
AUTHOR
" Julian, kita turun. Atur penerbangan menuju LA sekarang, cari jadwal tercepat. Kalau perlu pakai pesawat pribadi. " Perintah Hega pada Julian yang sontak membuat pemuda itu terkejut.
" Koper kita Bang ? "
" Biarkan saja, nanti orang saya yang akan mengurusnya di bandara. "
" Oke bang. "
Penerbangan Incheon LA sekitar 11 jam membuat Hega dan Julian cukup kelelahan.
Sesampainya di bandara Internasional Los Angeles, Bara yang sudah lebih dulu sampai segera menghampiri sahabat sekaligus boss nya itu.
" Ada apa Bar sampai lo mengganggu jadwal gue ? " Tanya Hega menahan amarah dan Julian mengekor di belakangnya.
" Ini soal Raditya, Ga. " Jawab Bara ragu.
" Kenapa dengan dia ? "
" Gue jelaskan di mobil. " Bara memimpin jalan menuju mobil perusahaan yang sudah dia hubungi sebelumnya.
Emang Golden Imperial Group ada cabang di LA ya ? Kok gue gak pernah tahu.
Batin Julian menduga-duga saat mereka sudah masuk di mobil limosin yang sudah menunggu di lobi bandara.
" Lo minum dulu Ga. " Ucap Bara menyodorkan sebotol air mineral.
" Langsung aja Bar, jangan buang waktu gue. "
Bara pasrah pada tatapan mengancam sahabatnya, kemudian sebuah berkas di tangannya.
" Huft.... Raditya menggelapkan dana perusahaan. " Ucapnya saat Hega baru saja akan membuka berkas pemberiannya.
" Sial.... Apa gue gak salah denger Bar ? Lo yakin itu dia ? " Tanyanya sambil membuka satu per satu halaman berkas.
" Semua bukti yang lo pegang itu mengarah padanya. "
Lelah bercampur amarah berkumpul menjadi satu, dibantingnya map berkas yang baru saja dibacanya ke lantai mobil. Memijat celah diantara alisnya, memejamkan mata menahan murka.
" Brengs*k, kurang baik apa gue sama bocah itu sampai dia berani mengkhianati kepercayaan gue. " Umpatnya murka.
" Kita langsung ke kantor pusat HEART Bar ! Dan Julian, tolong hubungi Anita untuk mengatur ulang jadwal saya di Indonesia setidaknya seminggu kedepan. " Sambungnya memberi perintah.
" Siap Bang. " Julian segera melakukan tugasnya sesuai perintah Hega, belum berani bertanya melihat wajah menyeramkan atasannya itu.
Sesampainya di sebuah gedung mewah, interior berkelas. Hega memasuki lobi dan menuju lift khusus, menuju lantai tertinggi gedung itu, ruangan besar yang lama tak dihuni pemiliknya namun tetap tampak bersih, rapi dan terawat.
Dari penjelasan Bara, Julian sedikit tahu jika HEART adalah perusahaan pribadi milik Hega yang bergerak di bidang perhiasan berlian dan sejenisnya. Dan perusahaan yang namanya diambil dari kata HE dan ART ini murni hasil kerja keras Hega selama kuliah di LA, tanpa campur tangan Golden Imperial Group.
" Kumpulkan semua jajaran direksi dalam waktu 5 menit Bar. " Perintahnya tegas kemudian duduk di kursi kebesarannya.
Bara mengangguk paham, mendatangi staf sekretaris memberi komando serupa.
Tak lama beberapa orang sudah berkumpul, salah seorang pemuda berhambur mendekati Bara dan Hega.
__ADS_1
" Lama tak jumpa teman, apa kabar ? Kenapa tidak memberi kabar jika mau datang, pasti akan aku sambut meriah. " Ucap pria yang ternyata adalah Raditnya, pria yang menjadi bahan pembicaraan mereka sedari tadi.
Masih punya muka lo datang kesini hah ? ~ Hega ~
Lo bener-bener cari mati Radit, berapa nyawa yang lo punya sampai lo masih bersikap gak tahu malu gini. ~ Bara ~
Jadi nih orang yang bikin ulah ya. Hebat banget muka temboknya ~ Julian ~
" Cukup basa-basinya Dit, perlihatkan laporan keuangan enam bulan terakhir. " Perintah Hega dingin.
Mamp*s gue, nih anak dateng-dateng minta laporan keuangan, jangan bilang dia udah curiga. ~ Raditya ~
" Gue harus siapkan dulu Ga. "
" Mr Raditya, tolong tunjukkan pada saya laporan keuangannya sekarang juga ! " Hega mengulangi perintahnya dengan nada menekan membuat semua direksi yang menghadap padanya merinding.
Paham betul situasi yang tengah mereka hadapi, jika CEO mereka itu tengah murka akan sesuatu yang mereka sendiri balum tahu.
" Bara. " Ucap Hega sambil mengulurkan tangannya.
Bara yang memahami maksud sahabatnya itu lantas mengintruksikan Julian untuk memberikan map berkas yang tadi dilempar Hega di dalam mobil.
Bruk..
Map itu seketika dilempar tepat di hadapan Radit, menatap tajam pria itu yang mulai gemetar.
