
AUTHOR
" Papi gue sampai bilang pengen punya mantu kayak bang Hega, hehehehe..... " Lanjutnya.
" Uhuk... uhuk.... " Kalimat terakhir Renata sontak membuat Moza mendadak tersedak minumannya.
" Ngimpi lo Re. Mana mau bang Hega sama lo. " Ejek Julian.
" Yee.. siapa juga yang bilang gue mau jadi istrinya, kan gue bilang papi gue yang pengen mantu kayak dia, bukan berarti gue juga suka. " Dengus Renata kesal.
" Cih.... Palingan kalau bang Hega mau, lo juga gak bakal bisa nolak. " Cibir Julian semakin membuat Renata kesal.
" Udah gue bilang mau seganteng apa juga, abang cakep bukan tipe gue. " Renata berdecak kesal.
Cukup lama Renata dan Julian saling ejek dan berdebat, mungkin peperangan diantara mereka berdua tak akan berhenti jika saja Julian tak mendapat telepon dari kantornya.
" Jangan lupa pertimbangin gue jadi pacar pertama dan terakhir lo ya Mo. " Lagi-lagi Julian menggoda sahabatya itu dan mengedipkan satu matanya nakal.
" Cih. " Umpat Moza malas.
•
•
🍒🍒🍒
Selepas kepergian Julian, keempat dara cantik itu melanjutkan aktifitas mereka. Menata beberapa manekin di beberapa sudut depan butik.
" Besok bajunya dikirim, jadi kita sudah mulai bisa menata display butik. Lusa kita buat sesi foto untuk dipakai promosi online. " Renata menjelaskan beberapa agenda untuk beberapa hari kedepan.
" Minggu depan kan kita sudah mulai kegiatan di kampus untuk KRS. Jadi akhir minggu ini sudah harus beres semua, agar awal bulan depan sudah bisa mulai promosi dan juga pembukaan butik. " Lanjutnya bersemangat.
Ketiga sahabatnya hanya mengangguk-angguk setuju. Tengah fokus mendengarkan penjelasan Renata, ponsel Moza bergetar.
Drrrt drrrt drrrt....
" Aku angkat telepon sebentar. " Pamitnya pada ketiga temannya.
~ dalam panggilan ~
" Assalamualaikm Bun. "
( ........ )
" Ada apa bun ? "
( ........ )
" Iya, Mo libur kuliahnya, tapi Mo tidak bisa pulang seperti yang sudah Mo bilang sama bunda tempo hari jika Mo dan teman-teman sedang ada kegiatan. "
( ........ )
" Iya bun, Mo sehat kok. Ayah bunda kenapa tidak jadi datang ? "
__ADS_1
( ........ )
" Ya baiklah, semoga urusannya lancar ya bun. Salam untuk Ayah dan Ryu. "
( ........ )
" Waalaikmsalam. Mo sayang bunda. "
Tut tut tut
" Kenapa Mo ? " Tanya Deana sesaat setelah Moza mengakhiri percakapannya di telepon.
" Gak papa, bunda cuma bilang tidak jadi datang. " Ucap gadis itu dengan nada sedikit kecewa.
" Kenapa ? " Tanya Dea lagi.
" Lagi sibuk katanya. " Jawab Moza lesu.
•
•
🍒🍒🍒
Tak terasa libur semester sudah hampir berakhir, mungkin karena kesibukan mempersiapkan usaha butik membuat liburan kali ini terasa cepat berjalan.
Persiapan butik mereka pun sudah selesai, tinggal acara pembukaan yang rencananya akan digelar awal bulan yaitu tepat pada hari Sabtu minggu depan.
Julian pun juga tengah sibuk bekerja sebagai asisten pribadi Presdir Golden Imperial Group, sekaligus belajar bagaimana menjadi seorang pemimpin yang baik dalam mengurus sebuah perusahaan.
Tak terasa liburan sudah selesai, pagi ini Moza dan teman-temannya berencana ke kampus untuk mengisi KRS mereka semester depan.
Setelah mengurus persiapan semester depan, mereka berempat mengunjungi kantin yang sudah hampir sebulan tak mereka datangi.
Baru juga menginjakkan kaki di kantin, beberapa pasang mata sudah menatap kearah keempat gadis itu.
" Pagi Moza, lagi ngurus KRS ya ? " Tanya seorang pemuda sambil tersenyum ramah.
" Sudah tahu pake nanya. " Gerutu Deana sedangkan Moza hanya tersenyum tipis.
Setelah mencari beberapa lama akhirnya menemukan satu meja kosong dan mereka duduk setelah memesan makanan dan minuman.
