Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
Saya Yakin Kamu Bisa Menjaganya


__ADS_3

AUTHOR


Cup...


Hega mengecup kening gadis yang terlihat kelelahan itu dengan sangat lembut.


Berani-beraninya abang cium Momo setelah ketahuan selingkuh ! Dan apa pula maksud dari kalimatnya tadi ?


Gumam Deana dalam hati yang mendengar bisikan lirih Hega sebelum pemuda itu mengecup kening sahabatnya.


Deana hendak melangkahkan kakinya mendekat ke arah sofa untuk menjauhkan pria itu dari sahabatnya.


Namun langkah kaki Deana dihentikan oleh cekalan tangan dari Julian.


Tak lama kemudian Hega mengangkat gadis yang masih terlelap di sofa itu dengan gaya bridal style. Berjalan ke hadapan Julian, mengisyaratkan agar Julian menggantikan posisinya menggendong gadis itu.


" Saya percayakan dia pada kamu, jika apa yang kamu katakan di Singapura waktu itu masih berlaku. Berjanjilah pada saya kamu akan menjaganya dengan baik. " Ucap Hega sendu menatap wajah gadis yang tenggelam di dadanya itu dengan wajah sayu, memindahkan Moza ke gendongan Julian.


Hal terberat yang dilakukannya, melepaskan gadis yang dicintainya ke tangan pria lain.


" Bang. " Ucap Julian lirih.


" Kamu pria yang baik Julian, saya yakin kamu bisa menjaganya untuk saya. Dan yang terpenting kamu adalah sahabat yang baik. " Ucap Hega sendu sambil menepuk pundak Julian.


" Saya juga sudah mengatakan semua padanya, semua yang kamu dengar waktu itu, tanpa terlewatkan satu halpun. " Lanjutnya dengan ekspresi hancur.


Julian tak bergeming di tempatnya, menatap sayu ke arah Hega dan kemudian menatap wajah sang sahabat yang kini sudah berpindah tenggalam di dadanya.


Sedangkan Deana memasang ekspresi kebingungan, tak memahami apa yang sedang dibicarakan dua orang pria di hadapannya.


" Antar dia pulang Julian, pastikan ada seseorang yang selalu bersamanya. Saya tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk padanya. " Ucap Hega pada Julian, dan pemuda itu mengangguk lalu berjalan ke arah pintu meninggalkan sang Presdir sendiri dalam kepedihannya.


Moza sebenarnya sudah terbangun dari tidurnya saat mendengar ketukan pintu tadi. Tapi gadis itu terlalu lelah dan hatinya tarlampau sakit hingga begitu berat rasanya membuka matanya.


Dia mendengar setiap kalimat keluar dari mulut pria yang sangat dicintainya, kalimat demi kalimat yang diucapkan pemuda itu dengan nada getir yang juga terasa menyayat hatinya.


Tak kuasa jika harus menatap mata sayu lelaki yang juga sama terluka nya dengan dirinya. Dan memutuskan tak bergeming dari posisinya yang kini sudah berpindah ke pelukan Julian. Pasrah pada kisah cinta yang harus berakhir bahkan ketika kisah itu belum mereka mulai.


Ingin rasanya tetap berada dalam dekapan Hega, tapi Moza takut hatinya akan semakin terluka dan tidak rela melepaskan pemuda itu.


Sedangkan Deana yang merasa belum mendapat jawaban masih terdiam di tempatnya, tapi Julian mengisyaratkan agar Deana mengikutinya.


Dan dengan berat hati Deana mengikuti langkah Julian yang tengah membopong sahabatnya, membuka pintu dan meninggalkan Hega sendiri di ruangan mewah namun terasa hampa bagi pemuda itu.


" Julian.... " Panggil Deana mencoba mencari penjelasan dari Julian tentang apa yang terjadi.


" Kita bicara nanti saja De. Kita bawa dulu Momo pulang. " Potong Julian.


