Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
Kombinasi Sempurna


__ADS_3

AUTHOR


Pukul sepuluh pagi, Julian baru datang ke kantor karena harus ke kampus terlebih dahulu untuk menghadiri jadwal kuliah pagi.


Awalnya Hega memang memberi kesempatan pada Julian untuk menjadi asisten pribadinya karena permintaan dari salah satu koleganya, CEO ATRA Corps yaitu Adiputra Maulik yang juga adalah ayah dari Julian sendiri.


Meskipun Hega sendiri sempat ragu dengan keputusannya melihat sosok Julian yang terlalu santai dan selengekan. Hega berpikir pasti pemuda itu tidak akan bertahan lama menjadi asisten pribadinya karena sikap perfectionis Hega dalam pekerjaan.


Dan tinggal menunggu waktu agar sahabat dari gadis yang dicintainya itu menyerah dan mengundurkan diri atas kehendaknya sendiri.


Tapi ternyata untuk pertama kalinya Hega salah menilai karakter seseorang, Julian yang selama ini terlihat sebagai sosok yang easy going, nyatanya cukup gigih dan pekerja keras.


Melihat kerja Julian yang cekatan dan berkompeten, ditambah otak encer Julian dengan beberapa ide cemerlangnya dibalik pembawaan cueknya itu membuat Hega harus mengakui kemampuan Julian.


Julian terhitung pandai dan cepat menyerap setiap ilmu dari atasannya itu.


Hega memberikan kesempatan pemuda itu untuk belajar menjadi pimpinan sebuah perusahaan, namun dengan catatan Julian harus tetap mengutamakan kuliahnya.


Karena bagi Hega sendiri, pendidikan adalah dasar untuk menguatkan kemampuan seseorang.


Tentu saja bakat juga penting, tapi jika tidak didukung dengan pendidikan yang layak serta usaha yang keras. Maka bakat saja tidak akan ada gunanya, karena tidak memiliki aspek pendukung untuk berkembangnya bakat seseorang.


Ceklek. . .


Julian mengintip di ambang pintu, menyembulkan sedikit kepalanya, " Pagi menjelang siang boss. " Sapa Julian dengan cengiran khasnya.


Pemuda yang kelakuannya hampir menyerupai Bara itu menatap sang boss yang tengah fokus di balik meja kerjanya, memberi isyarat meminta ijin untuk masuk.


Memang hanya dua manusia playboy itu yang diberikan kebebasan oleh Hega untuk masuk ke ruangannya tanpa mengetuk pintu. Tapi setidaknya Julian masih sedikit sopan dengan mengintip terlebih dulu dan memberi salam. Tidak seperti Bara yang akan langsung menerobos masuk seenak jidatnya.


Dan Hega masih membiarkannya sampai detik ini, asal hal itu mereka lakukan saat Hega sedang tidak kedatangan tamu istimewanya, siapa lagi kalau bukan sang calon istri cantiknya.


Bagaimanapun kehadiran Julian seolah menjadi poin penting dalam melengkapi sosok pria tampan dan keren di Gedung Pusat GI Group itu. Hega dan Bara saja sudah menjadi kombinasi sempurna yang sangat indah dilihat, ditambah dengan Julian maka semakin sempurna lah pemandangan yang menyejukkan mata para kaum hawa yang menjadi karyawan di perusahaan itu.


" Masuk. " Jawab Hega masih berkutat dengan layar laptopnya.


" Bang, ini hasil pengecekan perkembangan departement store yang ada di Seoul. Untuk laporan hotelnya sudah gue kirim ke email abang. "


Begitulah Julian berbicara santai dengan sang boss mengganti panggilan menjadi abang dengan cepat saat sedang tidak ada rekan kerja lainnya. Tapi tetap dengan mode standart asisten pribadi yang profesional.


" Ya, saya sudah membacanya tadi. Dan sepertinya cabang hotel disana mengalami kenaikan pendapatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. " Ucap Hega dengan nada puas.


Julian segera duduk di kursi di hadapan Hega, " Yup, dan kabar bagusnya ada beberapa investor yang mendengar jika Golden Imperial sedang membangun resort di beberapa pulau di Indonesia. Mereka mengajukan penawaran untuk ikut menanamkan modal jika kita berniat membangun resort di pulau yang ada di Korea. " Terang Julian antusias.


Hega menghentikan aktivitasnya di layar datar di hadapannya, melepas kacamata dan bersandar di kursi kebesarannya.


" Untuk itu kita bahas nanti saja Julian, sepertinya akan lebih baik kita fokus untuk resort di pulau yang ada di Nusantara terlebih dahulu. "

__ADS_1


" Iya juga sih, Bang. Lagipula ini proyek pertama kita merambah ke bidang itu, hotel dan resort memang tidak jauh berbeda dalam pengelolaan, tapi keduanya memiliki perbedaan di beberapa aspek yang membuat kita harus lebih hati-hati dalam proyek ini. Apalagi yang sedang kita bangun adalah beach resort, banyak hal yang harus kita pertimbangkan dalam proyek ini agar hasilnya sesuai dengan ekspektasi kita. " Jawab Julian seraya mengangguk-anggukkan kepalanya.


