan bertemu dengannya.


" A-aku ? Tidak, itu hanya perasaanmu saja Bian. " Elak Moza gugup mendapati tatapan nanar sahabat lamanya itu.


" Huuuh.... Apakah kamu tidak lagi menganggapku teman seperti dulu ?! " Suara Fabian terdengar parau.


" Huffft... " Mendengar pertanyaan Fabian, Moza hanya bisa menghela nafas dalam.


Hanya Moza yang tahu apa yang dialaminya sejak kepergian Fabian yang tanpa jejak dan kabar bertahun-tahun lalu. Dan bagaimana sulitnya bagi Moza untuk membangun kepercayaan pada seseorang, terutama pada seorang pria sejak menghilangnya sosok Fabian yang sangat dipercayainya pada saat dirinya tengah berada pada titik terendah hidupnya.


Saat dimana Moza tidak memiliki kepercayaan diri untuk dekat dengan orang lain, percaya dan bergantung pada orang lain. Hanya Deana lah satu-satunya sosok yang dengan begitu sabar berusaha memasuki hati Moza yang tertutup rapat.


Hingga akhirnya seorang pemuda hadir dengan langkah dan cara yang sangat halus dan perlahan memasuki kehidupan asmara Moza Artana yang saat itu bagaikan bola salju yang semakin lama semakin membesar dan semakin dingin.


Mengetuk pintu yang selama ini tertutup rapat, meluluhkan bola es yang menggumpal di hati Moza dan menghangatnya hati gadis itu dengan cinta. Ya... Pemuda itu adalah kekasihnya, calon suami yang dicintainya, Hega Airsyana.


" Bisakah kita seperti dulu lagi ? Ah... Tidak aku tidak ingin seperti dulu lagi denganmu ? Aku ingin lebih dari itu. " Fabian menatap lekat gadis yang mengisi penuh kepala dan hatinya dengan namanya itu.


Nama yang disebutnya berulang-ulang dalam setiap mimpi Fabian.


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


EA EA . . . MUNCUL LAH SAINGAN BABANG HEGA YANG SEBENARNYA. MASA DARI KEMARIN RIBET SAMA PELAKOR AJA. GILIRAN BANG HEGA DONG YANG HARUS BERJUANG KEMBALI 😁


BTW KONFLIK ORANG KETIGA TIDAK AKAN LAMA KOK, HANYA KONFLIK RINGAN SAJA. SO JAN BOSAN DULU YA. NAMANYA JUGA MAU NIKAH ADA SAJA COBAANNYA.... 🤗🤗🤗


BTW THOR MAU BAGI2 PULSA @ 25K UNTUK 4 ORANG PEMBACA SETIA BANG HEGA YA.


KARENA BANG HEGA MASUK JADI PEMENANG GEMILANG SEASON 1


(DIKIR BANGET THOOR CUMAN 25RB ?! MALES GUE 😒😏)


YANG MERASA DIKIT, BERARTI SITU SULTON ATAU ANAK SULTON. JADI KAGAK USAH IKUTAN 😁😁😁🤗


SYARAT & KETENTUAN PEMENANG AKAN ADA DI IG THOR @sherinanta


CHEKIDOT . . .


➡️ Klik Sorotan PJJDS


__ADS_1


__ADS_2