
AUTHOR
Hega menggunakan Alina sebagai alat untuk membuat gadisnya itu membenci dirinya. Karena dia pikir akan mudah bagi gadis itu melupakannya jika gadis itu membencinya.
Bencilah aku agar mudah bagimu melupakannku ! Jangan pernah memaafkanku !
Guman Hega dalam hati, melihat punggung gadis yang dicintainya pergi menjauh dengan ekspresi terluka.
•
•
🍒🍒🍒
Sudah berapa hari ini pemuda itu tidak makan dan tidur dengan benar. Dia menenggelamkan dirinya dalam tumpukan pekerjaan, bahkan menginap di kantor dan tidak pulang ke apartemen ataupun ke rumah besar.
Pemuda itu benar-benar sedang dimabuk cinta, dan lebih buruknya lagi adalah bahwa dia tidak bisa bersama dengan gadis yang sangat dicintainya itu.
Membuat emosinya mudah meledak dengan satu sulutan masalah saja. Siapapun yang membuat kesalahan meskipun kecil akan membuat amarah Presdir itu meledak. Membuat suasana kantor Golden Imperial Group tegang dan memanas.
Meskipun ada sisi baiknya sih mood buruk sang Presdir, devil mode yang tengah aktif itu membuat semua karyawan melakukan pekerjaan mereka dengan sangat teliti dan hati-hati.
Menghindari kesalahan sekecil apapun agar dapat terselamatkan dari kemurkaan si Presdir Jutek yang dingin dan menakutkan itu.
•
•
🍒🍒🍒
Hega masih menenggelamkan diri dalam kesibukannya di kantor, dinas ke beberapa kota meninjau beberapa proyek hotel dan restoran baru yang tersebar di beberapa kota di Indonesia, sekaligus memantau cabang Golden Mall di kota-kota lain serta sub-cabang lainnya.
Benar-benar sedang dalam mode gila kerja, membuat Julian dan Bara mau tidak mau mengikuti kunjungan maraton keliling Indonesia itu.
Jika saja Bara tak menghentikan kegilaan atasannya itu, mungkin saja dinas maraton itu tak hanya berhenti dalam area dalam negeri saja. Malah bisa jadi berlanjut pada kunjungan ke cabang-cabang di luar negeri, yang pastinya akan membuat Bara dan Julian kelelahan dan tak punya waktu istirahat.
Saat tengah selesai rapat dengan beberapa jajaran kepala divisi, Hega menjatuhkan dirinya kembali di kursi kebesarannya. Hendak melajutkan pekerjaan yang seharusnya masih bisa dilakukan minggu depan.
Mencari-cari apa saja proyek atau berkas yang bisa dikerjakannya untuk mengalihkan pikirannya dari gadis yang masih terus berputar si kepalanya.
Ekspresi wajah sayu dan bulir air mata yang jatuh dari kelopak mata indah milik gadis itu, yang dilihatnya beberapa hari yang lalu saat dengan sengaja dirinya menggunakan Alina untuk membuat gadis itu salah paham dan membencinya.
" Ga, lo gak bisa terus seperti ini. Selesaikanlah secara baik-baik. " Ucap Bara akhirnya, frustrasi melihat kelakuan gila sahabatnya itu.
" Apa lagi yang harus gue lakukan Bar ? " Jawabnya malah balik bertanya seperti kebiasaannya. Meletakkan pena di tangannya.
" Lo hampir gak terlihat layaknya manusia normal Ga, lo lebih mirip robot gila kerja. " Bara mendesah setelah mengucapkan kalimatnya, iba melihat kondisi psikologis sahabatnya itu.
__ADS_1
Julian hanya diam, mendengarkan tanpa berani mengomentari, merapikan berkas-berkas hasil rapat dengan jajaran kepala divisi.
" Kalau gue gak menyibukkan diri gue dengan pekerjaan, gue rasa malah akan membuat gue jadi gila Bar. " Ucap Hega degan wajah pias.
" Tanya saja Julian apa yang terjadi pada gadis itu. " Ucap Bara kemudian mengisyaratkan agar pemuda yang dari tadi diam seribu bahasa itu agar ikut angkat bicara.
" Hufff..... " Julian menghela nafas dalam, kemudian memulai kalimatnya.
" Saya rasa Momo berhak tahu bang. " Ucap Julian akhirnya.
" Dia akan ..... " Hega menghela nafas tak sanggup melanjutkan kalimatnya.
" Jika bang Hega berfikir dia akan terluka, dia memang sudah terluka bang. Tapi luka karena tahu abang memilih wanita lain ataukan luka karena mengetahui kenyataan bahwa abang tidak punya pilihan lain. Coba abang pikirkan luka mana yang lebih berat untuknya ? " Jawab Julian memberi pertimbangan pada boss nya itu.
Karena selama beberapa hari ini dia melihat dengan kedua mata kepalanya sendiri dua orang yang tengah sama-sama hancur itu.
Hega yang hancur tidak punya pilihan selain menerima keputusan keluarganya, dan Moza yang terluka karena merasa cinta Hega padanya terkikis begitu saja karena datangnya orang ketiga.
" Saya rasa bang Hega cukup bijak menilai mana yang terbaik. Saya permisi. " Pamit Julian meninggalkan Hega dan Bara.
