Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga

Presdir Jutek, Jodohku Dari Surga
Rencana Miss Fashionable


__ADS_3

~~ Masih Flashback yah ~~ 😘


AUTHOR


" Cih kalian ini gak bisa diajak serius. " Omelnya sambil merebut kembali toples keripik singkong dari pangkuan Deana.


Mendengar kekesalan Renata, ketiga dara itu tersenyum gemas melihat bibir gadis itu yang sudah monyong mengekspresikan kekecewaannya.


Mereka paling paham jika sudah membicarakan tentang fashion, sahabat mereka yang satu ini tidak akan bisa dihentikan. Semangatnya yang luar biasa muncul begitu saja jika sudah membahas tentang dunia fashion.


" Okey miss fashionable, hamba mohon jelaskan kepada kami para rakyat awam ini. " Goda Deana sambil melipat kedua tangannya di depan wajahnya dengan ekspresi pura-pura memohon.


Sekali lagi Amira dan Moza terkekeh melihat drama yang dibuat oleh kedua teman mereka itu.


" Stop ngeledekin gue. " Dengus Renata kesal.


" Mana kita tahu apa yang ada di kepala kamu Rena sayang ? " Rayuan keibuan Amira yang terlihat seperti seorang ibu yang sedang membujuk putrinya yang sedang merajuk membuat Moza dan Deana semakin tak sanggup menahan tawa.


" Serius dong. " Ucap gadis cantik yang memakai tanktop pink dan hotpants putih itu masih dengan nada kesal.


" Okey, yuk kita serius ! " Ucap Amira akhirnya meletakkan jari telunjuk di bibirnya, memberi isyarat pada Moza dan Deana untuk ikut diam dan memperhatikan apa yang akan dikatakan oleh Renata.


Akhirnya semuanya mengalah pada si cantik yang seksi itu, mendengarkan penjelasannya dengan memasang raut muka serius.


" Dilihat dari sudut manapun, setiap gambar yang ada di dalam sketch book milik lo itu punya nilai jual Moza sayang. " Ucapnya lagi sambil memainkan alisnya berulang kali.


" ". Mata ketiga gadis yang tengah menatap kearahnya masih penuh tanda tanya, tampak belum memahami maksud sang sahabat.


" Seperti kata Deana, gimana kalau buka butik aja. " Kalimatnya sontak membuat Moza beringsut dari duduknya dan dan menjatuhkan tubuhnya di kasur busa dengan posisi tengkurap.


Ish aku mah apa atuh.... Emang bikin butik pake daon... Batinnya.


" Gue setuju sih, tapi kan buka butik butuh modal Re, gak pake daun. " Respon Deana menyuarakan hati sang sahabat.


Nah tuh tahu, kita emang sahabat De, kamu bahkan tahu apa yang aku pikirkan.


Lah tapi bukannya tadi yang pertama nyinggung-nyinggung soal butik kamu duluan ya Dea sayang... Kemana pikiranmu saat itu ? Ckckck....


Kembali Moza bergumam dalam hati sambil manggut-manggut perlahan kemudian berganti geleng-geleng kepala merasa lucu.


" Lah bukannya ide butik itu tadi lo duluan yang ngomong kan De... Gimana sih ? " Omel Renata.

__ADS_1


Tuh kan apa aku bilang, kena juga kan kamu De... Aku diem aja lah.... Lagi-lagi Moza membatin.


" Ya tadi gue reflek aja kasih ide. Hei Mo, ngomong sesuatu napa kok diem aja sih ? " Ucap Deana sambil menepuk punggung temannya yang malah asyik tiduran.


" Auww... Sakit De... "


Nih dua orang sejak kapan jadi paranormal sih, dari tadi tahu aja yang ada di batin aku. Haiisssshh..


Moza dengan enggan bangkit dari posisi tengkurapnya, merapikan piyamanya, kembali dalam posisi duduk bersila sambil mengelus punggungnya, yang menjadi korban kekesalan sahabatnya.


" Mau kalian apa sih ? " Tanya gadis itu sebal.


" Gimana Mo, buka butik... " Ucap Renata sambil mengerjapkan kedua matanya berulang kali sambil menatap serius sahabatnya itu.


Moza meraih toples keripik singkong di pangkuan Renata, mengambil selembar keripik dan memasukkannya ke dalam mututnya. Kemudian memutar bola matanya enggan menanggapi saran dari sahabatnya itu yang dianggapnya tidak masuk akal.


" Hei. " Tak kunjung mendapat respon dari lawan bicaranya, kali ini Renata semakin tak sabar, ditepuknya lengan gadis di hadapannya.


" Awww... Apa sih kalian berdua kok jadi bar bar gini. " Gerutu gadis itu sambil mengelus lengannya.


