Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
Permintaan Hega


__ADS_3

AUTHOR


Tidak lama kemudian, barisan mobil mewah memasuki pagar rumah Ardi Dama dan berjajar rapi terparkir di halaman rumah.


Ardi dan Ayu didampingi beberapa kerabat terdekat menyambut kedatangan mereka di depan pintu.


Sebuah Koenigsegg CCXR Trevita berwarna putih sudah terparkir paling depan, Hega yang barusaja turun dari mobil pribadinya merasa bagaikan kembali ke masa lalu.


Begitu banyak memori indah di rumah itu. Memori yang sempat dia lupakan selama bertahun-tahun ini.


Arka, aku kembali. Aku datang meminta restumu untuk mempersunting adik kesayanganmu.


Batin Hega saat teringat sumpah serapah sahabatnya itu di masa lalu, yang terus meledeknya jika dirinya kelak akan memohon untuk menjadi suami dari adiknya.


" Kamu sudah siap, nak ?! " Tanya Arya sembari memegang pundak putranya.


Hega menoleh ke arah sang ayah, dan kemudian mengangguk pelan, rasanya begitu gugup dan mendebarkan.


Untuk pertama kalinya setelah belasan tahun lamanta, Hega kembali menginjakkan kakinya di rumah penih kenangan itu. Rumah yang sama yang selalu ia datangi dengan sang Mama untuk menghabiskan liburan sekolah atau sekedar berkunjung karena almarhum ibunya itu selalu saja ingin menemui gadis kecil kesayangan keluarga Dama, siapa lagi jika bukan si cantik Moza Artana.


Bismillah


Gumam Hega sebelum melangkahkan kakinya memasuki rumah calon mertuanya itu.


" Selamat datang calon besan. " Ujar Ardi yang menyambut kedatangan keluarga Hega.


Ardi dan Ayu mencium punggung tangan Suryatama, kemudian Ardi menghampiri calon besannya, Aryatama dan mereka saling berpelukan.


Ayu dan Rasti melakukan hal yang sama, saling berpelukan dan menautkan pipi kiri dan kanan mereka bergantian dengan riang.


Hega mencium punggung tangan dan memeluk calon mertuanya bergantian.


" Duh, baru juga tiga hari gak ketemu, mantu bunda tambah ganteng ya, Yah ?! " Puji Ayu sambil menepuk pelan pipi pemuda itu.


" Bara juga tambah ganteng kan, tan ?! " Sambar Bara yang muncul dibelakang Hega.


" Derka juga ya, tan ?! " Dan belum sempat Ayu menjawab, satu lagi pemuda tampan muncul dengan senyum tengilnya.


" Eh, nak Bara dan dokter Derka ikut juga toh. Maaf bunda gak perhatiin tadi. " Sapa Ayu yang kemudian disambut oleh Bara dan Derka yang bergantian mencium punggung tangannya.


" Dimanapun ada Hega, mereka berdua memang sering tidak kelihatan kok, bun. Jadi bunda tidak perlu merasa bersalah karena mereka sudah terbiasa seperti itu. " Celetuk Hega datar dengan kenarsisannya, membuat semua orang terbahak bersama.


Sedangkan Bara dan Derka hanya bisa menyebik malas dengan mulut berbisa sahabatnya, jika saja ini bukan hari bahagia pria menyebalkan itu, ingin rasanya kedua pria itu menjitak kepala sahabat mereka itu.


Meskipun selama ini kenyataannya memang demikian, setiap ada Hega, kedua pria itu akan mendadak jadi makhluk transparan, terutama di mata kaum hawa.


Kenyataan pahit yang tidak mau diakui oleh Bara dan Derka tapi harus mereka terima dengan sukarela.


" Ayo masuk ! " Ayu menggandeng Rasti menuju ruang tamu yang sudah didekorasi sedemikian rupa untuk menyambut kedatangan keluarga calon besannya.


