Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
Singa Perjaka


__ADS_3

๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡


( Ini gantinya up kemarin ya sayang, mapkan kemarin ada something trouble jadi gak bisa UP. Sebelum baca pencet like dulu okey.... Jan lupa komennya juga hehe. Selamat membaca ๐Ÿ˜™ )


AUTHOR


Disisi lain, di dalam sebuah mobil limousine berwarna hitam. Hega duduk berhadapan dengan sang kakek. Paman Ben menunggu diluar pintu mobil.


" Pulanglah ke rumah besar. " Suryatama membuka keheningan diantara mereka.


" Huuh.... " Hega menghela nafas, bersandar santai di kursi limousine yang nyaman mengangkat kedua tangannya di belakang kepala.


" Kakek pasti sudah tahu kan apa jawaban Hega untuk permintaan kakek yang satu itu. " Lanjut Hega menatap ke arah sang kakek dengan ekspresi malas.


" Kali ini bukan permintaan, tapi ini perintah ! " Tegas sang kakek dengan eskpresi serius.


" Kakek bukannya tidak tahu alasanmu menolak kembali ke rumah besar, tapi situasinya akan lebih mudah dikendalikan jika kamu kembali. Jadi singkirkanlah dulu egomu itu ! " Suryatama mulai melunak.


" ". Pemuda itu mengernyit meminta penjelasan lebih.


" Dasar bocah tengik ! " Umpat sang kakek kesal.


" Baiklah jika kamu tak mau kembali. Tapi kakek akan tetap membawa tunanganmu pulang ke rumah besar. Kamu kembali atau tidak, kakek sudah tidak peduli lagi. "


Ucap Kakek Suryatama kembali datar, memalingkan wajahnya dari sang cucu, tapi diam-diam lelaki tua itu melirik ke arah sang cucu, sengaja memancing reaksi cucunya.


Seolah tahu jika ia akan mendapatkan apa yang diinginkannya dari sang cucu dengan menggunakan nama gadis yang sudah memenuhi hati dan pikiran pemuda keras kepala itu.


" HAH ???! "


Hega yang sedari tadi acuh mendengar permintaan kakeknya seketika terlonjak. Tubuhnya yang bersandar santai di kursi mobil menegang seketika, merubah posisi duduknya, mencondongkan tubuhnya ke depan ke arah sang kakek.


Matanya berbinar seolah baru saja mendapatkan kejutan baru yang menyenangkan.


Tinggal serumah dengan gadis yang dicintainya dan bisa melihat gadis itu setiap saat.


" Keluarlah, kakek akan pulang. Sampaikan pada mertuamu kakek akan kembali lagi besok menjemput cucu menantu kakek. " Intonasi suara Suryatama masih datar, mengibaskan tangannya mengusir sang cucu dan sesekali melirik ke arah cucunya yang terlihat masih terkejut.


" Hega akan mengemas barang-barang Hega di apartemen secepatnya. " Ucap pemuda itu akhirnya, intonasinya datar tapi ekspresi di wajahnya benar-benar berbanding terbalik dengan nada bicaranya.


" Untuk apa kamu mengemas barangmu ? Kakek kan akan membawa cucu menantu kakek pulang, kenapa kamu yang berkemas ?! " Ejek Suryatama sinis.


" Kemanapun Moza pergi, Hega akan mengikutinya. " Ucap Hega masih berusaha bersikap sok cool di hadapan kakeknya, namun tetap tak bisa menyembunyikan rona bahagianya dari mata jeli sang kakek. Membuat pria yang hampir berusia 70 tahun itu menyeringai penuh kemenangan.


" Cih... Bertahun-tahun kakek membujukmu pulang kamu tak bergeming. Bahkan kamu menggunakan alasan kuliah di luar negeri untuk kabur dari rumah. Sekarang lihatlah dirimu, si keras kepala yang sedang jatuh cinta. " Suryatama berdecak masih menggoda cucunya.


" Aahhh.... Dan kakek peringatkan, jangan berfikir macam-macam, kakek melakukan ini untuk keamanan tunanganmu. " Lanjut Suryatama memperingatkan.


" Macam-macam bagaimana maksud kakek ? Memangnya kakek pikir cucu kakek ini pria seperti apa ? " Gerutu Hega protes.