Hega yang awalnya ingin membuat Moza lebih mudah melupakannya dengan memberikan luka pada gadis itu seolah melupakan satu hal penting.
Hega lupa, Moza pernah kehilangan seseorang dalam hidupnya yang membuat gadis itu tidak ingin membuka hati untuk lelaki manapun, ataupun membiarkan rasa bernama cinta merasuki dirinya.
Tapi itu adalah hal yang berbeda, dia kehilangan kakaknya, tentu saja itu berbeda dengan luka hati karena seorang pria yang dicintainya.
" Julian benar Ga. Coba pikirkan bagaimana jika selamanya gadis itu tidak akan membuka dirinya untuk cinta lagi karena trauma buruk pada cinta pertamanya yang gagal karena pengkhianatan. " Ucap Bara memecah keheningan setelah kepergian Julian.
" Iya, lo gak mengkhianatinya, tapi yang dilihatnya waktu itu adalah bahwa lo sedang bersama dengan perempuan lain setelah begitu lama mengabaikan dirinya. " Tegas Bara.
" Bayangkan saja pria pertama yang dicintainya meninggalkannya demi perempuan lain. Bahkan dengan segala hal manis dan romantis yang lo lakukan, tetap tidak menjamin perasaan lo bertahan lama padanya. " Ucap Bara mengungkapkan apa yang ada di pikirannya selama beberapa hari ini.
Hega tersentak dengan kalimat Bara, menyadari betapa bodohnya dirinya sampai tidak terpikirkan akan kemungkinan terburuk itu.
" Pikirkan apa yang akan ada dipikirannya ? Seorang seperti Hega yang terlihat begitu mencintainya, tiba-tiba mendadak berubah 180 derajad mengacuhkannya karena perempuan lain. " Ucap Bara semakin membuat Hega terguncang.
" Bayangkan apa yang akan dipikirkannya pada pemuda lain yang mendekatinya nanti ? Saat ada seorang pemuda yang benar-benar tulus mencintainya. Apakah gadis itu masih bisa percaya untuk kedua kalinya ? " Ucap Bara Lagi yang membuat Hega semakin menyadari kebodohannya.
" Jadi pikirkan lagi apa yang akan kamu lakukan ? Tetap pada rencanamu membuat dia membencimu dan menyisakan luka dan trauma yang mungkin akan dibawanya seumur hidup ? Atau mengatakan semuanya yang meskipun akan tetap membuatnya terluka tapi setidaknya dia tahu jika kalian tidak bisa bersama bukan karena kamu mengkhianatinya, tapi karena kamu tidak punya pilihan lain selain menyetujui perjodohan itu dan merelakan cintamu untuknya. "
Tubuh Hega semakin bergetar hebat mendengar kalimat demi kalimat yang diucapkan sahabatnya itu.
" Setidaknya Moza tahu cintamu untuknya itu benar-benar nyata dan keadaan lah yang membuat kalian tidak bisa bersama. "
Sambung Bara menutup serangkaian kalimat yang terus berputar-putar di kepalanya selama beberapa hari ini namun seolah tertahan di tenggorokannya.
Dan saat ini pemuda itu merasa lega telah mengatakan semuanya, karena dirinya sudah tak tahan lagi melihat sahabatnya yang begitu tak berdaya. Ditepuknya pundak sahabatnya itu, dan ditinggalkannya seorang diri agar Hega bisa memikirkan kembali apa yang akan dilakukan selanjutnya.
__ADS_1
🌟
Hu hu hu.... Bang Bara jleb banget nasihatnya 😭😭😭
Akahkah Bang Hega jujur ataukah tetap pada pilihannya untuk membuat Moza membencinya ? 🤔🤔🤔
Lebih menyakitkan mana antara mengetahui kenyataan yang sebenarnya ataukan salah paham yang sama-sama membuat kita terluka ?
Mana yang lebih mudah ?
Antara membenci dan melupakan orang yang kita cintai karena kesalah pahaman karena pengkhianatan ?
Ataukah mengetahui kenyataan dan kejujuran bahwa kita tidak bisa bersatu dengan orang yang kita cintai itu karena sesuatu yang tidak bisa hindari ?
🌟
KALAU KAMU PILIH MANA ???? 🤔🤔🤔
Kejujuran yang menyakitkan atau Kesalahpahaman yang menyakitkan ???
🌟🌟🌟
Hari ini mau UP berapa episode akuh masih belum tahu ya.
Karena UP yang kemarin cukup ngebut dan memang pas ide dan keHALUAN akuh lagi mengalir deras....
Hari ini gak janji bisa UP banyak....
Semoga aja dapat ispirasi dadakan....
Jangan lupa kasih aku vitamin berupa
✔ LIKE 👍
✔ COMMENT ✍💌
✔ VOTE 💱💲 yah 💋💋💋
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
➡️➡️ Ditunggu LIKE & COMMENT NYA YAH ....❤
PLEASE DON'T BE SILENT READER......🌹🍁☘.
Bantu VOTE agar karya ini UP yah....
Dukung akuh agar semangat MengHALU..... 😍😍
__ADS_1
Terima kasih 😊😘😘😍
Jangan ragu tinggalkan jejak kritik dan saran ya 😊😘😍💕💕