Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
Begadang....


__ADS_3

AUTHOR


Malam itu menjadi malam yang cukup panjang, selepas menyantap hidangan barbeque sambil mengobrol dan bercanda. Hubungan persahabatan Moza dan teman-temannya terasa menjadi semakin dekat, seolah-olah mereka telah menembus satu dinding pembatas yang selama ini tidak mereka sadari.


Kepercayaan dan kejujuran yang akhirnya seolah semakin mempererat hubungan mereka, saling menghargai dan memahami satu sama lain.


Moza tampak melembutkan ekspresinya, mulai belajar membuka diri pada orang-orang di sekitarnya. Gadis yang selama ini membentengi dirinya dengan dinding es, yang membuat orang lain sulit mendekatinya terutama para pria. Selama ini hanya Deana yang menjadi tempatnya berbagi cerita, itupun jika dirasa ia tak mampu menanggungnya sendiri. Selebihnya akan dia tahan di dalam hati seolah menjadi tumpukan luka yang tak akan pernah tersembuhkan.


Tapi sekarang dia merasa mungkin sudah saatnya bagi dirinya untuk membuka diri, terhadap sahabat-sahabat yang ternyata begitu peduli padanya. Merasa tak adil jika dia harus terus bersembunyi dalam sikap dingin dan acuhnya, yang seolah tak mempercayai teman-teman yang sudah mengisi hari-harinya dengan indahnya persahabatan selama hampir dua tahun ini.


Selesai dengan acara barbeque, mereka memutuskan untuk masuk ke dalam villa, belum ada satupun yang merasakan kantuk. Para pria memilih untuk bermain billyard yang ada di salah satu sudut ruang tengah, dan para gadis melanjutkan acara curhatan mereka di sofa depan televisi, tak jauh dari meja billyard.


Sambil menyalakan televisi, memutar sebuah film yang bahkan tidak mereka tonton karena asyik mengobrol. Deana merasa lega melihat sahabat karibnya yang tampak lebih tenang dan nyaman saat pembicaraan mengarah ke hal-hal pribadi yang selama ini dihindarinya.


Sesekali terdengar suara tawa dari arah sofa membuat para pria yang tengah bermain billyard seketika menoleh kearah sumber tawa tersebut.


" Jadi beneran lo belum pernah punya pacar ? " tanya Renata pada Moza.


" Hn. " jawab gadis itu singkat disertai anggukan.


" Bukannya yang suka sama lo banyak ya ? " tanyanya lagi masih penasaran.


" Emang kalo yang suka banyak pacarnya harus banyak ya ? " ucap Amira santai disambut tawa mereka berempat.


" Dari SD nih anak udah banyak yang suka, sampe ibu-ibu komplek katanya udah pada inden mau jadiin dia mantu. " kata Deana kemudian.


" Ngasal kamu. " gerutu Moza menanggapi sahabatnya yang juga tetangga satu komplek nya di kota asalnya itu.


" Bukan hanya dia aja, abang ma adek nya juga udah pada di inden sama tuh ibuk-ibuk. " sambar Deana kemudian yang refleks menutup mulutnya merasa lagi-lagi keceplosan.


" Ups.... Maaf. " lanjutnya menyesal.


" Gak papa De. " ucap gadis dengan senyum.


" Kalo lo belum siap cerita lebih rinci gak papa kok Mo. " kata Amira menenangkan.


Moza tampak mengatur nafasnya, seolah menata hati dan pikirannya. Kemudian menatap sahabat-sahabat perempuannya secara bergantian.


" Kakaku usianya lebih tua 7 tahun dariku, dan pergi saat aku masih berusia 9 tahun dan adik bungsuku 5 tahun. Pergi selamanya dan tidak kembali. " gadis itu mulai bercerita sedikit demi sedikit tentang dirinya, disambut tatapan sendu dari para sahabatnya yang masih memilih diam menunggu Moza mengatur kalimat yang akan dia ucapkan.