" Apa ini ? " Tanya Radit cemas.
" Lihat saja, anda akan segera tahu. " Ucap Hega.
" Ini semua palsu Boss. Saya tidak melakukannya. "
" Baiklah, jika begitu bukankan tidak masalah jika menunjukkan laporan keuangan HEART kan ? " Tanyanya menyeringai.
" Beri waktu saya tiga hari. " Minta Radit cemas.
" Satu hari. " Ucap Hega masih dingin.
" Tapi Boss... " Sela Radit.
" Satu hari atau saya akan membuat wanita itu menderita, wanita yang membuat anda nekat berkhianat pada saya, perusahaan dan juga pada istri anda. " Ancam Hega dengan tatapan membunuhnya membuat pria bernama Radit itu gemetar hebat dan tak berani membantah lagi.
Sial, darimana dia tahu ? Gue kira dia sibuk mengurus kerajaan bisnisnya dan gak bakal merhatiin gerak-gerik gue. ~ Radit ~
Dan hingga batas waktu yang ditentukan, Radit tidak bisa membuktikan ketidakbersalahannya. Dan justru menghilang tanpa jejak selama dua hari.
Hega memerintahkan beberapa orang kepercayaannya untuk mencari pria itu, sambil mengatasi masalah finansial yang terjadi di perusahaan miliknya.
Hampir satu minggu lembur siang malam mengembalikan keadaan perusahaan, dan juga menemukan dalang yang sempat kabur bersama seorang wanita yang ternyata adalah selingkuhannya.
Radit yang berniat kabur, mendatangi rumahnya saat dirasa kondisi sudah aman, berniat mengambil berkas-berkas aset kekayaannya untuk kabur bersama kekasihnya dan meninggalkan istri yang telah memberinya dua orang anak itu.
Baru saja hendak meninggalkan rumah dengan membawa berkas aset miliknya, pengawal Hega sudah menangkap pria itu, menghajarnya hingga babak belur disaksikan oleh istri dan anaknya.
" Jena, bawa kedua anakmu masuk. " Ucap Hega pada seorang wanita.
__ADS_1
" Kau apakan suamiku ? Apa salahnya ? " Tanya Jena sambil menangis memeluk kedua putrinya yang masih berusia 5 dan 7 tahun.
" Kita akan bicara setelah kedua anakmu masuk. " Jawab Hega dingin.
Bara membawa masuk kedua putri Jena, meninggalkan Jena menangisi suaminya.
" Bawa perempuan itu. " Perintah Hega pada salah seorang pengawalnya yang kemudian membawa seorang wanita bule berpakaian seksi.
" Suamimu menggelapkan dana perusahaanku sebesar 100 Milyar, aku bisa saja memaafkannya jika dia melakukannya untukmu dan kedua putri kalian. Tapi sayangnya dia melakukan hal bodoh hanya untuk wanita murahan dari club malam ini. " Ucap Hega menahan amarah.
" Itu tidak mungkin, suamiku tak akan melakukannya. " Jena masih menangis.
" Bagaimana jika kukatakan yang lebih buruk. " Seringai Hega muak.
" Apa maksudmu ? " Tanya Jena tak mengerti.
" Dia bahkan ingin kabur dengan wanita ini membawa semua aset kekayaan miliknya. " Seringai Hega dengan nada jijik.
" Tidak mungkin. Kamu hanya cemburu karena aku memilih Radit daripada dirimu. " Ucap Jena membela suaminya.
" Hah.... Pikiran dari mana itu Jen ? " Hega justru ingin tertawa mendengar ucapan Jena.
" Tentu saja Radit yang memberitahuku jika kamu juga menyukaiku. "
" Julian, ambil berkas di dalam tas laki-laki brengs*k ini. " Dengan sigap Julian merebut yang dibawa Radit dan mengeluarkan isinya, menyerahkannya pada Hega.
Untuk pertama kalinya dilihatnya sosok mengerikan Hega saat sedang murka.
" Kamu bisa lihat sendiri, saya atau suamimu ini yang berbohong. Dan tentang aku menyukaimu, itu hanyalah bualan suamimu untuk mengelabuhimu. " Ucapnya sambil melempar berkas-berkas aset pribadi Radit dan istrinya.
🌟
Akuh selipin konflik sedikit ya biar gak adem ayem saja.....
Biar cinta Pangeran Beruang Kutub dan Gadis Singa ada perjuangannya....
Karena ada yang bilang :
☘☘☘
☘☘☘☘
^^ Cinta akan terasa lebih berharga jika kita mendapatkannya dengan penuh perjuangan. Karena dengan adanya perjuangan meraih cinta, akan membuat kita lebih menghargainya. ^^ ( Sherinanta )
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
➡️➡️ Ditunggu LIKE & COMMENT NYA YAH ....❤
PLEASE DON'T BE SILENT READER......🌹🍁☘.
Bantu VOTE agar karya ini UP yah....
Dukung akuh agar semangat MengHALU..... 😍😍
Terima kasih 😊😘😘😍
__ADS_1
Jangan ragu tinggalkan jejak kritik dan saran ya 😊😘😍💕💕