
AUTHOR
Hega baru saja kembali dari dapur setelah membuat secangkir hot chocolate untuk kekasihnya yang terlihat gelisah mondar-mandir di pinggir kolam renang.
Kenapa hot chocolate ? Karena Hega tahu satu lagi kebiasaan Moza saat sedang gelisah ataupun dalam suasana mood yang buruk, secangkir hot chocolate akan membantu gadis itu agar lebih rileks.
Hega paham betul apa yang ada di pikiran kekasihnya saat ini, pasti gadis itu sedang bingung memikirkan bagaimana mengatakan tentang hubungan mereka berdua pada ketiga sahabat perempuannya.
Karena saat sarapan tadi Moza sempat mengatakan akan menceritakan semuanya pada sahabatnya.
Di satu sisi Moza tidak ingin membuat teman-temannya cemas padanya.
Di sisi lain gadis itu merasa tidak enak jika menyembunyikan sesuatu dari sahabatnya yang sudah menemani hari-harinya selama beberapa tahun ini.
Menyembunyikan sesuatu pada sahabat yang sudah seperti saudara, akan terasa menyakitkan bagi mereka kerena bisa saja mereka merasa bahwa Moza tidak mempercayai ketiga sahabatnya itu.
PYAAAR....
Baru saja hendak menuju pintu, dilihatnya adegan tak terduga dari sekat kaca yang menghadap ke kolam renang.
Cangkir di tangannya terlepas dari pegangannya, Hega berlari secepat mungkin mendekati kolam.
Bara, Dimas dan Julian seketika terlonjak dari posisi duduk mereka saat mendengar suara cangkir yang membentur lantai marmer villa.
Menoleh ke arah Hega yang sedang berlari menuju kolam renang. Dan seketika ikut berlari saat menyadari apa yang sedang terjadi.
Tanpa pikir panjang, Hega melompat ke dalam kolam renang. Berusaha meraih tubuh kekasihnya yang semakin tenggelam ke dasar kolam.
Semua orang berlarian ke area kolam renang, kecemasan tampak menghiasi wajah mereka.
Kecuali satu orang tentunya, yang justru tampak menyeringai puas menyaksikan kejadian tersebut.
Deana yang baru saja berganti baju, dan tengah berjalan antusias menghampiri sahabatnya begitu syok melihat apa yang sedang terjadi disana.
Tubuh Deana bergetar hebat, jika saja Julian tak menahannya. Mungkin gadis itu sudah ikut melompat ke dalam kolam.
Setelah beberapa saat, akhirnya Hega berhasil mengangkat tubuh Moza dan meletakkannya di pinggir kolam, menekan-nekan perut gadis itu seperti adegan penyelamatan yang ada di film.
Berkali-kali Hega menekan perut kekasihnya, namun gadis itu tak kunjung siuman.
Kulit putih Moza perlahan membiru terutama di bagian bibir dan ujung kuku. Tubuh gadis itu terasa sangat dingin.
Hega mengecek nadi tangan dan leher Moza, namun di ekspresinya terlihat bahwa ia tak menemukan apa yang dicarinya.
Pemuda itu terlihat kacau, ekspresi wajahnya tidak bisa ditebak. Bercampur aduk antara cemas, ketakutan sekaligus amarah.
Dengan segera Hega memberikan nafas buatan melalui mulutnya.
Satu kali...
Moza masih tak bergeming, Hega kembali mengatur nafasnya. Memberikan nafas buatan untuk kedua kalinya.
Dua kali.....
Hasilnya masih tetap sama.
Apa yang dilakukan Hega tentu saja membuat semua mata terbelalak tak percaya dengan adegan yang ada di hadapan mereka.
Selain adegan nafas buatan, juga karena ekspresi cemas yang ada di wajah pria yang juga sudah basah kuyup tersebut.
Deana mengerang panik matanya sudah banjir air mata, terus berontak mencoba melepaskan diri dari dekapan Julian.
__ADS_1
Julian menggeleng pelan, dahinya mengerut memberi isyarat agar Deana tetap tenang. Toh Julian yakin dengan kondisi syok dan panik seperti itu, Deana tidak akan bisa membantu justru akan semakin memperburuk keadaan.
Hega kembali melakukan pertolongan cardiopulmonary resuscitation (CPR) dengan menekan telapak tangan di bagian tengah dada.
" Uhuk.... "
Dan syukurlah tindakan itu membuat Moza terbatuk dan mengeluarkan air dari mulutnya, tapi gadis itu masih terbaring lemah.
" Moza sayang, kamu sadar. " Ucap Hega lirih, mengangkat kepala Moza dengan tangan kirinya, dan satu tangan mengelus pipi gadis itu.
Dan kemudian mengecup kening Moza penuh rasa syukur.
Moza sayang ?
Beberapa mata tampak semakin terbelalak mendengar bagaimana Hega menyebut Moza dengan panggilan sayang.
" Kak... Uhuk.... "
Suara lemah Moza memberikan sedikit kelegaan di hati Hega.
" Iya, aku disini. "
" Di-ngin kak. " Bibir Moza gemetar, begitu juga dengan tubuhnya, Hega berusaha memberikan kehangatan dengan mendekap erat gadis itu.