" Sebagai anak perempuan satu-satunya dirumah, aku menjadi kesayangan semua orang, terutama kakakku yang selalu memanjakan aku, membuat aku selalu bergantung padanya. Karena tak satupun hal yang aku minta akan ditolaknya, bahkan saat aku masih TK aku pernah mogok makan saat ada beberapa gadis sering datang kerumah dengan alasannya belajar bersama. Merasa waktunya untukku tersita oleh gadis-gadis itu, aku ngambek dan mogok bicara. " lanjutnya dengan tersenyum malu mengingat kebodohan masa kecilnya dan disambut tawa teman-temannya.


" Dan setelah kejadian itu tidak pernah sekalipun ada perempuan yang datang lagi ke rumah. " katanya lagi.


" Iya gak ada, tapi ganti temen-temen cowok yang hampir selalu godain lo sampe bikin bang Hyu ngelarang mereka buat main lagi ke rumah. " sambar Deana yang memang sudah lebih tahu cerita itu dari sahabatnya.


" Kayaknya udah macam syndrom brother and sister complex. " gumam Renata yang kembali disambut tawa.


" Jadi yang lo maksud sosok paling kamu kagumi itu.... ? " pertanyaan Amira terputus yang langsung dijawab Moza dengan anggukan.


" Apa karena itu lo gak bisa buka hati lo buat cowok manapun ? " Amira melanjutkan dan lagi-lagi gadis dengan mata bulat kecoklatan itu tampak menghela nafas.


" Semua waktu dan perhatian bahkan hidupnya dia berikan buatku, tak pernah sekalipun dia fokus pada kebahagiaan dia sendiri, hanya karena ingin adik perempuan tersayangnya selalu tersenyum. Menghabiskan harinya bersamaku, membuanya tak punya waktu memikirkan wanita.... " kalimatnya terhenti sesaat.

__ADS_1


" ...... jatuh cinta, sepertinya dia bahkan belum pernah merasakannya. " ucapan sendu menutup kalimatnya.


" Tapi lo layak bahagia Mo, abang lo juga pasti maunya lo kayak gitu. " kata Amira kemudian.


" Iya, kan lo bilang sendiri kalau dia selalu ingin buat adiknya bahagia. Abang lo pasti sedih lihat lo kayak gini. " tambah Renata mendadak kalem.


Gadis itu hanya menggeleng, menahan air mata yang nyaris terjatuh. Menatap langit-langit villa agar tak menangis, mengingat mimpi yang terkadang datang berulang-ulang, mimpi yang selalu sama. Mimpi tentang kakak yang dicintainya, mimpi kebahagiaan saat mereka bersama, yang selalu diakhiri dengan adegan kecelakaan sang merenggut nyawa sang kakak. Seolah menunjukkan bahwa kakaknya ingin dia selalu mengingatnya, yang membuat gadis itu tak berdaya dan merasa menghianati kakaknya jika ia bahagia saat sang kakak mengorbankan nyawa untuknya. Dan tentu saja cerita tentang mimpi ini masih menjadi rahasia untuk dirinya sendiri, bahkan Deana pun belum mengetahuinya.


" Mungkin jika ada yang sama persis dengannya baru aku akan memikirkan untuk jatuh cinta. " jawab gadis itu kemudian dengan tersenyum jahil, membuat teman-temannya lega dan sekaligus tercengang dengan jawaban gadis itu.


" Ada tuh satu Mo. " kata Deana kemudian sambil melirik ke arah meja billyard, menatap kearah sosok pria berbadan tinggi, tegap dengan wajah tampan, sangat tampan malah. Kulit putih, rambut hitam, hidung macung, bermata elang tajam.


Ketiga sahabatnya sontak ikut menoleh ke arah tatapan mata Deana, Amira dan Renata tampak menatap kagum pada pria yang memang terbilang luar biasa itu. Tampan, pintar, kaya pula. Kurang apa coba.


" Ugh..." gadis yang satu ini justru seolah tersedak saking terkejutnya padahal sedang tidak meminum atau mamakan sesuatu di mulutnya.


" Dimana lagi coba ketemu manusia super perfect seperti itu, beruntung banget kita liburan disini. Berasa bisa segerin hati dan pikiran juga. " kata Renata dengan menopang dagu dengan kedua telapak tanganya sambil menatap ke arah pria yang mereka bicarakan, didukung Amira dan Deana yang melakukan hal yang sama dan mengangguk.


" Kalian udah pada buta. " kata Moza kemudian berusaha menyadarkan teman-temannya, meskipun dalam hati dia sendiri mengakui jika pria itu memang memiliki ketampanan yang tidak biasa.


