Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
Siapa yang paling buaya diantara kita ?


__ADS_3

AUTHOR


Hega dan Bara masih menatap Julian dengan tatapan curiga.


" Beneran bang ituh bukan mantan gue apalagi masih jadi cewek gue. Naksir aja gak pernah, boro-boro naksir gue ngelirik aja males..... " Protes Julian yang merasa dipojokkan oleh kedua pria itu.


" Kenapa memangnya dengan nih cewek dek ? Cantik loh dan seksi, dari keluarga kaya juga. Selera lo kayak apa emangnya sampai yang beginian males ngelirik ?! Sombong lo ! " Tanya Bara yang tidak pada tempatnya membuat Hega geleng-geleng kepala.


" Dih... Nih ya bang dengerin gue, gue udah kaya bang, gak perlu syarat kaya buat jadi pacar gue. " Dengus Julian.


Reflek Bara mengangguk-angguk setuju dengan jawaban pamuda itu, begitu pula Hega yang terdengar berdehem pelan.


" Dih sombong, yang kaya mah bapak lo dek, lo nya mah kere. Hahaha.... " Ejek Bara.


" Dih, sembarangan bang Bara nih. Abang kayak gak tahu aja berapa gaji gue jadi asistennya Bang Hega. Dan soal bapak gue bang, tuh duit juga bakal buat gue semua. Hahahha.... " Sejak bersama Hega, Julian benar-benar belajar banyak hal, termasuk belajar membalas perkataan Bara.


Hega terkikik dalam hati melihat wajah kesal Bara.


Namun kadar buayanya juga meningkat mendekati level buaya darat Bara.


Dan memang betul jika gaji Julian selama menjadi asisten pribadi Hega benar-benar bukan nominal yang kecil.


" Okelah terserah lo. Lanjutin yang tadi ! Soal Selena, gak usah bahas kaya deh kalau gitu. Bahas seksi dan cantiknya ajah lah yang jelas kelihatan di mata. Jangan bilang lo gak tertarik sama model beginian ? Menggoda lo ini, meskipun gak semenggoda kakak tirinya si ?! Hehehe.... " Terus saja mengoceh tak jelas, membuat Hega mulai jengah.


" Soal seksi, mana ada cowok bisa nolak cewek seksi. " Ucap Julian.


" Cih, nah lo tahu. Tapi ada nih satu, enggak doyan cewek seksi. " Bara menunjuk ke arah Hega.


" Jangan bawa-bawa gue dalam kegilaan kalian berdua. " Omel Hega datar.


" Bang Hega mah gak mungkin gak doyan perempuan seksi, cuma kadarnya kali yang kurang. Hehehe... " Julian malah ikut-ikutan mencerca bossnya.


Hega melotot ke arah asistennya yang ocehannya semakin terdengar ngelunjak.


" Tapi buat apa kalau seksinya diumbar kemana-mana. Gue mah suka cewek yang keseksiannya cuma gue aja yang bisa lihat. Enak bener orang lain bisa lihat keseksian pacar gue. " Sambung pemuda itu sebelum kena semprot boss galaknya.


" Hahahah..... Dasar lo playboy tengik. " Cibir Bara.


" Kalian itu spesies yang sama, sama-sama spesies buaya, jangan saling menghina ! " Celetuk Hega masih dengan ekspresi datarnya, bersandar pada meja kerjanya dan memasukkan tangannya ke saku celana.


" Dih... ! " Bara hanya mendengus, terlalu malas menanggapi cercaan Hega, toh percuma pastinya juga akan kalah telak juga dari sahabat menyebalkannya itu.


Sedangkan Julian terkikik dan menggaruk tengkuknya canggung.


" Dan soal cantik mah relatif, abang kan tahu sendiri meskipun lagi jomblo, hari-hari gue dikelilingi cewek cantik bang. Dilihat sekilas aja nih cewek gak lebih cantik dari sabahat-sahabat gue bang. Gak ada setengahnya dari Momo malah. " Oceh Julian yang terbawa oleh Bara.


Iyalah, mana ada yang lebih cantik dari Momo ?!


