Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
[ Flashback ] Hampir Khilaf


__ADS_3

AUTHOR


• Apartemen Hega •


Moza memapah Hega memasuki kamar apartemennya, suhu badan pemuda itu masih cukup tinggi. Moza memutuskan untuk mengompres kekasihnya dengan handuk dan air hangat berharap bisa meredakan demam Hega.


" Kak, istirahat lah ! " Moza menyelimuti tubuh Hega dan membereskan peralatan kompres yang tadi digunakannya.


" Mau kemana ? " Hega mencekal lengan Moza yang hendak meninggalkan kamar.


" Aku mau meletakkan ini di dapur. " Menunjuk baskom berisikan air dan handuk basah.


" Tidak perlu, besok saja ! Temani aku disini ! "


" Kakak tidur lah dulu, aku akan keluar. "


" Tidak mau. " Hega duduk dan melingkarkan tangannya memeluk pinggang Moza dan membenamkan kepalanya di perut gadis itu.


" Kak, kita kan sudah sepakat jika kakak akan tidur di kamar dan aku di sofa. Kakak sudah janji mau menurut padaku tadi. " Bujuk Moza dengan lembut sambil mengelus kepala 26 tahun yang mendadak manja dan kekanakan itu.


" Aku tidak mau tidur jika kamu tidak ada disini. Bagaimana mungkin aku membiarkanmu tidur di sofa ?! Memangnya aku sudah gila apa ?! " Oceh Hega dengan suara parau.


Haish.... Sakit saja masih juga keras kepala. Cukup manja dan kekanakan saja, hilangkan dulu sikap semaunya saja ini.


Gumam Moza dalam hati, merasa kesal sebenarnya tapi juga kasihan. Jika saja Hega sedang tidak sakit, ingin rasanya Moza menjambak rambut kekasihnya itu yang masih sangat keras kepala dan seenaknya sendiri .


Tapi melihat wajah memohon kekasihnya membuat Moza tidak tega, dan akhirnya duduk di pinggir ranjang. Niatnya Moza akan menemani Hega hingga pria itu tertidur dan kembali ke sofa diam-diam.


Tapi sudah setengah jam lebih pria dewasa yang mendadak jadi bayi besar yang manja itu tidak menunjukkan tanda-tanda akan tidur.


" Mo, apa kamu tidak merindukanku ? "


" Eh... Kenapa kakak bertanya seperti itu ? "


" Tidak apa. Hanya saja aku merasa kamu tidak merindukanku. "


" Darimana pikiran konyol itu muncul si ?! "


" Buktinya kamu sepertinya tidak tahan berada dekat denganku sekarang, lihat lah kamu terus memerintahku untuk tidur dan tidur ! "


" Haish... Itu kan juga demi kesembuhan kakak. Jadi ayo segera tidur lah, ya ! "

__ADS_1


" Tuh kan, tuh kan ! Kamu ingin aku segera tidur dan meninggalkanku di kamar sendirian, kan ?! "


Hahaha... Sakit saja masih bisa baca pikiranku ya, dasar curang.


" Tidak, Kak. Aku akan menemani kakak disini sampai kakal sembuh, oke ! " Membujuk dengan tersenyum lembut dan mengerlingkan satu matanya.


" Uhuk.... Kamu sedang menggodaku, hem ?! "


" Apa ?! "


" Itu tadi kamu menggodaku, kan ?! "


" Menggoda apanya ?! Sudah jangan banyak bicara dan segera tidur lah ! " Mendorong tubuh Hega agar kembali berbaring tapi dengan sigap Hega malah menahan lengan dan pinggul Moza sehingga gadis itu ikut tertarik dan terjatuh di atas tubuhnya.


" Aaaahhhh... Apa yang kakak lakukan ? Lepaskan aku, Kak ! "


Sepertinya pikiran Hega memang sedang tidak waras, teriakan Moza yang terkejut dengan ulahnya bahkan terdengar seperti suara desahan di telinga pemuda itu.


Dengan cepat Hega membanting tubuh Moza sehingga gadis itu berubah posisi menjadi dibawah tubuhnya.


" KAAAKK . . . ! Lepaskan ! Menyingkir dariku ! " Gadis itu memberontak di bawah tubuh Hega yang sudah mengurung dirinya.


G L E K . . .


Jantung Moza hampir meloncat keluar mendapat perlakuan sedemikian rupa dari pria yang dicintainya.


Hega menatap nanar kekasih tercintanya, gadis belahan jiwanya dan separuh nafas yang menguasai hidupnya.


" Kak... " Lirih Moza parau.


" Ssst.... " Hega mendaratkan telunjuknya di bibir gadis itu, kemudian mengusap lembut bibir tipis berwarna peach Moza dengan ibu jarinya.


Sepertinya Hega benar-benar sudah terbuai dengan pesona Moza, belum lagi penampilan seksi menggoda Moza saat ini. Sulit bagi Hega untuk bertahan dalam kewarasannya, Hega hanya pria normal yang pasti juga punya hasrat seksual dalam dirinya.


