Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
Perubahan Julian


__ADS_3

AUTHOR


Julian ? Julian mana nih ?


Ketiga gadis itu masih sesekali saling melempar tatapan penuh tanya.


Tak satupun dari mereka berani bersuara bertanya pada pria yang tengah fokus mengemudi.


Toh nanti mereka juga akan tahu sendiri jika sudah sampai.


Dan benar saja, sesampainya di butik mereka mendapati sosok yang menghilang selama beberapa hari ini.


Julian sudah sampai dengan membawa beberapa makanan dan minuman lengkap dengan camilan favorit keempat gadis itu.


Tapi bukan itu intinya, penampilan Julian yang berbeda dari biasanya seolah menjawab pertanyaan yang sedari tadi berputar di kepala Moza, Amira dan Renata.


Pemuda yang biasanya memakai kaos santai dan celana jeans ala anak muda, saat ini berubah penampilan seperti tiba-tiba menjadi orang lain.


Setelan jas dilengkapi dasi, celana kain, sepatu pantofel, rambut disisir rapi. Benar-benar diluar kebiasaan pemuda yang terkenal bergaya santai itu.


" Kenapa pada bengong gitu ? Gue kelewat cakep ya sampe lo pada kesengsem sama gue ? " Ucapnya sambil mengelus dagunya bangga.


" Idih najis. " Cibir Renata.


" Gimana Mo ? Liat penampilan gue gini lo mau gak mikirin tawaran gue tempo hari buat jadi pacar terakhir gue ? " Sekali lagi ucapan ngasal Julian mendapat tatapan mata melotot dari keempat sahabatnya.


" ". Moza hanya mengeryit dan memutar bola matanya jengah mendengar kalimat yang diucapkan sahabat playboy nya itu.


Tak cukup mendapat tatapan tajam, tiba-tiba pundaknya terasa ditekan. Benar saja ternyata Hega tengah mencengkeram pundak Julian sambil menatapnya tajam.


" Jika sudah selesai, segera kembali ke kantor. " Ucap pria itu datar, sangat jelas sedang menahan amarahnya sambil memperkuat cengkraman tangannya di bahu Julian.


Kemudian pamit pada keempat gadis itu.


" Abang cakep gak makan dulu ? " Tanya Renata.


" Kalian saja, saya harus kembali ke kantor. " Jawabnya masih dengan datar sambil berjalan ke arah gadis yang tengah duduk di sofa single yang tengah meminum es coklat yang dipegangnya.


" Sampai ketemu besok. " Gumam Hega berbisik di telinga gadis itu, kemudian sedikit mengacak rambut Moza dengan sentuhan lembut dan berjalan keluar butik.


Glek....


Seketika perlakuan Hega membuat Moza menelan es coklat dengan susah payah. Memandang bergantian ke arah teman-temannya. Amira dan Renata tampak tak memperhatikannya masih asyik menikmati makanan mereka, saat matanya bertemu dengan Deana


Ugh.... Nih anak gak lihat kan ?. Batin Moza.


Seketika pula gadis itu tersedak minumannya melihat sang sahabat tengah tersenyum usil padanya. Yang artinya jika Deana melihat apa yang baru saja dilakukan Hega pada sahabatnya itu.


Sedangkan Julian yang tak tahu telah membuat kesalahan apa sehingga membuat atasannya itu kesal padanya hanya bisa meringis menahan sakit di bahunya.

__ADS_1


" Auwww..... " Erangnya pelan sambil mengelus bahunya.


" Kenapa lo Jul ? " Tanya Amira.


" Habis diterkam macan. " Jawabnya ngasal masih mengelus bahunya.


" Jadi lo kerja sama bang Hega ya Jul ? " Tanya Deana.


" Iya baru beberapa hari ini. " Jawabnya sambil meraih sekaleng soda di meja.


" Pantesan beberapa hari ngilang aja gak ada kabar. " Omel Amira.


" Kerjaan gue banyak guys, gak ada waktu main apalagi pacaran, untung aja gue lagi kosong nih baru putus. Jadi bisa fokus kerja. " Gerutunya.


" Ada angin apa tiba-tiba Julian si tukang main-main malah kerja ? Jatah uang saku lo ditarik ya ? " Ejek Renata.


" Enak aja, enggak gitu juga lah. Cuma bokap gue minta gue mandiri, belajar ngurus perusahaan. " Julian masih menggerutu meratapi nasibnya.


" Kok bisa kerja sama abang cakep ? " Tanya Rena lagi.


" Kebetulan pas bang Hega butuh asisten pribadi. " Jawabnya santai sambil menceritakan kejadian beberapa hari sebelum Bara berangkat ke Afrika.