Tanpa sadar Hega malah manggut-manggut membenarkan.


" Iya si, mujur amat lo dek punya sahabat cantik molek semua ahahhaaa..... " Bara malah semakin menggila.


Pletak ...


" Auwh... Kebiasaan lo Ga, nih kepala gue bukan papan dart game woy..." Omel Bara meringis saat sebuah pena lagi-lagi mendarat di kepalanya.


" Siapa suruh kalian bicara ngelantur kesana kemari ?! " Kesabaran Hega menanggapi dua manusia buaya itu akhirnya runtuh juga.


Apalagi saat mendengar kata molek dari mulut Bara saat menggambarkan keempat sahabat Julian, yang pastinya Moza juga termasuk di dalamnya.

__ADS_1


" Lah napa si ? Bener kan Momo cantik ?! Apa yang salah coba ?! Iya kan Jul ? " Protes Bara melirik ke arah Julian dan pemuda itu manggut-manggut setuju.


" Tentu saja yang itu benar, tapi bukan itu intinya Bar ! " Omel Hega, nada bicaranya naik satu oktaf.


" Terus apaan ?! " Bara malah lupa pada apa yang mereka bahas sebelumnya.


" Bagaimana kamu kenal dengan wanita di foto itu ? " Tanya Hega pada Julian.


" Ah...iya, Selena. Gimana lo bisa kenal padahal lo bilang tadi ngelirik aja males ?! Dasar muna lo Jul. "


" Yah gimana gak kenal bang, orang tuh cewek ngintilin adek abang mulu. " Omel Julian menggaruk kepalanya secara acak.


" Hah ?! Adek gue ? Dimas maksudnya ?! " Bara malah terkejut bukan main.


" Iya lah emang adek abang ada lagi ?! Om Pras punya anak lain gitu ? " Cibir Julian malas.


" Siyalan lo dek, enggak lah. Papi gue mah setia. Cukup gue aja yang buaya. " Protes Bara melempar bantal sofa ke kepala Julian.


Lah kok gue malah ngaku-ngaku buaya si ?! ~ Bara ~


" Hehehe.... Dih ngaku dia kalau buaya. Hahaha.... " Untung saja reflek pemuda itu bagus dan segera menghindar lalu cekikikan.


" Ayo kita lihat siapa yang paling buaya diantara kita dek ?! " Ucap Bara kesal terpancing ocehan Julian.


" Dih... Gue mah bukan buaya bang. " Elak Julian.


" Lah terus ?! "


" Gue cuma penyayang perempuan, hahahhaa.... "


Celetukan Julian lagi-lagi mendapat lemparan bantal tapi kali ini bukan hanya dari Bara, namun juga dari Hega sehingga membuat Julian tidak bisa menghindar lagi.


" Bang Hega kok ikutan nimpukin gue si ?! " Ujarnya tak terima.


" Tunggu !!! " Potong Julian teringat sesuatu.


" ". Dahi Hega dan Bara berkerut bersamaan.


" Jelasin dulu bang apa maksud foto ini ?! Dimana Momo sekarang Bang ? " Gantian Julian yang menatap menyelidik pada dua pria di hadapannya sembari mengangkat foto yang tadi tergeletak di lantai.


" Hah !! Ceritanya panjang, Bera yang akan jelaskan nanti. Satu hal terakhir yang ingin saya tahu. " Ucap Hega menormalkan kembali suasana hatinya.


" ". Dahi Julian mengerut, menunggu kalimat selanjutnya dari Hega.


" Lelaki yang bersama Selena, apa kamu juga mengenalnya ? " Tanya Hega dengan nada sangat serius.


Julian mengambil lagi satu lembar foto di atas meja yang menampakkan secara jelas wajah pria yang bersama dengan wanita bernama Selena itu.


Setelah beberapa saat mengamati, terlihat pemuda itu tidak menemukan apapun petunjuk yang membuatnya mengenali pria berjaket hoodie hitam dengan topi berwarna senada dengan jaketnya.


Julian menggeleng.


