
AUTHOR
Pukul 05.15 Hega dan Bara sudah bersiap untuk jogging, Hega memakai celana biru navy selutut dipadu berwana kaos putih dan sepatu yang berwana senada dengan kaosnya.
Sebelum jalan, mereka duduk di bar table menikmati secangkir kopi pagi yang sudah disiapkan oleh Bu Ratna sebelumnya.
Setelah beberapa saat setelah menghabiskan kopi, kedua sahabat itu melangkah keluar dapur menuju pintu utama.
Dari arah berlawanan tampak seorang gadis dengan t-shirt biru muda dan rambut yang dikuncir kuda tengah berjalan ke arah mereka tanpa melihat ke depan karena tengah asyik menatap layar ponsel miliknya.
Brakkkk.
🍒🍒🍒
HEGA
Lagi-lagi terulang, gadis ini jalan tanpa melihat ke depan. Seolah mengulang kejadian dimasa lalu. Namun kali ini bukan buku yang mengalihkan pandangannya tapi sebuah ponsel, reflek tangan kiriku meraih tubuhnya dan kudekapkan ke tubuhku dan tangan kananku menangkap ponsel berwarna putih miliknya.
Dag dig dug..... Euhhhhh pagi-pagi nih jantung udah berulah. Bagaimana tidak, hanya dengan melihatnya dari jauh saja jantungku rasanya berdetak kencang. Apalagi ini, tubuh kami berdekatan bahkan aku sedang memeluknya. Bingung apa yang harus aku katakan, namun malah mengeluarkan kalimat yang sepertinya membuatnya kesal.
" Apa kamu terbiasa berjalan sambil menunduk, atau kamu hobi menabrak orang ? " tanyaku tanpa sadar menggunakan nada ketus dan menatap mata bulat kecoklatan miliknya karena merasa kesal dengan kecerobohan gadis itu yang bukan sekali ini terjadi.
Sial, ngapain aku bentak-bentak nih cewek pagi-pagi. batinku menyesali nada bicaraku.
" Maaf, jika anda tahu saya tidak melihat kedepan. Seharusnya anda menghindar jika tidak ingin ditabrak. Atau anda yang justru punya hobi memeluk orang dengan alasan menolong supaya tak jatuh ? " jawabnya dengan nada kesal.
Haish.... sengaja memeluk katanya. Pikiran bodoh dari mana lagi itu. Yang ada justru para perempuan yang berharap aku peluk dengan pura-pura menabrakku atau tergelincir di depanku.
Sebenarnya bukan niatku memarahinya, dan bukan sengaja tidak menghindarinya. Hanya saja saat melihatnya berjalan tanpa memperhatikan ke depan, ada rasa khawatir jika saja kecerobohannya itu membuatnya jatuh atau menabrak sesuatu yang lain seperti pintu atau dinding misalnya.
Tapi ternyata kekhawatirannku itu dimaknai lain olehnya.
Ish... ngapain juga khawatir, toh kami tak cukup akrab untuk mengkhawatirkan satu sama lain. pikirku kesal mendengar jawabannya.
" Pft. " kemudian kami berdua seolah refleks menatap kearah suara yang terdengar sedang mentertawakan kami.
" Apa yang lucu ? " ucap kami bersamaan ke arah bocah sinting yang sejak semalam membuatku makin pusing.
Kemudian tampak gadis itu berlalu meninggalkan kami berdua dan tampak melotot kearah Bara yang masih tertawa, setelah berhasil mengambil paksa ponselnya dari genggamanku.
" Emang enak dijutekin. " katanya kemudian sambil mengikuti langkahku keluar villa.
" Lagian kenapa gak lo hindari aja sih tadi ? " katanya lagi.
" Apa jangan-jangan bener tuh kata dia kalau lo sengaja gak menghindar supaya bisa peluk-peluk ? " ocehnya lagi sambil terkekeh membuatku makin kesal.
" Cih..." aku meresponnya sambil melotot kemudian dengan mulai berlari meninggalkan area villa, meninggalkan bocah sial ini yang masih terkekeh di belakangku.
