
AUTHOR
" Jadi gimana keputusan lo Ga ? " Pertanyaan Bara sontak membuat pemuda itu terkejut karena sedari tadi tengah melamun mengingat kembali beberapa kejadian yang sebenarnya tak ingin diingat kembali karena terlalu menyebalkan baginya.
Hah mendadak aku merindukan peri kecilku itu. Gumam Hega saat tersadar dari lamunannya.
" Yah mau bagaimana lagi, sebenarnya gue sudah malas berurusan dengannya. Tapi bisnis tetap bisnis, kita lihat saja apa lagi maunya perempuan itu. " Jawabnya dengan menopang dagunya dengan tangan dan menyandarkan sikunya di pegangan sofa. Kemudian menyeringai iblis membuat pria dihadapannya tahu pasti arti senyum mengerikan sahabatnya itu.
Sepertinya anda berurusan dengan pria yang salah nona Grace.
Batin Bara ikut tersenyum iblis membayangkan bagaimana nasib perempuan yang dirasa sudah terlewat membuat sahabatnya ini kesal.
" Haha, jika uang berbicara, bahkan jika lo enggan datang maka gue sendiri yang akan mendorong lo pergi kesana meskipun tempat itu lo anggap neraka. " Seringai Bara menggoda boss nya itu.
" Bocah sial. Kalau bukan karena lo gagal merayu wanita itu, keadaannya tidak akan jadi seperti ini. " umpatnya kesal.
" Mau gimana lagi, tuh perempuan maunya sama lo sih. Gue sih dengan senang hati mengencaninya, tapi yah... I have done all my best. Lagipula kenapa gak lo coba aja sih, lagipula juga kalian sama-sama single, jika nanti gak cocok di tengah jalan yah tinggal putus aja. Done !! " Gerutunya dengan melipat kedua tangan di dadanya.
" Gue bukan lo yang akan berkencan dengan wanita yang bahkan gak lo sukai, lagipula apa lo gak tahu tipe seperti apa Berlinda Grace itu ?!! " ucapnya sambil menekan-nekan pelipisnya.
Sekali lihat gue tahulah, tuh cewek tipe ular yang melilit saat mendapat mangsa. Bukan Bara jika tak tahu cewek macam apa Berlinda Grace itu.
Batin Bara sambil mengangguk-anggukan kepalanya.
" Ya juga sih, sekali terjerat lo akan sulit lepas darinya. " jawabnya sambil kemudian kembali manggut-manggut.
" Lagipula sepertinya gue udah tahu kemana hati gue mengarah. " Guman lirih pemuda yang tampak sedang tenggelam dalam pikirannya sendiri itu.
Sejenak membuat mata sahabatnya terbelalak, kemudian mengerjapkan kedua bola matanya berulang kali dan mengorek-ngorek telinganya meyakinkan jika dia tak salah mendengar gumaman pemuda dihadapannya.
" Sepertinya ada hati yang udah mulai sadar dari tidur panjangnya nih. " Goda Bara sambil memgedipkan sebelah matanya kearah pemuda itu.
" Gadis singa, si cantik galak. Right. " tebak Bara yakin jika gadis cantik itulah yang sudah berhasil menembus dinding pertahanan pria berhati es ini.
Mendengar Bara menyebut gadis itu dengan sebutan seperti itu entah mengapa membuatnya kesal, ditatapnya pria dihadapannya yang tengah tersenyum jahil padanya dengan sebuah tatapan tajam, seutas senyum menyeringai terukir di sudut bibirnya.
Ditendangnya sofa yang diduduki sahabatnya itu hampir mengenai tulang kering Bara, yang sontak membuat pria yang masih cengengesan tak jelas itu terperanjat dari posisinya.
" Shit.... Ada apa denganmu boss.....??? " umpat Bara kesal.
" Don't call her like that. " ucapnya sambil berdiri mendekati Bara dan mencengkeram pundak sahabatnya itu.
Bara masih syok dengan respon boss nya, kemudian beringsut dari tempat duduknya. Mengatur nafasnya yang sempat terhenti sesaat karena tatapan mengancam sang Presdir.
Hey sejak kapan lo jadi sensitif gini..... Gue kira lo masih sekedar terpesona, tahu-tahunya sudah masuk level Bucin tingkat satu.... Batin Bara.
" Okey boss.... Slow down. " gumamnya kemudian sambil mengangkat kedua telapak tangannya ke udara mencoba menenangkan emosi pria yang masih mencengkeram bahunya.
__ADS_1
Hega melepaskan cengkramannya, berbalik melangkah ke meja kerjanya. Memakai kembali kacamata kerjanya dan mulai mengecek berkas yang tadi dibawa oleh sekretarisnya.
•
•
•
🍒🍒🍒
HEGA
Entah sejak kapan aku merasa kesal setiap bocah tengik ini menyebut gadis itu dengan sebutan gadis singa dan sejenisnya. Padahal sebelumnya julukan yang diberikan Bara pada gadis itu terdengar normal-normal saja di telingaku.
" Jadi apa yang lo rencanakan selanjutnya ? " Tanya Bara lagi setelah merapikan kemejanya yang sempat kusut karena ulahku tadi.