" Yah siapapun akan menjadi singa buas jika melihat mangsanya, apalagi setelah sekian lama berpuasa. Siapa tahu kamu yang sekian lama menjadi singa tidur yang baru saja bertemu mangsa yang sesuai seleramu akan membuatmu lepas kendali. " Lagi-lagi Suryatama menggoda Hega dengan kalimat sinisnya.


" Ck... Hega masih punya iman kek. Sebesar apapun rasa lapar seorang singa, tidak akan memakan pasangannya. Lagipula kenapa kakek menyamakanku dengan singa ?! Memangnya Hega sebuas itu apa ?! " Hega berdecak kesal menanggapi kecurigaan kakeknya.

__ADS_1


" Siapa yang tahu ?! Lagipula kamu kan singa perjaka selama 26 tahun. Hahaha.... Siapa yang berani jamin kalau..... " Suryatama mencibir jahil dan sudah tak sanggup lagi menahan tawanya.


" Kakek.... !!! " Teriak Hega kesal, menghentikan kalimat sang kakek yang mulai ngawur.


Suryatama terkikik melihat cucunya yang kalang kabut mendengar godaan darinya.


Bagaimana tidak, selama 26 tahun kehidupan pemuda itu tak pernah terdengar di telinganya secercah noda sedikitpun dalam hubungan antara cucunya itu dengan perempuan.


Bahkan kehidupan Hega selama kuliah di luar negeri yang cenderung bebas juga sangat bersih. Jangankan berkencan dengan wanita, pemuda itu bahkan menghindari bersentuhan ataupun dekat dengan lawan jenisnya.


Hingga sempat muncul kekhawatiran di benak Suryatama perihal orientasi seksual cucu lelaki satu-satunya itu.


Jika saja Bara, yang adalah sahabat dekat Hega bukanlah seorang playboy dengan banyak kekasih, mungkin Suryatama akan mengira jika kedua pemuda itu adalah pasangan gay.


" Aahh... Dan apa tadi maksud kakek dengan keamanan Moza ?! " Lanjutnya saat mengingat alasan lain sang kakek memutuskan membawa Moza ke rumah besar.


" Lihatlah ini. " Suryatama memberikan sebuah amplop besar berwarna coklat.


" Apa ini kek ? " Mengernyit menatap amplop yang sudah berpindah ke tangannya. Kemudian meminta penjelasan sang kakek.


" Buka saja, kamu akan tahu. " Jawab Suryatama singkat.


Hega membuka amplop ditangannya, beberapa foto seorang pria dan wanita, dan juga satu foto saat Moza terkapar di jalan aspal di area kampusnya. Kemudian beberapa lembar berkas berisi data informasi kedua orang tersebut.


Tangan Hega mencengkeram erat foto dan berkas ditangannya. Tubuhnya gemetar dan mengeram menahan amarah. Matanya memerah murka.


โ€ข


โ€ข


~ VVIP Room Raharsa Hospital ~


Kembali ke sudut ruang rawat mewah yang terlihat lebih menyerupai kamar hotel.


Setelah mendapat penjelasan dari sang ayah dan bunda, Moza sepenuhnya memahami situasi yang sedang terjadi. Hatinya terasa sangat lega mendapati kenyataan jika dirinyalah gadis yang dijodohkan dengan Hega, pemuda yang memang juga dicintainya itu.


Ayah dan Bundanya sedang menjemput sang adik di bandara. Sebenarnya Bunda Ayu ingin tetap tinggal di rumah sakit untuk menjaga putrinya tapi Moza mengatakan untuk menjemput Ryuza sekalian bebersih diri di hotel dan istirahat. Toh nanti ada Hega yang akan menemaninya.


Gadis itu sedang berbaring di ranjang, tubuhnya setengah terduduk bersandar pada kepala ranjang. Memainkan jari-jemarinya di atas layar 10inch Ipad miliknya.


Kepalanya mendongak saat didengarnya suara pintu terbuka.


" Selamat sore nona cantik. "


Suara ramah seorang pria berkemeja biru dengan jas putih dan stetoskop menggantung di lehernya, sekali lihat sudah pasti adalah seorang dokter. Diikuti seorang suster di belakangnya.


" Ah... Selamat sore dok. " Jawab Moza sopan sembari meletakkan kembali benda pipih ditangannya tadu di sisi ranjang yang kosong.


" Saya akan memeriksa nona. " Meraih pergelangan tangan Moza dan memeriksa denyut nadi gadis itu, kemudian mengeluarkan semacam senter kecil dari sakunya dan memeriksa mata Moza.


