Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
Tentang Hyuza, Possesive Brother No. 1


__ADS_3

AUTHOR


Setelah beberapa hari menenangkan diri di tempat Deana, akhirnya Julian dan Deana membiarkan Moza kembali ke kosnya setelah gadis itu terus-terusan meyakinkan mereka berdua jika dirinya sudah baik-baik saja.


Apalagi saat mendengar bahwa putra kedua Mami Linda yaitu Dimas akan segera pulang dari luar kota. Membuat Moza bersikeras untuk kembali saja ke kosnya. Karena memang Moza belum bisa sepenuhnya nyaman berteman dengan Dimas seperti kenyamanan yang dirasakannya saat beraama Julian.


Dan kali ini Deana yang mengekor pada Moza, menemani gadis itu pulang ke kosnya.


Julian dan Deana masih khawatir pada sahabatnya itu, mau tak mau Moza menyetujuinya.


Deana tengah tertidur di sisi ranjang Moza, si beruang sudah berpindah dari ranjang ke sofa single yang ada di salah satu sudut ruangan.


Moza lagi-lagi terbangun dari tidurnya, dilihatnya masih pukul 1 pagi. Gadis itu beranjak dari ranjang, menuju meja belajarnya dan mengambil sebuah buku sketch milik sang kakak.


Membuka halaman paling belakang, mengambil sebuah foto yang terselip disana.


Kak.... Apa kakak tidak bahagia disana ?


Kenapa kakak terlihat sedih di mimpiku ?


Aku merindukanmu kak Hyu....


Kenapa kakak meninggalkan aku ??? Huhuhuhu....


Bolehkan aku ikut bersamamu saja...


Karena aku juga sedang tidak bahagia.....


Moza merintih lirih memandangi foto sang kakak.



Moza begitu tertekan, secuek-cueknya dirinya selama ini, Moza tetaplah gadis biasa yang punya hati dan perasaan. Yang tentu saja akan merasakan terluka karena patah hati, tapi setidaknya gadis itu sedikit bisa bernafas lega karena kisah cinta nya berakhir bukan karena orang ketiga.


Tapi memang karena takdir dan keadaan yang memang tidak memberikan kesempatan bagi kisah cinta pertamanya untuk berjalan indah seperti mimpinya. Namun harus kandas bahkan sebelum bunga cinta itu merekah dan memberikan pengalaman dan moment - moment indah di hidupnya.


Moza masih terisak di meja belajarnya dengan membelai lembut wajah sang kakak yang ada di foto. Sejak kecil hanya sosok Hyuza saja yang dekat dengannya, kakak lelaki yang selalu menyayanginya, menuruti apapun keinginan gadis itu.


Karena orang tua mereka yang sibuk merintis usaha restoran keluarga. Hingga saat Moza berusia 4 tahun, lahirlah sang adik Ryuza. Bunda yang tengah sibuk mengurus si kecil Ryu, dan tanggung jawab menjaga Moza menjadi prioritas bagi Hyuza sang anak sulung.


" Mo, kak Hyu justru akan sedih melihat lo seperti ini. " Ucap Deana sembari memeluk bahu sahabatnya dari belakang tanpa disadari Moza.


" Aku mau ketemu kak Hyu saja De, cuma kak Hyu yang sayang sama aku. " Ucap Moza sesenggukan.


" Hei, apa gue ini debu yang gak terlihat dimata lo. " Protes Deana membalikkan badan sang sahabat untuk menatapnya.


" Hiks... hiks... " Moza tak sanggup menjawab, hatinya masih sakit, terisak pilu.


Deana meletakkan foto Hyuza di atas meja, memapah sahabatnya untuk duduk di ranjang.


" Ingat Momo, lo masih punya ayah bunda, Ryuza adik lo, juga gue, Amira, Renata. Dan juga si Jul, lo gak lihat betapa kacaunya Julian beberapa hari ini mencemaskan lo. "


" Maafkan aku Dea, aku egois.... Huuuuu. " Moza berhambur memeluk Deana sambil berurai air mata.


" Kak Hyu memang yang paling sayang sama lo, dan itu akan buat dia semakin tidak bahagia melihat adiknya seperti ini. Lo pasti bisa mengatasi ini semua Mo, gue selalu ada di sini. " Lanjut Deana sembari menepuk-nepuk perlahan punggung sahabatnya.

__ADS_1


Kak Hyu, begitu panggilan sayang Moza pada kakaknya itu. Jika selama ini yang diketahui Deana bahwa sahabatnya itu amat dekat dengan sang kakak dan cenderung terlihat brother complex, sebenarnya disisi lain Hyuza juga punya kelakuan yang sama dengan adikknya itu.


Hyuza sangat over protective pada adik perempuannya, dia akan menatap murka pada siapa saja yang berani mengganggu sang adik. Tidak peduli itu pria ataupun wanita. Pernah suatu hari saat beberapa teman pria main ke rumah keluarga Dama, salah seorang temannya bercanda ingin menjadikan adiknya pacar jika gadis itu sudah dewasa nanti.


Mendengr itu Hyuza langsung emosi, sejak saat itu tidak ada seorang pun yang diijinkannya berkunjung ke rumahnya meskipun dengan alasan tugas sekolah sekalipun.


Di sekolah bahkan tidak sengaja pemuda itu mendengar sekelompok gadis yang adalah teman sekelasnya tengah bergosip membicarakan adik perempuannya.


