
AUTHOR
Tangan Derka memainkan gelas wine yang sudah kosong di atas meja dihadapannya. Tampak sebuah senyum jahil kembali tersungging di bibir Derka.
" Ada satu hal yang selama ini gue selalu penasaran. " Ucap dokter muda itu sembari mengerutkan keningnya dan memainkan jari ibu dan telunjuknya di dagu.
" Bagaimana pria dingin dan menyebalkan seperti lo ini bisa dapat calon istri secantik adik ipar yang sangat manis ini ?! " Lanjutnya kali ini sambil geleng-geleng kepala.
" Berhenti berputar-putar ! " Maki Hega menatap tajam sahabatnya itu.
Hega bersandar di sandaran kursi dengan kedua tangan sudah bersedekap di dadanya, terlihat sudah sangat malas meladeni kelakuan gila pria di hadapannnya itu.
" Pasti selain gue ada juga kan yang penasaran gimana seorang Hega menyatakan cinta atau nembak seorang wanita ?! " Derka tampak memancing respon dari semua yang ada disana.
Sebagian besar terlihat mengangguk-anggukkan kepala mereka dan tersenyum dengan mata berbinar. Mengisyaratkan jika mereka juga penasaran dengan hal tersebut.
Deana tanpa merasa bersalah pada sahabat baiknya justru mengacungkan kedua ibu jarinya ke arah Derka, mendukung pria itu melanjutkan kalimatnya karena Dea mulai tahu kemana arah tujuan pria itu.
" Jadi bagaimana kalau kita minta tuan rumah kita, Tuan Muda Saint ini mengulang kembali adegan itu, Setuju ?! " Sambung Derka menatap bergantian ke arah teman-teman Moza yang tampak antusias.
" Setujuuuuu..... " Kali ini Derka mendapatkan dukungan dari hampir semua yang ada disana.
Bahkan Amira, Renata dan Viola ikut bersorak antusias diiringi tepuk tangan sebagai tanda dukungan mereka pada hukuman yang diajukan oleh Derka.
" So, Lo harus ulangi adegan love confession lo sama adik ipar ! " Titah Derka akhirnya sambil manggut-manggut dan tersenyum devil.
GLEK....
Tenggorokan Moza langsung tercekat.
Apa tadi dia bilang ? Pernyataan cinta ? Hiks hiks jangan gila dong. Itu kan sangat memalukan, dan waktu itu aku bahkan tidak langsung menerimanya.
Moza memandang Hega dan menggeleng pelan, berharap Hega tidak memenuhi permintaan gila sahabatnya itu.
" Yakin kalian hanya minta gue lakukan itu ?! " Ucap Hega dengan nada meremehkan.
" Kak. " Bisik Moza sembari memukul lengan Hega.
" Tenang saja. " Ucap Hega dengan berbisik juga.
" Iya emang kenapa ? Lo takut Ga ? Takut ketahuan kalau lo itu tipe pria yang gak ada manis-manisnya. Gue selama ini penasaran gimana seorang beruang kutub yang kaku dan dingin macam lo nembak seorang gadis. Pasti lucu banget... Hehehe..... " Tawa Derka seketika meledak membayangkan bagaimana kaku dan canggungnya seorang pria angkuh seperti Hega menyatakan cinta pada gadis yang disukainya.
__ADS_1
Dan tentu saja perkiraan Derka itu bisa jadi salah besar. Karena meskipun tanpa rangkaian bunga ataupun kemerlap lilin dan balon warna-warni. Meskipun tanpa dinner romantis yang diiringi permainan biola ataupun piano. Tapi pengakuan cinta Hega di pantai waktu itu benar-benar terasa manis bagi Moza.
Tidak tahu bagi wanita lainnya, tapi kala itu Moza benar-benar merasa sangat dicintai. Tapi untuk mengulangnya kembali, apalagi harus dilihat banyak orang seperti ini akan sangat memalukan bagi Moza dan Hega tentunya.
Moza kembali menggeleng pelan, memohon agar Hega menolaknya saja.
Tapi dengan santainya Hega menerima tantangan kedua sahabatnya itu. Lagipula apa salahnya menyatakan cinta lagi, sekalian saja membuktikan bahwa dugaan Derka itu salah.
Dan lagi tiba-tiba Hega teringat sesuatu, sesuatu yang memang harus dilakukannya karena bagaimanapun sebelumnya Hega pernah begitu menyakiti hati gadis yang dicintainya itu.
Membuat gadis itu menangis padahal dirinya pernah berjanji hanya akan memberikan kebahagiaan pada Moza dan tidak akan lagi membiarkan air mata jatuh dari mata indah kekasihnya itu.
Dengan perlahan Hega menggeser kursinya dan kursi yang diduduki oleh kekasihnya agar dalam posisi berhadapan, sehingga mudah baginya menatap wajah Moza secara keseluruhan.
Suasana hening seketika, wajah-wajah penasaran memusatkan pandangan mereka pada sepasang kekasih itu. Jantung mereka ikut berpacu menanti reka ulang adegan pernyataan cinta seorang Hega Airsyana.
Hega kembali duduk di kursinya, sedikit merapatkan kursinya dengan kursi Moza sehingga kedua kaki gadis itu terkungkung diantara kaki panjang kekasihnya.
Moza seketika seolah merasakan kembali apa yang dirasakannya beberapa bulan yang lalu saat pemuda di hadapannya itu menembaknya. Jantungnya kembali berdegup kencang, jika saat itu Moza bingung dengan apa yang dilakukan Hega. Maka kali ini situasinya berbeda, Moza tahu jika pemuda di hadapannya itu mencintainya, namun tetap saja debaran di hatinya masih tidak dapat dikendalikan.