🍒🍒🍒
Beberapa saat selepas berlari cukup lama, aku duduk kembali di bangku panjang di ujung jalan. Tempat yang sama saat bertemu gadis itu kemarin pagi.
Padahal kemarin kami sempat tertawa berdua disini, tapi pagi ini keadaan seolah berbalik. Semalaman memang aku hampir tak bisa tidur memikirkan gadis itu, apalagi saat menggendong tubuh mungilnya yang semakin membuat jantungku rasanya mau meledak.
Sebelumnya jangankan menggendong perempuan, meletakkan satu jari pada mereka pun aku tak sudi. Untuk pertama kalinya ada seorang perempuan yang membuatku gelisah, semalaman terbayang wajah polosnya saat terlelap. Ditambah lagi ekspresi pilunya saat menangis dalam keadaan tertidur, membuatku kacau memikirkan gadis itu.
Aku masih sibuk dengan pikiranku sendiri, tiba-tiba Bara memberi isyarat untukku segera beranjak dari tempat dudukku. Kulihat sepupunya sudah duduk disampingku dan disusul kedua temannya ikut duduk setelah aku beranjak berdiri.
Sekilas kulihat gadis yang tak sengaja kubentak tadi tampak menghindari pandanganku, kulangkahkan kakiku sedikit memberi jarak.
🍒🍒🍒
AUTHOR
__ADS_1
Setelah beberapa saat istirahat, mereka memutuskan berjalan santai menuju area perkebunan. Hega tampak berjalan paling depan bersama Dimas dan Julian. Sedangkan Bara menemani para gadis-gadis dibelakang mereka.
Sesampainya di area perkebunan, Bara ditemani Julian mampir di sebuah kios kecil milik warga setempat membeli beberapa botol air mineral karena memang tak membawa minum dari villa.
Para gadis menunggu di kursi kayu yang ada di area perkebunan, Hega tampak mengobrol dengan Dimas di sudut bukit menghadap ke area perkebunan yang menurun.
" Jul, siapa yang mindahin kita ke kamar semalem ? " tanya Deana pada Julian saat pemuda itu datang membawa beberapa botol air mineral.
Memang semalam Amira dan Renata pamit untuk tidur dikamar lebih dulu, dan tertinggal mereka berempat.
" Bukan gue, noh Bang Bara kayaknya. " jawabnya sambil menatap kearah Bara yang tengah menghampiri mereka setelah memberikan minuman kepada adik dan sahabatnya.
" Gue kesana dulu. " kata Julian menunjuk ke arah Dimas, dijawab anggukan oleh mereka berempat.
" Bang, makasih yang semalem udah gendong gue kekamar. " katanya kemudian pada kakak sepupunya itu saat Bara sudah berdiri di dekatnya.
" Hn. " jawabnya singkat sambil meneguk air mineral miliknya.
" Pasti berat bawa kita berdua ya, hehe... " lanjut Deana.
" Abang cuma mindahin kamu dek. " jawab Bara lagi, disambut dahi mengerut dan mulut setengah melongo oleh Deana dan Moza.
" Nah, yang mindahin dia ? " tanyanya kemudian sambil menunjuk ke arah sahabatnya yang juga menunggu jawaban.
Bara menjawab dengan hanya memberi isyarat dengan menatap ke arah pria yang ada di bukit.
" ". Keempat gadis itu masih mengerutkan dahi tampak belum mendapat jawaban lantaran ada tiga pemuda yang berada disana, salah satunya Julian yang tadi sudah mengatakan jika bukan dia yang melakukannya.
Bara tersenyum usil sambil menatap gadis manis dihadapannya yang tengah membuka botol air di hadapannya, seolah tidak peduli lagi dengan jawabannya.
" Tuh yang pake kaos putih. " jawabnya kemudian gemas melihat ekspresi Deana yang kedua temannya yang terlihat masih menunggu jawaban.
Kemudian disambut ekspresi seolah tak percaya dengan jawaban sang abang, Deana Amira dan Renata tampak saling pandang.
