
AUTHOR
Keesokan harinya, Hega memutuskan untuk mengajak Moza pulang terlebih dahulu. Meninggalkan yang lain untuk menikmati libur tahun baru mereka yang yang sesuai rencana masih tersisa satu hari lagi.
Meskipun sempat terjadi drama unfaedah antara Moza dan ketiga sahabatnya yang tidak rela ditinggalkan oleh Moza, tapi untunglah berakhir baik dengan penjelasan singkat Hega jika mereka ada urusan lain di kota.
Dalam mobil sepanjang perjalanan suasananya begitu hening, bahkan setelah hampir setengah jam perjalanan tidak ada satupun dari mereka yang bersuara.
Moza terlihat sangat canggung di kursinya, duduknya tampak tidak nyaman. Apalagi ketika sesekali Hega meliriknya dengan tatapan gemas dan menggoda, membuat Moza semakin salah tingkah dibuatnya.
" Berhenti melirik ke arahku, Kak ! Fokus saja menyetir ! " Moza bersungut kesal.
" Memang kenapa jika aku melirik kekasihku sendiri ?! Kamu boleh marah jika aku melirik gadis lain. " Elak Hega santai memainkan rambut Moza dengan tangan kirinya.
" Kakak membuatku tidak nyaman. "
" Kenapa begitu ?! Aku biasa saja tuh. Bahkan aku sangat senang sekali hari ini karena semalam.... "
" Aaaa..... Hentikan jangan lanjutkan ! " Teriak Moza seraya menutup kedua telinganya dengan kedua telapak tangannya.
" Pffft..... Kamu sangat menggemaskan. " Goda Hega sembari mencubit pelan pipi kanan Moza.
Aaaahhh.... Bisa gila aku kalau terus-terusan begini. Kapan sampainya si ? Aku tidak sanggup berduaan dengannya lebih lama lagi.
Haish.... Lagipula kenapa semalam aku senekat itu si ? Lihatlah ekspresinya saat ini ! Begitu puas bisa menggodaku sepanjang perjalanan.
Gerutu Moza dalam hati, bibirnya mengerucut lucu dan kedua tangannya meremas-remas dress yang dipakainya.
Hahaha.... Lihatlah itu ! Imutnya kekasihku. ~ Hega ~
β’
β’
~ Flashback ~
Hega membawa kekasihnya menuju lantai tiga, memasuki kamarnya.
" Kak, ma-u apa kita ke ka-mar ? Bu-kan-kah lebih seru jika di bawah saja dengan yang lain. " Tanya Moza sedikit terbata.
Melihat ekspresi imut Moza, membuat Hega tidak kuasa menahan diri untuk tidak menggoda kekasihnya itu.
Hega mencondongkan wajahnya mendekati gadisnya, " Emmm.... Tapi menurutku lebih seru jika hanya berduaan saja dengan kamu. Dan mungkin kita bisa melanjutkan apa yang tadi sempat tertunda, hm. " Bisiknya nakal di telinga Moza.
" Uhuk.... Kaaakkk " Moza terpekik dan memukul lengan Hega.
" Pffft..... Apa yang kamu pikirkan di sini Momo sayang ?! " Hega mengetuk pelan dahi Moza dengan jari telunjuknya.
" Eh... a-aku ti-tidak berfikir apa-apa kok. " Moza tersipu dan membuang muka menghindari tatapan mata Hega yang membuatnya salah tingkah.
" Hehe... Iya aku percaya. Ayo masuk ! "
Hega menggenggam tangan kekasihnya, menariknya pelan menuju arah balkon kamarnya. Kemudian menggeser pintu kaca besar dan membawa gadisnya untuk menikmati malam tahun baru berdua saja.
" Tutup matamu ! " Titahnya lembut saat mereka sudah ada di balkon yang menatap langit dengan leluasa.
" Hah ?! "
__ADS_1
Hega berdiri di belakang Moza dan menutup mata Moza dengan kedua telapak tangannya.
" Hitungan ketiga buka matamu, oke ! " Titahnya lagi.
" Hem. " Jawab Moza dengan anggukan kecil.
" Satu - dua - tiga. " Hega melepas kedua telapak tangannya berpindah ke kedua bahu Moza.
DUAR..... BLAAAR...
Kembang api berwarna merah muda menggelegar di udara, terlihat begitu cantik dengan warna yang sangat indah menyala-nyala.
Moza menoleh sekilas ke arah pria yang berdiri di belakangnya, " Kaak... "
" Kamu suka ?! " Tanya Hega yang kini dalam posisi memeluk Moza dari belakang, melingkarkan kedua lengannya di perut gadisnya dan menyandarkan dagunya di bahu Moza.
" Eum... Sangat cantik. " Moza begitu terpesona dengan warna kembang api yang disiapkan khusus oleh Hega untuknya itu.
" Tidak secantik kamu. " Papar Hega masih dengan posisi memeluk Moza dari kelakang dan sesekali mengendus aroma strawberry dari rambut kekasihnya itu.
" Gombal. " Moza memukul pelan lengan Hega yang melingkar di tubuhnya membuat Hega terkekeh kecil.
" Terima kasih sudah mau menungguku. " Ucap Hega kali ini bernada serius.