" Apa lagi, ya sesuai agenda, bertemu dengan wanita itu sesuai permintaannya. Tentu saja lo harus ikut. " Jawabku pasti.
" No. Bukan itu maksud gue, gue tanya soal si gadis si... Eh sorry si gadis cantik maksudnya. " Jawabnya sambil tersenyum jahil.
" Sudah gue bilang berhenti menyebutnya dengan sebutan-sebutan anehmu itu. !!!" Decakku kesal.
" Heiii, jika gadis cantik tidak disebut gadis cantik lalu mau disebut apa ? Gadis jelek ? Gadis seksi ? Gadis Aneh ? " Umpatnya tak kalah kesal.
" Dia punya nama Bar, jangan menyebutnya seperti kebiasaan lo menyebut para wanita yang lo kencani itu. " erangku mulai dengan nada tinggi.
" Gue belum tahu, yang jelas gue ingin lebih dekat dengannya. Cuma gue belum punya cara untuk mendekatinya. Lo tahu sendiri gimana sikapnya tiap ketemu atau lihat gue. " Ujarnya sambil menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal.
•
•
•
🍒🍒🍒
AUTHOR
Mendengar pertanyaan Bara tentang bagaimana rencananya mendekati gadis yang sudah menarik perhatiannya itu. Hega tampak memutar bola matanya, memandangi langit-langit ruangannya.
" Lo inget kan apa yang terjadi kemarin waktu mau balik dari villa lo ? " ucapnya pasrah dan bingung saat mengingat kejadian kemarin siang.
~~ Flashback ~~
Hari minggu siang hari di villa keluarga Prasetya, semua sudah siap berkumpul dan memasukkan barang-barang mereka ke dalam bagasi mobil.
Para pria sibuk memasukkan membantu para gadis merapikan tas-tas di mobil. Setelah berpamitan dan berterima kasih pada bu Ratna dan suaminya selaku penjaga villa yang selama beberapa hari ini repot oleh kedatangan mereka, keempat gadis itu langsung memasuki mobil.
__ADS_1
Saat Bara memanggil Deana, adik sepupunya itu untuk memasuki mobil Hega. Gadis itu menggelengkan kepala, dan mendekati sang abang berbisik perlahan jika dia akan kembali ikut di dalam mobil Dimas.
Memberi isyarat pada sang abang melirik kearah pria disamping abangnya itu kemudian menatap sahabatnya yang sudah duduk manis di kursi belakang Dimas.
Oh..... I see..... Gumam Bara paham maksud adik nya itu.
Melirik ke arah sahabatnya yang juga melihat isyarat yang diberikan gadis itu. Pemuda itu dengan santai mengangkat kedua bahunya lalu membuka pintu.
Tidak seperti perjalanan sebelumnya, kali ini formasi kembali pada awal keberangkatan mereka. Keenam, sahabat itu berada di mobil milik Dimas, dan Hega bersama dengan Bara.
" Kenapa lo gak ikut bang Bara lagi dek ? " tanya Dimas pada Deana.
" Renata gak mau nemenin. " ucap adik sepupunya itu cemberut.
" Kenapa ? " tanyanya lagi.
" Kalo semobil sama abang cakep, jiwa presenter dan penyanyi gue tersiksa guys. " Kelima orang lainnya tampak mengernyit tak paham maksud Renata.
" Maksudnya lo gak bisa cerewet dan nyanyi-nyanyi gak jelas kan. " Sambar Julian mengejek disambut tawa dari yang lainnya.
Secara memang jiwa gesrek Renata tak akan tahan berada lama disekitar sosok Hega yang dingin, serius dan terlihat tak suka keributan itu. Apalagi setelah sesi penilaian calon menantu saat makan malam terakhir tadi malam.
Dan alhasil membuatnya lebih memilih berdesakan kembali di dalam mobil Dimas yang sebenarnya cukup luas untuk mereka berenam karena postur tubuh keempat gadis itu bisa dibilang ideal.
Dan kembalilan suasana ribut seperti sedia kala di dalam mobil sepanjang perjalanan kembali ke kota.
Disisi lainnya, Hega yang saat ini mengambil posisi kemudi, mengenakan kacamata hitamnya dan sesekali menyandarkan siku kanannya di jendela mobil saat mobil berhenti atau sedang berjalan pelan.
" Gara-gara lo nih jadi sepi nih perjalanan kita. " cibir Bara kesal sambil melirik jahil pada pria yang tengah fokus ke jalan raya.
" ". Tak paham arti cibiran temannya, pemuda itu tampak tak merespon sama sekali.
" Coba lo ramah dikit sama para gadis, minimal Deana sama Si gadis singa yang cantik bakal duduk menemani perjalanan kita. Hahaha.... " Ucapnya dengan seringai nakal.
Gimana mau duduk semobil sama gue, liat gue aja tuh muka kecut amat bawaanya. Batin Hega aambil tersenyum kecil.
~~ Flashback End ~~
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
➡️➡️ Ditunggu LIKE & COMMENT NYA YAH ....❤
PLEASE DON'T BE SILENT READER......🌹🍁☘.
Bantu VOTE agar karya ini UP yah....
Terima kasih 😊😘😘😍
__ADS_1
Jangan ragu tinggalkan jejak kritik dan saran ya 😊