" Uhuk.... uhuk..." Sedangkan Moza yang sedang meneguk air minumnya tampak terkejut dan menyemburkan air dari mulutnya, dan kemudian menatap kearah Bara mencoba meyakinkan dirinya jika mungkin saja pria itu hanya bercanda.
" Abang kesana dulu dek, kalian istirahat dulu. " katanya kemudian meninggalkan keempat gadis yang masih tampak terbengong itu.
Moza mengatur kembali ekspresi wajahnya senormal mungkin, tampak wajahnya sedikit bersemu merah, kembali meneguk air dari botol yang ada ditangannya untuk mengembalikan irama jantungnya yang diam-diam sempat berdegup cepat.
Sedangkan ketiga sahabanya tampak menatap kearahnya dengan ekspresi menggoda yang tentu saja diabaikan oleh gadis itu.
Sepanjang perjalanan kembali ke villa ketiga gadis itu masih saja tersenyum kecil sambil sesekali melirik kearah gadis barkaos biru muda itu.
🍒🍒🍒
^^ Aku tak tahu sejak kapan mata ini selalu mencari keberadaanmu, sejak kapan jantung ini berdetak kencang karenamu. Dan apapun tentangmu selalu saja menarik perhatianku. ^^ ( Sherinanta )
☘☘☘☘☘
☘☘☘☘☘☘
☘☘☘☘☘☘☘
🍁🍁 Hega Airsyana Saint : yang semaleman gak bisa tidur kepikiran cewek singa. Pagi-pagi udah pasang tampang juteknya. 😍😍
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
🌟 IKLAN 🌟
Pembaca : tanda-tanda jatuh cinta ya thor ??? 😍😍😍😍
__ADS_1
Me : sok tau ih.....
Pembaca : dih... nah tuh bang Hega dag dig dug ??
Me : emang dag dig dug tanda jatuh cinta ? rumus darimana coba itu ? 🤔🤔🤔
Pembaca : biasanya gitu kan ?
Me : itu biasanya, tapi ini luar biasa.... jadi belum tentu.... 😏😏😏
Pembaca : ih ngeyel nih lu thor....
Me : lah iya lah orang aku yang tulis, suka - suka aku gitu....
Lagipula nih ya kalo pas sekolah disuruh maju ke depan ngerjain soal pernah dag dig dug kagak ?
Pembaca : iya pernah.
Me : terus lu jatuh cinta gitu dipanggil guru ?
Pembaca : kagak, orang gue kagak bisa ngerjainnya.
dag dig dug takut diketawai temen2. 🤣🤣🤣
Me : nah pas dipanggil guru ngumpulin pe er, dag dig dug juga ?
Pembaca : iya pernah, soalnya gue gak ngerjain 😒😒😒😒
Me : hadeh, dirimu sekolah ngapain coba? ngerjain soal gak bisa, pe er kagak dikerjain juga....
Pembaca : hehe... gue asyik baca tulisan lu thor....
Me : idih, diriku dibawa-bawa
Pembaca : gue halu sama bang Hega thor? ada kagak cowok cakep kaya dan pinter gitu buat aku....
Me : ada....
Pembaca : mana mana mana ???😍😍😍😍
Me : di mimpimu..... 🤣🤣✌🤣
Pembaca : sialan lu thor....
Me : Makanya kasih aku like comment and poin dong. ntar aku doain dapat yang kayak abang Hega, minimal mirip gituh...... ✌✌✌✌
Pembaca : okeh okeh 😉😉😉
Me : mana ? udah ? 😒😒😒😒
Pembaca : udah kok. gak keliatan kah ?
Me : mana kagak ada .....
Pembaca : masak sih.... coba deh lu merem dulu tiduran.....
Me : 🤔🤔🤔?????? ( mikir )
Pembaca : soalnya gue kasih like comment dan poinnya dalam mimpi....
Me : eugh.... 😭😭😭😭😭😭😭
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
__ADS_1
➡️➡️ Ditunggu LIKE & COMMENT NYA YAH ....❤
PLEASE DON'T BE SILENT READER......💔