
AUTHOR
" Siapa tahu saat aku tidur.... " Ucapnya yang kembali terhenti karena malu mengatakannya, dan lagi-lagi menggigit bibirnya sendiri.
" Sudah aku bilang jangan melakukan ini lagi. Dan jangan menuduhku yang tidak-tidak. " Ucapnya membela diri sambil menyentuh bibir gadis itu agar melepaskan gigitannya.
Hei jangan sentuh-sentuh sembarangan dong. Aku belum siap. ~ Moza ~
" Aku bukan pria yang akan mengambil kesempatan untuk macam-macam saat kamu tidur. " Lanjut Hega masih mengusapkan jarinya di bibir gadis itu dengan sangat lembut.
Kenapa kamu polos begini sih ? Aku kan jadi sulit menahan diri. Jika kamu terus seperti ini aku tidak janji bisa melepasmu kali ini. ~ Hega ~
Aaaa..... Lepaskan tanganmu, sampai kapan mau mengusap-usap bibirku ? ~ Moza ~
" Jadi jawab kapan kakak memasang ini ? " Tanyanya sambil memegang liontin kalung di lehernya, dan menjauhkan bibirnya dari jangkauan tangan Hega.
" Saat di pantai, saat aku bilang aku mencintaimu. " Ucap Hega serius sambil menatap hangat gadisnya.
" ". Mengingat-ingat.
" Kenapa ? Masih ingin mengingatnya ? Atau bagaimana jika kita mengulanginya, aku akan memasang kalung itu lagi dan mengatakan kalau aku.... " Sambil menggerakkan tangannya seolah akan melepaskan kalung dari leher Moza.
" Aaaaa..... Tidak perlu, aku akan turun sekarang. Terima kasih sarapan dan juga tumpangannya. " Teriak Moza sambil kemudian kabur menjauh dari jangkauan tangan pemuda itu, berusaha menyembunyikan rona merah di pipinya yang sudah tertangkap oleh mata elang Hega.
" Aku akan menjemputmu nanti. " Ucap Hega yang sepertinya tak didengar oleh gadis yang sudah kabur dari hadapannya.
Bagaimana bisa kamu sepolos itu ? Membuatku tak tahan benar-benar ingin memakanmu.
Hahh.... Hega kamu harus bersabar, perjalananmu masih panjang.....
Dengusnya pelan sambil menutup wajahnya sendiri dengan telapak tangannya. Melihat gadisnya sudah jauh dari pandangan matanya, kemudian melajukan kembali mobilnya meninggalkan area parkir kampus saat bayangan Moza sudah tak bisa lagi dilihatnya.
•
•
🍒🍒🍒
Disisi lain saat semua mahasiswa tengah menuju ruang kelas, memulai mata kuliah paling menakutkan di jurusan mereka.
Satu orang pemuda malah baru saja datang di area parkir, melepaskan jasnya. Menyisakan kemeja biru muda dipadu dengan vest dan celana panjang berwarna navy, lengkap dengan dasi senada.
Rambut yang biasanya bergaya santai tersisir rapi, tas ransel menggantung di satu lengannya. Melipat lengan kemeja sampai siku dan melonggarkan dasinya serta membuka satu kancing kemeja paling atas.
Beginilah gaya Julian sekarang ke kampus, sejak menjadi asisten pribadi Presdir Golden Imperial Group, pemuda itu sudah harus berpakaian rapi saat ke kampus sehingga saat usai kuliah bisa langsung menjalankan kewajibannya sebagai asisten Hega.
Dengan berjalan sedikit terburu-buru tanpa sedikitpun memperdulikan banyak pasang mata wanita yang menatapnya.
" Hai Julian, lama gak ketemu. " Sapa salah seorang mahasiswi yang dilewatinya.
__ADS_1
" Hm. Gue ada kelas, bye. " Ucap Julian sambil berlalu dan melambaikan tangan ke arah kelompok gadis yang menyapanya tadi.
Sedangkan di dalam ruang kelas, keempat sahabat cantik Julian malah cemas terhadap nasib sahabatnya itu yang dipastikan akan terkena omelan dari Miss. Hana, dosen killer yang tidak mentoleransi keterlambatan.
" Julian mana sih ? " Bisik Deana yang dijawab ketiga sahabatnya dengan mengangkat bahu tanda tak tahu.
" Tamat sudah riwayat tuh anak. " Bisik Renata.
Saat Miss. Hana tengah menjelaskan materi kuliahnya hari ini, suara pintu diketuk.
Tok tok tok....
Siapa yang sedang cari mati nih ? Ketuk pintu saat Miss. Hana mengajar. Harusnya bolos aja tuh orang.
Bisik salah satu mahasiswa, semua mahasiswa tahu jika Miss. Hana tidak suka ada yang terlambat di kelasnya dengan alasan apapun. Dan mempersilahkan siapapun itu meninggalkan mata kuliahnya jika terlambat, yang pastinya harus mengulang di semester selanjutnya.
" Pagi Miss. Hana, maaf saya terlambat. " Suara Julian sontak membuat suasana hening sedikit riuh.
Belum lagi saat semua mata yang menatap pemuda itu semakin terkejut dengan penampilan pemuda yang terkenal playboy kampus itu.
