Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
Amarah Deana


__ADS_3

AUTHOR


Mendengar pengakuan Selena yang sama sekali tidak merasa bersalah itu dan justru terdengar sombong dan angkuh, membuat Julian tak tahan lagi ingin mencekik ataupun memukul wanita itu.


Julian sudah tidak peduli lagi jika tangannya harus kotor dan harga dirinya sebagai pria harus ternodai karena memukul seorang wanita.


" Julian, tahan ! " Bara menggeleng pelan, menahan lengan Julian.


" Tapi Bang, pengen gue cekik leher ni cewek sekarang juga. " Emosi Julian semakin tak terkendali, beberapa kali mengacak dan bahkan menjambak rambutnya sendiri frustrasi.


" Gimana bisa ada perempuan gila seperti dia yang nekat mencelakai orang lain karena terobsesi dengan seorang pria. Abang tahu kan gimana kondisi Momo setelah kecelakaan dua minggu lalu. Bahkan lukanya saja masih belum sembuh sepenuhnya. Dan perempuan ini sekali lagi berbuat gila dengan menghasut Alina untuk mencelakai Momo dengan menjatuhkannya ke kolam. "


J E D E E E R R R β€’ β€’ β€’ β€’


Tubuh Deana gemetar seketika mendengar ucapan Julian, menyadari jika yang mereka bicarakan sedari tadi adalah benar Moza sahabatnya.


Nafas gadis itu memburu, matanya memerah menahan air mata sekaligus amarah.


Deana mendekat, dan kehadirannya disadari oleh Bara.


" Dek, sejak kapan lo disitu ? " Tanya Bara cemas.


Julian seketika menoleh, betapa kacau dan syok nya pemuda itu saat ini, hal yang paling ingin disembunyikannya dari Deana terungkap karena kecerobohan dan emosinya.


" D-dea..... Lo ngapain disini ? " Julian tergagap.


Deana masih berjalan dalam diam, semakin dekat dan gadis itu berhenti tepat di samping Julian. Tangannya mengepal menahan marah.


Deana menunduk menatap beberapa lembar foto yang ada di lantai, kemudian berjongkok untuk memungut beberapa lembar dari sekian banyak foto yang berserakan disana.


Tiga foto ada di tangannya, satu foto adalah foto Selena dengan seorang pria memakai hoodie dan topi berwarna hitam.


Satu foto menangkap insiden saat sebuah motor menabrak sebuah sepeda yang dikayuh seorang gadis, tidak terlihat siapa gadis itu karena foto nya diambil dari sisi yang kurang memperlihatkan sudut korban tabrakan.


Tapi jelas terlihat jika pengendara sepeda motor itu adalah pria berhoodie hitam yang bersama Selena di foto pertama.


Dan foto terakhir jelas terlihat siapa yang ada di sana, gadis seusia dengannya, tubuhnya terbaring di aspal tertindih sepeda lipat yang dinaikinya.


Deana semakin gemetar, tubuhnya hampir saja limbung jika Julian tak sigap menangkap tubuh gadis itu.


" Dea, ayo gue antar lo ke kamar ! " Julian merangkul pundak Deana tapi gadis itu menepis tangan Julian.


Julian dan Bara bingung sekaligus cemas dengan apa yang akan diperbuat oleh gadis itu.


Beberapa bulan yang lalu saja bahkan Deana memukul Hega tanpa ampun saat gadis itu mengira Hega mengkhianati sahabatnya dan membuat sahabatnya itu menangis.


Lantas apa yang akan dilakukan gadis yang terkenal sangat posessive pada sahabatnya itu.


Deana manjatuhkan foto yang ada di tangannya, mendekat ke arah Selena yang masih terduduk gemetar di ranjang.


" Dea, biar gue yang urus dia. Lo jangan .... "

__ADS_1


" Diam lo Julian, lo gak akan bisa berbuat apa-apa. Hanya perempuan yang bisa membalas perempuan. "


Deana sekali lagi menepis tangan Julian yang ada di bahunya.


Semakin mendekati Selena,


PLAK....


Satu tamparan keras mendarat di pipi kanan Selena, wanita itu merintih kesakitan mengusap pipinya dengan tangan kirinya.


" Sialan lo. Lo siapa beraninya nampar gue hah ?! " Umpat Selena menatap tajam ke arah gadis yang baru saja menamparnya.


Belum juga rasa sakit itu mereda, satu tamparan lagi mendarat di pipi kirinya.


PLAK....


" Kurang ajar lo. " Selena bangkit dari ranjang hendak membalas tamparan Deana, namun Julian dengan cepat mencekal tangan wanita itu dan menghempaskannya dengan keras hingga Selena terjatuh dan terduduk lagi di ranjangnya.


" Cih... Jangankan menampar wajah busuk lo, gue bahkan sanggup bunuh lo sekarang juga. "


Deana membungkuk, menahan tubuhnya dengan lututnya yang menekuk di atas ranjang. Tangan Deana sudah berada di leher Selena, sedikit menekan cengkramannya di leher wanita itu.