" Bawa aja ke tempat gue. " Pinta Deana setelah Julian menurunkan Moza di kursi belakang, dan Deana duduk disamping gadis itu.


" Dimas ? " Julian bertanya, karena tahu Moza tak akan nyaman jika ada Dimas.


" Tenang aja, kak Dimas lagi ada urusan di luar kota. " Jawab Deana.


" Oke. " Julian setuju dan mengangguk kemudian melajukan mobilnya ke arah rumah Dimas.


Sesampainya di kediaman keluarga Prasetya, Julian kembali membopong Moza menuju kamar Deana yang ada di lantai dua.


Diikuti tante Linda, mama dari Dimas dan Bara. Wanita paruh baya yang sudah menganggap teman-teman Dimas itu seperti anaknya sendiri, terutama Renata, Amira dan Moza serta Deana tentunya, yang membuat hari-hari Linda menjadi lebih ceria semenjak kehadiran empat gadis cantik tersebut.


Begitu akrabnya hingga mereka memanggil wanita tersebut dengan sebutan Mami Linda.


Mami Linda mengikuti Julian dan Deana di belakang mereka, khawatir dengan gadis yang tengah berada di gendongan Julian.

__ADS_1


" Ada apa Dea sayang ? " Tanya Mami Linda cemas saat mereka sudah keluar kamar Deana setelah membaringkan Moza di ranjang.


" Momo menginap disini ya Mi. " Ucap Deana dan wanita itu mengangguk, tak bertanya lagi karena ekspresi Deana yang sepertinya belum bisa menjawab pertanyaannya tadi.


" Lo disini Jul ? " Sapa Bara yang baru saja keluar dari kamarnya.


" Gue ngantar Momo dan Dea bang. " Jawab Julian.


" Terus mana si cantik Momo nya ? " Tanya Bara sambil celingukan mencari-cari sosok cantik yang tak dilihatnya.


" Dikamar bang, tidur. " Jawab Deana singkat.


" Mami buatkan minum dulu ya. " Pamit Mami Linda, sadar jika ada sesuatu yang ingin dibicarakan para anak muda itu.


" Makasih Mami Linda. " Jawab Deana dan Julian bersamaan.


" Gue nginep disini ya bang ? " Julian meminta ijin menginap karena masih cemas dengan kondisi sahabatnya.


Bara mengangguk mengijinkan.


" Tidur aja di kamar Dimas seperti biasanya. " Ucap Bara kemudian.


" Makasih bang. " Julian melepas jas dan dasinya, membuka beberapa kancing kemejanya dan menggulung lengan bajunya, menyandarkan tubuhnya di sofa.


" Apa terjadi sesuatu ? " Tanya Bara melihat ekspresi Julian yang kacau dan pemuda itu mengangguk.


" Jangan bilang mereka berdua sudah bertemu ? " Tanya Bara lagi dan kembali dijawab anggukan oleh Julian. Mereka yang dimaksud tentu saja adalaha Hega dan Moza.


" Haah...... " Bara mendesah, mengusap kasar wajahnya dengan telapak tangannya.


" Akhirnya bomnya meledak juga. " Ucap Bara lirih.


Julian lagi-lagi mengangguk setuju, membuat Deana semakin bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi.


" Privat office di rooftop garden Golden Mall. " Jawab Julian.


" Gue akan kesana. " Putus Bara beranjak dari sofa yang didudukinya.


" Lebih baik jangan bang, biarkan bang Hega menenangkan diri. Sepertinya bang Hega juga butuh waktu sendiri. " Cegah Julian, Bara kembali menjatuhkan tubuhnya di sofa.


" Hei.... Apa sih yang dari tadi kalian bicarakan ? Kenapa coba seolah-olah bang Hega juga menderita ? Yang menderita itu Momo kalian tahu. Dan kenapa lo tadi cegah gue Jul ?! " Protes Deana akhirnya, frustrasi atas kebingungannya mendengar pembicaraan dua pria tersebut.