" Mbak Ayu, kenalkan ini mbak Linda maminya Bara. "


" Alhamdulillah jadi nambah saudara ya, Mil. " Ujar Ayu sembari menyalami dan memeluk wanita bernama Linda itu.


" Iya, mbak. " Jawab Rasti.


" Silahkan jeng Linda. "


" Terima kasih. "


Satu per satu memasuki ruang tamu diiringi beberapa orang yang membawa barang-barang seserahan lamaran.


" Apa toh ini, Mil ? " Tanya Ayu yang melihat banyaknya seserahan yang dibawa calon besannya.


Barang-barang bermerek mulai dari tas, sepatu, setelan baju, kain batik, perbiasan dan benda-benda lain khas lamaran serta aneka macam kue tradisional.

__ADS_1


" Ya tentu saja buat calon mantu dong, mbak. Iya kan Pi ?! " Jawab Rasti sambil meminta dukungan pada ayah mertuanya yang langsung mengangguk.


" Ini banyak sekali, Arya, Om Surya. " Ucap Ardi Dama terheran dengan banyaknya barang yang sudah memenuhi meja.


" Iya mas Arya, ini kebanyakan loh. Apa tidak berlebihan ?! " Sambung Ayu melanjutkan ucapan sang suami.


" Enggak kok, mbak. Nanti seserahan ijab kabul udah kami siapkan sendiri. " Tutur Rastiana Kamila, yang selalu Ayu panggil dengan sebutan Mila itu.


" Ya, ampun kenapa repot sekali, aku kira kamu kemarin bolak-balik nelfon untuk siapin seserahan pernikahan. "


" Tidak apa, Yu. Toh menantu perepuanku juga cuma satu. " Jelas Arya tenang.


" Aduh, kalau gini akunya yang jadi khawatir loh, Mil. "


" Kenapa memangnya mbak Ayu ? " Tanya Rasti dengan wajah mengerut.


" Ya nanti kalau aku mau ngelamar anakmu, aku harus siap-siap seserahan yang banyak juga. " Terdengar seperti candaan bagi semua orang, tapi tidak dengan Ayu yang memasang wajah serius saat mengucapkannya.


" Ah, mbak Ayu ini bisa aja. Kita mah nggak ngarepin gitu. Yang penting anak-anak bahagia. " Rasti menepuk punggung tangan calon besannya itu dengan senyum mengembang.


" Dih, mana bisa begitu. Biar nanti aku suruh Ryu belajar dan kerja yang bener biar jadi orang sukses seperti Hega, jadi biar gak malu-maluin kalau mau minta Rania jadi istrinya. " Lanjut Ayu dengan antusias membuat yang dibicarakan menatap sang bunda dengan wajah melotot angker.


" Hahaha. . . Dengerin tuh, dek ! Belajar yang rajin, jangan ps an mulu ! " Goda Bara sambil menyenggol lengan remaja itu karena memang kebetulan Bara duduk bersebelahan dengan putra bungsu kelyarga Dama itu.


" Dih, buun, kok Ryu dibawa-bawa sih ah. " Wajah tampan remaja itu sudah menekuk kesal mendapati dirinya menjadi bahan candaan seluruh keluarga.


Sedangkan si kecil Rania yang sedari tadi datang hanya fokus pada remaja tampan impiannya. Gadis kecil itu terus tersenyum bisa melihat pangeran tampannya, dan tidak menghiraukan obrolan para orang dewasa yang memang belum dipahaminya.


Dan basa-basi lucu itu benar-benar berhasil membuat suasana ceria dengan gelak tawa bahagia.


πŸƒ πŸƒ πŸƒ


Setelah basa-basi ringan, tiba saatnya memasuki inti acara, yaitu penyampaiam maksud dan tujuan kedatangan rombongan keluarga dari calon mempelai laki-laki.


Hendra Prasetya yang didapuk sebagai perwakilan dari pihak lelaki, menyampaikan lamarannya kepada pihak calon mempelai perempuan.