" Gue gak tahu itu siapa bang. Gak pernah lihat. " Jawab Julian mantap.


" Bar, gue balik dulu. Jangan gangguin gue kalau memang gak ada yang benar-benar penting. Atau lo akan tahu akibatnya ! " Ancam Hega menepuk pundak Bara.


" Cih... Suka-suka lo lah. You're the Boss ! " Decak Bara malas.


" Dan Julian, datang saja ke rumah jika ada berkas yang perlu segera saya cek atau tanda tangani. " Beralih pada asisten pribadinya, kemudian melangkah menuju pintu.

__ADS_1


" Eehhhh tunggu dong Bang ! Ini jelasin dulu ! " Menunjuk pada foto-foto yang berserakan di atas meja.


" Moza baik-baik saja, kamu tidak usah khawatir atau mencari dia lagi. Detailnya tanya pada senior buaya kamu itu ! " Melirik Bara dengan ekor matanya.


" Kurang ajar lu Ga, gue dikatain senior buaya ! " Umpat Bara yang diacuhkan oleh Hega.


Belum sempat Julian protes, atasanya itu sudah menghilang di balik pintu.


Setelah memberikan intruksi pada Anita, Hega meninggalkan Gedung Golden Imperial Group menuju ke rumah besar.


Membayangkan akan kembali menghabiskan waktu dengan Moza saja sudah bisa membuatnya sangat senang.


โ€ข


โ€ข


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Kembali ke ruang Presdir, Bara menceritakan semua detail kejadian kecelakaan yang menimpa Moza bebepa waktu yang lalu.


Serta hubungannya foto-foto di atas meja dengan kejadian tersebut, tak lupa kondisi gadis itu saat ini.


Hanya satu hal yang terlewat dari pembicaraan mereka, yaitu perihal keberadaan Moza saat ini serta cerita akhir perjodohan Hega.


Bara bukan tak mau bercerita, tapi itu masalah pribadi yang harus didengar Julian dari orang yang bersangkutan secara langsung.


" Jadi intinya Selena nyelakain Momo karena cemburu ?! " Tanya Bara to the point.


" Bisa jadi sih Bang, soalnya Dimas gak pernah nggubris tuh cewek. Dimas juga pernah bilang sama Selena jika ada cewek yang dia suka. Meskipun gak nyebut nama Momo si. " Jelas Julian.


" Yah dari caranya Dimas memandang Moza aja udah kelihatan tuh anak suka banget sama sahabat cantik lo itu. Gue yakin juga tuh bocah belum move on. " Bara menyimpulkan.


" Bang Bara. "


" Apa ?! "


" Momo beneran baik-baik aja kan ? " Tanya Julian memastikan.


" Iya, lo tenang aja. Dia udah gak papa, lukanya juga sudah ditangani dengan baik. Untung aja gak ada luka serius hanya beberapa memar dan kakinya yang terkilir. " Jelas Bara.


" Huh... Syukurlah kalau gitu. Tapi kenapa tuh anak gak bisa dihubungi ya bang ? Abang tahu gak dia pindah kemana ? " Lagi-lagi Julian mencoba memancing Bara untuk memberitahukan keberadaan gadis itu.


" Lo akan segera tahu. Tunggu aja. Yang jelas lo bisa tenang sekarang karena sahabat lo berada di tempat yang terbaik. " Menepuk bahi Julian dan beranjak berdiri.


" Dan satu lagi dek. " Lanjut Bara.


" Hmm ?! "


" Jangan ceritakan apapun tentang ini pada siapapun, terutama sama si cantik Momo !! " Sambung Bara dengan nada dan ekspresi serius.


Dan sekali lagi Julian hanya bisa mengangguk.


~ Flashback End ~


๐Ÿ’œ๐Ÿงก๐Ÿ’›๐Ÿ’š๐Ÿ’™โค


โค๐Ÿ’™๐Ÿ’š๐Ÿ’›๐Ÿงก๐Ÿ’œ


Thanks for reading this chapter....

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca episode ini.....


Like dan Komentar ya teman-teman....


__ADS_2