Belum sempat Julian angkat bicara menjelaskan, terdengar langkah kaki mendekati mereka. Moza berjalan gontai, mengusap-usap matanya yang terasa lelah.


" Mo, lo udah bangun ? " Julian mendekati Moza disusul Deana.


" Aku mau pulang ke kosan Jul. " Pinta gadis itu dengan nada sendu.


" Enggak, hari ini lo nginep disini. Deana akan temenin lo. " Julian menolak permintaan gadis itu dengan lembut.


Deg.... Sejak kapan nih playboy tengil bisa bersikap lembut dan manis gini ? ~ Deana ~


" Tapi Jul... " Protes Moza memelas.


" Gak ada tapi, gue juga akan ada disini. Atau lo mau gue bawa lo ke rumah gue ? " Ucap Julian kemudian.


Gila nih bocah ? Emang lo siapanya Momo euy.... ?! Pacar bukan, saudara apa lagi. Main mau bawa Momo ke rumah lo segala. Sinting. ~ Deana ~


" Ayo gue anter lagi lo ke kamar, istirahatlah, kita bicara lagi besok. " Ucap Julian kemudian lagi-lagi membopong Moza memasuki kamar Deana dan membaringkan gadis itu lagi di atas ranjang.


Glek....


Deana yang melihat perlakuan Julian pada Moza seketika membatu di tempatnya. Ada rasa aneh dalam dirinya.

__ADS_1


" Sejak kapan dek ? " Suara Bara membuyarkan lamunannya.


" Apanya bang ? " Deana malah balik bertanya.


" Lo suka Julian ? " Tanya Bara memperjelas.


" Heh.... Jangan gila bang, Dea masih waras tauk. Mana mungkin Dea.... " Sangkal Deana yang terpotong saat melihat Julian keluar dari kamarnya.


" Mana mungkin lo apa De ? " Sambar Julian.


" Hah ? Apaan ? " Elak Deana.


" Itu tadi ? Omongan lo yang keputus. " Selidik Julian.


" Oh itu, maksudnya mana mungkin gue biarin bang Hega lolos begitu aja setelah nyakitin sahabat gue. I-itu maksud gue tadi. " Jawab Deana sedikit gelagapan menutupi kebohongannya, menatap tajam ke arah abang sepupunya, dan Bara hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah laku gadis yang sudah seperti adiknya sendiri itu.


" Gue saranin lo gak usah ikut campur Dea, lo gak tahu apa yang terjadi sebenarnya. " Desah Julian menghela nafas lelah.


" Maksud lo apa Jul ngomong kayak gitu ? Gue lebih lama kenal sama Momo daripada lo. " Bentak Deana tak terima.


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


🌟 IKLAN 🌟


Me : Kalau disuruh memilih


Kalian termasuk pembaca harian atau bebas ya ?


Pembaca harian yang lebih suka update tiap hari tapi cuma 1 episode ?


atau


Pembaca bebas yang lebih suka update tiap 3 hari sekali tapi bisa lebih dari 3 episode setiap update nya ?


Pembaca : Aku pembaca harian yang minta update setiap hari thor, tapi update episodenya sehari 3 kali 😄😄😄


Me : Hadeh.... Bisa tepar dirikuh menuruti dirimuh 😩😩😩


Apalagi kalau suka baca aja tapi pelit komentar dan vote 😄😄😄


🌟


Jangan lupa kasih aku vitamin MENGHALU....


✔ LIKE 👍


✔ COMMENT ✍💌


✔ VOTE 💱💲 yah 💋💋💋


🌟


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


➡️➡️ Ditunggu LIKE & COMMENT NYA YAH ....❤


PLEASE DON'T BE SILENT READER......🌹🍁☘.


Bantu VOTE agar karya ini UP yah....


Dukung akuh agar semangat MengHALU..... 😍😍


Terima kasih 😊😘😘😍

__ADS_1


Jangan ragu tinggalkan jejak kritik dan saran ya 😊😘😍💕💕


__ADS_2