" Eh... Memang kapan aku menunggu kakak ?! "
" Setelah kita berpisah waktu itu, aku berfikir jika mungkin kamu akan berusaha melupakanku, bahkan kamu sering menghindariku kan ?! Jika saja aku tidak menggunakan bantuan peri kecilku untuk kembali mendekatimu mungkin sekarang kamu sudah bersama dengan pria lain. "
" Maksud kakak pria lain ? "
" Pffft.... Apa-apaan kakak ini ? Bukankah kakak sendiri yang bilang agar aku melupakan kakak dan mencari kebahagiaanku ?! Bahkan kakak dengan mudahnya menyerahkan aku pada Julian. Memangnya aku ini barang apa, cih ?! " Moza membalas dengan diakhiri decak kesal.
Hega sedikit terlonjak, " Ehh... Kamu mendengarnya ? Bukankah kamu tertidur waktu itu ?! " Ucapnya sambil mengintip manik mata Moza dari samping.
" Hehe... Aku sudah terbangun saat Julian dan Deana masuk ruangan itu, hanya saja aku terlalu lelah untuk membuka mata. " Jawab Moza sedikit salah tingkah memalingkan matanya ke sembarang arah karena malu ketahuan berpura-pura tertidur.
Hega kembali menjatuhkan kepalanya di bahu Moza, tampak tidak bersemangat.
" Maafkan aku ! " Sesal Hega saat teringat kejadian menyedihkan di rooftop office beberapa bulan lalu itu.
" Lalu bagaimana dengan adik Bara itu ?! " Tanya Hega lagi dengan nada kembali ketus.
" Maksud kakak, Dimas ? " Melihat muka masam Hega dan nada kesal setiap setiap menyebutkan tentang Dimas membuat Moza malah ingin menggoda kekasih tampannya itu.
" Ck... Jangan menyebut namanya dengan bibirmu ! Aku tidak suka. "
" Hihihi.... Kakak cemburu ? " Goda Moza lagi seraya mengelus kepala Hega dengan telapak tangannya.
" Cih.... Hal seperti itu apa perlu kamu tanyakan lagi ?! Tentu saja aku cemburu. " Hega mendengus pelan.
" Hahaha.... " Moza sudah tidak tahan lagi melihat kelakuan imut Hega saat sedang cemburu.
Moza melepaskan diri dari pelukan Hega dan membalikkan tubuhnya, menghadap ke arah kekasihnya. Kemudian merangkum wajah tampan Hega dengan kedua tangannya.
" Kenapa kekasihku imut sekali si ketika cemburu begini ?! " Moza memainkan pipi Hega dengan tangannya, menggerakkannya ke kanan dan ke kiri.
__ADS_1
" Jadi benar kan kamu dekat dengannya ? " Hega kembali melingkarkan kedua lengannya di pinggang kekasihnya, menatap intens mata Moza.
" Tentu saja kami dekat. " Jawab Moza santai.
Seketika Hega mendelikkan matanya geram, " Sedekat apa ? " Jelas terlihat Hega sedang menahan amarahnya.
Moza memainkan jari telunjuk dan ibu jarinya di dagunya sendiri, menatap jahil kekasihnya. " Sedekat apa ya ? "
" Eummm.... Coba aku ingat-ingat sebentar ! Sepertinya kami sering makan bersama, beberapa kali jalan bersama dan nonton, dan.... " Sambung Moza dengan wajah tanpa dosa sembari memainkan jarinya seolah sedang menghitung berapa kali dirinya melalukan hal bersama dengan pria yang saat ini menjadi objek kecemburuan Hega itu.
" APAH ?! " Penjelasan Moza sontak saja membuat Hega semakin kesal.
" Pffft.... " Moza tidak tahan lagi melihat ekspreso imut Hega yang tengah cemburu tidak jelas itu.
" Kenapa kamu malah tertawa ?! " Protes Hega memanyunkan bibirnya.
" Kenapa teriak si ? Kakak kan tadi bertanya seberapa dekatnya kami ?! Kenapa malah marah saat aku menjelaskannya secara detail ?! Dan lagipula tentu saja kami dekat, kami kan teman kak. Tidak hanya Dimas, tapi aku juga bersama Julian, Deana, Amira dan Renata. " Jawab Moza memukul pelan dada Hega sembari terkekeh kecil.
" Fyuhhh.... " Hega menghela nafas lega dan menjatuhkan kepalanya di bahu Moza, membuat Moza terkikik geli.
" Haish... Kamu ya ! Sudah berani menggodaku sekarang. " Hega seolah tersadar jika sedang dikerjai oleh Moza, menatap kembali kekasihnya kemudian mencubit lembut hidung mancung gadisnya dengan gemas.
" Hehe, kan aku belajar dari kakak. " Elak Moza membela diri.
" Hemmm.... Kamu sudah mulai bisa membalasku ya ?! " Kali ini kedua pipi Moza yang menjadi sasaran cubitan mesra Hega, membuat Moza terkekeh puas karena untuk pertama kalinya dirinya berhasil mengerjai Hega.
...πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ...
Makanya Babang Hega jan suka ngerjain pacarnya, tuh kan dikerjai balik..
Dasar bucin lu, posesif lagi. Untung ganteng πππ
MAAF JIKA CHAPTER INI KURANG FEEL, SOALNYA NULISNYA DISAMBI INI ITU, INSYA ALLAH JIKA ADA INSPIRASI AKAN THOR REVISI πππ
...πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ...
...All the authors whose works you read...
...Please appreciate their efforts...
...Please support us......
...π...
...Like...
...β€...
...Comment...
...π...
...Vote π...
...π§‘...
__ADS_1
...Follow Author ya π...
...πππππππππππ...