" Berikut adalah beberapa barang yang kami bawa sebagai seserahan lamaran, semoga bisa mewakili keseriusan dari niat baik kami untuk menjadikan putri tercinta mas Ardi sebagai menantu di keluarga besar Saint. "


Setelah Hendra menyelesaikan pinangannya, berganti Ardi Dama yang buka suara.


" Alhamdulillah, saya beserta keluarga, menerima dengan bahagia niat baik dari keluarga sahabat saya, Aryatama. Diawali dengan Bismillah, saya menerima pinangan yang ditujukan untuk putri saya Moza Artana. Semoga hubungan ini bisa memberikan kebahagiaan bagi kedua pasangan dan juga keluarga besar. Amin. "


" Amin. " Seru semua orang.


Setelah lamaran dari calon mempelai laki-laki resmi diterima oleh calon mempelai perempuan maka agenda selanjutnya adalah penyerahan seserahan kepada keluarga calon mempelai perempuan.Β 


" Ryu, panggil kakakmu turun ! " Titah Ayu.


" Iya bun. "


Tidak lama tokoh utama wanita dalam acara ini tampak menuruni tangga diapit oleh adik lelakinya dan juga sahabatnya Deana.


Hega menatap lekat wajah gadis yang dua hari ini tidak bisa dilihatnya, hingga gadis bergaun senada dengan batiknya itu mendekat ke arahnya.


Hega menyambut gadis yang barusaja dipinangnya secara resmi itu dengan senyum mengembang di bibirnya, dibalas senyuman manis sang calon istri.


Hega memenyerahkan salah satu barang seserahan kepada calon istrinya itu, dan diabadikan dengan pengambilan foto.


Seserahan yang bisa diartikan secara simbolis seperti menyimbolkan tentang keseriusan dari pihak pelamar.


Setelah semua prosesi selesai, tidak lupa ditutup dengan pembacaan doa untuk kelancaran pernikahan yang akan berlangsung tiga hari lagi.


" Ardi, kami pamit pulang dulu. " Ucap Aryatama menyalami dan memeluk calon besannya.


" Ya, sampai ketemu tiga hari lagi, calon besan. " Balas Ardi diiringi tawa bahagia semuanya.

__ADS_1


Satu per satu saling berpamitan, Moza mencium punggung tangan Suryatama dan kedua calon mertuanya bergantian. Moza juga tidak lupa melakukan hal yang sama pada kedua orang tua Bara yang memang sudah sangat dikenalnya.


" Selamat ya sayang. " Ucap Linda saat memeluk gadis yang sempat diharapkannya menjadi menantunya.


Tapi apa daya, Allah tidak menggariskan gadis itu untuk berjodoh dengan putra bungsunya.


" Lin, jangan lama-lama meluk mantuku. Aku aja yang mami mertuanya enggak selama itu meluknya. " Ucap Rasti cemburu dengan nada jahilnya.


" Hahaha, habisnya aku iri kamu punya mantu cantik banget. Kalo aja jeng Ayu punya anak perempuan lagi, pasti udah aku minta buat jadi mantu aku. " Jawab Linda dengan sedikit memanyunkan bibirnya dan tingkah mama Bara itu benar-benar berhasil memancing kembali gelak tawa semua orang.


" Ya, sudah kami permisi ya, Ayu, Ardi. " Ucap Suryatama.


" Iya Om, hati-hati di perjalanan. " Jawab Ardi seraya mengantar keluarga besannya menuju pintu.


Ayu yang hendak mengikuti suaminya, terhenti langkahnya karena lengannya dicekal oleh seseorang.


" Ada apa, gantengnya bunda ? " Tanyanya pada pemilik tangan yang ternyata adalah calon menantunya.


" Bun, boleh Hega tinggal disini sebentar lagi, Hega mau ngobrol sebentar saja dengan Momo. " Pinta pemuda itu dengan nada sangat memohon.