" Julian mana yah ? Gak KRS an dia ? " Tanya Renata sambil celingukan.
" Ciehhh.... Kalau ada aja berantem muluk, kalau gak ada dicariin. " Goda Amira.
" Ih... bukan gitu Mira, kasihan aja kan kalau sampai telat KRS annya. " Elaknya.
" Dan lagi tuh anak seminggu gak pernah nongol ya. " Lanjutnya keheranan.
" Nah kan lo denger sendiri tempo hari dia bilang kerjaannya banyak banget. Yah kita maklumi aja lah. " Ucap Deana.
" Iya sih, nasib dia jadi asisten boss besar. Eh ngomongin boss besar, abang cakep juga lama gak kelihatan ya. Terakhir ketemu waktu nganter kita ke konveksi. " Ucap Renata mengingat-ingat.
__ADS_1
" Yah asistennya ajah sibuk gimana boss nya Re. " Sambung Deana.
" Iya juga sih. "
Renata terus saja bicara tanpa ada hentinya, ada saja bahan pembicaraan yang keluar dari bibir cerewetnya itu. Untung saja Deana dan Amira masih setia menanggapi celotehannya, meskipun hanya sekedar mengiyakan atau mengangguk.
Sedangkan Moza hanya diam saja di tempatnya, menopang dagunya dengan satu tangannya, dan tangan lainnya sibuk mengaduk-aduk es jeruk di hadapannya.
" Ngapain sih akhir-akhir ini tuh anak sering bengong ? " Tanya Renata melihat Moza yang tengah berada dalam lamunannya.
" Lagi kesambet setan bengong kali. " Ucap Amira berniat menggoda sahabatnya yang tengah melamun itu.
" Yang ada kesambet setan cakep. " Dan dengan santainya Deana menimpali ucapan Amira sambil menyeruput jus mangga miliknya.
Moza yang merasa tersindir berusaha mengembalikan kesadarannya. Mengibaskan tangannya diatas kepalanya, seolah-olah sedang menghapus sesuatu yang tak tampak mata.
Ya tentu saja maksudnya adalah menghapus bayangan pria yang beberapa waktu lalu selalu berkeliaran di sekitarnya. Dan tiba-tiba selama hampir seminggu ini tidak kelihatan batang hidungnya sama sekali.
Aku sudah membangun tembok tebal dari ketakutan dan tidak membiarkan seorangpun masuk dan memilih menghindar. Karena aku tak ingin lagi merasakan yang namanya kehilangan.
Tapi perlahan pertahananku kau hancurkan, dengan seenaknya masuk ke dalam hati dan pikiranku tanpa seijinku. Kemudian menghilang begitu saja tanpa pemberitahuan.
Batin Moza tenggelam dalam pikirannya sendiri.
" Hei guys, kalian udah selesai KRS an ? " Tanya Julian yang baru saja datang sambil setengah terengah-engah kemudian menyambar jus mangga milik Deana, dan keempat gadis itu mengangguk.
" Julian..... Jus gue... " Teriak Deana sambil menoyor kepala pemuda itu.
" Aduh sakit De, gue gak penyakitan ini. " Gerutu Julian.
" Lo darimana aja seminggu gak nongol ? " Omel Renata.
" Gue baru pulang nemenin si boss dinas ke Singapura. Nih baru landing dari bandara langsung kesini. " Jawabnya.
" Ya udah gue ke kantor akademik dulu, oh iya ini ada kiriman buat kalian. " Sambungnya sambil meletakkan dua paperbag di atas meja.
" Apaan nih ? " Tanya Deana.
" Yang putih buat Moza, yang biru buat dibagi kalian bertiga. " Jawab Julian sambil menyeruput habis jus mangga milik Deana.
" Lah kok Moza dapat spesial sih ? " Protes Renata.
" Gak tahu, tanya aja sama bang Hega. Dah ya, gue pergi dulu, kalian tunggu sini kalau mau ntar gue anter pulangnya. " Jelasnya pada keempat gadis itu kemudian pergi meninggalkan kantin.
Ketiga gadis itu menatap paperbag di atas meja, kemudian saling tatap satu sama lain. Setelah itu kompak mengarahkan pandangan mereka ke arah sahabat mereka yang dari tadi melamun, Deana mendorong paperbag putih ke hadapan gadis itu sambil tersenyum penuh arti.
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
➡️➡️ Ditunggu LIKE & COMMENT NYA YAH ....❤
PLEASE DON'T BE SILENT READER......🌹🍁☘.
Bantu VOTE agar karya ini UP yah....
__ADS_1
Terima kasih 😊😘😘😍
Jangan ragu tinggalkan jejak kritik dan saran ya 😊😘😍💕💕