
AUTHOR
Saat di tempat parkir, Moza teringat sesuatu ketika dilihatnya Pak Bakti ternyata masih menunggu disana.
Moza menghentikan langkahnya, menoleh ke arah sahabatnya, " Ah... Dea, maukah kamu menemaniku sebentar ke suatu tempat ? " Tanya Moza.
" Eum... Kemana ? "
" Ke kantornya Kak Hega, Kakek memintaku mengantar berkas penting. " Jawab Moza.
" Oke. "
" Terima kasih Dea sayang, ayo masuk ! "
Pak Bakti membukakan pintu belakang untuk Nona Mudanya, dan Deana membuka sisi lainnya. Moza mau tidak mau harus mulai terbiasa dengan fasilitas dan pelayanan yang disiapkan untuk dirinya.
Meskipun awalnya Moza masih merasa jika semua yang disiapkan untuknya itu sangatlah berlebihan. Mulai dari pelayan pribadi, supir pribadi dan beberapa fasilitas lainnya.
Untung saja untuk masalah pelayan pribadi, Moza sudah berhasil mengatasinya. Sasa yang bertugas melayani dirinya hanya akan dipanggilnya jika Moza benar-benar membutuhkan bantuannya.
Moza merasa risih jika setiap pergerakannya diikuti oleh seseorang yang terus mengekor padanya. Begitulah yang dilakukan Sasa pada awal kepindahan Moza di Rumah Besar, dan saat itu Moza masih bisa mentolerirnya karena Moza memang sedang dalam kondisi pemulihan sehingga butuh banyak bantuan untuk melakukan aktivitasnya.
Itu masih pelayan dan supir pribadi, bagaimana jika gadis itu tahu ternyata diam-diam tanpa sepengetahuannya seorang pengawal pribadi selalu mengikuti kemanapun dirinya pergi. Mungkin Moza akan makin sakit kepala dibuatnya.
" Nona, kita sudah sampai. Kantor Tuan Muda ada di Lantai 15. " Ucap Pak Bakti kemudian keluar dari mobil dan kembali membukakan pintu untuk Moza.
π»π»π»
Tidak terasa seminggu sudah berlalu, acara pertunangan memang kurang tiga minggu lagi. Tapi masih banyaknya persiapan yang belum dilakukan membuat waktu tiga minggu itu terasa kurang.
Hari ini rencananya Moza dan Hega akan pergi menemui desainer untuk memilih gaun dan setelan jas untuk mereka berdua. Tidak lupa juga untuk anggota keluarga.
Tapi rencana berubah, karena tiba-tiba terbersit untuk membuat seragam khusus untuk seluruh pelayan di rumah besar. Mengingat ini adalah jamuan pertama yang diadakan keluarga Saint setelah sekian lama.
Akhirnya desainernya lah yang harus didatangkan ke rumah besar.
Kenapa bukan Moza sendiri yang merancang gaunnya ?
Sebenarnya bukannya Moza tidak ingin membuat gaunnya sendiri ataupun keluarganya tidak percaya pada kemampuannya.
Tapi karena H-Mo Boutique sedang dalam taraf naik daun sehingga banyak pesanan online yang harus ditangani. Dan Moza sendiri juga tidak mungkin punya waktu untuk mencari ide untuk gaun yang akan dipakainya mengingat acara tersebut diadakan sangat mendadak.
" Ryu kenapa tidak ikut, Bun ? " Tanya Moza ketika lagi-lagi tidak melihat adiknya dalam acara yang seharusnya dihadiri semua anggota keluarga.
" Haish.... Jangan kamu pikirkan dia ! Kamu tahu kan anak itu sangat keras kepala, dia masih belum rela kakak tersayangnya akan diambil orang. " Ucap Ayu Puspita seraya tertawa kecil mengingat kelakuan kekanakan putra bungsunya.
Moza tertunduk menyembunyikan kekecewaannya, bagaimanapun Ryuza adalah satu-satunya saudaranya. Moza juga sangat menyayangi pemuda itu, dan Moza belum punya kesempatan untuk membujuk adik kesayangannya itu.
Gurat kekecewaan di wajah Moza tentu saja tidak luput dari pengawasan Hega. Dan Hega bukannya tidak melakukan apa-apa untuk mengatasi hal tersebut. Hega bahkan beberapa kali mencoba berbicara dengan calon adik iparnya itu, tapi pemuda berusia 16 tahun itu masih sangat keras kepala.
__ADS_1
Sepertinya Hega masih harus berusaha lebih keras lagi untuk membujuk dan memenangkan hati calon adik iparnya itu. Dan mendapatkan restunya untuk menikahi kakak perempuan yang disayanginya. Memang sulit melawan seorang adik yang possesif dan bucin kakaknya sendiri.
" Kakaaak cantiiiikkkkk.... " Sebuah suara melengking membahana dari arah pintu masuk. Membawa suasana kembali hidup, membuyarkan lamunan Hega yang melayang entah kemana.
Seorang gadis kecil berusia sekitar 7 tahun berlari berhambur ke pelukan Moza.
" Hei, peri kecil. " Moza berjongkok dan memeluk Rania kemudian menggendong gadis kecil itu.
Rania tampak cemberut, " Eh... Kenapa kakak memanggilku seperti itu ? " Protesnya.