FYI : Beach Resort [ resort yang dibangun di area pantai ]


Hega masih dalam posisi bersandar dengan kedua tangan saling bertautan dan siku bertumpu di pegangan kursi. Pria itu tersenyum puas dengan kecepatan Julian menangkap maksud ucapannya.


" Kamu sudah tahu arah pembicaraan saya sebelum saya menjelaskan lebih lanjut. Sepertinya kamu sudah siap menggantikan Om Adiputra sebagai CEO ATRA Corps. " Puji Hega pada sang asisten yang memang sudah banyak kemajuan.


" Gue masih jauh dari kata 'siap', Bang. Gue harap abang masih bersedia kasih gue bimbingan. " Ucap Julian seraya garuk-garuk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal, merasa malu mendapat pujian dari atasannya yang juga adalah calon suami sahabatnya itu.


" Tidak masalah. Saya senang kamu punya keinginan dan semangat belajar yang kuat, tapi pengalaman saya juga masih terbatas untuk bisa saya bagi dengan kamu. Kamu tahu sendiri saya juga belum lama menduduki jabatan ini. " Terang Hega datar.


" Abang terlalu low profile. " Ucap Julian seraya terkekeh kecil.


" Itu kenyataan. "


" Gue yakin kalau abang adalah tutor terbaik buat gue Bang, secara bang Bara yang udah lama ikut abang saja masih betah kerja sama abang. Berarti memang masih banyak ilmu dan pengalaman abang yang masih bisa gue gali lagi kan, hehe.... " Jawab Julian malah tercengir kuda.


" Ck... Bara masih betah kerja dengan saya bukan karena masih ingin belajar dari saya, Julian. " Decak Hega membuat Julian menyipitkan matanya terheran.


" Lalu ? "


" Tentu saja itu karena dia masih terlalu malas untuk menggantikan Om Hendra memimpin perusahaannya. Dia masih merasa belum puas bermain dan bebas untuk memilih duduk dan bertanggung jawab penuh pada perusahaan keluarganya itu. " Hega mendengus membahas kelakuan sang sahabat.


" Dengan kata lain dia belum siap terkurung dalam tanggung jawab besar sebagai pimpinan sebuah perusahaan. Apalagi perusahaan itu adalah kerja keras orang tuanya. " Sambung Hega lagi, kali ini membuat Julian kembali garuk-garuk kepala yang memang sama sekali tidak gatal..


" Gue juga belum siap, bang. " Gumam Julian lirih.


" Hehehehe..... Gue salut sama abang yang bisa menanggung beban kewajiban seberat ini sejak dini. " Julian tersenyum lagi, kali ada rasa minder melintas sekilas dalam dirinya melihat sosok di hadapannya.


" Kamu pasti bisa Julian. Saya bisa melihat potensi dalam diri kamu, tinggal bagaimana kamu menggali dan mengembangkan potensi itu. " Hega menyemangati.


" Terima kasih, bang. "


" Hm.... Ah... Saya hampir lupa, Anita mengatakan tentang pengajuan promosi dari team marketing Golden Mall. Dan sepertinya kamu punya pertimbangan tentang hal itu. "


" Ah... Itu bang. Jadi team marketing mau pakai model papan atas negeri ini untuk jadi brand ambasador Golden Mall. "


" Hm. Saya sudah dengar soal itu. Jadi apa masalahnya ? " Tanya Hega tegas.


" Sebenarnya tujuan akhirnya sangat bagus sih, yaitu untuk menarik pelanggan baru dan meningkatkan penjualan Golden Mall. Tapi kalau menurut gue bang, daripada menggunakan model papan atas, lebih baik kita menyewa jasa influencer. Bukan berarti kita tidak sanggup membayar model papan atas sih. Tapi efeknya tidak akan meningkatkan pengunjung secara signifikan jika kita menyewa artis atau model yang terkenal. "


Dahi Hega tampak mengerut, " Kenapa begitu ?! "


" Jadi begini bang. Kalau kita menggunakan model papan atas, maka target pasar yang kita tuju lebih mengarah pada kalangan atas saja. " Ujar Julian antusias.


" Dan itu tidak efisien karen pengunjung Golden Mall memang rata-rata adalah kalangan menengah ke atas. " Sela Hega mulai mengerti arah pembicaraan asistennya.

__ADS_1


" Nah, itu yang gue maksud bang. Buat apa kita promosi pada kalangan yang memang sudah sering keluar masuk Golden Mall dan bahkan menjadi member VIP kita. Justru kita harus merambah ke target pasar yang belum tersentuh oleh kita dong. " Imbuh Julian semakin bersemangat.


