Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
Selena Atmaja Grace


__ADS_3

AUTHOR


Sudah diputuskan jika pada akhir bulan akan diadakan pesta pertunangan secara resmi antara Hega dan Moza. Semua orang di rumah besar tampak sibuk mempersiapkan banyak hal karena rencananya pesta akan diadakan di rumah utama dengan konsep garden party.


Untuk pertama kalinya setelah puluhan tahun, kediaman Saint akan kembali mengadakan jamuan besar dan membuka pintu untuk orang luar setelah selama bertahun-tahun tertutup rapat.


Terakhir kali area privat itu dibuka untuk umum adalah saat lahirnya penerus keluarga besar Saint, saat itu Hega yang masih berusia satu tahun diperkenalkan sebagai putra mahkota kerajaan bisnis sang Kakek, Suryatama Saint.


Bukan hal yang mudah untuk memasuki kawasan mewah tersebut, siapapun tidak akan berani bermimpi untuk bisa memasuki area privat keluarga ternama sekelas Keluarga Saint. Jangankan memasuki area tersebut, untuk sekedar mengintip sebatas area gerbang utama saja bukanlah hal yang mudah.


Paman Ben adalah yang paling sibuk dari semua orang, sekaligus orang yang mungkin paling lega dan bahagia atas acara tersebut mengingat luka yang dialami oleh majikan mudanya sedari Hega remaja.


Akhirnya Tuan Muda satu-satunya yang akan menjadi penerus garis keturunan Keluarga Besar Saint akan segera mengakhiri masa lajangnya. Bagaimanapun Benyamin adalah salah satu sosok yang selalu mengabdikan hidupnya demi ketentraman dan kebahagiaan majikannya.


Pria yang sudah lebih dari 50 tahun mengabdikan dirinya pada keluarga itu, dia rela melakukan apapun demi tuannya. Bahkah dia harus rela kehilangan putranya satu-satunya demi melindungi salah satu putra Suryatama, meskipun keduanya tidak bisa terselamatkan pada akhirnya.


Hanya Benyamin yang tahu hutang budi apa yang dimilikinya pada Suryatama Saint, yang membuat pria itu selalu setia di sisi Suryatama hingga detik ini.


" Kakek. " Suara seorang pemuda menyadarkan Benyamin dari lamunan panjangnya, pria itu mengerut menatap pemuda tampan di hadapannya.


" Kau disini, bagaimana tugasmu ? Bukankah seharusnya saat ini kau tetap menjaga Nona Muda. "


" Nona sedang bersama Tuan Muda, jadi Tuan Muda mengijinkan saya libur hari ini, Kek. Dan sekalian ada yang mau saya laporkan pada Tuan Besar. "


" Baiklah, tunggu disini ! Kakek akan menyampaikan pada Tuan Besar jika kau ingin menghadap. " Ucap Benyamin seraya berdiri dan menepun bahu cucunya, satu-satunya keluarga yang dia miliki.


Pemuda itu mengangguk dan kemudian membungkuk hormat pada kakeknya.


🌻🌻🌻


Beberapa hari berlalu setelah pembicaraan pertunangan, semua penghuni rumah besar masih sibuk dengan tugas-tugas mereka dan persiapan acara.


Hega sendiri juga mulai kembali pada kesibukannya, menjadi seorang pimpinan perusahaan besar memanglah tidak mudah. Hega harus menyelesaikan beberapa pekerjaan yang akhir-akhir ini ditundanya karena terlalu terlena menghabiskan waktu bersama Moza. Jadi beberapa hari ini sering berangkat lebih awal dan pulang terlambat.


Moza barusaja hendak berpamitan pada sang kakek saat Suryatama keluar dari ruang kerjanya setepah menyelesaikan pekerjaannya. Bagaimanapun Suryatama tetap melakukan pengawasan terhadap semua pelaksanaan bisnisnya yang skalanya tidaklah kecil.


" Kamu sudah mau berangkat, sayang ?! " Tanya Suryatama menatap calon cucu menantunya.


" Iya, Kek. Barusaja Moza akan menemui kakek untuk berpamitan. " Jawab Moza sopan.

__ADS_1


" Ah iya, apakah hari ini kamu sibuk ?! "


" Eum... Tidak juga. Hari ini Moza hanya satu mata kuliah pagi, Kek. Selepas itu mungkin Moza akan mampir ke butik. " Jawab gadis itu lagi.


" Baguslah kalau begitu. Bisakah kamu menolong kakek untuk mengirim berkas ini ke kantor Hega ?! " Pinta Suryatama sembari menyodorkan sebuah map coklat besar yang sedari tadi ada di tangan Benyamin.


" Eh..... "


Ke kantor Kak Hega ? Aku kan tidak pernah kesana ?!


Gumam Moza dalam hati sedikit ragu untuk mengiyakan permintaan kakek Suryatama.


" Ini berkas penting, jadi harus sampai di tangan Hega langsung. Bakti akan mengantarmu kesana nanti setelah kuliahmu selesai. " Terang Suryatama.


" Emm... Baiklah, Kek. " Moza akhirnya setuju dan menerima map coklat itu kemudian mencium punggung tangan Suryatama dan pamit berangkat ke kampus.


" Kau tahu Ben, betapa bahagianya aku sekarang ini. Mungkin ini akan menjadi satu-satunya tujuan akhir hidupku. Melihat kebahagiaan cucuku, dan aku akan bisa menjawab dengan bangga pada Nadira jika aku sudah berhasil mengantarkan putranya pada kebahagiaan. " Ucap Suryatama seraya mengamati punggung calon istri cucunya yang semakin menjauh dari pandangannya.