" Iya sayang, aku akan membawamu naik. "
Bu Astuti berlari membawa handuk dan memberikannya pada majikannya.
Hega menyelimuti tubuh basah kekasihnya dan mengulurkan tangannya di bawah leher dan lutut Moza hendak membopong gadis itu.
Belum sempat berdiri, Alina yang berada paling dekat dengan mereka berdua mencoba membantu.
Meskipun Alina sempat sangat syok dengan apa yang baru saja dilihat dan juga didengarnya.
" Jangan sentuh tunangan saya ! " Hega menghempaskan tangan Alina yang hendak menyentuh tubuh gadisnya.
Menatap dingin dan sangat menusuk ke arah Alina, wajahnya tampak jelas benar-benar murka.
Alina beringsut mundur dari posisinya, seketika merinding mendapati tatapan tajam Hega yang seolah ingin membunuh dirinya saat itu juga.
Hatinya kembali nyeri saat mendengar kata tunangan dari bibir pemuda itu.
Hega merasakan tubuh Moza semakin gemetar kedinginan dipelukannya, wajah cantiknya begitu pucat membuat Hega menunda keinginannya untuk meminta penjelasan dari Alina.
Semua mata terperangah menatap adegan di depan mereka. Tak ada yang berani mendekat.
Semua diam membatu di tempatnya terkejut dengan erangan penuh amarah pemuda itu.
Beberapa wajah malah terlihat pucat mendengar satu kalimat dari bibir pria itu.
Tu-nangan ? Jangan bilang yang dimaksud Momo kamarin itu tunangannya adalah Bang Hega ? ~ Deana ~
Amira dan Renata juga tak kalah terkejutnya mendengar ucapan pria tampan itu.
Dan yang paling terlihat pucat tentu saja Alina dan Dimas. Tentu saja karena hati mereka masih terkunci pada Hega dan Moza.
Hega tak peduli dengan tatapan penuh tanda tanya di mata semua orang, pemuda itu segera membopong tubuh kekasihnya yang basah kuyup.
Bara dan Julian yang memang sudah tahu perihal hubungan Hega dan Moza tentu tidak terkejut sama sekali
Justru yang ditakutkan kedua orang itu saat ini hanyalah satu, hal mengerikan apa yang akan dilakukan Hega untuk membalas orang yang sengaja ingin mencelakai kekasihnya itu ?!
__ADS_1
Karena yang terjadi sudah jelas, kemarahan Hega tidak mungkin tanpa alasan.
Alina berada tepat di dekat kolam saat Moza jatuh ke kolam.
Dan tidak mungkin Moza sengaja menjatuhkan dirinya sendiri ke dalam sana sedangkan gadis itu tidak bisa berenang.
Jikapun benar Alina tidak ada kaitannya dengan jatuhnya Moza, kenapa gadis itu diam saja membiarkan Moza tenggelam dan bukannya menolongnya.
" Hei, kenapa istri cantik Ga ? "
Teriak Derka yang baru saja tiba hendak memberi kejutan tapi malah justru dia sendiri yang mendapatkan kejutan.
Hega tak menggubris sahabatnya yang baru datang itu.
" Dea tolong kamu ikut saya. " Ucapnya saat melewati Deana yang masih sesenggukan dalam dekapan Julian.
" Ahh... Iya bang. " Ketiga gadis itu mengekor di belakang Hega.
Kedua gadis lainnya, Amira dan Renata yang masih terdiam mematung di posisi mereka seketika tersadar dan mengikuti langkah Deana.
" Ada apa ini sebenarnya ? " Tanya Derka pada Bara.
" Lo bawa tas sakti lo gak Der ? " Bara malah balik bertanya, dan yang dimaksud Bara tentunya adalah tas berisikan peralatan dokter milik Derka.
" Pasti dong. " Ucapnya bangga.
" Cepet ambil ! Nyonya bos abis tenggelam. " Perintahnya tegas, dan dokter muda itu menurut saja meskipun saat ini dia merasa kelelahan setelah dua jam menyetir.
Raut wajah Derka mendadak serius saat mendengar ucapan Bara, ekspresi pecicilannya sirna seketika saat menyadari situasi apa yang sedang terjadi.
Pantas saja tuh monster beruang kutub wajahnya nyeremin udah macam mau bunuh orang.
Derka tak menyangka ada kejadian seperti itu saat dia baru saja tiba, dan untung saja dokter tampan itu punya kebiasaan membawa tas saktinya kemanapun dia pergi.
Entah ini kebetulan atau memang takdir, insiden itu terjadi tepat saat dia baru saja menginjakkan kakinya di villa.
...โค๐๐๐๐๐งก...
...Thanks for Reading this chapter...
...Terima kasih telah membaca episode ini...
...Matur nuwun wes moco episode iki...
...๐...
...Like ya...
...โค...
...Komentar juga dong...
...๐...
...Lanjut Vote ๐...
...๐งก...
...Follow Author ya ๐...
...๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐...
__ADS_1
...Akuh sedih loh kalau kalian baca aja tapi gak mau like ๐ญ๐ญ๐ญ. Lebay ๐...