Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
Dua Pria Posesif


__ADS_3

AUTHOR


Moza dan Hega sama-sama terkejut dan terlonjak seketika dari posisi intim mereka.


Moza tampak salah tingkah, Hega terlihat memijat celah diantara kedua alisnya, agak frustrasi dan kesal.


Namun dengan cepat berusaha untuk tetap terlihat tenang seperti kebiasaannya selama ini yang dapat dengan mudah mengatasi situasi apapun.


Dengan berat hati Hega mengurungkan niatnya mencium bibir mungil itu, keinginan yang sudah sekian lama ditahannya.


Seorang pemuda berusia belasan tahun berlari mendekat ke arah ranjang, memeluk kakak perempuannya dengan penuh kecemasan.


" Kak, apa yang terjadi padamu ? Bagaimana bisa kakak jatuh dari sepeda ? Ahhh.... Siapa yang berani-beraninya menabrakmu dan kabur ?! "


Ya, suara cemas bercampur amarah itu berasal dari Ryuza, putra bungsu keluarga Dama. Si adik posesif sekaligus sister compleks.


" Auwhhh.... " Moza meringis nyeri saat tanpa sengaja Ryuza menekan bahu gadis itu karena memeluk terlalu erat.


" Maaf kak, mana yang sakit ?! " Ryuza sama sekali tak menghiraukan keberadaan Hega disana, atau memang adik Moza itu belum menyadari keberadaan pemuda itu karena terlalu fokus pada sang kakak.


Hega perlahan mundur dari posisinya, masih diam memperhatikan kakak beradik itu, memberikan ruang pada dua bersaudara itu untuk saling berinteraksi.


" Tidak, hanya saja bahuku sedikit memar. " Moza memegang bahu kirinya yang terasa ngilu.


" Mana ? Aku mau lihat seberapa parah lukanya kak ! " Ryuza begitu cemasnya, raut wajahnya mengerut sembari mencoba melihat luka di bahu sang kakak.


Aarrrggghh... Jangan gila dong dek, masa kamu mau membuka bajuku di depan kak Hega ?! Dan kenapa juga aku bilang bahuku memar segala tadi membuat singa kecil ini menggila.


Moza berteriak dalam hati merutuki kecerobohannya, dia lupa jika sang adik cenderung over protective padanya.


Moza melirik ke arah Hega, merasa malu pada pria yang berdiri di belakang Ryuza atas tingkah adiknya.


Dan Hega yang tengah bersandar di sofa itu meresponnya dengan senyuman.


" Ehh... Ryu jangan. Kakak tidak apa-apa. Dokter sudah mengobatinya tadi. " Tentu saja Moza mencegah sang adik yang terlihat benar-benar cemas sehingga tak tahu apa yang sedang dilakukannya.


" Tidak, aku harus memastikannya jika memang lukanya tidak parah. " Pinta pemuda berusia 16 tahun tersebut, masih berusaha melihat luka di bahu kakaknya.


" Ekhem.... " Dan suara Hega yang mengalihkan perhatian Ryuza dari sang kakak.


Seketika pemuda remaja itu menoleh ke arah sumber suara.


Dilihatnya seorang pria tengah berdiri bersandar di sofa, melipat kedua tanganya di dada.


" Heh... Bukankah dia orang yang udah bikin kakak menangis ?! Kenapa dia bisa ada disini kak ?! " Ryuza mengeram murka melihat sosok yang dikenalnya.


Menatap Hega dan sang kakak bergantian meminta penjelasan.


Pria yang dipukulnya di mall beberapa bulan yang lalu karena membuat sang kakak meneteskan air mata.


Air mata yang sudah lama yang pernah dilihatnya mengalir dari mata indah kakaknya.


Membuat Ryuza mengutuk dirinya sendiri karena tak becus menjaga sang kakak. Janjinya untuk tak membiarkan air mata menetes sedikitpun dari kelopak mata kakak satu-satunya itu.


Dan untuk pertama kalinya pemuda itu merasa telah gagal menjaga dan melindungi sang kakak.


Ryuza menatap tajam pria yang masih tampak tenang di tempatnya itu, kemudian melangkah mendekat ke arah Hega dan tanpa ragu ataupun segan sedikitpun mencengkeram kerah kemeja pemuda yang jelas-jelas lebih tua dan lebih tinggi darinya itu.


" Dek, apa yang mau kamu lakukan ? " Teriak Moza cemas, menatap Hega dan Ryuza bergantian.


Hendak turun dari ranjang namun diurungkannya saat melihat Hega menggeleng pelan dan tersenyum kearahnya. Meyakinkan jika dirinya akan baik-baik saja.