" Eummm.... Kenapa ? Apakah kamu tidak suka ? "
" Hanya kak Hega yang memanggilku begitu. "
" Oh.... Jadi kakak tidak boleh memanggilmu seperti itu ? "
Dahi Rania tampak mengerut seolah sedang berfikir, " Emmm.... Iya, kakak boleh memanggil Rania seperti itu. " Ucap gadis kecil itu sembari mengangguk-anggukkan kepalanya beberapa kali.
Ayu Puspita menatap lekat gadis kecil dalam gendongan putrinya, seolah tampak tidak asing dengan wajah imut gadis itu.
" Halo, siapa gadis kecil yang sangat manis ini ? Sini kenalan sama tante. " Sapa Ayu ramah.
Rania meminta turun dari gendongan Moza, dan berdiri dengan sangat elegan.
" Halo tante yang cantik, perkenalkan aku Rania Airsyana Tama. " Ucap gadis itu memperkenalkan diri sambil membungkukkan sedikit badannya dan memegang ujung gaun ala perincess berwarna pink yang dipakainya. Benar-benar bergaya ala putri di film kartun, sangat menggemaskan.
Rania sedikit membulatkan kedua bola matanya, " No no no.... "
Dengan lucunya Rania malah mengangkat jari telunjuknya ke depan dan menggoyangkannya ke kanan dan ke kiri, tak lupa menggelengkan kepalanya seirama dengan jari telunjuknya.
" Eh... Kenapa ? Tante punya anak laki-laki yang sangat tampan loh. " Ayu mencoba merayu gadis itu dengan membanggakan wajah putra bungsunya yang memang sangat tampan, membuat senyum mengembang di wajah beberapa orang dan malah ada yang tergelak tanpa sungkan.
" Bunda ini ada-ada saja ! " Sela Ardi Dama melirik istrinya sembari geleng-geleng kepala mendengar gurauan konyol sang istri.
" Kalau Rania sudah besar, Rania akan menikahi Kak Hega. " Jawab gadis kecil itu dengan polosnya dan sangat percaya diri.
" HAAAAH.... " Berbeda dengan respon semua orang, Moza dan kedua orang tuanya malah terbengong mendengar kalimat gadis itu.
Semua orang yang ada disana hanya terkikik dan geleng-geleng kepala mendengar celotehan imut gadis itu. Celotehan lucu yang memang selalu keluar dari bibir Rania sejak gadis itu berusia 3 tahun.
Hega dengan cepat menyambar tubuh kecil Rania, membawa gadis itu dalam gendongannya.
" Rania, jika kakak menunggumu besar, kakak akan terlalu tua untuk menikah. " Ucap Hega sembari mencubit gemas hidung mancung Rania.
" Humph.... Rania tetap mau menikahi kakak walaupun kakak sudah tua, kakak pasti tetap terlihat tampan meskipun sudah tua. " Oceh gadis itu kembali memancing gelak tawa semua orang.
Hega menatap gemas adiknya, " Heh... Bagaimana kamu tahu kalau kakak akan tetap tampan saat tua ? "
" Tentu saja Rania tahu, coba lihat Papa ! " Ucap Rania sembari menoleh ke arah ke belakang dan menunjuk pria paruh baya berkemeja biru tua.
__ADS_1
Aryatama tersenyum melihat tingkah putrinya yang sedang menatap bangga pada dirinya.
" Dan coba kakak lihat Kakek ! " Kali ini tatapan mata Rania berpindah ke sisi kanan Aryatama, jari telunjuknya mengarah pada kakek Suryatama.
Semua orang dibuat mengerut heran menunggu apa yang akan dikatakan gadis kecil itu selanjutnya.
" Bukankah mereka terlihat masih sangat tampan meskipun sudah tua ?! " Celetukan polos Rania sontak membuat tawa semua orang meledak tidak terkendali.
" Kenapa ? Apa yang lucu ? Rania benar kan, Kak ?! " Tanya gadis itu dengan lugunya.
Hega yang masih menahan tawa hanya bisa manggut-manggut menjawab pertanyaan menggemaskan adiknya.
" Iya kamu benar sayang, tapi kakak dan adik tidak boleh menikah sayang. " Ayu mengelus kepala gadis kecil yang masih tenang di gendongan Hega.
" Benarkah itu, Kak ?! " Rania terlihat kecewa saat kakak yang amat disayanginya menganggukkan kepala.
" Kenapa begitu ? Kenapa tidak boleh ? Hiksss....hiksss... " Tangis Rania mulai pecah.
LAH... LAH... LAH....πππ
...πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ...
YAELAH adik yang satunya belum berhasil dijinakkan, eh nih adik satunya ikutan mewek pula dikata gak boleh nikah ma Kakaknya.
Gimana nanti kalau tahu Abangnya bakal nikah sama gadis lain ? Bisa nangis guling-guling dia....
Babang Hega semangat PR mu tambah satu lagi, membujuk adik possesifmu... Selamat berjuang... ππ
HEGA : Siyalan lu thor... Satu belum kelar, lu tambahin lagi. Kapan gue kawinnya kalo gini coba ? ππππ€
...β€...
...ππ...
...πππ§‘...
...MAU THOR SEMANGAT UPDATE ?...
...JAN PELIT LIKE DAN KOMENTAR...
...YA SAYANGKUH.....
...πππ...
...VOTE JUGA YUPZZZ...
...(EDISI NGELUNJAK πππ )...
...Follow akun IG author ya @sherinanta π...
__ADS_1