" Eh lo berdua tau gak ? " tanya Renata kemudian sambil menatap Moza dan Amira bergantian.


" Meskipun ganteng gitu, katanya belum pernah pacaran loh. " ucapnya kemudian didukung anggukan Deana.


" Imposible.. " jawab Amira.


" Ganteng dan kaya pasti banyak yang mau lah, meskipun sering jutekin perempuan. " lanjutnya sambil melirik kearah Moza seolah menyinggung perbincangan mereka saat perjalanan ke villa, membuat Deana dan Renata mengernyit tak mengerti.


Keempat pria yang juga masih tengah asyik dengan permainan billyard tampak belum berniat untuk mengakhiri permainan mereka dan sesekali menoleh terkejut jika muncul tawa dari arah sofa.


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


🌟 IKLAN 🌟


Me : Hari ini maunya gak pake iklan....


Pembaca : Yah napa gitu ?


Me : diriku lelah....😭😭😭


Pembaca : yaelah, udah beberapa episode kemarin lu gak bikin iklan thor ?


Me : soalnya aku lagi galau.... pengen mudik kagak bisa.... 😭😭😭


Pembaca : yaelah mudik, mudik aja kali... pakai galau...


Me : lagi musim virus, situ kagak lihat berita yah🤔🤔


Pembaca : lebay luh thor... nuh di tipi bandara penuh thor...


Me : iya yak.... lah tapi kan aku gak naik pesawat gitu.... orang deket ini naik bis palingan 3 jam doang...


Pembaca : nah terus napa galau....

__ADS_1


Me : aku mah warga yang taat ye.... dihimbau tidak mudik...✌✌


Pembaca : kan dihimbau doang, kagak dilarang....🙊🙊🙊🙊🙊


Me : tapi kalau aku mudik, diriku dikarantina dulu gitu....


Pembaca : pake surat tugas thor... kan gampang....


Me : yaelah kok memanfaatkan begituan.... surat tugas ya buat yang beneran tugas aja kali.... masa dipake sembarangan....😏😏😏


Pembaca : daripada kagak bisa mudik lu... ( otak setan )


Me : iya jugak ya.... 🤔🤔🤔 ( mulai terpengaruh hasutan setan )


Pembaca : 👍👍👍👍 ( hasutan setan berhasil )


Me : ah ogah ah, aku mau tetep jadi warga yang taat dan bijak pada arahan pemerintah.... demi kebaikan bersama.... #dirumah.aja ( hasil bisikan malaikat )


Pembaca : ish sok lu thor...


Me : biarin, biar tuh virus segera musnah, kalo semua orang kayak dirimu bisa2 pada lewat dimakan virus....


Pembaca : yey doain lu mah.....😡😡


Me : kagak doain... ngingetin aja supaya kita waspada gitu, .... gimana coba kalo seandainya kita mudik tanpa sengaja bawa tuh virus ke rumah, saudara kita kena tuh virusss. serem kan.... aku mah ogah.... mending tahan dulu biar tuh virus minggat dulu. masa pulang lebaran bawa penyakit. tega gitu bawa virus ke rumah ?? 🤔🤔🤔


Pembaca : iya gitu ???? lu perhatian banget ama gue...


Me : ya iyalah, kalau dirimu tak ada siapa yang bakal baca ma kasih like tulisan akuh..... ✌😍


Pembaca : tetep ada udang dibalik capcay nih.... 😏😏😏


Me : sambil menyelam minum aer.... 😊🤣✌


Pembaca : okelah gue juga kagak jadi mudik. #dirumahaja


Me : Sipppp 👍👍👍👍 Kasih tahu juga temen situ, tetangga, sodara... tahan jangan mudik dulu....


Pembaca : ukeh......


Me : kasih tahu juga baca tulisan akuh ya, kasih like dan comennt juga....


Pembaca : ogaaaaahhhhhhh....


Me : hidih tetep pelit lu.....


Pembaca : biarin..... 😝😝😝😝😝😝


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


➡️➡️ Ditunggu LIKE & COMMENT NYA YAH ....❤


PLEASE DON'T BE SILENT READER......💔

__ADS_1


__ADS_2