Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
Gelisah ( Bagian 2 )


__ADS_3

AUTHOR


Mereka menghabiskan waktu berada di area perkebunan sekitar satu jam, berfoto dan menikmati indahnya pemandangan perkebunan dan sejuknya udara pagi.


Deana Amira dan Renata masih sesekali menggoda Moza dengan senyum nakal mereka. Saat diperjalanan kembali ke villa juga terus menggoda gadis itu.


Entah karena kelewat cuek atau bingung menanggapi ulah teman-temannya, gadis itu lebih memilih diam dan mengabaikan mereka.


Disisi lain Bara tersenyum usil setiap kali memperhatikan sahabatnya, kemudian mengingat ekspresi Moza saat gadis itu tahu siapa yang menggendongnya ke dalam kamar.


Mengingat ketika gadis itu terkejut hingga menyemburkan air dari mulutnya, dan sekarang justru tampak acuh seolah tak terjadi apa-apa.


Benar-benar pasangan batu. batin Bara sambil menggelengkan kepalanya.


๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’


Setelah masing-masing membersihkan diri mereka, semua kembali duduk disatu meja untuk sarapan bersama, makanan telah disiapkan oleh Bu Ratna.


Tidak seperti suasana kacau saat sesi sarapan sebelumnya, kali ini tiap orang memilih tenang menikmati menu yang tersedia diatas meja.


Setelah sarapan, para gadis memutuskan bermain bersantai di kolam renang. Deana, Amira dan Renata sudah siap dengan pakaian renang mereka, Moza tampak memilih untuk duduk di kursi yang ada di pinggir kolam renang dengan membawa sebuah buku komik ditemani segelas jus jeruk.


Sedangkan para pria kali ini memilih menguasai area ruang tengah, bermain playstation. Dimas dan Julian tampak memulai permainan dengan asyik menatap ke arah layar televisi berukuran 42 inch tersebut, Bara yang tengah duduk santai sambil posisi badan setengah rebahan di sofa panjang mengamati permainan kedua pemuda itu.


Hega duduk di sofa single di samping Bara, sibuk memperhatikan ipad nya dengan ekspresi datar, mengecek email dari sekretarisnya, sambil sesekali memperhatikan kearah layar televisi mengamati permainan Dimas dan Julian.


" Masih kerja aja sih lo . " ucap Bara sambil mengunyah camilan yang dia pegang di tangannya.


" Ngecek aja. " jawab pemuda itu singkat.


" Besok balik jam berapa ? " tanyanya lagi.


" Terserah. " lagi-lagi jawaban singkat tanpa sedikitpun mengalihkan pandangan dari ipad nya.


" Besok kalian rencana balik jam berapa dek ? " tanya Bara pada Dimas.


" Siang aja bang, abis dzuhur. " jawab Dimas tanpa menoleh ke arah abangnya karena masih asyik bermain.


Merasa tak mendapat keasyikan nongkrong bersama para pria ini, Bara beranjak dari sofa dan melangkah ke arah kolam renang. Menghampiri meja di pinggir kolam renang, duduk di samping gadis yang tengah asyik dengan komik di tangannya.

__ADS_1


Sedangkan ketiga temannya tengah asyik bermain air sambil sesekali duduk dipinggir kolam dan menikmati jus jeruk mereka.


" Lo gak ikutan renang dek ? " tanya Bara pada gadis di sampingnya.


" Enggak. " jawab gadis itu tanpa menoleh sedikitpun.


" Dia gak bisa renang bang. " teriak Rena dari dalam kolam.


" Oww...." jawab pria itu sambil manggut-manggut.


" Mau gue ajarin dek ? " goda Bara dengan nada jahil dan senyum nakalnya yang kemudian mendapat respon cipratan air dari ketiga gadis yang ada di dalam kolam.


" Yah... apaan nih dek, abang udah mandi kali. " ucap Bara dengan nada pura-pura kesal sambil menyeka wajahnya dari cipratan air.


" Modus lo bang. " kata Deana kemudian.


" Eh bang, beneran semalem Moza digendong sama abang cakep ? " tanya Renata yang kemudian mendapat tatapan mata tajam gadis yang sedari tadi tampak tak berpaling dari komiknya.


" Hn. " jawab Bara dengan anggukan sama seperti saat di perkebunan.


" Euhhhhhh..... yang digendong siapa, kok gue yang berdebar ya bang ? " celetuknya lagi dengan nada menggoda gadis itu.


" Sini abang gendong biar makin berdebar.... " kata Bara kemudian sambil tertawa.


Ketiga sahabatnya kemudian beranjak ke pinggir kolam, menahan dagu mereka dengan kedua lengan dipinggiran kolam. Menatap tajam dengan senyum jahil mereka ke arah gadis yang saat ini tampak sedikit canggung.


Bara yang melihat kelakuan ketiga gadis itu menggoda sahabatnya juga tak ingin tinggal diam, ikut menggoda gadis manis berkulit putih itu dengan jahilnya.


