
AUTHOR
Disisi lain, di kamar kos, Moza tengah asyik berbaring di ranjang berukuran sedang dengan sprei berwarna hijau bergambar beruang.
Demen banget cewek yang satu ini sama beruang, harusnya bang Bara kasih julukan bukan 'gadis singa' tapi 'gadis beruang'. Yang setuju angkat jempol nya.... 👍😍
Nyatanya gadis manis ini memang suka sekali dengan karakter beruang, setiap kali belanja bersama Deana sahabatnya atau hanya sekedar jalan-jalan, jika mereka menemukan barang yang lucu entah baju, aksesoris atau barang lainnya, mereka akan membeli sepasang untuk mereka berdua.
Sudah macam couple item gitu kira-kira.
Jika Deana yang lebih suka panda, maka Moza akan memilih beruang.
Yah harap maklum nih sepasang sahabat yang merasa dirinya kembar. Pengennya punya barang samaan. 😊
Baginya figure binatang beruang membuatnya merasa nyaman, binatang besar dengan bulu lebat, menggemaskan dan tampak hangat jika dipeluk. Meskipun wujudnya dalam dunia nyata lebih ke arah menakutkan sih.
Tapi tidak bisa dipungkiri, barang apapun yang memiliki ornamen beruang pasti sangat imut baginya. Boneka beruang, mug bergambar beruang, piyama dan kaos beruang dan lain sebagainya.
Dan saat ini gadis itu sedang berusaha membuat dirinya nyaman dengan memeluk boneka beruang berwarna coklat muda berukuran sedang.
Beberapa kali tampak dirinya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menutupi wajahnya dengan boneka itu.
Sejak pulang dari acara liburan di villa Dimas, gadis itu tampak bertingkah lain dari kebiasaannya. Biasanya waktu libur yang akan fokus digunakannya untuk menikmati hobinya menggambar, atau jika sedang malas berfikir maka waktunya akan dihabiskan untuk membaca komik atau menonton drama korea.
Tapi kegiatan-kegiatan yang seringkali dilakukannya itu tidak bisa membuat pikirannya yang kacau dan hatinya yang gelisah menjadi tenang. Akhirnya dia hanya berguling-guling tidak jelas di atas ranjang, sambil tak jarang tiba-tiba tersenyum sendiri, kemudian detik berikutnya mengacak-acak rambutnya kesal.
" Ich.... Kenapa tuh muka nongol terus di kepalaku sih ? " Gumamnya kesal.
Nih sepertinya gantian Moza yang mulai gak waras. Galau kepikiran abang ganteng. 😍😍
Sebenarnya setiap kali liburan setelah ujian semester, Moza akan pulang ke kota asalnya. Menghabiskan liburannya di rumah kedua orang tuanya, melepas rindu dengan ayah bunda dan juga adik bungsunya. Tak lupa mengunjungi sang kakak yang paling dia sayangi.
Tapi liburan semester ini gadis itu punya rencana lain, tentunya bersama beberapa temannya. Lagipula beberapa hari lalu dia mendapat kabar dari sang adik jika ayah bundanya akan datang ke kota tempatnya menimba ilmu.
__ADS_1
•
•
🍒🍒🍒
~~ Flashback ~~
Berawal dari kejadian beberapa minggu sebelum ujian semester. Saat itu gadis itu tengah berkumpul dengan para sahabat perempuannya siapa lagi kalau bukan Deana, Amira dan Renata.
Rutinitas Weekend yang mereka habiskan saling menginap di tempat masing-masing secara bergantian. Dan minggu ini giliran di tempat Moza, kamar kos yang bisa dibilang cukup luas meskipun hanya ada satu ranjang berukuran sedang yang hanya cukup untuk dua orang saja.
Tapi untungnya Moza menyimpan sebuah kasur busa yang dia sandarkan di salah satu sudut dinding kamarnya, kasur darurat yang biasanya dipasangnya di depan televisi untuk sekedar bersantai memutar film dari dvd.
Memang tidak terlalu besar dan tebal tapi cukup nyaman untuk dijadikan alas berbaring.