🍒🍒🍒


Saat itu tengah diadakan sebuah pesta di sebuah hotel mewah berbintang lima milik keluarga Saint, tepatnya di Imperial Hotel, salah satu cabang usaha dari Golden Imperial Group yang dipimpin oleh Hega.


Pesta tersebut tak lain adalah pesta ulang tahun dari Direktur Perusahaan ATRA, yaitu Adiputra. Yup.... beliau adalah ayah dari Julian. Ayahnya adalah direktur sekaligus CEO dari perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi.


Pesta yang juga menjadi ajang memperkenalkan putra tunggal sekaligus calon penerusnya, Julian Adiputra.


Sebagai pemilik hotel tentu saja Hega tidak bisa absen dari pesta tersebut, apalagi mengingat hubungan baik antara kedua perusahaan.


Didampingi sahabatnya Hega menghadiri pesta ulang tahun dari salah satu rekan bisnisnya tersebut.


Beberapa kerjasama pernah terjalin diantara kedua perusahaan tersebut, perusahaan ATRA pernah beberapa kali menangani pembangunan atau renovasi beberapa Mall atau Hotel yang berada di bawah naungan Golden Imperial Group.


Dan tentu saja hubungan antara kedua pimpinan perusahaan tersebut cukup baik.


" Senang sekali Presdir Muda Saint bisa datang di ulang tahun saya. " Sambut Adi saat Hega menghampirinya untuk mengucapkan selamat ulang tahun pada pria yang kini merayakan ulang tahunnya yang ke 47 tahun itu, seusia dengan ayah Hega, yaitu Aryatama.


" Panggil Hega saja om. Saya yang justru harus bersyukur bisa menghadiri ulang tahun dari senior bisnis seperti Om Adi. " Jawab pemuda itu sopan.


" Hahahaha.... Kau terlalu merendah. Presdir muda seperti dirimu lah yang justru bisa menjadi motivator bagi kami yang sudah tua ini. Berharap putraku ini bisa sedikit mengikuti jejak kehebatan dan kesusksesanmu. " Pujinya sambil menepuk pundak putranya yang ada disampingnya.


" Akan sangat baik jika putraku ini bisa belajar langsung dari pemuda sukses seperti nak Hega. " Lanjut pria paruh baya itu.

__ADS_1


" Saya akan sangat senang jika bisa membantu. " Jawab Hega.


" Bagaimana jika Julian bekerja bersama kami om Adi ? " Sambar Bara membuat ketiga pria itu mengernyitkan dahinya.


" Bukankan kau butuh personal assistant, sekalian saja Julian bisa belajar darimu. Bagaimana om ? " Lanjut Bara.


" Bagus sekali, saya akan sangat senang jika nak Hega mengijinkan anak nakal ini mendapat kesempatan itu. " Ucapnya lagi-lagi sambil menepuk-nepuk pundak putranya.


" Saya tidak keberatan om. Silahkan nanti dibicarakan dengan Bara. "


" Terima kasih. "


Dan begitulah prosesnya bagaimana bisa Julian bekerja menjadi asisten pribadi Hega.


~~ Flashback End ~~




🍒🍒🍒


" Gimana rasanya jadi asisten pribadi boss besar Jul ? " Tanya Renata yang tahu betul sebesar apa perusahaan yang dipimpin oleh Hega.


" Rasanya hampir mau mati gue. " Gerutu Julian.


" Kenapa gitu ? "


" Yah bang Hega tuh bukan cuma penampilannya aja yang sempurna, semua yang berkaitan dengannya juga harus sempurna. Terutama pekerjaan, harus detail dan gak boleh ada satu kesalahanpun. Sampai pusing gue hari pertama kerja udah lembur, untung aja sekretarisnya baik banget, cantik pula. Lumayan buat menghilangkan stress. " Cerocos Julian mengeluhkan nasibnya.


" Pantesan masih muda udah masuk jajaran atas pengusaha muda seAsia. " Gumam Renata didukung anggukan dari Julian yang mulai tahu banyak hal perihal boss nya itu.


" Kok lo tahu begituan Re ? " Tanya Amira penasaran.


" Ya bacalah di majalah bisnis. " Jawab Renata.


" Cih, majalah bisnis dia bilang ? Gak salah lo Re ? Bukannya bacaan lo majalah fashion doang. " Ejek Amira.


" Punya papi gue, pas gue ke kantornya gak sengaja baca tuh majalah. Ada fotonya bang Hega jadi cover majalah, ganteng abis. " Ujarnya.


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


➡️➡️ Ditunggu LIKE & COMMENT NYA YAH ....❤


PLEASE DON'T BE SILENT READER......🌹🍁☘.


Bantu VOTE agar karya ini UP yah....


Terima kasih 😊😘😘😍

__ADS_1


Jangan ragu tinggalkan jejak kritik dan saran ya 😊😘😍💕💕


__ADS_2