" Abang ajah berdebar loh lihatnya, soalnya sahabat abang yang satu itu gak pernah gendong perempuan. Jangankan gendong, pegang aja ogah. " kata Bara dengan nada jahil sambil melirik kearah gadis disampingnya.


" Euhhhhh.... Makin penasaran ini, gimana rasanya digendong sama cowok cakep, kaya dan keliatan cuek tapi ternyata so sweet gitu.... " kata Deana menggoda sahabatnya.


Merasa jengah dengan keributan teman-temannya dan pria disampingnya yang entah sejak kapan mulai ikut menggoda dirinya. Akhirnya menutup halaman buku komiknya, menghela nafas dan menatap ketiga sahabatnya dan berkata dengan nada datar dan ekspresi kesal.


" De, waktu kamu digendong kak Bara ke kamar, gimana rasanya ? " gadis itu malah kembali bertanya.


" Gak tahu, kan gue tidur. " jawab Deana dengan polosnya.


" Nah tuh tahu. Jangan tanya pertanyaan yang sudah jelas jawabannya. " lanjut gadis itu sambil beranjak meninggalkan mereka dan memasuki villa menuju kamarnya.

__ADS_1


Ketiga gadis itu terdiam dengan mulut setengah terbuka alias melongo mendengar jawaban sahabatnya, sedangkan Bara sesaat ikut terpana dan kemudian tertawa terbahak-bahak sambil memegang perutnya.


Nih cewek mirip bener sama tuh gunung es didalem, kalo ditanya jawabannya suka bikin speechless. Masa orang tanya malah balik tanya, udah gitu jawabannya bikin ' jleb ' gitu rasanya. gumam Bara lirih dengan ekspresi menahan tawa.


Sedangkan ketiga gadis yang masih terdiam di dalam kolam tampak heran melihat pria itu tiba-tiba tertawa.


๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’


MOZA


Dari pagi aku sudah menahan kekesalan setiap kali Deana, Amira dan Renata menggodaku. Sejak mereka tahu kalau semalam aku digendong oleh sahabat dari kak Bara, pria yang selama ini mereka bilang seperti gunung es, cuek dan jutek.


Aku setuju jika dia jutek, tapi apa urusanku, mau jutek mau ramah nothing to do with me, toh selama ini bukan aku yang dijutekin.


Tapi karena kejadian didepan dapur saat aku tidak sengaja menabraknya tadi pagi, aku jadi korban kejutekannya, meskipun sebenernya salahku juga karena jalan sambil main ponsel. Tapi gak gitu juga kali ngomongnya ketus amat.


Ditambah lagi baru aku tahu kalau semalam pria jutek itu yang memindahkan aku dari sofa ke kamar tidurku. Membuat ketiga sahabatku terus menggodaku sejak pagi karena kejadian itu.


Tidak cukup ketiga temanku itu, nih muncul satu manusia lagi yang lebih menyebalkan. Mungkin aku bisa menahan malunya terus digoda sahabat perempuanku, tapi tidak ketika manusia menyebalkan ini ikut menggodaku.


Malas meladeni mereka aku putuskan kembali masuk ke villa, melihat tak ada ruang santai di area tengah karena kulihat Julian dan Dimas sedang asyik main game, ditambah lagi sesosok pria yang membuatku harus menerima godaan menyebalkan sedari pagi sedang duduk di sofa sambil asyik dengan ipad nya.


Sekilas pandangan kami bertemu saat pria itu mengalihkan pandangannya dari benda kotak di tangannya ke arah pintu saat aku masuk. Merasa tak nyaman dengan tatapan itu aku bergegas berbelok memasuki kamarku.


Aarrrrrgghh, kenapa aku kayak gini sih. Kenapa aku merasa terganggu. Kenapa Deana mesti tanya siapa yang bawa kita berdua ke kamar sih, kenapa aku harus tahu kalo tuh manusia jutek yang bawa aku. Pantesan aja tadi pagi dia jutek.


Ugh...Ngapain juga dipikirin, orang bukan aku yang minta dipindahin ke kamar, gak minta digendong sama dia.


๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’


^^ Bukan salahku jika jantungku tiba-tiba gelisah dan berdebar saat melihatmu. Salahkan dirimu yang dengan seenaknya terus berputar di kepalaku ^^ ( Sherinanta )


โ˜˜โ˜˜โ˜˜โ˜˜โ˜˜โ˜˜โ˜˜โ˜˜โ˜˜โ˜˜



๐Ÿ๐Ÿ Moza Artana : Lagi bete seharian digoda terus sama sahabat-sahabat aku. Apalagi tadi pagi jadi korban kejutekan seseorang..... โ˜นโ˜นโ˜นโ˜น


โคโคโคโคโคโคโคโคโคโคโคโคโค

__ADS_1


โžก๏ธโžก๏ธ Ditunggu LIKE & COMMENT NYA YAH ....โค


PLEASE DON'T BE SILENT READER......๐Ÿ’”


__ADS_2