" Iya Tuan Besar. Saya juga berharap Tuan Muda akan segera berbahagia dengan Nona. Dan mungkin juga sudah saatnya Tuan Besar menceritakan semuanya pada Tuan Muda, setidaknya itu akan bisa menyelesaikan kesalahpahaman antara Tuan Arya dan Tuan Muda. Bukankah dengan begitu kebahagiaan Tuan Muda akan menjadi lebih sempurna. " Ucap Benyamin panjang lebar.


Suryatama tampak mengernyit, terlihat sedang memikirkan perkataan orang kepercayaannya itu.


" Maafkan atas kelancangan saya, Tuan Besar ! " Imbuh Benyamin lagi.


" Ya, sepertinya ucapanmu ada benarnya Ben. Aku akan memikirkan perkataanmu tadi. Memang sepertinya sudah waktunya Hega tahu semuanya. " Ujar Suryatama akhirnya, Benyamin mengangguk.


" Oh iya Ben. Bagaimana masalah putri dari keluarga Grace itu ? Apa semuanya sudah beres ? "


" Semuanya berjalan sesuai keinginan Tuan Besar, Joseph Grace kabarnya akan mengirim putri keduanya itu ke luar negeri. "


" Baguslah kalau begitu. Setidaknya satu akar permasalahan sudah dibereskan. Lanjutkan dengan yang satunya ! "


" Maksud Tuan Besar nona keluarga Setyawan ?! "


" Ya, aku khawatir gadis itu akan lebih berbahaya daripada yang satunya. Karena menurut laporan Ragil sebelumnya, gadis itu mempunyai perasaan pada Hega. Mungkin saja dia juga akan melakukan hal yang tidak terduga nantinya. Jadi pastikan pada cucumu untuk terus waspada ! " Titah Suryatama tegas.


" Baik, Tuan Besar. " Benyamin membungkuk kecil mencatat dengan jelas instruksi majikannya di dalam kepalanya.


β€’

__ADS_1


β€’


~ Di sisi lain, Kediaman Keluarga Grace ~


P R A N G


Joseph Grace melempar vas kaca di atas meja, menatap penuh amarah pada putri tirinya, Selena Atmaja Grace.


" Sebenarnya apa yang telah kamu lakukan sehingga membuat Tuan Besar keluarga Saint sangat murka, hah ?! " Tanya Joseph penuh amarah, tangannya sudah mengepal.


Jika saja anak dari istri keduanya itu bukan lah seorang gadis melainkan seorang lelaki, maka sudah pasti tinju Joseph sudah mendarat di wajah yang membuatnya mendapat masalah besar dengan keluarga paling berkuasa di negeri ini.


" Apa yang aku lakukan tidak ada hubungan sama sekali dengan anda, Tuan Grace yang terhormat. " Jawab Selena sinis.


" Lena, jaga sikapmu di depan papimu ! " Sambar Melisa menatap tajam putrinya.


Selena tertawa dan menatap sinis, " HAHAHA.... Papi ? Dia bukan papiku Mam, dia itu hanya suami Mama, tidak ada hubungan apapun denganku. " Ucap Selena dengan nada yang masih sama sinisnya. Gadis itu sepertinya sudah sangat muak dengan hidupnya.


Selena terpaksa mengikuti Melisa tinggal di rumah suami baru ibunya itu. Ayah kandung Selena yang sebenarnya ingin membawa putrinya bersamanya ketika bercerai dengan Melisa, tidak bisa berbuat apa-apa karena latar belakang keluarga ayah Selena yang berasal dari keluarga biasa tanpa kekuasaan.


Bahkan untuk memberikan nama belakangnya pada putrinya pun dia tidak diberikan hak. Alhasil Selena menjadi pribadi yang sulit diatur dan terkesan liar karena hancurnya rumah tangga kedua orang tuanya. Dan ketika dia datang ke rumah keluarga Grace pun, dia tidak pernah merasakan kehangatan keluarga.


" SELENA ! " Teriak Melisa lagi.


" Lena hanya anak tiri disini, Mam. Anak tiri yang memang diperlakukan seperti anak tiri, Lena tidak pernah dianggap sebagai anak Mam. " Cibir Selena lagi dengan sangat sinis.


Nyatanya memang selama ini Joseph kurang memiliki perhatian pada anak tirinya itu, Joseph memang menikahi Melisa Atmaja karena mencintai wanita itu. Tapi hal itu tidak membuat Joseph lantas menerima Selena dengan sepenuh hati, Joseph masih terus berusaha membiasakan diri dengan putri tirinya itu.


" Cukup ! " Bentak Joseph mendengar perdebatan ibu dan anak di hadapannya.


" Apa kamu tahu kalau apapun yang sudah kamu lakukan itu sudah memprovokasi Tuan Suryatama ?! Apa kamu juga tahu jika kelakuanmu itu membuat rencana Papi untuk menjodohkan kakakmu dengan penerus satu-satunya keluarga Saint itu jadi terancam gagal ?! " Terang pria berdarah campuran Indonesia-Kanada itu.


" Hahahhahaha..." Mendengar ucapan ayah tirinya justru membuat Selena tertawa mengejek.


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


...PD sekali kau pak Joseph mau punya mantu Babang Hega ?!...


...Mimpi aja Boss !!!...

__ADS_1


...Jadi mau ikut ketawa kek Selena........


...🀣🀣🀣🀣...


__ADS_2