Baru saja tinju Ryuza hendak mengarah ke wajah Hega, teriakan dari pintu menggema menghentikan aksi pemuda yang baru saja lulus SMU itu beberapa bulan lalu.


" Ryu, apa yang kamu lakukan ? Dasar anak nakal, tidak sopan, bandel !!! "


Sang bunda secepat kilat menghampiri kedua pemuda itu, mengomel pada putra bungsunya.


Dan tak hanya itu, beberapa pukulan mendarat di lengan dan punggung Ryuza tanpa ampun.

__ADS_1


" Hega, maafkan Ryuza ya, anak ini memang sedikit bengal dan sulit dikendalikan. " Ucap bunda Ayu melirik Hega tapi tangannya tak berhenti memukul putra bungsunya.


Hega hanya tersenyum kemudian mengangguk.


" Aduh bun, sakit. Berhenti bun ! Kenapa bunda memukulku ?! Apa salahku bun ? Yah tolong Ryu dong, kenapa ayah diam saja. " Ryuza terus mengomel sembari melindungi tubuhnya dengan kedua tangannya dari pukulan sang bunda yang tidak cukup dengan tangan tapi juga handbag bunda turut melayang di punggungnya.


" Kamu pantas mendapatkannya. " Ucap sang ayah acuh sembari tersenyum.


" Ahhh... Tidak ada yang sayang padaku, sepertinya benar jika aku ini anak pungut. " Omel Ryuza merajuk.


" Hah... Siapa yang sudi memungut bocah tengik macam kamu. " Cibir sang ayah acuh dan melewatinya begitu saja.


" Bagaimana keadaanmu sayang ? " Tak memperdulikan gerutuan putra bungsunya dan malah menghampiri putri cantiknya.


" Sudah baikan Yah. " Jawab Moza.


" Dokter sudah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan tidak ada luka dalam yang perlu dikhawatirkan. Besok sudah bisa pulang. " Hega mendekat ke arah ranjang menjelaskan hasil pemeriksaan yang dilakukan sahabatnya Derka tadi sore.


" Ayo cepat minta maaf pada calon kakak iparmu ! " Ayu menjewer satu telinga Ryuza sedikit menyeretnya ke arah ranjang mendekat ke arah Hega.


" HAH ?! " Mendengar kata kakak ipar membuat pemuda itu melotot tajam tak suka.


" Jangan bercanda dong bun ?! Siapa kakak ipar Ryu ? Memangnya siapa yang akan menikah ? Dan lepaskan tangan bunda dari telinga Ryu dong, memangnya Ryu bocah TK apa ?! " Tanyanya kesal.


" Ya, kelakuanmu memang senakal saat kamu masih TK, dasar anak bandel. Dan tentu saja kakakmu Momo yang akan menikah, memangnya siapa lagi ?!" Omel bunda Ayu kemudian melepas tangannya yang menjewer telinga Ryuza.


Ryuza mengusap telinganya yang memerah, seketika menatap bergantian kearah ayah bunda dan kakaknya.


Dan saat pandangannya berhenti pada sosok pria di samping sang kakak, pemuda itu mengepalkan tangannya.


" Jangan bilang dia ini yang bunda maksud ? " Dengan tidak sopannya Ryuza mengangkat jari telunjukknya ke arah Hega.


Plaak !


Seketika sang bunda memukul tangan putranya yang terangkat itu.


" Jangan bersikap tidak sopan begitu Ryu ! " Geram sang bunda.


" Tidak apa-apa bun. Saya bahkan sudah mendapat beberapa pukulan di wajah dan perut saya sebagai tanda perkenalan kami ?! " Ucap Hega santai tersenyum penuh arti.


" HAH ?! " Ardi dan Ayu melongo, menatap Hega kemudian bersamaan memelototi putra bungsunya.


" RYUZA ARVANA DAMA. " Teriak Ardi dan Ayu bersamaan, membuat Ryuza reflek menutup telinganya dengan kedua tangannya.


" Apa si Yah, Bun... Kenapa hari ini seolah aku saja yang bersalah ?! " Gerutunya kesal.


" Tentu saja kamu salah. " Omel Ayu, bbaru saja hendak mendaratkan lagi pukulan ke lengan putranya namun dihentikan oleh Hega.


" Hega hanya bercanda kok bun, om. " Tutur Hega diselingi tawa pelan, menatap ke arah bunda Ayu dan Ayah Ardi bergantian.


" Tentu saja ini pertemuan pertama kami. Dan saya rasa kami akan cepat akrab nantinya. "


Kemudian melirik ke arah adik dari kekasihnya itu, menyunggingkan senyum seringai tipis di bibirnya.