Ayu melebarkan matanya saat mendengar permintaan Hega.


" Bunda, pliiissss. . . " Pintanya lagi sembari tersenyum manis andalannya.


" Hufft.. . . Baiklah, tapi jangan lama-lama loh, pamali tahu, kan kalian lagi dipingit. " Mau tidak mau Ayu menyetujui permintaan sang calon menantu.


" Terima kasih, bun. "


Tanpa menunggu lagi, Hega langsung menyambar lengan kekasihnya menuju taman yang terletak di belakang rumah.


" Ehh. . . Bang, mau dibawa kemana Momonya ?! "


Teriak Dea saat Moza sudah dikuasai olah pria yang merupakan calon suami sahabatnya itu.


" Jangan ikuti kami, Dea ! " Titah Hega dengan terus berjalan tanpa menoleh kembali ke belakang.


" Ih. . . Dasar. " Dea menghentakkan kakinya kesal ke lantai. Kemudian terdengar suara mengejek dari balik punggung Deana.


" Hahhaa. . . Kasian deh jomblo, ditinggal sendirian. " Siapa lagi jika buka Ryuza pelakunya. Pemuda itu tengah duduk di sofa dengan tawa mengejeknya.


Dea menghempaskan tubuhnya di sofa depan Ryuza, " Heh, sesama jomblo dilarang saling menghina, dek ! " Umpatnya sambil memanyunkan bibirnya.


" Aku mah jomblo bahagia, kak. Meskipun gak ada pacar tetap enjoy aja. " Jawab Ryu santai sembari memasukkan snak ke dalam mulutnya.


" Ya iyalah lo enjoy aja, orang jodoh lo aja bunda yang nyarikan. Pantesan lo santai aja gak ada pacar, lagian siapa juga mau jadi pacar cowok nyebelin yang bucin kakaknya macam lo. Bisa-bisa makan ati terus cewek lo dek, yang diduain karena lo lebih bucin sama Momo daripada sama pacar lo. " Ledek Dea kesal, membuat Ryuza terpancing emosi dan hendak membalas ucapan menyebalkan sahabat kakaknya itu.


Tapi baru saja remaja tampan itu hendak buka suara, lagi-lagi Deana menyela.


" Eh. . . Gue lupa, kayaknya lo deh, dek, yang habis ini ditinggal sendirian, kan Momo bentar lagi nikah, kalah saing lo sama bang Hega. Momo pasti lebih sayang sama suaminya yang ganteng dan tajir daripada bocah ingusan macam lo ini, hahaha . . . " Mendengar ocehan Deana, ingin rasanya Ryuza mencubit bibir bawel gadis itu.


Cih, dasar tuh mulut gak bisa diem apa ya ?! Pengen aku cip😘k apa, biar mingkem tuh bibir bawel. Kalo bukan sahabat kak Momo, udah habis kakak sama aku.


Gerutu Ryuza dalam hati dengan menatap masam ke arah gadis yang usianya lebih tua empat tahun darinya itu.


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


Maaf Ye kalau kalimat pinangannya ada yang kurang tepat.


Itu sedikit banyak thor ambil dari pengalaman pribadi lamaran thor beberapa tahun lalu.


Jika tidak sama dengan lamaran kalian ya maap mungkin kita beda adat, atau beda suku atau mungkin bisa jadi malah kita beda makhluk, thor manusia tulen loh, kalau situ ??? 😁😁😁 (canda canda canda, jan melotot jan ngegasss πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€— )


Gue belum pernah lamaran thor !


Kacian amat, jomblo lu ya 😜😜😜

__ADS_1


Siyalan lu tahu aja gue jomblo. . .πŸ™„πŸ™„πŸ™„


Haahaha. . . thor doain tahun ini ketemu jodoh dan menuju pelaminan deh, jan lama2 pacaran, banyak syetan. . .


__ADS_2