" Habisnya kamu bikin gemes sih. " Gerutu Renata.


Sebenarnya dulu Moza sempat tergoda untuk membuka sebuah butik kecil, lebih tepatnya waktu itu bahasanya 'rumah jahit', karena sempat beberapa kali ayah dan bunda menawarkan untuk memberikan modal padanya saat melihat hobi anak perempuan mereka satu-satunya itu, tapi ditolakknya karena mau fokus kuliah saja.


" Aku cuma hobi gambar aja, tidak punya bakat atau keahlian menjahit. Apalagi modal, aku mah apa atuh cuma remahan keripik singkong di dasar toples, yang jika tak terjamah maka akan berakhir di wastafel cuci piring. " Jawabnya ringan sambil membuka sebotol air mineral dan meminumnya.


Kalimat terakhirnya membuat Deana dan Amira kembali tersenyum sedangkan Renata perlahan memijit pelipisnya gemas dengan tingkah gadis berpiyama beruang itu


" Itu mah bisa diatur, emang lo pikir semua desainer fashion tu pada jahit hasil desain nya sendiri gitu ? " Ucap Rena sambil menepuk jidatnya dan geleng-geleng kepala.


" Memangnya enggak ? " Kepolosan Moza kali ini semakin membuat teman-temannya gemas.


" Enggak lah sayang, tanya aja sama Amira. " Jawab Rena.


" Ih... kok aku dibawa-bawa. " Sontak Amira terbelalak saat namanya disebut-sebut.


" Lah situ kan anaknya pengusaha konveksi, gimana sih. " Renata kembali mendengus kesal.


" Oh iya sih, lupa gue. Hehehehe... " Gadis berhijab itu cengengesan ambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Pabrik ayah bunda sih jarang buat desain sendiri, kebanyakan cuma terima order dari klien, biasanya agen baju atau toko-toko baju gitu. Dan udah ada desain dari mereka, karyawan tinggal jahit aja sesuai permintaan klien. " Lanjut Amira kali ini sambil menyentuh ujung dagunya seraya mengingat-ingat rutinitas di pabrik konveksi milik orang tuanya.

__ADS_1


" Nah kan beres. " Teriakan Renata langsung membuat ketiga temannya terlonjak, kemudian berhamburan menjitak kepala gadis bersuara cempreng itu.


" Ih... Lo semua tega amat sih. " Gerutunya sambil mengelus kepalanya.


" Salah sendiri ngegetin, gak usah teriak kali Ren, ngomong biasa aja cempreng apalagi teriak. Inget nih kosan banyak penghuninya, ntar di labrak lo gak kasian sama Momo. " Omel Deana.


" Sorry.... Gue terlalu semangat. " Jawabnya lirih dengan nada menyesal atas kehebohan yang dibuatnya.


~~ Flashback End ~~


πŸ’πŸ’πŸ’


Setelah perbincangan keempat sahabat itu, maka diputuskan mereka berencana membuat sebuah usaha yang akan mereka kelola berempat.


Dan rencananya mereka akan berkumpul kembali setelah ujian semester untuk membahas lebih lanjut perihat rencana tersebut.


Sebenarnya Moza, Deana dan Amira punya cukup banyak waktu luang untuk berkumpul membahas hal tersebut. Tapi saat ini Renata sedang sibuk dengan karir modelnya yang memang mulai beranjak naik meskipun belum tahap sampai masuk televisi atau majalah mode. Masih sebatas selebgram dengan banyak kontrak endorse.


Jadi mau tidak mau ketiga gadis itu harus menyesuaikan jadwal dengan Renata, karena Rena lah yang memiliki ide dan rencana yang sudah tergambar di kepalanya.


Saat di villa pun mereka sepakat tidak membahas hal tersebut karena memang benar-benar berniat ingin refreshing total. Tanpa memikirkan kuliah dan pekerjaan.


Setelah mengatur beberapa jadwal Renata, maka sudah diputuskan hari tempat dan waktu untuk rapat perencanaan bisnis keempat dara tersebut.


Cie.... Rapat perencanaan bisnis.... Gaya amat yah.


..


Gimana jadinya yah suasana rapat mereka ? Serius atau kacau seperti saat diskusi bar bar yang terjadi di kosan Moza ?


Baca Next Episode ya dan beri πŸ‘dan komentar 😊😘


❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀❀


➑️➑️ Ditunggu LIKE & COMMENT NYA YAH ....❀


PLEASE DON'T BE SILENT READER......🌹🍁☘.


Bantu VOTE agar karya ini UP yah....


Terima kasih 😊😘😘😍

__ADS_1


Jangan ragu tinggalkan jejak kritik dan saran ya πŸ˜ŠπŸ˜˜πŸ˜πŸ’•πŸ’•


__ADS_2