Hega mendekatkan wajahnya, mendaratkan kecupan lembut di bibir Moza, dengan sangat hati-hati menyapu, melum😘t dan mencecap lembut bibir kekasihnya. Ciuman yang awalnya sangat perlahan dan lembut itu mulai memburu, Hega menggigit kecil bibir Moza meminta ijin untuk memperdalam ciumannya. Dan saat bibir Moza sedikir terbuka, lidah Hega dengan cepat menerobos memasuki rongga mulut gadis kesayangannya. Dengan nakal memainkan lidahnya di dalam sana, menggelitik dan menggoda lidah Moza agar membalas aktivitas lidahnya di dalam mulut Moza.


" Ash.... " Desahan lirih lolos dari bibir tipis Moza saat lidahnya merasakan sentuhan dan jilatan dari lidah nakal Hega yang bermain di dalam rongga mulutnya, memberikan sensasi geli dan menggoda di saat yang bersamaan.


Hega sudah hilang akal, pandangannya mulai berkabut tertutup nafsu, sejenak ia melepas pagutannya di bibir Moza, namun bukan menghentikan aktivitasnya, melainkan hanya untuk memberi jeda agar gadis itu mengatur kembali nafasnya. Karena Hega tidak akan melepaskan kekasihnya itu hingga ia mendapatkan apa yang sedang diidamkannya.


" Kak, tolong ber-hen-tih ! " Rintih Moza saat Hega menghentikan ciumannya.

__ADS_1


Hega seperti tuli, gairah membara membakar dirinya, tubuhnya panas antara sisa demam di tubuhnya yang bercampur engan gairah.


Wajah sayu Moza yang berada di bawah kuasanya membuatnya kehilangan akal sehatnya.


Nafas Hega memburu, ada hasrat dalam tubuhnya yang memaksa ingin dituntaskan.


" Mo... " Desah Hega dengan suara berat seraya menatap intens wajah cantik yang ada di bawah tubuhnya itu.


Hega mendekatkan wajahnya di telinga Moza, nafas beraroma mint menerpa kulit sensitif Moza, bibir Hega yang menyentuh cuping telinganya membuat gadis itu menggeliat kegelian.


" Mo... Sepertinya aku sudah gila, aku tidak bisa menahannya.... " Hega mendaratkan bibirnya di telinga Moza dan menggigit kecil daun telinga Moza yang sudah memerah, kemudian melum😘t lembut cuping gadis itu hingga membuat nafas Moza ikut memburu seolah sedang lomba lari maraton.


Moza menggigit-gigit bibirnya agar tidak mengeluarkan suara-suara aneh lagi dari bibirnya.


" Mendesah lah, Mo. Jangan ditahan, hem ! Aku ingin mendengarnya. " Lirih Hega di sela aktivitasnya, dengan suara bassnya yang terdengar berat dan dalam yang sangat seksi dan menggoda.


Moza masih bertahan dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Tangannya berusaha mendorong Hega tapi kekuatannya jelas tidak sebanding dengan kekuatan pria yang tengah menguasai tubuhnya.


Hega masih dengan aktivitasnya di telinga Moza. Kemudian turun ke leher jenjang dan putih mulus gadisnya, tangan kirinya membuka satu persatu kancing kemeja Moza hingga 2 kancing paling atas, tangannya ditahan oleh Moza saat hendak menuju ke kancing ketiga. Hega menurut, mengurungkan niatnya membuka kancing ketiga kemeja yang dikenakan Moza, tapi tangannya berpindah menyingkap kerah kemeja berwarna putih itu sehingga terekspose lah bahu putih mulus kekasihnya.


Perlahan ciuman Hega menjalar ke bahu kanan Moza, memberikan sensasi geli di sekujur tubuh gadis itu, meninggalkan kissmark disana.


" Kak...." Moza merintih kecil, berusaha mendorong Hega sekuat tenaganya, namun gagal dan justru suara rintihan Moza membuat Hega semakin terbakar gairah.


Hega tak bergeming, lidah dan mulutnya terus mencecap kulit bahu dan leher Moza yang halus.


" Kak, aku sangat mencintaimu. Aku rela memberikan seluruh diriku untukmu. Tapi bolehkah aku memiliki mimpi jika aku hanya akan memberikan diriku sepenuhnya setelah aku halal menjadi istrimu. Itu adalah impian setiap wanita, untuk memberikan harta paling berharga milik mereka untuk suami yang mereka cintai di malam pertama mereka. " Bisik Moza lirih dengan nafas tersengal akibat ulah kekasihnya yang mendadak berubah seperti bukan diri Hega yang sebenarnya.


J E D E R . . .


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...



Halowww..... Babang Lian mulai UP yah... Tapi maafken sesempetnya.


InsyAllah awal bulan depan Babang Hega tamat [ itupun kalau gak terbersit perpanjangan episode hahaha ]


Jadi thor bisa mulai fokus sama Bang Lian yang gantengnya gak kalah sama gantengnya Bang Hega, kalau nakalnya mah yakin deh Bang Lian yang playboy ituh sudah hampir kebalap kelakuannya sama tingkah Nakalnya Bang Hega 🤣🤣🤣


Kita lihat siapa yang paling N A K A L diantara mereka ???

__ADS_1


__ADS_2