" Cih... " Ryuza hanya berdecak kesal menanggapi kalimat Hega, kemudian menggerutu dalam hati.


Akrab nenek moyangmu ?!


Adik Moza itu masih bersungut-sungut, wajahny berekspresi ketus.


Tentu saja Hega tahu sepertinya tidak akan mudah menakhlukkan adik Moza yang terlihat keras kepala itu, dan lebih buruknya pemuda itu terlihat over protective pada sang kakak.


Namun bukan Hega namanya jika tidak bisa menjinakkan keangkuhan seseorang.


Selama ini motto hidupnya dalam menghadapi berbagai macam karakter orang dalam dunia bisnis ataupun kehidupan sosial hanyalah satu, " Tundukkan dan Kuasai ".


Lihat saja bagaimana aku akan membuatmu dengan sukarela menjadikanku kakak iparmu.


Mungkin itulah arti ekspresi tatapan Hega.

__ADS_1


Tentu saja Hega selalu berhasil mengatasi orang-orang yang selalu bertingkah menyebalkan dihadapannya. Dengan cara halus maupun ekstrem sekalipun.


Tapi untuk kasus kali ini, Hega tahu harus menggunakan cara yang mana untuk menakhlukkan adik keras kepala kekasihnya itu.


Hega harus bermain cantik menghadapinya, karena dia tahu pemuda yang terlihat menyebalkan itu adalah juga adik kesayangan Moza.


Dan seketika Ryuza yang selama ini tak pernah gentar atau takut dengan apapun maupun siapapun itu entah kenapa tiba-tiba merasa tengkuknya dingin, bergidik ngeri mendapati senyum mengerikan pria yang katanya calon kakak iparnya itu.


Tanpa sadar pemuda itu mengusap tengkuknya yang terasa merinding.


Ish... Jadi kakak ipar gue ?! Jangan mimpi ?!


Bukan Ryuza jika pemuda itu akan menyerah begitu saja. Ryuza memang masih 16 tahun, tapi dia adalah pemuda yang sulit ditangani.


Bahkan oleh orang tuanya sendiri, dan satu-satunya orang yang bisa menjinakkan pemuda itu ya tentu saja hanya sang kakak, Moza Artana.


Kedua pemuda itu saling menatap tajam seolah akan mengeluarkan sinar laser dari mata mereka.


" Hem...." Moza berdehem mencoba mencairkan suasana tegang diantara adik dan kekasihnya itu sebelum ayah dan bundanya menyadari apa yang terjadi.


Kita tunggu saja bagaimana dua pria berbeda ini akan saling bertarung memperebutkan satu gadis yang sama.


Satu sisi Ryuza ingin mempertahankan sang kakak, satu sisi Hega yang ingin memperjuangkan kekasihnya.


Dengan tentu satu persamaan diantara keduanya, sama-sama Posesif dan Buncinya Moza.


β€πŸ’œπŸ§‘πŸ’›πŸ’šβ€πŸ’œπŸ§‘πŸ’›πŸ’š


πŸ’œπŸ§‘πŸ’šπŸ’šπŸ’™β€πŸ’œπŸ§‘πŸ’›πŸ’š


☘IKLAN UN~FAEDAH ☘


( Baca ye, lumayan buat tambah pahala kalau pas baca minimal bisa bikin kalian senyum2 gitu hehehe )


Akuh suka heran loh, padahal viewer nya ribuan tapi kok yah like nya cuma puluhan.


Gak bersyukur loh thor....


Suorry ya, akuh tuh selalu bersyukur tau....


Nah tuh tadi apaan ? Ngeluh lu thor...


Bukan Ngeluh, ngeri aja ?!


Ngeri napa coba ?


Nah itu tadi ribuan yang baca, yang like puluhan.... Tuh yang ribuan, orang bukan yah ????


Orang lah thor, masa setan ?!


Ya sapa tahu, ....


Eh jan bikin merinding lu thor....


Yaelah iye.... Nih novel romance ya bukan horor.


Nah situ tahu tapi ngapa bikin gue bergidik, gue tampol juga lu....


Baiklah.... Diriku posthink ajah deh


Apaan ?!


Yah kali tuh yang baca jempolnya pada cantengan kali ya, secara gak bisa pencet like hahhaa


Sialan lu thor nyumpahin gue cantengan ?!


Tuh kan ketahuan situ gak pencet like


Upsss... Ketahuan gue hahahah πŸ™ˆπŸ™€

__ADS_1


Dasar setan cantengan


Hahhahha.....


__ADS_2