Moza menatap gelisah, satu tangannya meremas-remas tangannya yang lainnya di atas pangkuannya. Seolah berusaha menyembunyikan kegelisahannya.
Hega tersenyum simpul, diraihnya kedua tangan Moza dengan lembut. Kemudian sedikit membungkuk dan mencondongkan kepalanya kearah Moza untuk mengintip wajah kekasihnya yang sedang tertunduk.
Gadis itu menurut, tentu saja hal berbeda dengan situasi aslinya dimana saat itu Moza berusaha memalingkan wajahnya sehingga Hega harus menangkup wajah Moza agar gadis itu menatapnya.
Manik mata kecoklatan milik Moza menatap mata elang hitam legam milik kekasihnya, kemudian tersenyum tipis.
" Aku tahu aku telah mengingkari satu janji yang aku ucapkan waktu itu. Aku membuat air mata mengalir dari matamu, melukai hatimu karena kebodohanku dan membuatmu menangis karena ketidak tahuanku. " Ucap Hega sembari menyibak rambut Moza yang berantakan karena tertiup angin dan menyelipkannya di belakang telinga gadis itu, kemudian kembali menggenggam erat kedua tangan Moza.
" Aku tahu aku tidak akan mampu mengulang kembali masa itu, dan menghapus kenangan menyedihkan yang telah kubuat. Tapi hari ini, sekali lagi aku ingin mengucapkan janji itu. Janji yang pasti akan aku jaga dengan segenap kemampuanku. "
Mendengar ucapan pria di hadapannya, hati Moza terasa begitu terharu. Dan tanpa sadar kelopak matanya terasa basah, ada sesuatu yang seakan ingin terjatuh dari kelopak matanya.
" Aku ingin kamu terus berada di sisiku, membuat kenangan-kenangan indah dan bahagia bersamaku. Sehingga kamu bahkan tidak akan punya waktu untuk mengingat kenangan menyedihkan di masa lalu. Karena aku akan membuatmu sibuk menikmati kebahagiaan selama sisa hidupmu yang akan kamu habiskan bersamaku. " Ucap Hega dengan nada penuh kasih, manik mata Moza terpejam sesaat sehingga tanpa sadar jatuh juga bulir air matanya.
Dengan perlahan tangan kanan Hega menyentuh pipi Moza, menghapus air mata yang mengalir perlahan di pipi gadis itu dengan ibu jarinya.
Suasana masih sangat hening, tidak ada satu orangpun yang berani menginterupsi adegan romantis di hadapan mereka.
Moza mencoba menghindari tatapan mata Hega, perlahan kembali menundukkan kepalanya dan menyeka sisa air mata haru yang masih menggantung di pelupuk matanya seakan berontak ingin membanjiri wajahnya.
__ADS_1
Namun Hega tak kehilangan akal, kembali diraihnya dagu Moza dengan sangat lembut, merangkum wajah kekasih cantiknya itu dengan kedua telapak tangannya.
Kedua pasang bola mata mereka kembali bertemu.
DEG... DEG ...
Kak... Tolong berhenti ! Jantungku benar-benar tidak sanggup menahan tatapan mata kakak. Rasanya aku ingin berhambur ke pelukan kakak sekarang juga.
Ucap Moza dalam hati.
Hega kembali tersenyum, senyum paling sempurna yang dimilikinya sehingga memamerkan lesung pipi yang sesuai janjinya hanya akan ditunjukkan pada belahan jiwa yang saat ini ada di hadapannya.
" Aku ingin menjadi orang yang bisa membuat kamu tertawa dan tersenyum setiap hari. Ijinkan aku membuatmu bahagia selamanya. Kamu hanya perlu melakukan dua hal, hanya lihat aku dan hanya cintai aku ! Penuhi hatimu dengan cinta dariku karena aku juga akan melakukan hal yang sama. Hanya cintamu yang akan ada di sini, di hatiku. Hingga aku tidak akan menginginkan cinta dari siapapun lagi. Hanya kamu, dulu, sekarang dan selamanya. " Tutur Hega sangat lembut.
" Selamat tahun baru Moza Artana, aku mencintai kamu, hanya kamu satu-satunya dalam hati dan hidupku. " Lanjut pemuda itu dengan nada sangat lembut, sambil memasang kembali dengan perlahan kalung dengan lintin hati bertabur berlian di leher jenjang Moza. Kalung yang sama yang dia pasang di leher Moza saat menyatakan cintanya dulu.
Kalung yang selalu dibawa oleh Hega setelah Moza mengembalikannya beberapa bulan yang lalu.
DUAR.... DUAR... DUAR.....
...πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ...
Maaf ya thor sengaja mengulang adegan Love Confession nya. Karena saat di pantai itu rasanya belum sempurna karena Hega belum mendapatkan jawabannya.
Yang kecewa karena merasa adanya pengulangan adegan. Maapkan ya.... Thor hanya ingin kisah cinta mereka benar-benar dimulai dengan sempurna, sekalian bikin moment buat Hega memasang kembali kalung berliannya.
Ntar kelamaan di saku celana, bisa kelupaan dan hilang entah kemana. Belum lagi kalau tuh celana masuk laundry.... Hadohhh bisa runyam urusannya.... Hehehe πππππππππ
...BTW Senengnya banyak yang vote... Banyak sedikitnya poin bukan masalah, mau 10/100/1000 tak apa....
...Tapi bentuk perhatian dan apresiasi kalian lah yang sangat berharga untuk saya....
...^^^I π U ALL^^^...
...LIKE...
...KOMENTAR...
...VOTE...
...ya SAYANG...
__ADS_1
...πππ...
...JAN LUPA FOLLOW IG THOR YA @sherinanta π...