" Lo gak kepikiran buat buka butik gitu ? " Celetuk Deana saat mengamati sahabatnya tengah menggambar sebuah gaun yang indah di salah satu halaman sketch book pribadinya.
" Haish.... Aku mah apa atuh, cuma remahan keripik singkong yang ada di dasar toples, orang iseng yang hobi coret-coret gak jelas. " Jawab gadis itu enggan.
Batin Deana yang tahu dengan jelas jika desain yang dibuat sahabatnya itu lebih dari sekedar amatir.
Mendekat ke arah sahabatnya yang duduk di meja belajarnya, meraih sketch book berwarna merah tua dari hadapan pemiliknya. Membuat gadis itu terbengong sesaat kemudian mengikuti langkah sahabatnya dan bersila di atas kasur busa dengan sprei beruang tapi berwarna pink.
" Eh girls coba deh kalian lihat ini !!! "
Deana kembali duduk di atas kasur busa di depan televisi, menghampiri Amira dan Renata yang tengah asyik menonton film sambil mengunyah keripik singkong.
Perhatian mereka beralih pada buku yang ditunjukkan Deana, Amira perlahan membuka satu per satu halaman buku itu.
" Apa sih gue juga mau lihat ! " Gerutu Renata meletakkan toples keripik yang dari tadi berada di pangkuannya, membersihkan jarinya dengan tissu dan kemudian meraih buku itu dari tangan Amira.
" Nih lo lihat, secara kan lo miss fashionable. Tapi mata awam gue sih bilang 'Yes' . " Ucap gadis berhijab itu menirukan gaya bahasa salah satu juri ajang pencarian bakat menyanyi yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia.
__ADS_1
Buku bercover maroon itu sudah berpindah tangan pada Renata. Satu per satu halaman dibukanya, beberapa kali gadis itu terlihat mengerjapkan matanya, tak lama kemudian bola matanya mendadak berbinar.
" Ini semua lo yang gambar Mo ? " Tanya gadis itu dengan nada takjub sambil menoleh kearah gadis yang sudah duduk bersila di samping Deana.
" Hn... " Jawab Moza enggan.
" Kok gue gak pernah lihat sih, eh.... bukannya buku yang sering lo bawa itu warnanya coklat yah ? " Tanyanya lagi seraya membalik buku dan melihat warna cover buku yang dipegangnya ternyata berwarna merah tua.
" Yang itu punya kakak aku, yang ini punyaku pribadi, bukan konsumsi publik. " Jawabnya santai sambil meraih buku itu dari tangan Renata dan menyimpannya kembali di atas meja belajarnya.
" Kenapa gak pernah lo kasih lihat ke gue sih, Ish... lo gak asyik. " Dengus Renata pura-pura kesal.
" Memang apa faedahnya coba kasih lihat lo ? " Tanya Amira menggoda.
" Hei girls, kalian memang gak tahu fashion yah. " Renata berdecak kesal pada ketiga sahabatnya.
" Okey okey Miss Fashionable, What do you mean ? " Giliran Deana menggoda temannya itu sambil meraih toples keripik dari samping Renata.
" Nih buku bisa jadi uang tauk, eh salah ding, bukan hanya jadi uang, tapi bisa jadi trend fashion yang menabjubkan. " Ujarnya dengan ekspresi menatap ke atas dan jari-jemarinya menari-mari di udara ala-ala sedang berfantasi.
" Ya jadi uang kalo bukunya di loakin. " Sambar si pemilik buku dengan nyengir jahil ke arah sahabatnya yang terlihat sedang berkhayal itu.
Sontak membuat Amira dan Deana tertawa terbahak-bahak, yang justru membuat Renata mendengus kesal karena khayalannya dihancurkan oleh tawa membahana teman-temannya itu.
" Cih kalian ini gak bisa diajak serius. " Omelnya sambil merebut kembali toples keripik singkong dari pangkuan Deana.
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
➡️➡️ Ditunggu LIKE & COMMENT NYA YAH ....❤
PLEASE DON'T BE SILENT READER......🌹🍁☘.
Bantu VOTE agar karya ini UP yah....
__ADS_1
Terima kasih 😊😘😘😍
Jangan ragu tinggalkan jejak kritik dan saran ya 😊😘😍💕💕