" Hei dia nekat banget masuk, mana mungkin Miss. Hana yang galak bakal ijinin dia masuk. " Bisik Renata.
" Silahkan duduk. " Jawab Miss. Hana yang terkenal disiplin dan tegas itu.
Semua mata kembali tampak terkejut, melotot tak percaya dengan apa yang barusaja mereka lihat dan bibir menganga heran dengan ucapan dosen mereka itu.
What ? Enak banget tuh boleh masuk ? Masa tuh bocah lolos dengan mudah sih ?! Curang ini namanya. ~ Netizen1 ~
Gerutu beberapa orang mahasiswa yang merasa kesal, mahasiswa yang ternyata adalah salah satu dari mahasiswa yang mengulang kelas Miss. Hana karena terlambat masuk dan terusir dari kelas dosen killer itu semester lalu.
Julian duduk dengan tenang di salah satu kursi yang sudah disiapkan oleh sahabatnya.
Selama kurang lebih dua jam perkuliahan, semua mahasiswa dan mahasiswi bergantian berhambur keluar kelas.
Beberapa perempuan masih memilih tinggal untuk mencari peluang mendekati Julian, namun sayangnya pemuda itu bahkan tidak terpisahkan dari keempat sahabat cantiknya.
Membuat para mahasiswi itu tertunduk lesu karena tak mendapat velah sedikitpun mendekati pemuda tampan itu. Dan akhirnya menyerah dan meninggalkan kelas.
Sekilas Deana mempertikan wajah Moza yang sedari tadi berekspresi campur aduk, antara malu, kesal, merona bercampur aduk disana.
" Lo kenapa Mo ? " Tanya Deana sambil menyikut lengan sahabatnya yang sedang merapikan bukunya ke dalam tas.
" Heh. Apa ? " Moza yang sempat melamun tak mendengar pertanyaan sahabatnya itu.
Gemas melihat sahabatnya, Deana kembali menggoda namun kali ini mendekatkan mulutnya ke telinga gadis itu dan berbisik pelan.
" Bagaimana rasanya semalam bobok ditemani Pangeran Beruang Kutub ? "
Mendengar bisikan jahil Deana, gadis itu hampir saja berteriak.
__ADS_1
Jadi kamu yang bekerja sama dengannya ya.... Dasar.... Kamu sahabatku atau sahabatnya sih ? ~ Moza ~
Deana masih menatap intens sahabatnya menunggu jawaban. Tapi bukan Moza Artana jika tidak punya cara melarikan diri.
" Hei Jul, kamu apakan Miss. Hana ? " Tanya Moza mengalihkan perhatian Deana dan fix berhasil.
" Eh iya, hebat lo bisa lolos dari drama pengusiran Miss. Hana. " Cibir Deana.
" Lo pake jimat apa Jul ? " Renata tak mau kalah.
" Apalagi coba ? " Julian malah balik bertanya.
" Ya tentu wajah gue lah. " Lanjutnya sambil mengelus-elus dagunya bangga.
" Sialan lo. " Umpat Deana disusul pukulan di bahu dan punggung Julian dari keempat gadis itu.
" Hei.... Nih ratu sama selir-selir gue galak amat yak.... Seminggu gak dapat jatah gini nih, jadi ganas semua. " Omel Julian jahil sambil mengelus tubuhnya yang menjadi korban pukulan sahabat-sahabatnya.
" Gilanya kira-kira Jul. Emang siapa mau jadi ratu apalagi selir lo. Najis. " Omel Deana.
" Hahahhaa.... Gitu amat lo De, ntar nyesel loh, banyak cewek yang antri mau jadi pacar gue. " Ucapnya bangga.
" Ya mereka itu mungkin agak. " Seloroh Deana sambil memutar jari telunjukknya di samping kepalannya mengisyaratkan kata tidak waras.
" Enak aja, pacar gue selama ini mana ada yang gitu. Udah lolos quality control semua Dea. " Gerutu Julian tak terima.
" Haha... Quality control dia bilang, emang produk pabrikan apa. " Ejek Deana.
" Cih..... Kalo gitu lo aja sini jadi pacar gue, secara lo pasti merasa waras kan setelah menuding mantan-mantan gue gak ada yang waras. " Goda Julian dengan tersenyum menyeringai.
" Terserah lo, emang gue sudi apa masuk koleksi museum mantan pacar lo. Ogah. " Kembali Deana mencibir dengan melakukan gerakan seolah mau muntah.
Membuat ketiga gadis lainnya terpana melihat tontonan seru dihadapan mereka.
" Ada apa dengan mereka sih ? " Bisik Renata pada kedua sahabatnya yang ikut menyaksikan keributan itu.
Amira dan Moza hanya mengangkat bahu sambil tersenyum geli melihat adu mulut menggemaskan kedua sahabatnya itu. Mereka berdua terlihat manis saat bertengkar, seperti tom and jerry.
🌟
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
➡️➡️ Ditunggu LIKE & COMMENT NYA YAH ....❤
PLEASE DON'T BE SILENT READER......🌹🍁☘.
Bantu VOTE agar karya ini UP yah....
Dukung akuh agar semangat MengHALU..... 😍😍
__ADS_1
Terima kasih 😊😘😘😍
Jangan ragu tinggalkan jejak kritik dan saran ya 😊😘😍💕💕