Beberapa dari gadis-gadis itu adalah mereka yang pernah berkunjung kerumahnya karena ada tugas sekolah berkelompok, dan ada seorang gadis yang pernah menyatakan cinta pada pemuda itu tapi ditolaknya secara halus.


Dan tentu saja membuat Hyuza yang awalnya bersikap biasa-biasa saja menjadi dingin dan ketus setiap gadis-gadis itu menyapanya.


Kadar possesive brother Hyuza justru lebih parah daripada Ryuza, bahkan Hyuza bisa dikatakan bucin parah sang adik.


Saat sang bunda sempat protes pada pemuda itu, jika sikapnya nanti akan membuat sang adik bahkan dirinya sendiri kesulitan untuk mendapatkan pasangan jika sudah dewasa nanti.


Dengan datarnya Hyuza berkata.


Hyuza sendiri yang akan memilihkan pria yang tepat untuk menjadi suami Moza nanti bun.


Dan untuk Hyu sendiri,


kebahagiaan Moza yang terpenting,


Hyu akan bahagia jika dia bahagia.


Dan sejak saat itu bunda Ayu dan Ayah Ardi yang adalah orang tua Hyuza dan Moza tak bisa lagi membantah sifat keras kepala putra sulungnya itu. Hanya geleng-geleng kepala dan menghela nafas pasrah setiap kali kedua anak mereka itu seolah seperti tak bisa terpisahkan.


" Dea, apa ini karma aku yang udah menolak semua lelaki yang mendekatiku selama ini ? Hiks hiks.... " Lagi-lagi Moza bertanya pilu.


" Hei, darimana pikiran bodoh itu muncul ? Hentikan berfikir yang tidak-tidak. Jika selama ini tidak ada satupun dari mereka yang lo sukai, apa salahnya menolak mereka. Itu bukan salah lo Momo. " Omel Deana memelototi sahabatnya itu.


" Dan lagipula gue gak akan biarkan lo dekat dengan pria sembarangan. Lo sahabat berharga gue, lo harus bahagia dengan orang yang tepat dan memang sudah ditakdirkan buat lo. " Lanjut Deana.


" Makasih Dea, kamu selalu ada buat aku. Hiks... hiks... "


" Hmmm. Dasar gadis bodoh menyebalkan. " Jawab Dea sambil menepuk bahu Moza.


" Kamu mengataiku bodoh Dea ? Hiks hiks.... " Gerutu Moza.


" Iya lo gadis paling bodoh yang pernah gue kenal. " Goda Deana.


" Iya aku memang bodoh, tapi aku gadis bodoh yang beruntung memiliki sahabat sepertimu. " Ucap Moza tersenyum dan memasang ekspresi puppies eyes nya membuat Deana gemas.


" Gue juga sama beruntungnya punya sahabat secengeng lo. " Deana masih tak mau berhenti mengganggu Moza, mencubit gemas pipi gadis itu.


" Hei, aku tidak cengeng, ini pertama kalinya aku menangis tahu. " Protes Moza menyebikkan bibirnya.


" Pertama kali ? Benarkah itu ?! " Deana masih tak mau kalah menyindir sahabatnya.


" Iya...Iya yang kedua kalinya, dasar kamu sahabat yang mengerikan. " Omel Moza cemberut.


" Dea, apa patah hati itu memang semenyakitkan ini ? " Tanya Moza sembari membaringkan tubuhnya kembali di ranjang, diikuti oleh Deana yang berbaring di sampingnya.


" Ya, memang sakit. " Deana mendesah kasar.

__ADS_1


" Apa saat kamu putus dengan Erlando juga rasanya sesakit ini De ? "


Deg.....


Mendengar pertanyaan Moza, seketika hatinya mencelos. Sudah dua tahun lebih nama itu tak pernah didengarnya. Nama yang sempat membuatnya terluka dan sakit hati.


Tapi sahabatnya itu memang tak tahu alasan sebenarnya putusnya percintaan Deana. Karena Dea hanya mengatakan jika LDR yang membuat dirinya berpisah dengan pemuda yang menjadi kekasihnya sejak kelas satu SMA itu.


🌟


Readers... ?


Apa patah hati memang sakit ya ?!!!🤔🤔


Moza tanya tuh....


Bukan akuh yang tanya loh....😁😁


Kalau akuh mah dari patah hati diselingkuhin, ditinggal kawin sampai diduain sama sahabat sendiri udah pernah 😖😖😖


Nyesek deh rasanya...😢😢


Ciah akuh jadi curhat . Maafkan.....🙏🙏


🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟


Me : Btw Hyuza cakep gak ?


Pembaca : Cakep thor, tapi kok kayak muda banget gitu yah ? Lebih muda dari Moza ya?


Me : Nah emang ceritanya ituh foto kak Hyu semasa SMA, dibuat muda lah, ya kali masih SMA dibuat tua...


Pembaca : Duh akuh suka wajahnya kalem tenang tapi menghanyutkan.... 😍😍😍🤤🤤🤤


Me : Awas hanyut beneran akuh males nolongin....


Pembaca : Dih tega lu thor....


Me : Bukannya tega, males kena iler kamu tuh idih.... 😁😁😁


🌟🌟


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


Bantu VOTE agar karya ini UP yah....


Terima kasih 😊😘😘😍


Jangan ragu tinggalkan jejak kritik dan saran ya 😊😘😍💕💕


Jangan lupa kasih aku vitamin MENGHALU....


✔ LIKE 👍


✔ COMMENT ✍💌

__ADS_1


✔ VOTE 💱💲 yah 💋💋💋


__ADS_2