Cengkraman tangan Deana yang mencekik lehernya, membuat Selena tidak bisa berkutik ataupun membalas ucapan Deana.


Tatapan mata Deana yang penuh kemarahan membuat Selena bergidik, kemarahan Deana terlihat lebih mengerikan daripada makian dari Julian.


Setidaknya Julian tidak melakukan kekerasan fisik padanya.


Lain cerita jika Julian yang menamparnya, meskipun Selena yang jelas-jelas berbuat salah, tapi jika Julian nekat melakukanya tetaplah terlihat jika Julianlah pecundangnya di sana.


Tapi situasi berbalik saat Deana disana, Selena tak bisa bergeming. Saat ingin membalaspun Julian dengan sigap menahan tangan Selena yang hendak membalas perlakuan Deana padanya.


Julian menarik tubuh Deana dan menjauhkannya dari Selena. Namun Deana terlihat belum puas melampiaskan kemarahannya, mengetahui jika sahabatnya sempat mengalami kecelakaan saja sudah membuatnya sangat sedih.


Ditambah mengetahui kenyataan jika ternyata kecelakaan itu adalah hasil rencana jahat seseorang.


Apalagi tidak cukup satu kali, bahkan wanita yang masih terlihat angkuh ini mencoba mencelakai sahabatnya untuk kedua kalinya.


Deana benar-benar habis kesabaran, gadis itu sekali lagi ingin menampar bahkan menjambak atau mencekik leher wanita gila yang ada di hadapannya itu.


Tapi Julian mendekap tubuh Deana dari belakang, menahan Deana agar tidak melakukan hal lebih dari yang sudah dia lakukan.


" Cukup Dea ! " Julian semakin mengeratkan dekapan tangannya di tubuh Deana.


" Lepasin gue Julian, gue harus balas perempuan gila ini. Beraninya dia melakukan hal menjijikkan semacam itu ! " Deana meronta, berusaha melepaskan diri dari dekapan Julian.


Julian membalikkan tubuh Deana agar menghadap padanya, membekap kedua pipi Deana agar gadis itu menatapnya.


" Jangan kotori tanganmu dengan menyentuh wanita gila yang menjijikkan ini. " Ucap Julian sambil menatap manik mata Deana yang memerah karena amarah sekaligus air mata.


" Ayo kita keluar dari sini ! " Kedua tangan Julian berpindah memegangi bahu Deana, membujuk sahabatnya itu untuk menurutinya.

__ADS_1


" Tapi...."


Julian menggeleng, " Dia akan mendapatkan balasan yang pantas untuknya. Ayo aku antar lo ke kamar ! " Ucap Julian dengan sangat lembut.


Deana mengangguk pasrah, meninggalkan kamar Selena.


" Lebih baik nona Grace pergi sekarang juga. Saya tidak bisa bertanggung jawab jika terjadi sesuatu yang lebih buruk dari ini jika nona tetap bertahan disini. " Ucapan Bara memang terdengar sopan, tapi justru terasa lebih menyakitkan, terutama bagi harga diri Selena.


Pria itu mengusirnya, dan belum lagi kalimat selanjutnya yang diucapkan Bara sebelum meninggalkan kamar itu.


" Dan sebaiknya nona bersiap karena sepertinya anda mencari masalah dengan orang yang salah ! " Kalimat peringatan yang benar-benar membuat Selena merinding. Tapi keangkuhan wanita itu seolah membuatnya tak takut akan apapun.


Julian membawa Deana ke balkon lantai tiga dekat lift, cukup jauh dari kamar tidur, sengaja mengajak bicara Deana disana agar tak seorangpun yang mendengar tangisan gadis itu.


Julian mendudukkan Deana di kursi, kemudian berjongkok di depan gadis yang masih sesenggukan itu.


" Hiks.... Kenapa lo gak cerita sama gue Jul, huuuu.... Lo jahat sama gue huuu.... Lo tahu kan Momo udah seperti saudara gue sendiri, hiks.. hiksss. " Deana kesal, terus menangis dan memukul-mukul dada Julian.


Julian mendesah kasar, menahan lengan Deana agar berhenti memukulnya.


" Dea, lihat gue ! " Julian menangkup kedua pipi Deana dengan dua telapak tangannya.


" Gue gak cerita karena gue tahu reaksi lo akan seperti ini. Gue gak bisa lihat lo sedih apalagi nangis kayak gini. " Julian menatap lekat manik mata Deana yang memerah, mengusap lembut pipi Deana dan menyeka air mata sahabatnya.


DEG...


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


...All the authors whose works you read...


...Please appreciate their efforts...


...Please support us......


...πŸ’š...


...Like...


...❀...


...Comment...


...πŸ’œ...


...Vote 😘...


...🧑...


...Follow Author ya 😘...


...🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟🌟...

__ADS_1


__ADS_2