" Apakah terasa pusing ? Atau ada yang terasa sakit di salah satu bagian tubuh nona ? " Tanya dokter pria berwajah tampan dengan tinggi hampir setinggi Hega.


Moza menggeleng pelan.

__ADS_1


" Hmm..... Sepertinya kita berjodoh ya nona .... Moza. " Melirik data pasien mencari info nama gadis cantik yang sedang diperiksanya.


" Hah ?! " Moza mengernyit mendengar kata gombal dokter itu.


" Nama yang sangat cantik seperti orangnya. " Dokter muda itu terus saja bicara sendiri meskipun Moza tak menanggapinya.


" Apa dia betulan dokter ? " Bisik Moza pada suster yang sedang memeriksa tekanan darahnya, hampir membuat suster tersebut terkikik.


" Iya, beliau adalah Kepala Rumah Sakit ini, Dokter Derka Raharsa. " Jawab suster tersebut sambil tersenyum.


" Tidak hanya nona Moza saja kok yang heran kenapa pria setampan saya bisa berprofesi sebagai dokter. Banyak yang bilang saya lebih cocok jadi aktor, saya sempat berfikir hal yang sama dengan mereka. Tapi hari ini saya baru tahu kenapa Tuhan mentakdirkan saya menjadi seorang dokter. " Ucap dokter yang ternyata bernama Derka itu yang tampak sedang sibuk menulis sesuatu di catatan rekam medis gadis itu.


" ". Moza masih tak paham kemana arah pembicaraan pria yang mengaku dirinya dokter dengan kelakuan anehnya itu.


" Karena jika saya tidak menjadi dokter, saya tidak akan bertemu dengan bidadari impian saya hari ini. " Lanjut pria itu sambil mengerlingkan mata pada gadis yang masih menatap heran padanya.


Sontak saja membuat Moza seketika bergidik dan hanya tersenyum hambar menanggapi kenarsisan pria itu.


Hei saya bukannya tidak percaya kalau anda dokter karena wajah anda tahu. Tapi kenapa ada dokter senarsis dan segenit anda ? ~ Moza ~


" Oh iya. Ada hubungan apa nona Moza dengan keluarga Saint ? "


" Haaa ? "


" Beberapa minggu lalu si jutek menyebalkan itu membawa kamu kesini dalam keadaan pingsan. Dan hari ini malah kakek Suryatama sendiri yang memesan perawatan VVIP untukmu. " Jelas Derka yang seketika merubah bahasa formalnya menjadi bahasa aku kamu seolah-olah sudah akrab dengan gadis yang terbengong di ranjangnya.


" Oh... Apa kamu salah satu kerabat mereka ? Hmmm. . . Sepertinya kita benar-benar berjodoh, iya kan Sus ? " Sekali lagi menyimpulkan seenaknya sendiri dan juga meminta dukungan suster pendampingnya.


Cih... Apa semua orang tampan senarsis anda ?! Lihatlah bahkan suster ini pun terlihat muak mendengarnya seolah sudah terlalu sering mendengarkan kalimat narsis anda itu. Dan apa tadi katanya ? Siapa yang membawaku kesini saat pingsan waktu itu ? Si jutek menyebalkan ? Siapa yang dimaksud oleh dokter narsis ini dengan si jutek menyebalkan ?! ~ Moza ~


" Bagaimana kalau kita mengakrabkan diri ?! " Lagi-lagi dengan percaya dirinya dokter muda itu memutuskan sepihak.


" Siapa yang lo ajak mengakrabkan diri ?! " Suara bass Hega menggema di ruangan.


( Bersambung dulu ya )


โค๐Ÿ’œ๐Ÿงก๐Ÿ’›๐Ÿ’š๐Ÿ’™โค๐Ÿ’œ๐Ÿงก๐Ÿ’›๐Ÿ’š๐Ÿ’™


โ€ข


โ€ข



Ini nih yang dibilang kakek Suryatama Si Singa Perjaka selama 26 tahun ???


Percaya gak ????!!!! ๐Ÿ™ˆ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ


๐Ÿ’™๐Ÿ’™๐Ÿ’™


Terima kasih yang masih setia membaca hingga bagian akhir cerita plus iklan gak pentingnya hehehe.... ๐Ÿค—๐Ÿค—


Semoga episode hari ini cukup menghibur ya ๐Ÿ˜Š

__ADS_1


__ADS_2