" Jadi saran kamu dengan menggunakan jasa influencer tadi ?! "


" Ya kita bisa bekerja sama dengan influencer yang bukan dari kalangan artis, bang. Tapi mereka memiliki daya pengaruh yang luas terhadap konsumen dan masyarakat. Misalnya kita bisa menggunakan para yukuber atau selebgram. Jika perlu kita kontrak mereka untuk jadi brand ambasador Golden Mall. "


" Jadi apa kamu punya rencana untuk itu ? "


" Kita bisa menghubungi para influencer yang sedang viral atau tren atau yang sedang populer dengan banyak viewer dan follower bang. Nah nanti kita undang mereka untuk wawancara atau audisi siapa yang kiranya cocok menjadi brand ambasador Golden Mall. " Ucap Julian.


" Hhhmmmm.... Apa kamu sanggup mengaturnya ? "


" Tentu saja, bang. "


" Bagus. Lakukan seperti yang kamu katakan ! Buat saja pertemuan dengan team promosi untuk membahasnya. Lebih dahulu buat draft perencanaannya saya tinggal tanda tangan persetujuan disana. "


" Abang tidak akan ikut pertemuannya ? " Tanya Julian dengan mata terbelalak.


" Saya percayakan pada kamu, Julian. Anggap saja ini project pertama yang kamu tangani secara pribadi. Jika rencana kamu ini sukses, itu bisa jadi pembuktian jika kamu memang sudah mampu mengambil keputusan sebagai seorang pimpinan. "


" Setidaknya kamu bisa satu langkah lebih maju daripada Bara yang masih asyik dengan kesenangannya dan masih enggan mengambil tanggung jawab dari orang tuanya. Yah... Walaupun saya sangat bersyukur juga kalian bersama dengan saya dan membantu saya. Tapi saya tahu ada saatnya kalian harus meninggalkan saya dan kembali pada tanggung jawab utama kalian sebagai penerus keluarga kalian masing-masing. " Sambung Hega.


" Terima kasih bang atas kepercayaannya. "


" Hmm... Minta Anita membantu kamu ! "


" Siap Boss. " Ucap Julian seraya memberi hormat ala hormat bendera saat upacara.


🍁 Side Story 🍁


Disisi lain Bara yang sedang rapat dengan perusahaan kontraktor merasa telinganya terus berdengung dan bulu kuduknya merinding.


Damn !!! Siapa yang kurang kerjaan ghibahin gue pagi-pagi gini ?!


Bara mengumpat dalam hati seraya mengusap tengkuknya yang mendadak terasa dingin.


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


FYI : ( SKIP JIKA MERASA TIDAK PERLU )


πŸ”~ Perbedaan Resort dan Hotel ~


Resort adalah penginapan yang yang dibangun pada tempat dengan pemandangan alam yang indah. Misalnya saja pinggir pantai atau pegunungan. Penginapannya pun juga menyuguhkan nuansa yang rekreatif. Berbagai sarana seperti kolam renang, taman bermain, hingga pusat perbelanjaanpun ada dalam resort. Hal itu disediakan agar para pengunjung termotivasi melakukan berbagai hal seru baik di dalam maupun luar ruangan. Dalam segi arsitektur, biasanya resort lebih menonjolkan sisi seni dan tradisional.


Hotel adalah bangunan yang digunakan sebagai tempat menginap oleh seseorang atau perusahaan tertentu. Hotel menggunakan standar pelayanan dan fasilitas yang dikelola untuk tujuan komersial. Biasanya tidak hanya menyediakan kamar saja, tapi juga makanan hingga pelayanan kamar. Mulai dari kebersihan, hingga jasa loundry. Semakin mewah fasilitas hotel, maka kelasnya akan semakin naik. Ditandai dengan penyebutan bintang satu hingga lima. Jadi, hotel bintang 5 lebih mewah daripada hotel bintang 4, begitu seterusnya


πŸ”~ Brand Ambasador dan Influencer ~

__ADS_1


Brand ambassador adalah orang yang disewa oleh suatu organisasi atau perusahaan untuk mewakili suatu merek secara positif dan dengan demikian membantu meningkatkan kesadaran dan penjualan merek. Brand ambassador bertujuan untuk mewujudkan identitas perusahaan dalam bentuk penampilan, perilaku, nilai-nilai dan etika. Biasanya brand ambasador berasal dari kalangan artis, model atau orang-orang terkenal.


Influencer hampir sama dengan brand ambassador, influencer juga mendapatkan imbalan dari apa yang mereka katakan kepada publik. Bedanya, influencer bukan hanya berasal dari kalangan artis atau orang terkenal, mereka bisa berasal dari mana saja. Mereka memiliki pengaruh terhadap konsumen dan masyarakat. Contohnya, yutuber dan selebgram.


__ADS_2